cover
Contact Name
Alwan Wibawanto
Contact Email
alwan@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285228111066
Journal Mail Official
pustakaloka@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Po. Box. 116 Ponorogo 63471, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan
ISSN : 20852118     EISSN : 25024108     DOI : https://doi.org/10.21154/pustakaloka
Core Subject : Science, Social,
PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan is a peer-reviewed journal taken from the library of IAIN Ponorogo on Information and Library Science. PUSTAKALOKA is published twice annually (June and December) by the journal editors from the Library IAIN Ponorogo in cooperation with the Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Jawa Timur. Every received article will be reviewed by the journal editors and external editors and reviewers who are competent in each related field. The review uses double-blind peer review before the journal is published. PUSTAKALOKA will publish selected paper under a Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License. And, every article is free of charge for authors and readers.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2016)" : 8 Documents clear
Penerapan Peminjaman Mandiri Berbasis SLiMS Versi Desktop: Studi Kasus di Perpustakaan STAIN Kediri Muhamad Hamim
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.885 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.495

Abstract

Abstrak; Layanan peminjaman mandiri adalah layanan peminjaman yang dilakukan sendiri oleh pemustaka. Peminjaman mandiri merupakan antarmuka peminjaman koleksi perpustakaan yang terkoneksi dengan database perpustakaan berbasis SLiMS sebagai pusat datanya. Tujuan layanan mandiri adalah untuk mengefektifkan layanan peminjaman di Perpustakaan STAIN Kediri yang memiliki petugas terbatas. Sebelumnya, transaksi peminjaman dilakukan oleh seorang petugas saja. Sering terjadi antrian panjang terutama ketika perpustakaan menjelang tutup atau istirahat. Sehingga diperlukan alternatif pelaksanaan transaksi peminjaman yang lebih efektif dan efisien. Layanan mandiri dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman lazarus freepascal dan mengambil data dari aplikasi senayan. Proses peminjaman dilakukan dengan melakukan verifikasi user akun pemustaka, verifikasi koleksi dan verifikasi peminjaman di database SLiMS.Abstract; Selfservice loan isa loan services conducted by the member of library themselves. Self services loan is interface loan transaction that connected to SLiMS Library database server. The purpose is to get more efectivelly loan services at Library of STAIN Kediri because of the lack of staffs. Before hand, Loan services was controlled by one operator. Long waiting line happens almost everyday asspecially at the approach of closing library or break time. however, it needed to develop the loan services that is more effective and eficient. Self sevices loan is developed by using Lazarus free Pascal software and the data is connected to senayan database. Self services loan processed is initiated from the verification of user account, verification of bibliography data and verification of loan data in the SLiMS database.
Digitalisasi Katalog Pameran Dalam Pengembangan Image Repository: Studi Analisis Proses Di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta Heri Abi Burachman Hakim
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.814 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.496

Abstract

Abstrak; Makalah ini akan mendiskripsikan proses digitalisasi katalog pameran yang dilakukan UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. Digitalisasi katalog pameran dilakukan dalam rangka pengembangan image repository. Pengembangan image repository merupakan upaya untuk meningkatkan aksesibilitas katalog pameran. Katalog pemeran merupakan koleksi yang mendokumentasi karya seni lengkap dengan informasi pencipta karya serta deskripsi dari karya. Melalui penulisan makalah ini penulis akan mendeskripsikan kegiatan pemilihan aplikasi, proses digitalisisi katalog pameran, penentuan format file gambar serta organisasi informasi hasil digitalisasi. Dengan penulisan makalah ini diharapkan mampu memberikan gambaran teknis terkait kegiatan digitalisasi dan pengelolaan koleksi gambar berbasis image repository. Dengan digitalisi katalog pameran dan mengelolanya melalui image repository memungkinkan memperbanyak titik akses penelusuran informasi. Selama ini katalog pameran hanya dapat ditelusurr dengan titik akses judul pameran, subjek serta kurator. Dengan pengelolaan gambar berbasis image repository dapat dilakukan dengan menggunakan nama pencipta karya, judul karya, judul pemeran, subjek dan kurator.Abstract; This paper will describes how to digitize exhibition catalogue that was did by ISI Yogyakarta Library, to develop image repository. The development of image repository should be done to make easy access to the catalogue. Exhibition catalogue is a collection of complete art work, including of creator and art description. This paper will also describes how to choose application, digitizing process, how to organize catalogue and ensure picture file format. Base on image repository, the catalogue should make more access point to search, including author, title, exhibition title, subject and curator.   
Pemanfaatan Social Media Network Sebagai Media Komunikasi Komunitas Pustakawan Homogen Dalam Rangka Optimalisasi Resources Sharing Koleksi Antar Perguruan Tinggi Haryanto Haryanto
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.218 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.470

Abstract

Abstrak; Karya ilmiah ini merupakan hasil analisis yang mengulas media sosial sebagai media yang sangat efektif di jadikan sebagai media komunikasi komunitas pustakawan dari perpustakaan yang sama program studinya (homogen) antar perguruan tinggi.Tujuan dari analisis ini adalah terciptanya komunikasi antar pustakawan homogen antar perguruan tinggi sehingga dapat saling mendukung dalam penyediaan koleksi. karena dalam dunia perpustakaan, keterbatasan koleksi dihadapi oleh hampir semua perpustakaan, sehingga diperlukan usaha seperti sharing koleksi (resources sharing), untuk itu di perlukan suatu media yang dapat dijadikan media komunikasi yang menghubungkan perpustakaan-perpustakaan tersebut. Dan media sosial tersebut adalah facebookDengan media sosial dapat dimungkinkan membuat komunitas-komunitas sejenis atau homogen sehingga dapat berkomunikasi secara cepat untuk sharing koleksi. Dalam memanfaatkan media sosial untuk resources sharing perpustakaan perguruan tinggi, agar efektif diperlukan beberapa hal diantaranya kesamaan komunitas jurusan / homogen, admin utama pengendali, kesepakatan resources sharing, daftar admin masing-masing perpustakaan, jasa ekspedisi, serta MoU.Abstract; This paper is the result of analysis to review social media as a very effective medium in use as a medium of communication community librarians from the same library studies program (homogeneous) between universities.The purpose of this analysis is the creation of a homogeneous communication between librarians between universities so that they can support each other to provide of collection. In the world of libraries, collection limitations faced by almost all libraries, so that the necessary efforts such as sharing collections (resources sharing), for it is needed of a comunication medium that can be used as a medium of communication that connect these libraries. And social media is facebookWith social media may be possible to create communities of similar or homogeneous so that they can communicate quickly for sharing collections. In utilizing social media for sharing resources the college library, in order to effectively take a few things in common among communities majors / homogeneous, the main admin control, resources sharing deal, admin list each library, freight forwarding services, as well as the MoU.     
Manajeman Mahasiswa Part-Time: Best Practice Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ida Nor'aini Hadna
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.957 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.452

Abstract

Abstrak; Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan tentang manajemen mahasiswa part-time yang telah dilakukan oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Hal ini perlu disampaikan karena masih banyak perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia yang belum memberdayakan mahasiswanya untuk ikut bersama-sama mengelola perpustakaan melalui kegiatan mahasiswa part-time. Dalam makalah yang ditulis berdasarkan best practice ini akan dijelaskan berbagai hal dalam pengelolaan mahasiswa part-time, yaitu mulai dari (1) perencanaan program; (2) pelaksanaan program; (3) hasil pelaksanaan program; (4) sistem monitoring dan evaluasi; (4) dampak pelaksanaan program; sampai pada (5) perubahan sebagia akibat pelaksanaan program.Berdasarkan hasil penelitian ini, maka diketahui bahwa program rutin kegiatan mahasiswa part-time di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga ini tidak hanya bermanfaat bagi perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam memperlancar kegiatan layanan, tetapi program ini juga bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri, yaitu selain membuat mereka menjadi merasa bangga, juga membuat mereka menghargai waktu, membagi waktu belajar dan bekerja. Selain itu, bagi yang sudah bekerja setelah lulus, pengalaman selama menjadi mahasiswa part-time juga menjadi modal yang berharga dalam bekerja.Abstract; The aim of this paper is to explain the part-time student management that has been done by UIN Sunan Kalijaga Library. It needs to be submitted because many college libraries in Indonesia haven’t empower their students to participate together to manage the library through part-time student activities. In this paper that based on best practice will be explained various things in part-time student management, from (1) program planning; (2) program implementation; (3) program implementation result; (4) monitoring and evaluation system; (5) program implementation impact; until (6) change as a result of the implementation of the program. Based on this research, noted that part-time students routine program activities in UIN Sunan Kalijaga Library is not only useful for UIN Sunan Kalijaga Library to facilitate the service activity, but this program is useful for the students themselves, which in addition will make them proud, also make them appreciate the time, manage their time for study and work. Moreover, for them who have been working after graduation, the experience during being a part-time student also becomes a valuable asset in working.
Filologi Nusantara dan Perpustakaan: Potret Layanan Khusus Pengguna Studi Islam Indonesia Mahrus Elmawa
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.279 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.474

Abstract

Abstrak; Ada kegelisahan sebagian pengguna perpustakaan ketika sedang mengkaji Islam di Indonesia berbasis naskah kuno. Salah satu kegelisahan itu adalah ketidaktersediaan sumber informasi tentang naskah kuno Nusantara di perpustakaan PTKIN. Informasi naskah kuno yang paling sederhana ini melalui katalog naskah kuno. Di Indonesia, katalog naskah kuno ini sudah ada sejak tahun 1950 oleh Poerbatjaraka, Voorhoeve, dan Hoykaas dengan titel Indonesische Handschriften hingga saat ini. Katalog naskah Nusantara itu memuat informasi asal usul naskah, isi naskah, dst. Lebih jauh lagi, tentu saja seharusnya perpustakaan PTKIN menyediakan naskah-naskah kuno tersebut, sekalipun dalam bentuk digital. Salah satu bentuk penyelamatan naskah kuno itu melalui program digitalisasi. Dalam konteks itulah filologi Nusantara penting untuk menjadi alat bantu dalam pengembangan perpustakaan PTKIN.Sebenarnya, filologi bukanlah ilmu baru di lingkungan PTKIN. Sebagai mata kuliah, filologi atau studi naskah kuno diajarkan pada Jurusan/Program Studi Sejarah Kebudayaan/Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora. Hanya saja, kajian Islam berbasis filologi masih dapat dihitung dengan jari. Karena itu, sangat wajar juga jika pihak perpustakaan hingga saat ini masih belum ada koleksi khusus tentang hal itu. Berangkat dari kegelisahan itulah nampaknya penting diungkapkan saat ini sebagai kajian awal tentang filologi Nusantara dan perpustakaan. Pengalaman kecil di Pusat Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui layanan khusus Cirebonese Corner dapat menjadi pintu awal kajian ini.Abstract; There are discomfort and worry among library users when they want to study Islam in Indonesia based on ancient manuscripts. One of them is caused by the unavailability of primary references about ancient manuscripts in the library of PTKIN. In the meantime, they find them such references by searching through a catalog of ancient manuscripts which has been around since the 1950s, written by Poerbatjaraka, Voorhoeve, and Hoykaas entittled Indonesische Handschriften. The catalog contains information of origin of scripts, contents, and so on. Furthermore, PTKIN libraries should provide these ancient texts, albeit in digital form. And it is through such digitization program that we can save manuscripts. It is also in the context that the philology of Nusantara becomes important to be assistive instrument to develop PTKIN libraries.Actually, philology is not a new science in the PTKIN. As a university subject, philology, or the study of ancient texts, is taught in the Department of Islamic Civilization, Faculty of Adab and Humanities. However, studies based on philology Islam are relatively low. Therefore, it is reasonable that libraries have no special collections on it. With this background, it is the time to raise the two issues as a stepping stone for the study of Nusantara philology and Libraries. A few experience in the Central Library of IAIN Sheikh Nurjati Cirebon through special service called “Cirebonese Corner” can be the beginning to address these two issues.
Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi: Pengalaman Perpustakaan STAIN Kediri Komarudin Komarudin
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.68 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.454

Abstract

Abstrak; Pentingnya mutu atau kualitas (quality) telah menjadi perhatian pengelola perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan Nasional RI telah menyusun standar yang dapat dijadikan acuan minimal dalam penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi yang berkualitas. Suatu bentuk formal pengakuan terhadap pemenuhan standar tersebut yaitu dengan pelaksanaan akreditasi perpustakaan. Akreditasi perpustakaaan bertujuan untuk memperbaiki perpustakaan yang diakreditasi sehingga bermanfaat untuk membangun kualitas perpustakaan. Sesuai amanat UU RI No 43 tahun 2007 dan PP No 24 tahun 2014, Perpustakaan Nasional telah membentuk Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional (LAP-N).Sertifikat terakreditasi dapat diperoleh suatu perpustakaan berdasarkan jumlah nilai tertimbang dari komponen komponen layanan, kerjasama, koleksi, pengorganisasian materi perpustakaan, sumber daya manusia, gedung / ruang dan sarana prasarana, anggaran, manajemen perpustakaan dan perawatan keoleksi perpustakaan. Pengalaman Perpustakaan STAIN Kediri dalam melaksanakan akreditasi perpustakaan dengan menempuh langkah-langkah antara lain merencanakan kegiatan akreditasi, membentuk tim persiapan akreditasi, melakukan asesmen mandiri (self assessment), menyiapkan berkas pendukung, mengirimkan surat permohonan dan berkas data pendukung, melakukan penilaian borang, menyiapkan dan melaksanakan asesmen lapangan. Hal yang pokok dari sebuah akreditasi adalah budaya kualitas. Harapan untuk memperoleh nilai akreditasi terbaik terletak pada budaya kualitas yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.Abstract; The importance of quality has been a concern of college library librarian. National Library has compiled standards can be used as a minimum level college library quality. A form of formal recognition of compliance with these standards is by accrediting library. Accreditation aims to improve accredited institution so useful to build a library quality. As stipulated by Law Decree(UU) No. 43 of 2007 and Government Regulation (PP)No. 24 of 2014, the National Library has the National Library Accreditation Agency (LAP-N). Accredited certificate can obtain a library based on the number of components weighted values of service, cooperation, collection, organization of library materials, human resources, building / space and infrastructure, budget, library management and maintenance of library collection. The experience of STAIN Kediri library in carrying out the library accreditation including : make a plan of accreditation activities, form preparation team of accreditation, perform self assessments, set up support files, send a letter of application and data file support, assessment accreditation forms, prepare for site assessment and carry out the acreditation. The main thing is the accreditation is a culture of quality. Hope to obtain the best value of accreditation lies in the culture of quality. 
Institutional Repository Sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah Yang Sustainable Dan Reliable Faizuddin Harliansyah
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.516 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.497

Abstract

Abstract; Institutional repositories development has drawn the attention of many scholars throughout the world. Using the keywords ‘institutional repositories’, there are over 300 peer-reviewed articles related on the topic has been indexed in Library, Information Science, & Technology Abstracts (LISTA) and SCOPUS. There are also hundreds of theses, dissertations, and websites dedicated on this blooming trends. These are proofs that the importance of IR in higher education has been acknowledged by many professionals in the field. This paper aims at clarifying the role of repositories in strengthening scholarly communication in higher education and research institution and explaining some basic repositories concepts (types of repositories and their characteristics), as well as exploring its relations with open access movement, the development ideas, and resources that could be kept in repositories and deposit policies.Abstrak; Pengembangan institutional repositories telah banyak menyita perhatian dari kalangan ilmiah di seluruh dunia. Melalui kata kunci ‘institutional repositories’, ada lebih dari 300 artikel terulas mitra bestari yang berhubungan dengan topik ini, yang telah terindeks di Library, Information Science, & Technology Abstracts (LISTA), dan SCOPUS. Terdapat juga ratusan tesis, disertasi, dan website yang mengulas trend ini. Inilah bukti bahwa pentingnya institutional repositories (IR) telah dipahami oleh para profesional di bidangnya. Tulisan ini akan menjelaskan aturan-aturan repository dalam memperkuat komunikasi ilmiah di perguruan tinggi dan lembaga riset, menjelaskan konsep-konsep dasar repositories, termasuk tipe-tipe repository dan karakteristiknya. Tulisan ini juga akan memperdalam konsep repositories dalam hubungannya dengan gerakan open access, pengembangan ide-ide, sumber-sumber ilmiah yang dapat disimpan di repositories, serta kebijakan penyimpanan di dalamnya. 
Pentingnya Pemahaman Pustakawan Terhadap Bentuk Komunikasi Ilmiah Pada Profil Google Scholar Purwani Istiana
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.705 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.450

Abstract

Abstrak: Banyaknya karya ilmiah yang sudah dihasilkan seorang penulis, tidak terlepas dari penggunaan karya ilmiah penulis lain. Publikasi yang telah dihasilkan oleh seorang penulis akan menunjukkan produktivitas penulis tersebut. Banyaknya sitasi yang diperoleh oleh sebuah publikasi menunjukkan dampak publikasi tersebut terhadap publikasi yang lain. Dewasa ini Perguruan tinggi dituntut untuk menampilkan performance mereka dalam  hal banyaknya publikasi yang dihasilkan dan juga dampak publikasi yang dihasilkan untuk publikasi yang lain. Mengutip publikasi lain merupakan salah satu bentuk komunikasi ilmiah yang dilakukan oleh penulis atau peneliti. Makalah ini akan memaparkan pemanfaatan profile Google Scholar dalam komunikasi ilmiah dan pentingnya pustakawan memahami salah satu bentuk komunikasi ilmiah tersebut. Profil Google Scholar cukup efektif digunakan oleh institusi perguruan tinggi untuk menampilkan profil dosen sehingga akan semakin visible di dunia akademik online. Penting bagi pustakawan memahami tentang profile Google Scholar dan manfaatnya, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi.Abstract: Scientific publication which produced by an author was not far from an other the author. The number of author scientific publication showed author productivity. Publication citation described the impact of the publication to other publication. University have to give their performance in the number of scientific publication which produced and its impact to other publication. Citating wa a form of scientific communication between authors. This paper figured out the usage of Google Scholar Profile in scientific communication and the importance of librarian understanding to one scientific communications. Google Scholar profile wa effective to display university lecturer profile which made it visible. The comprehension librarian of profile Google Scholar gave contribution in university quality improvement. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8