cover
Contact Name
Alwan Wibawanto
Contact Email
alwan@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285228111066
Journal Mail Official
pustakaloka@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Po. Box. 116 Ponorogo 63471, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan
ISSN : 20852118     EISSN : 25024108     DOI : https://doi.org/10.21154/pustakaloka
Core Subject : Science, Social,
PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan is a peer-reviewed journal taken from the library of IAIN Ponorogo on Information and Library Science. PUSTAKALOKA is published twice annually (June and December) by the journal editors from the Library IAIN Ponorogo in cooperation with the Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Jawa Timur. Every received article will be reviewed by the journal editors and external editors and reviewers who are competent in each related field. The review uses double-blind peer review before the journal is published. PUSTAKALOKA will publish selected paper under a Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License. And, every article is free of charge for authors and readers.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2022)" : 6 Documents clear
Representasi Kepustakawanan Dalam Film Se7en (1995) Achmad Fachmi; Seno Yudhanto; Laksmi Laksmi
Pustakaloka Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.065 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v14i2.4890

Abstract

Penelitian mengenai representasi fungsi dan nilai dari kepustakawanan dapat dikaji melalui analisis wacana, salah satunya melalui media film. Salah satu film yang memiliki nilai kepustakawanan adalah film Se7en. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana peran perpustakaan, peran pustakawan, posisi pemustaka dan nilai informasi yang digunakan dalam permasalahan yang diangkat dalam cerita film. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana pada film. Proses analisis data menggunakan metode semiotik Roland Barthes yang membagi tiga hal utama yaitu makna denotatif, konotatif dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi perpustakaan dalam film ini meliputi peran perpustakaan sebagai tempat dalam mencari informasi dan penegakkan hukum. Sementara itu pustakawan dalam film ini digambarkan sebagai sosok yang tidak memiliki kewenangan dalam perlindungan data pemustakanya. Sementara itu informasi yang bersifat privasi dapat diperjualbelikan meskipun harus melanggar kode etik yang berlaku. Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui perkembangan perpustakaan dan pustakawan dalam konteks sosial di masyarakat.
The Impact Of Using Digital Library Resources On The Productivity Of Researchers At The State Islamic Institute Of Purwokerto Aris Nurohman
Pustakaloka Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.58 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v14i2.4788

Abstract

Abstract: Digital library resources are invaluable in assisting universities in research. The academic community recognizes that digital resources improve their research results. Much research has also confirmed the link between the utilization of digital resources and research output. The researchers analyzed the utilization of digital library resources by researchers at the Purwokerto State Islamic Institute to validate the evidence. The study takes a descriptive-analytical approach, employing the purposive sampling method to collect data from various circles of researchers at various levels. The conclusion is that digital information sources are valuable sources of information that should be evaluated and exploited in the research process, beginning with creating ideas, study design, reference sources, and data collection. Researchers have benefited from digital resources due to the ease and speed of access to information, support for improving research performance, improving the quality of scientific work, supporting creativity to continue working, and increasing awareness about the importance of publication and authentication of scientific papers.Keywords: digital library resources, library, researchers, research productivity. Abstrak: Sumber daya perpustakaan digital sangat berharga dalam membantu perguruan tinggi dalam penelitian. Civitas akademika menyadari bahwa sumber daya digital mempengaruhi peningkatan hasil penelitian mereka. Beberapa penelitian juga telah mengkonfirmasi hubungan antara pemanfaatan sumber daya digital dan hasil penelitian. Para peneliti menganalisis pemanfaatan sumber daya perpustakaan digital oleh para peneliti di Institut Agama Islam Negeri Purwokerto untuk memvalidasi bukti. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, dengan menggunakan metode purposive sampling untuk mengumpulkan data dari berbagai kalangan peneliti di berbagai tingkatan. Kesimpulannya, sumber informasi digital adalah sumber informasi berharga yang harus dievaluasi dan dimanfaatkan dalam proses penelitian, dimulai dengan penciptaan ide, desain studi, sumber referensi, dan pengumpulan data. Para peneliti telah mendapatkan manfaat dari sumber daya digital karena kemudahan dan kecepatan akses informasi, dukungan untuk meningkatkan kinerja penelitian, peningkatan kualitas karya ilmiah, mendukung kreativitas untuk terus berkarya, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya publikasi dan otentikasi karya ilmiah.Kata kunci: sumber daya perpustakaan digital, perpustakaan, peneliti, produktivitas penelitian 
Visualisasi Data Sebagai Layanan Perpustakaan dalam Membantu Pertumbuhan Ekonomi Faizhal Arif Santosa
Pustakaloka Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.41 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v14i2.4354

Abstract

Data visualization is a series of data processing processes that produce information in a dynamic visual form. Many libraries around the world have embraced data visualization as a decision-making tool to assist them in making key decisions, but few have discussed the possibilities for libraries to employ this technology to help their users' economic growth. The closeness to life in the library, the opportunities for libraries as services based on social inclusion, as well as the challenges that arise for librarians are discussed in this article. The method used is a literature study of literature sources related to data visualization, business, libraries, and librarian competencies. The result is that the concept of data visualization resembles daily activities in the library, namely repackaging information and making statistics. Data visualization aids librarians in transforming data into actionable information for decision-making and serving it to users. Data visualization opens up opportunities for libraries to be used as services based on social inclusion to help the economic growth of their users. The challenge for librarians is the limited skillsets for this technology. To develop their skills, librarians are urged to enroll in education and training programs.
Analisis Pengaruh Kualitas Web Perpustakaan Universitas Udayana Terhadap Kepuasan Pengguna Menggunakan Webqual 4.0 Kadek Aryana Dwi Putra; I Putu Suhartika; Ni Putu Premierita Haryanti; Nyoman Ayu Sukma Pramestisari
Pustakaloka Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.743 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v14i2.5032

Abstract

Web perpustakaan Universitas Udayana berfungsi sebagai media informasi, penyedia koleksi digital, promosi perpustkaan serta bermanfaat untuk meningkatkan daya saing global. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari kualitas Web Perpustakaan Universitas Udayana terhadap kepuasan pengguna. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dan untuk pengumpulan data menggunakan teknik survey berbasis kuesioner. Survey menggunakan kuesioner yang disebar ke 100 orang berdasarkan perhitungan menggunakan rumus slovin. Responden merupakan mahasiswa yang pernah mengakses web Perpustakaan Universitas Udayana. Kuesioner dibuat berdasarkan konsep dari WebQual 4.0 dengan tiga kategori pengukuran meliputi usability, kualitas informasi serta kualitas interaksi. Dari ketiga kategori tersebut akan dipecah menjadi 20 butir pertanyaan yang akan menjadi pegangan peneliti untuk melakukan survey. Data yang dikumpulkkan diolah dan dianalisis dengan bantuan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat maka variabl Information quality, Interaction quality dan usability memilki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Indikator dari variabel usability yaitu penambahan pengetahuan dari web perpustakaan memiliki nilai paling tinggi yaitu sebesar 83%. Prioritas peningkatan dan perbaikan yaitu pada indikator tampilan web perpustakaan dengan nilai sebesar 54%. Sehingga perlu dilakukan peningkatan pada sisi tampilan web Perpustakaan Universitas Udayana karena indikator tersebut memiliki nilai paling kecil dan berpengaruh pada kepuasan pengguna.
Literasi Informasi Ditinjau Dari Perspektif Generasi Z Di Kota Bandung Najwa Auliana Hanifatunnisa
Pustakaloka Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.49 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v14i2.4957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara-cara yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi yang dilihat melalui perspektif Generasi Z di Kota Bandung. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengambilan data melalui studi literatur dan kuesioner yang berupa online survey berdasarkan prinsip non-probability sampling, khususnya yakni gabungan dari voluntary sampling dan purposive sampling. Responden berjumlah sebanyak 12 orang dan dikategorikan sebagai Generasi Z yang berdomisili di Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini ialah ditemukannya 7 cara dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi (1) mencari sumber informasi yang terpercaya, (2) melakukan verifikasi terhadap sumber informasi, (3) membaca informasi secara utuh, (4) menganalisis informasi secara teliti, kritis, dan logis, (5) mencari sumber informasi tambahan, (6) membandingkan seluruh sumber informasi yang didapat, dan (7) bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi. Terdapat pula temuan lain yang menunjukkan bahwa hampir seluruh responden cenderung lebih sering menggunakan dan menyenangi informasi dalam bentuk digital, dibandingkan dengan informasi yang berasal dari media-media yang bersifat konvensional.
Urgensi Personal Branding Pada Profesi Pustakawan Lalu Agus Satriawan; Rika Kurniawaty
Pustakaloka Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.125 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v14i2.4411

Abstract

This paper explores the benefits and urgency of personal branding in the librarian profession. Through library research methods that use descriptive, interpretive, and reflective data analysis, the researchers find and present the concept of the librarian's business in confirming the role and benefits of the job in responding to various challenges in the era of disruption. The challenges and work dynamics that arise from different communication technologies require librarians to have good personalities always to learn, change, and develop. The success of librarians in serving the community's information needs and the use of media in delivering various information in the library will be a positive personal branding and further confirm the benefits and urgency of librarians in the era of the industrial revolution 4.0.Tulisan ini bertujuan untuk mengupas manfaat dan urgensi personal branding pada profesi pustakawan. Melalui metode penelitian pustaka yang menggunakan analisis data deskriptif, interpretatif dan reflektif, penulis menemukan dan  menyajikan konsep mengenai usaha pustakawan dalam meneguhkan peran dan manfaat profesi dalam menjawab berbagai tantangan di era disrupsi. Tantangan dan dinamika kerja yang muncul sebagai akibat pemanfaatan berbagai teknologi komunikasi mengharuskan pustakawan untuk memiliki kepribadian yang baik agar dapat selalu belajar, berubah, dan berkembang. Keberhasilan pustakawan dalam melayani kebutuhan informasi masyarakat, serta pemanfaatan media dalam men-deliver berbagai informasi yang ada di perpustakan akan menjadi positive personal branding dan semakin meneguhkan manfaat serta urgensi pustakawan di era revolusi industry 4.0

Page 1 of 1 | Total Record : 6