cover
Contact Name
Noerman Adi Prasetya
Contact Email
noerman@borneo.ac.id
Phone
+6281233242398
Journal Mail Official
borneo.cesj@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No.1 Kota Tarakan Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Civil Engineering Scientific Journal
ISSN : 29623308     EISSN : 29631335     DOI : https://doi.org/10.35334/cesj.v1i2
Core Subject : Engineering,
Civil Engineering Scientific Journal (CESJ) is a scientific journal published by the Civil Engineering Study Program, University of Borneo Tarakan. CESJ is a forum for civil engineering students to publish scientific works, research results, literature, and analytical studies that focus on the field of civil engineering. CESJ published three times a year (January, May, and September). The focus and scope of this journal are structural engineering, concrete & building material, transportation engineering, geotechnical engineering, water resources engineering & coastal engineering, construction engineering & management
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024): Civil Engineering Scientific Journal" : 5 Documents clear
ANALISIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PROYEK BANGUNAN AIR MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) Singal, Rachel Zandra; Darmawan, Rendy Andre
Civil Engineering Scientific Journal Vol 3, No 2 (2024): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v3i2.5788

Abstract

ABSTRACT: The construction services sector is one of the many business fields that are classified as very vulnerable to accidents. The purpose of the research on the Jelarai river reinforcement water building project is to determine the potential risks, determine the level of risk, and provide control of the risk of work accidents. This study uses the Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) method. The results of the study, there are 4 types of jobs that have a potential risk of work accidents, namely deck slab work has 8 potential sources of risk; Tetrapod jobs have 6 potential sources of risk; The KRIB job has 6 potential risk sources and the Akmond Block job has 3 potential risk sources. So that work activities with a low risk level determination as many as 8 sources are 34.78%; medium risk level (Moderate) 9 sources 39.14%; High risk category 1 source 4.35% and in the Extreme risk category there are 5 sources 21.74%. Efforts that can be made to reduce risks that may occur include tightening supervision of every worker activity, enforcing Standard Operating Procedures (SOPs) on each activity, providing safety signs in certain areas that may cause potential dangers, providing Personal Protective Equipment (PPE) in accordance with the work carried out and enforcing rules in accordance with the laws set by the Republic regulations Indonesian. Keywords: Occupational Safety and Health (OHS), HIRA Method, Water Buildings, Risk Control, River Reinforcement.ABSTRAK: Bidang jasa konstruksi merupakan salah satu dari sekian banyak bidang usaha yang tergolong sangat rentan terhadap kecelakaan. Tujuan dari penelitian pada proyek bangunan air pekerjaan perkuatan sungai Jelarai adalah mengetahui potensi risiko, menentukan besar tingkat risiko, dan memberikan pengendalian risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 jenis pekerjaan yang mempunyai potensi risiko kecelakaan kerja, yaitu pekerjaan deck slab mempunyai 8 sumber potensi risiko; pekerjaan tetrapod mempunyai 6 sumber potensi risiko; pekerjaan krib mempunyai 6 sumber potensi risiko dan pekerjaan akmond blok mempunyai 3 sumber potensi risiko. Sehingga aktivitas pekerjaan dengan penentuan tingkat risiko rendah (Low) sebanyak 8 sumber 34,78%; tingkat risiko menengah (Moderate) 9 sumber 39,14%; kategori risiko tinggi (High) 1 sumber 4,35% dan pada kategori tingkat risiko ekstrim (Extreme) terdapat 5 sumber 21,74%. Upayah yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko yang mungkin terjadi antara lain dengan memperketat pengawasan terhadap setiap aktivitas pekerja, memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada setiap kegiatan, memberikan safety sign pada area tertentu yang memungkinkan menimbulkan potensi bahaya, menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan dan memberlakukan aturan sesuai dengan perundang-undangan yang ditetapkan oleh peraturan Republik Indonesia.Kata kunci: Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3), Metode HIRA, Bangunan Air, Pengendalian Risiko, Perkuatan Sungai.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR PADA KAWASAN PERTOKOAN DI JALAN RE. MARTADINATA KOTA TARAKAN Gunawan, Gunawan; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 3, No 2 (2024): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v3i2.5879

Abstract

ABSTRACT: Based on observations on Jalan RE Martadinata  there are a lot of shops with less than optimal parking arrangements. Therefore it is necessary to research to determine the need for parking space. This research was conducted to determine how many parking space units are provided in the existing shopping area on Jalan RE Martadinata and to describe the condition of parking characteristics found in Jalan RE Martadinata. The method used refers to the basics of MKJI and the Technical Guidelines of the Directorate General of Land Transportasion. In the first stage of data collection, the measurement of the parking area was carried out, and then further research was conducted by recording the number of vehicles entering or leaving the shopping area on Jalan RE Martadinata. The findings of the data analysis showed the results of 413 parking spaces for motorcycle vehicles and 9 parking spaces for cars. Parking characteristics show that the parking volume is 271 motorcycles and 43 cars. The longest parking duration for motorcycles is 2.72 hours, cars are 2.49. Parking turnover for motorcycles is 2 vehicles and 1 vehicle for cars. Maximum Parking Index for motorcycles 128.95%, cars 222.22%. Space Hours Occupancy maximum motorcycles with a value of 71.90%, car 84,92%. Of the ten parking point locations studied, 3 locations cannot accommodate parking activities in the shopping area on Jalan RE Martadinata which have exceeded the available capacity. Keywords: Parking Characteristics, Parking, Parking Index, Parking Duration, SHO (Space Hours Occupancy).ABSTRAK: Berdasarkan hasil pengamatan yang terdapat di jalan RE Martadinata terdapat banyak sekali pertokoan dengan pengaturan lahan parkir yang kurang maksimal. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kebutuhan ruang parkir. Penelitian ini di lakukan untuk menentukan berapakah satuan ruang parkir yang tersedia pada kawasan pertokoan yang ada di jalan RE Martadinata dan Menguraikan kondisi karakteristik parkir yang terdapat pada jalan RE Martadinata. Metode yang digunakan mengacu pada dasar - dasar MKJI dan Pedoman Teknik Direktorat Jendral Perhubungan Darat. Dalam pengumpulan data   tahap pertama yaitu dilakukan pengukuran luas lahan parkir, kemudian penelitian selanjutnya melakukan survei dengan mencatat jumlah kendaraan yang masuk atau keluar pada kawasan pertokoan di jalan RE Martadinata. Sehingga di dapatkan hasil satuan ruang parkir sebanyak 413 petak parkir untuk kendaraan sepeda motor dan 9 petak parkir untuk mobil. Karakteristik parkir menunjukkan bahwa Volume parkir sebesar 271 motor, 43 mobil. Durasi parkir terlama untuk motor 2,72 jam, mobil 2,49 jam. Pergantian parkir untuk motor sebanyak 2 kendaraan dan mobil 1 kendaraan. Indeks Parkir maksimum motor 128,95 %, mobil 222,22 %. Space Hours Occupancy maksimum motor dengan nilai 71.90 %, mobil  84,92 %. dari sepuluh lokasi titik parkir yang diteliti terdapat 3 lokasi yang tidak dapat menampung aktivitas parkir di kawasan pertokoan pada Jalan RE Martadinata yang sudah melebihi kapasitas yang tersedia.Kata kunci: Karakterisik Parkir, Parkir, Indeks Parkir, Durasi Parkir, SHO (Space Hours Occupancy).
DESAIN STRUKTUR DERMAGA TIPE JETTY PADA EMBUNG INDULUNG KOTA TARAKAN Sulu, Wandi Toding; Prasetya, Noerman Adi
Civil Engineering Scientific Journal Vol 3, No 2 (2024): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v3i2.5907

Abstract

ABSTRACT : Indulung reservoir in Tarakan is crucial water distribution systems that provides clean water to the residents of Tarakan, especially in the eastern region. Besides its primary function as a water distributor, indulung reservoir has the potential to serve as a recreational area for community. This paper aims to design a jetty at understand the structural design and analysis of the jetty elements. The analysis was conducted using SAP 2000 v22 softwere to understand the structural design and analysis of the jetty elements. From the SAP 2000 analysis and reinforcement calculations, the designed slab has a width of 300 cm and a thickness of the 15 cm, reinforced with D 13 mm rebar at 200 mm intervals. For the beams, the analysis and calculations revealed the following congfigurations: for dimensions of the 25 x 40 cm, reinforcement wuth D 16 cm rebar, with supports n (-) = 5, n (+) = 3, field n (-) = 2, n (+) = 3; for dimensions of 35 x 45 cm, supports n (-) = 6, n (+) = 4, field n (-) =4, n (+) = 4; for dimensions of 40 x 50 cm, supports n(-) = 5, n (+) = 3, field n (-) = 2, n (+) = 3. The calculations of the pier dimensions yielded 110 x 110 x 50 cm and 120 x 120 x 60, with axial loads of 30 tons and 43 tons, reinforced with D 16 rebar, n = 6 pieces. The jetty’s pile foundation uses prefabricated piles from wika, with diameters of 50 cm and 60 cm, classified as type C, and load capacities of 17 tons and 29 tons, respectively. The maximum moment at the supports is 11,9 ton.m and at the span is 12,16 tons.m, with an axial force Pu 18,6 tons.Keywords : Jetty Pier, Jetty Design, Indulung Reservoir.ABSTRAK: Embung indulung  Tarakan  adalah  salah  embung  yang mendistribusikan  air bersih  kepada masyarakat kota tarakan terutama masyarakat dibagian wilayah Tarakan Timur. Disamping kegunaan sebagai penyalur air bersih, embung indulung Tarakan memiliki potensi sebagai objek wisata bagi masyarakat Kota Tarakan, untuk itu penulis mencoba untuk merencankan Dermaga pada embung ini. Analisis ini menggunakan software aplikas SAP 2000 v22 tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana desain elemen struktur dan analisis struktur pada dermaga embung ini. Dari Hasil analisis SAP2000 dan Perhitungan penulangan pelat, didapatkan pelat dengan lebar 300 cm dan tebal 15 cm dengan tulangan D13 mm dan jarak 200 mm. Dari Hasil analisis SAP2000 dan perhitungan balok, didapatkan balok dengan tulangan D16 cm pada dimensi 25 x 40 cm, tumpuan n (-) = 5 buah, n (+) = 3, lapangan n (-) = 2 buah, n (+) = 3 buah. pada dimensi 35 x 45 cm, tumpuan n (-)= 6 buah, n (+) = 4, lapangan n (-) = 4 buah, n (+) = 6 buah. pada dimensi 40 x 50 cm, tumpuan n (-) = 5 buah, n (+) = 3, lapangan n (-) = 2 buah, n (+) = 3 buah. Dari Hasil Perhitungan Poer, didapatkan hasil pada dimensi poer 110 x 110 x 50 cm dan 120 x 120 x 60, dengan beban aksian 30 ton dan 43 ton didapat tulangan D16 dengan jumlah n = 6 buah. Dimensi Tiang pancang dermaga menggunakan pondasi tiang pancang fabrikasi dari wika dengan diameter 50 cm dan 60 cm dengan tipe class c dan crack 17 ton dan 29 ton. Momen yang terjadi pada Mu tumpuan terbesar 11,9 ton.m dan Mu lapangan12,16 ton.m, dengan gaya aksial Pu sebesar 18,6 ton.Kata kunci: Dermaga Embung,  Desain Dermaga, Embung Indulung.
ANALISIS PEMILIHAN MODA ANGKUTAN BARANG DARI NUNUKAN KE TARAKAN DENGAN METODE AHP (ANALITYCAL HIERARCY PROCESS) Helen, Helen; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 3, No 2 (2024): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v3i2.5908

Abstract

ABSTRACT: There are multiple options for transporting goods from Nunukan City to Tarakan City, necessitating an analysis of the factors influencing transportation mode selection. This study animed to to identify the influential factors and preferred mode of transportation using the AHP (Analytical Hierarchy Process) method. Data were gathered from respondents who regularly ship good betweed these cities. The analysis revealed that that the most influential criteria in the selection of freight transportation modes were: cost (28%), convenience (23%), service quality (21%), travel time (18%), and security (10%). The preferred transportation modes, based on these criteria, were ranked as follows: cargo shipes (25%), sea vessels (24.7%, rounded to 25%), ferries (24%), airplanes (14%), and speed boats (13.8% rounded to 14%).Keywords: Freight Transportation, Mode Selection, AHP (Analytical Hierarchy Process) Method. ABSTRAK: Banyaknya pilihan dalam pengiriman barang kota Nunukan menuju kota Tarakan seseorang harus mempertimbangkan interaksi antara pemilihan transportasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan faktor-faktor yang berpengaruh dan moda transportasi yang dipilih dengan menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarcy Process). Data pada penelitian ini berupa pendapat responden yang mengirim barang dari Kota Nunukan – Kota Tarakan. Berdasarkan hasil analisis perhitungan yang telah dilakukan, maka kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan moda angkutan barang yaitu faktor biaya sebesar 28%, kemudahan sebesar 23%, pelayanan sebesar 21%, waktu perjalanan sebesar 18%, dan keamanan sebesar 10%. Sedangkan untuk pemilihan alternatif moda yang digunakan dalam pemilihan moda angkutan barang adalah kapal barang sebesar 25%, kapal laut sebesar 0,247 dibulatkan menjadi 25%, kapal fery sebesar 24%, pesawat terbang sebesar 14%, dan speed boat sebesar 0,138 dibulatkan menjadi 14%.Kata Kunci : Angkutan barang, pemilihan moda, Metode AHP (Analitycal Hierarcy Process)
PENANGANAN ABRASI PANTAI AMAL BARU KOTA TARAKAN DENGAN BANGUNAN PELINDUNG PANTAI TIPE DETACHED BREAKWATER Haryanti, Giar Tri; Utomo, Edy
Civil Engineering Scientific Journal Vol 3, No 2 (2024): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v3i2.5897

Abstract

ABSTRACT: Amal Baru Beach has experienced damage in the form of abrasion and accretion which occurs due to the characteristics of waves that are destructive. One solution to protect Amal Baru Beach from the damage that occurs is a Detached Breakwater which is planned for the next 25 years. The result of this study indicate that the dominant wind direction comes from the East of Tarakan Island with a wave height at a 25-years return period of 2,85 meters with a period of 9,40 seconds. The planned Detached Breakwater structure is a sloping side building with a main protective layer using two recommended tetrapods, namely W = 0,5 tons and W = 0,084 tons, with a building peak width (B) of 1,76 meters, a main protective layer thickness (t) of 1,17 meters, a second protective layer thickness (t) of 0,21 meters, and a toe protection height of a 0,58 meters. The length of the building (Ls) is 250 meters, the width of the building gap (Lg) is 100 meters and the distance of the breakwater from the coastline (Y) is 100 meters. Keywords: Abrasion, Accretion, Coastal Building, Protective Layer, Beach ABSTRAK: Pantai Amal Baru telah mengalami kerusakan berupa abrasi dan akresi yang terjadi akibat dari karakteristik gelombang yang bersifat merusak atau destruktif. Salah satu solusi untuk melindungi Pantai Amal Baru dari kerusakan yang terjadi adalah bangunan pelindung pantai tipe Detached Breakwater. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder yang akan digunakan dalam perencanaan Detached Breakwater yang direncanakan pada 25 tahun kedepan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi arah angin bersumber dari arah Timur Pulau Tarakan dengan tinggi gelombang pada kala ulang 25 tahun sebesar 2,85 meter dengan periode 9,40 detik. Struktur Detached Breakwater yang direncanakan adalah bangunan sisi miring dengan lapis lindung utama menggunakan tetrapod yang direkomendasikan ada dua, yaitu W = 0,5 ton dan W = 0,084 ton, dengan lebar puncak bangunan (B) sebesar 1,76 meter, tebal lapis lindung utama (t) sebesar 1,17 meter, tebal lapis lindung kedua (t) sebesar 0,21 meter, dan tinggi pelindung kaki (toe protection) sebesar 0,58 meter. Panjang bangunan (Ls) sebesar 250 meter, lebar celah bangunan (Lg) sebesar 100 meter dan jarak pemecah gelombang dari garis pantai (Y) sebesar 100 meter.Kata kunci: Abrasi, Akresi, Bangunan Pantai, Lapis Lindung, Pantai

Page 1 of 1 | Total Record : 5