cover
Contact Name
Noerman Adi Prasetya
Contact Email
noerman@borneo.ac.id
Phone
+6281233242398
Journal Mail Official
borneo.cesj@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No.1 Kota Tarakan Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Civil Engineering Scientific Journal
ISSN : 29623308     EISSN : 29631335     DOI : https://doi.org/10.35334/cesj.v1i2
Core Subject : Engineering,
Civil Engineering Scientific Journal (CESJ) is a scientific journal published by the Civil Engineering Study Program, University of Borneo Tarakan. CESJ is a forum for civil engineering students to publish scientific works, research results, literature, and analytical studies that focus on the field of civil engineering. CESJ published three times a year (January, May, and September). The focus and scope of this journal are structural engineering, concrete & building material, transportation engineering, geotechnical engineering, water resources engineering & coastal engineering, construction engineering & management
Articles 62 Documents
STUDI ANALISIS STRUKTUR RANGKA HANGGAR PESAWAT MAF KOTA TARAKAN BERDASARKAN PERATURAN TERBARU (SNI 1727 2020 DAN SNI 1726 2019) Apriliana, Anna Celia; Utomo, Edy
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.758 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i1.2889

Abstract

ABSTRACT: One of the hangers located in Tarakan is the one belonging to MAF Foundation; it was built in 1980. It is in Jalan Mulawarman, Juwata Airport, Tarakan. The hangar is used for maintenance, reparation, and protection for planes from the weather. Its construction uses a structure of roof frame made up of steel pipe of galvanize. New rule states that a construction is required to consider the seismic factor, as it says in SNI 1726 2019. Hence, an identification is needed to examine its strength and stability. This study was conducted by employing models of 2-Dimension and 3-Dimension, considering the existing condition of the hangar. Based on the analysis, it shows that the hangar has a structure instability due to one the rods (B130), which does not qualify the slender requirement as pull rod or pushrod. With a further analysis, the rod B130 does not affect significantly to the hangar structure, meaning it can be removed from the construction.Keywords: hangar, rigid frame of roof, galvanize steel pipe, tension chord, compression chordABSTRAK: Salah satu Hanggar Pesawat yang ada di Kota Tarakan adalah milik Yayasan MAF, yang dibangun sejak tahun 1980. Hanggar ini terletak di Jalan Mulawarman, Bandar Udara Juwata, Kota Tarakan. Infrastruktur hanggar digunakan sebagai tempat perawatan, tempat perbaikan, dan perlindungan pesawat dari cuaca luar. Konstruksi hanggar ini menggunakan struktur rangka atap dengan menerapkan material pipa baja galvanis. Saat ini telah diwajibkan perhitungan struktur menggunakan faktor gempa sesuai dengan SNI 1726 2019. Sehingga perlu untuk dilakukan identifikasi dari kekuatan struktur Hanggar Pesawat milik Yayasan MAF, dengan tujuan menilai kekuatan atau kestabilan struktur Hanggar Pesawat tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model 2-Dimensi dan 3-Dimensi sesuai dengan kondisi eksisting Hanggar Pesawat tersebut. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan baik pada pemodelan 2-Dimensi dan 3-Dimensi menunjukkan konstruksi Hanggar Pesawat mengalami ketidakstabilan struktur. Hal ini disebabkan oleh salah satu batang yaitu batang B130 tidak memenuhi syarat kelangsingan sebagai batang tekan atau batang tarik. Telah dilakukan analisis lebih jauh batang B130 tersebut ternyata tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap Hanggar Pesawat, sehingga dapat dihilangkan sebagai salah satu elemen penyusun konstruksi Hanggar Pesawat tersebut.Kata Kunci: Hanggar Pesawat, Struktur Rangka Atap, Pipa Baja Galvanis, Batang Tarik, Batang Tekan 
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA TARAKAN Sapariansyah, Muhammad Andi; Setiawan, Budi
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 2 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.606 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i2.3360

Abstract

ABSTRAK: Menurut JAMSOSTEK pada tahun 2021 di Indonesia tercatat 65.474 kecelakaan yang mengakibatkan 1.451 orang meninggal, 5.326 orang cacat tetap dan 58.697 orang cedera. Dengan demikian angka kecelakaan mencapai 930 kejadian untuk setiap 100.000 pekerja setiap tahun. Oleh karena itu jumlahkecelakaan keseluruhannya diperkirakan jauh lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kinerja penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, dan mengidentifikasi tingkat fasilitas pendukung keselamatan dan kesehatan kerja di Proyek pembangunan gedung Labolatorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Borneo Tarakan. metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survey dan pendekatan kuantitatif, dimana peneliti melakukan penyebaran kuisioner untuk menggumpulkan data. Pada penelitian tingkat kinerja SMK3 di terdapat lima aspek yaitu kebijakan K3 dengan presentase 78%, perencanaan K3 75%, penerapan dan operasi kegiatan 79%, evaluasi K3 83% dan tinjauan manajemen 66%. Semuanya termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan kelengkapan fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja di lokasi proyek mencapai nilai persentase sebesar 70% yang termasuk ke dalam kategori sedang. Maka dapat disimpulkan bahwa kinerja penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di Lingkungan proyek Pembangunan Laboratorium Central Ilmu Hayati Universitas Borneo Tarakan sebesar 76% dengan kategori sedang. Ketersediaan dan kelengkapan fasilitas-fasilitas pendukung yang telah disediakan oleh Perusahaan di Proyek Pembangunan Laboratorium Central Ilmu Hayati Universitas Borneo Tarakan sebesar 70% dengan kategori sedang.Kata kunci: Kecelakaan kerja, Proyek konstruksi, Tingkat kinerja SMK3, Tingkat kelengkapan  fasilitas K3
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN BANDAR UDARA DI KALIMANTAN UTARA Umami, Hernanda Nur; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.092 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i1.2890

Abstract

ABSTRACT: The Airport development in North Kalimantan is a crucial consideration because it can connect among the regions in North Borneo. The other reason was the increasing volume of lights frecuency. The development of the airport during this time is based on the volume of traffic and the total number of annual passengers, and it is in line with National regulation PM No. 39, 2019. This research aims to provide another point of view in Airport development using decision-making theory, namely the combination of the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW). This method employed four criteria and 121 alternatives in determining the priority development best Airport in North Kalimantan. Based on the analyzing AHP and SAW results showed that on the three airports. First, the passenger terminal facility of Juwata Tarakan Airport needs to be developed from the land side with the value of the weight 0,2851 and visual aids with a weight value of 1 to the airside. Second, the parking lot of Nunukan Airport needs to be developed with the weights 0,2749 from the land side and the airside, incapacitated passenger loading the vehicle/eguipment facilities with the value of the weight 0,9031. Last, the Tanjung Harapan airport from the land side, nothing can be developed, but in terms of the facilities of the air service eguipment, ground plane and operational vehicles need to be developed with a weight value of 1.Keywords: Airport, AHP, SAWABSTRAK: Pengembangan bandar udara di Provinsi Kalimantan Utara dinilai sangat penting dikarenakan bandar udara tersebut berfungsi sebagai penghubung antara wilayah-wilayah pedalaman. Selain itu, semakin bertambahnya volume frekuensi penerbangan juga menjadi alasan diperlukannya pengembangan bandar udara. Dalam perencanaan pengembangan bandar udara selama ini didasarkan pada volume lalu lintas penerbangan dan total jumlah penumpang tahunan, hal ini sesuai dengan PM No 39 tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sudut pandang lain dalam proses perencanaan pengembangan bandar udara dengan menggunakan teori pengambilan keputusan yaitu kombinasi metode Analitic Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini menggunakan empat kriteria dan 121 alternatif dalam menentukan prioritas terbaik pengembangan bandar udara di Kalimantan Utara. Hasil dari perhitungan AHP dan SAW menunjukan bahwa pada ketiga bandar udara yang diteliti, untuk bandar udara Juwata Tarakan menunjukan bahwa terminal penumpang menjadi prioritas untuk dikembangkan dari sisi fasilitas darat dengan nilai bobot 0.2851 dan peralatan bantu visual dengan nilai bobot 1 untuk sisi fasilitas udara, lalu untuk bandar udara Nunukan menunjukan bahwa tempat parkir kendaraan menjadi prioritas untuk dikembangkan dengan nilai bobot 0.2749 dari sisi fasilitas darat sedangkan untuk fasilitas dari sisi udara yaitu fasilitas incapacitated passenger loading vehicle (IPL) dengan nilai bobot 0.9031, lalu untuk bandar udara Tanjung Harapan dari sisi fasilitas darat belum ada yang perlu dikembangkan sedangkan dari sisi fasilitas udara peralatan pelayanan darat dan kendaraan operasional di sisi udara yang harus dikembangkan dengan nilai bobot 1.Kata Kunci: Bandar Udara, AHP, SAW
KOMPARASI BAJA KONVENSIONAL DAN BAJA KOMPOSIT SANDWICH PANEL SEBAGAI MATERIAL PELAT LANTAI JEMBATAN PENYEBERANGAN Zulhimantara, Audana; Utomo, Edy
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 2 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.374 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i2.3361

Abstract

ABSTRACT: Floor plate is one of the main parts of civil building structures both buildings and bridges. Sandwich panel is a composite materials of synthetic resin and steel plate. Where the density of Sandwich panel is lighter than conventional steel and has greater flexural strength. Yet, it has never been done before in the realm of civil engineering, so further analysis is needed to obtain optimal result. The used of Sandwich panel with dimensions of 4-10-4 mm changes the beam structure on the pedestrian bridge. The horizontal beam profile used was WF450.200.9.14 with a maximum span of 2 meters and the distance between the beams was 2.6 meters. The vertical beam profile used was WF250.250.9.14 with a span of 2.6 meters and the distance between the beams was 2 meters. The column profile used was WF440.300.11.18 with a height of 5.4 meters. The comparison of the maximum stress values that occur in steel floor plates was 5.227 MPa and the one using a Sandwich panel was 32.271 MPa. The deformation values that occur in steel floor plates was 23.048 mm and the one using a Sandwich panel was 26.517 mm. The comparison of the total weight values that occur in steel floor plates was 22.005 tons and the one using Sandwich panel was 20.590 tons.Keywords: sandwich panel, steel plate, n method, pedestrian bridge ABSTRAK: Plat lantai adalah salah satu bagian utama dari struktur bangunan sipil baik gedung maupun jembatan. Plat lantai sendiri mendistribusikan beban ke balok anak dan balok induk. Sandwich panel adalah material komposit antara synthetic resin dengan plat baja. Dimana densitas sandwich panel lebih ringan dari pada baja konvensional serta memiliki kuat lentur yang lebih besar. Penggunaan sandwich panel dengan dimensi 4-10-4 mm memberikan perubahan struktur balok pada jembatan penyeberangan. Profil balok arah horizontal yang digunakan adalah WF450.200.9.14 dengan bentang maksimal 2 meter dan jarak antar balok adalah 2,6 meter. Profil balok arah vertikal yang digunakan adalah WF250.250.9.14 dengan bentang 2,6 meter dan jarak antar balok adalah 2 meter. Profil kolom yang digunakan adalah WF440.300.11.18 dengan tinggi 5,4 meter. Perbandingan nilai tegangan maksimum yang terjadi pada plat lantai baja adalah sebesar 5,227 Mpa, sedangkan sandwich panel sebesar 32,271 MPa. Nilai deformasi yang terjadi pada plat lantai baja adalah sebesar 23,048 mm dan yang menggunakan sandwich panel sebesar 26,517. Perbandingan nilai berat total yang terjadi pada plat lantai baja adalah sebesar 22,005 Ton dan yang menggunakan sandwich panel sebesar 20,590 Ton.Kata kunci: sandwich panel, plat baja, metode n, tegangan
KAJIAN KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH DI PANTAI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) PULAU BUNYU, KABUPATEN BULUNGAN Rini, Detya Nurfajar; Utomo, Edy; Hermansyah, Muhammad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.27 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i1.2891

Abstract

ABSTRACT: Pulau Bunyu is a district in Bulungan Regency, North Kalimantan Province. TPI (Fish Auction Place) Beach is one of beaches found in Pulau Bunyu. TPI beach is an area frequently visited by many people for recreation. However, people said that a lot of sand has been eroded by the sea water. Thus, it is necessary to have information related to the characteristics of waves by studying the characteristics of breaking waves. Wave forecast was made by the calculation using a deep wave hindcasting method based on the wind data within a period of 10 years from the BMKG Tarakan station to obtain the period and wave height. From the calculation results, the waves at TPI Beach in Pulau Bunyu district were dominated by the eastward waves with the maximum wind speed occurring in March 2020 with H = 2.765 m and T = 6.880 s, Kr = 0.9404 – 1.0023 and Ks = 0.913 – 1.244, Hb = 2.2 m, db = 0.4, and Angle = 17.2°. The dominant wind wave had H = 0.700 m and T = 4.197 s, Kr = 0.8244–1.0545, and Ks = 0.914-1.270, Hb = 0.7 meter, db = 0.2 m, and Angle = 28°. The Average wave had H = 0.720 m and T = 4.391 s, Kr = 0.919-0.9998 and Ks = 0.914-1.27, Hb = 0.74 meter, db = 0.2 m, and Angle = 19°. These were waves damaging the beach because the wave height was more than 1.00 meter. This event only occurred at the maximum wind conditions. Meanwhile, the frequent and average winds, the waves were constructive or not damaging the beach because the wave height was than 1.00 meter.Keywords: Breaking waves, hindcasting, Pulau Bunyu TPI Beach, wave characteristics.ABSTRAK: Pulau Bunyu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) salah satu pantai di Pulau Bunyu yang  terletak di Desa Bunyu Selatan. Pantai TPI merupakan kawasan yang sering di datangi oleh penduduk untuk melakukan rekreasi. Menurut warga banyak pasir-pasir yang tergerus air laut. Maka perlu adanya informasi tentang karakteristik gelombang pada daerah tersebut yang dapat merusak pantai, salah satunya adalah dengan kajian karakteristik gelombang pecah. Peramalan gelombang di lakukan dengan perhitungan menggunakan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin kurun waktu 10 tahun dari stasiun BMKG Tarakan untuk mendapatkan periode dan tinggi gelombang. Dari hasil perhitungan gelombang di Pantai TPI Pulau Bunyu di dominasi oleh gelombang arah Timur dengan kecepatan angin maksimum terjadi pada bulan Maret 2020 dengan H = 2,765 m dan T= 6,880 det, Kr = 0,9404 – 1,0023 dan Ks = 0,913 – 1,244, Hb = 2,2 m, db = 0,4 dan Sudut = 17,2°. Pada gelombang angin dominan dengan H = 0,700 m dan T = 4,197 det, Kr = 0,8244-1,0545 dan Ks = 0,914-1,270 , Hb = 0,7 meter, db = 0,2 m dan Sudut = 28°. Pada Gelombang Rata-Rata dengan H = 0,720 m dan T = 4,391 det, Kr = 0,9190-0,9998 dan Ks = 0,914-1,270 , Hb = 0,74 meter, db = 0,2 m dan Sudut  = 19°. Pada kondisi angin maksimum gelombang ini termasuk gelombang yang merusak pantai karena tinggi gelombang lebih dari 1.00 meter, sedangkan pada kondisi besaran angin yang sering terjadi dan rata-rata, gelombang tidak merusak pantai.Kata Kunci : Gelombang Pecah, hindcasting, karateristik gelombang, Pantai TPI Pulau Bunyu 
EVALUASI KINERJA TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI PELABUHAN TENGKAYU I KOTA TARAKAN Soraya, Syarifah; Nawir, Daud
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 2 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.796 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i2.3362

Abstract

ABSTRAK: Kota Tarakan memiliki jumlah penumpang berangkat/naik speedboat tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Utara. Hal ini seharusnya juga diimbangi dengan fasilitas pelayanan di terminal penumpang yang memadai, agar tercipta kenyamanan bagi pengguna jasa, yang kemudian akan berdampak positif dalam aspek sosial-ekonomi Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara. Beberapa variabel yang menjadi acuan dalam penilaian tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I adalah reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa, indikator-indikator yang perlu dilakukan pembenahan, serta urutan prioritas penanganannya, maka dilakukan beberapa langkah analisis dengan pengumpulan data berupa survei dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Kemudian analisis data dilakukan dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Berdasarkan analisis CSI diperoleh kesimpulan nilai keseluruhan CSI adalah 70,13% (Puas). Berdasarkan analisis IPA diperoleh kesimpulan tiga indikator yang menjadi prioritas utama untuk dibenahi segera, yaitu kelengkapan alat-alat keselamatan di ruang tunggu, tersedianya papan pengumuman jadwal keberangkatan dan kedatangan speedboat serta tersedianya ruang perawatan untuk orang sakit. Berdasarkan analisis QFD diperoleh urutan prioritas penanganan item “what” secara teknis, pertama merencanakan dan menentukan jalur evakuasi, kedua perencanaan atau penambahan ruang perawatan, ketiga menentukan dan memasang informasi letak titik kumpul, keempat memasang informasi nomor telepon darurat di dalam ruang tunggu, kelima pengadaan dan pemasangan tabung pemadam kebakaran di dalam ruang tunggu, keenam memperbaiki sambungan kabel TV informasi yang terputus, ketujuh merekrut petugas kesehatan dan kedelapan melakukan penyesuaian ulang terhadap jadwal keberangkatan dan kedatangan Speedboat yang terbaru. Kata Kunci: CSI, IPA, Pelabuhan, Terminal Penumpang, QFD
IDENTIFIKASI PENGARUH MANAJEMEN RANTAI PASOK DAN PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LSIH UBT Andika, Tri; Setiawan, Budi
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.72 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i1.2895

Abstract

ABSTRACT: This study aimed to determine the effect of supply chain management and the covid-19 pandemic on the performance of the construction project at the sentral ilmu hayati (LSIH) of Universitas Borneo Tarakan. Respondents in this study were taken by using a purpusive sampling method on all parties who involved in this projeck. Testing the instrumen used validity and reability test using spss version 25. The data analysis method used multiple linear regressions. The results of this study showed that supply chain management had a possitive effect on constructions project performance while the COVID-19 pandemic had a negative effect on project performance and the regresion equalition obtained was Y = 12.335 + 0.141X1 – 0,264X2.Keyword: supply chain management, Covid-19 Pandemic, Project Performance.ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen rantai pasok dan pandemi covid-19 terhadap kinerja proyek pembangunan gedung Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Borneo Tarakan. Responden dalam penelitian ini diambil menggunakan metode purposive sampling pada semua pihak yang terlibat dalam proyek ini. Pengujian instrument menggunakan uji validitas dan uji reabilitas menggunakan spss versi 25. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rantai pasok memberikan pengaruh positif terhadap kinerja proyek sedangkan pandemic covid-19 memberikan pengaruh negative terhadap kinerja proyek serta diperoleh persamaan regresi Y = 12,335 + 0,141X1 – 0,264X2.Kata Kunci : Manajemen Rantai Pasok, Pandemi Covid-19, Kinerja Proyek.
ANALISIS KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN PERBANDINGAN NILAI FAKTOR AIR SEMEN (FAS) Manan, Muhammad Alfarizi; Utomo, Edy
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.401 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i1.2887

Abstract

ABSTRACT: As time goes by, the construction world continues to develop, one of which is the innovation of concrete technology with the discovery of concrete that can pass water from the concrete cavity, known as porous concrete. This study aims to determine the characteristics of porous concrete including bulk density, absorption, and compressive strength. The test variables used were A on FAS 0;48, B on FAS 0;53, C on FAS 0;58, and D on FAS 0;64. To obtain good porosity in porous concrete, only 3 aggregate sizes were used which are uniform with the use of cement as much as 1 of 6 weight of aggregate, while the consistency of the paste (cement water) followed the specified FAS value. The total number of test objects was 120 samples with each variable as many as 30 samples and the test was carried out when the test object is 28 days old. The results of this study were statistically tested using a normal distribution to obtain a bulk density value of 1.64 gram/cm3 at FAS 0;48, 1.66 gram/cm3 at FAS 0;53, 1.67 gram/cm3 at FAS. 0;58, and 1.69 gram/cm3 at 0;64 FAS. The absorption value was 1.88% at FAS 0;48, 1.94% at FAS 0;53, 2.17% at FAS 0;58, and 1.82% at FAS 0:64. The compressive strength values were 4.4 MPa at 0;48 FAS, 5.5 MPa at 0;53 FAS, 5.8 MPa at 0;58 FAS, and 3.6 MPa at 0;64 FAS. However, it should be noted that the variable D (FAS 0.64) did not meet the requirements for the appearance/physical properties of porous concrete due to the use of excess water which made the surface of the concrete cover. Keywords: Porous Concrete, Bulk Density, Absorption, Compressive Strength ABSTRAK: Seiring berjalannya waktu dunia konstruksi terus berkembang salah satunya dalam inovasi teknologi beton dengan ditemukannya beton yang dapat meloloskan air dari rongga beton tersebut yang dikenal dengan istilah beton porous. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik beton porous meliputi berat isi, penyerapan, dan kuat tekan. Variabel pengujian yang digunakan ialah A pada FAS 0;48, B pada FAS 0;53, C pada FAS 0;58, dan D pada FAS 0;64. Demi memperoleh porositas yang baik pada beton porous maka agregat yang digunakan hanya 3 ukuran agregat yang seragam dengan penggunaan semen sebanyak 1 dari 6 berat agregat sedangkan konsistensi pasta (semen air) mengikuti nilai FAS yang ditetapkan. Total jumlah benda uji sebanyak 120 sampel dengan setiap variabelnya masing-masing sebanyak 30 sampel dan pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari. Hasil dari penelitian ini diuji secara statistik menggunakan distribusi normal hingga memperoleh nilai berat isi 1,64 gram/cm3 pada FAS 0;48, 1,66 gram/cm3 pada FAS 0;53, 1,67 gram/cm3 pada FAS 0;58, dan 1,69 gram/cm3 pada FAS 0;64. Nilai penyerapan 1,88% pada FAS 0;48, 1,94% pada FAS 0;53, 2,17% pada FAS 0;58, dan 1,82% pada FAS 0;64. Nilai kuat tekan 4,4 MPa pada FAS 0;48, 5,5 MPa pada FAS 0;53, 5,8 MPa pada FAS 0;58, dan 3,6 Mpa pada FAS 0;64. Namun perlu diketahui bahwa pada variabel D (FAS 0,64) tidak memenuhi ketentuan sifat tampak/fisik dari beton porous dikarenakan pengunaan air yang berlebih membuat permukaan beton menjadi tertutup. Kata kunci: Beton Porous, Berat Isi, Penyerapan, Kuat Tekan
KOMBINASI TANAH LEMPUNG DAN PASIR SUNGAI SEBAGAI BAHAN UNTUK SUBGRADE Lestari, Winda; Hasrullah, Hasrullah
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 2 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.615 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i2.3363

Abstract

ABSTRAK: Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi gedung maupun konstruksi jalan, sehingga diharapkan tanah mampu mendukung beban yang ada di atasnya. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan tanah dasar yaitu dengan cara stabilisasi dengan menggunakan pasir sungai yang ditujukan untuk memperbaiki gradasi tanah dengan cara mencampur tanah dengan bahan stabilisasi yang memiliki gradasi lebih besar. Pengujian dilakukan dengan cara mencampurkan beberapa variasi persentase pasir sungai terhadap berat tanah, dengan persentase penambahan pasir sungai 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. Sampel tanah yang digunakan berasal dari Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik dan mekanis tanah. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisik tanah asli didapatkan nilai, specific gravity sebesar 2,59, Liquid Limit (LL) 53,2%, Indeks Plastis (IP) 16,50%, analisa ukuran butiran sebesar 57,8%. Pada pengujian sifat mekanis tanah, hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pasir sungai 50% pada pengujian pemadatan berat isi kering mengalami peningkatan dari 1,400 gr/cm³ menjadi 1,557 gr/cm³. Pada pengujian CBR juga mengalami peningkatan, CBR unsoaked dari 6,63% menjadi 13,68% dan CBR soaked dari 3,04 menjadi 8,16% dengan melewati masa perendaman selama 4 hari dan swelling pengalami penurunan dari 19,2% menjadi 12,5%.Kata kunci: tanah lempung, stabilisasi pasir sungai, sifat fisik dan mekanis tanah
KAJIAN KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH DI PANTAI AMAL BARU KOTA TARAKAN Kahtijah, Siti; Utomo, Edy; Hermansyah, Muhammad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.405 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i1.2896

Abstract

ABSTRACT: Amal Baru beach is a coastline that has great potential as a tourist area. Based on direct observation, it has been undertaking a lot of physical changes (damage) in the coastal area. This damage is caused by coastal dynamics processes such as heavy abrasion which has caused a bad impact and raises concerns for a coastal residents. Consequently, it is necessary to have knowledge on the characteristics of the waves occured on the coastline in the development and security of coastal areas and the protection of the sorrounding community. In the study analysis was conducted by using Airy Theory, the data analysis approach employed the airstream data from BMKG Juwata Tarakan. The result of the analysis of wave transformation for 10 years (2010-2019) at Amal Baru Beach obtainend the dominant wind direction from east to west; the fetch length is 224,589 m; breaking wave height ranges from 0.8 m - 2.4 m and breaking wave depth range from 0.38 m - 2.1 m. Ased on the results of analysis, at maximum wind conditions, average winds, and highly occured winds; the speeds of land breeze blowing beetwen 3.5 m/s - 15 m/s, sea wind speeds blowing beetwen 5 m/s - 19 m/s, Wind waves Forecasting Significant height (H) beetwen 0.9 m - 4.8 m, Period (T) beetwen 5.5 s - 10.2 s, Duration (D) beetwen 9 hours - 11 hours. Thus, the result of Analysis for Wave Height (H) is beetwen 0.8 m - 2.8 m, the Depth of Breaking Wave (Hb) is beetwen 0.3 m - 2.1 m, and the angle of incidence of the wave is 8° - 30°. Therefore, it concluded that the wave height generated during the maximum wind speed conditions and hightly occured wind speed is a destructive wave (waves which damage the coastline).Keywords: breaking waves, hindcasting, wave characteristics, Pantai amal baru, refraction, shoaling.ABSTRAK: Kerusakan yang terjadi di Pantai Amal Kota Tarakan diakibatkan oleh proses dinamika pantai seperti abrasi sangat yang berdampak buruk serta menimbulkan kekhawatiran bagi warga pesisir pantai tersebut. Oleh sebab itu dalam pengembangan dan pengamanan daerah pesisir serta perlindungan kepada mansyarakat sekitar maka perlu pengetahuan mengenai karakteristik gelombang yang terjadi di pantai tersebut. Dalam penelitian ini analisa dilakukan menggunakan Teori Airy, pendekatan data analisa menggunakan data angin dari BKMG Juwata Tarakan. Hasil analisa transformasi gelombang selama 10 tahun (2010-2019) di Pantai Amal Baru diperoleh arah angin yang mendominasi dari timur menuju kearah barat, panjang fetch 224,589 m, tinggi gelombang pecah berkisar antara 0,8 m – 2,4 m dan kedalaman gelombang pecah berkisar antara 0,38 m - 2,1 m. Dari hasil analisa, pada kondisi angin maksimal, angin rata-rata, dan angin yang sering terjadi  Kecepatan Angin Darat yang bertiup antara 3,5-15 m/s, Kecepatan Angin Laut yang bertiup antara 5 - 19 m/s, Peramalan Gelombang Angin Tinggi signifikan (H) antara  0,9 - 4,8 m, Priode (T) antara 5,5 - 10,2 s, Durasi (D) antara 9 - 11 jam, sehingga hasil Analisa untuk Tinggi Gelombang (H) antara 0,8 - 2,4 m, Kedalaman Gelombang Pecah (Hb) antara 0,3 - 2,1 m, dan Sudut datang gelombang 8Ëš- 30Ëš. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tinggi gelombang yang dihasilkan pada saat kondisi kecepatan angin maksimal dan kecepatan angin sering terjadi  merupakan gelombang destruktif (gelomban yan dapat merusak pantai).Kata kunci: Gelombang pecah, hindcasting, karakteristik gelombang, Pantai amal baru, refraksi, shoaling.