cover
Contact Name
Nanda Saputra
Contact Email
jurpenpeng@gmail.com
Phone
+6285277711539
Journal Mail Official
jurpenpeng@gmail.com
Editorial Address
Pedir Research Institute, Gampong Tijue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh, Indonsesia jurpenpeng@gmail.com
Location
Kab. pidie,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : -     EISSN : 29642272     DOI : -
Core Subject : Education,
The Journal of Education and Teaching publishes research articles, case reports, and review articles covering the following topics: Early Childhood Education. Basic education Mathematics and Science Education. Guidance and Counseling Education. Education technology. Character building. Special Needs Education. Global Issues in Education. Technical and Vocational Education. Language and Literature Education. Social Sciences Education. Education Management. Sports Science and Physical Education. Learning Models and Strategies Other Fields in Education.
Articles 20 Documents
PERKEMBANGAN KECERDASAN INTELEKTUAL, EMOSIONAL DAN SPIRITUAL ANAK Muhammad Syarif
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.501 KB)

Abstract

Kecerdasan merupakan kesempurnaan perkembangan akal budi, kecerdasan juga dikatakan sebagai kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapi dan menuntut kemampuan pikiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan intelektual pada perkembangan anak, mengetahui kecerdasan emosional pada perkembangan anak dan kecerdasan spiritual pada perkembangan anak. Penelitian kepustakaan (library Research) ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dari data penelusuran dari berbagai referensi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) merupakan kemampuan manusia menyerap hal-hal yang sifatnya fenomenal faktual, data hitungan (matematika) atau kemampuan manusia untuk merespons alam semesta. Kecerdasan emosional (EQ) merupakan kemampuan manusia untuk memotivasi diri sendiri dan orang lain, mengenali perasaan diri sendiri dan dalam berhubungan dengan orang lain, kemampuan untuk berempati dan simpati terhadap orang lain. Kecerdasan spiritual (SQ) merupakan kemampuan manusia untuk mengenal potensi fitrah dalam dirinya, kecerdasan tertinggi manusia yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan. Dalam mengembangkan kecerdasan intelektual anak, biasanya dengan percepatan pembelajaran dan menanamkan minat baca dan tulis. Pengembangan kecerdasan emosi mampu menciptakan suasana yang menyenangkan, apabila anak mampu mengontrol emosinya dengan cerdas. Dalam mengembangkan kecerdasan spiritual dengan cara mempraktekkan dan mempelajari ibadah wajib dan ibadah sunnah dan berbagai kebaikan yang mengandung unsur ibadah secara umum. Untuk meningkatkan kecerdasan intelektual seorang anak dapat dilakukan melalui konsep pendidikan yang kuat. Semua faktor yang terkait dengan pendidikan harus dirancang dengan kekuatan. Untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak, dilakukan melalui konsep kasih sayang dan tazkiyah. Sedangkan konsep meningkatkan kecerdasan spiritual anak dilakukan melalui konsep birul walidain (berbakti kepada kedua orang tua).
ANALISIS NILAI KARAKTER PADA LAGU ANAK DALAM BUKU TEMATIK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Servista Bukit; Ernawati Ernawati; Rini Ramadhani
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.063 KB)

Abstract

The importance of character building for elementary school students encourages teachers to innovate in realizing character education. The focus of this research is to analyze the character values ​​contained in children's songs. As one of the teacher's efforts to shape the character of elementary school students through habituation. This research method uses a qualitative descriptive approach to achieve research focus. The object of this research is a children's song with the title: nenek moyangku, mars hidup sehat, and bintang kecil. Each research object was analyzed to find the character values ​​contained in the song implicitly to be conveyed to children. With the hope that conveying character values ​​in children's songs on a regular basis can provide an understanding of what is good and what is not good for elementary school students to do. The analysis of the research results shows that the character values ​​obtained include: honesty, hard work, responsibility, self-confidence, independence, cooperation, caring, mutual cooperation, and nationalism.
INSTRUMEN TES SEBAGAI ALAT EVALUASI Eka Mayasari
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya, hasil belajar siswa memerlukan sebuah evaluasi sebagai bentuk alat atau metode yang digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa. Tes hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal dan perlu identifikasi. Dengan harapan akan menghasilakan berbagai informasi berharga, yang menjadi umpan balik guna melakukan perbaikan, pembenahan dan penyempurnaan kembali. Maka dari itu perlu adanya analisis kesukaran soal, daya pembeda dan fungsi distraktor. Dalam menganalisis soal yang diperlukan adalah kelompok atas dan kelompok bawah, sedangkan kelompok tengah dibiarkan. Penganalisisan terhadap butir-butir item tes hasil belajar dapat dilakukan dari tiga segi, yaitu: (1) dari segi derajat kesukaran itemnya, (2) dari segi daya pembeda itemnya, (3) dari segi fungsi distraktornya. Angka indeks kesukaran besarnya antara 0,00-1,00 artinya, angka indeks kesukaran itu paling rendah adalah 0,00 dan tinggi adalah 1,00 atau satu. Sebagaimana indeks kesukaran, indeks diskriminasi ini berkisar antara 0,00 sampai dengan 1,00. Dalam indeks diskriminasi tanda negatif digunakan jika suatu soal terbalik menunjukkan kualitas testee, yaitu anak pandai disebut bodoh dan anak bodoh disebut pandai. Distraktor dinyatakan telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5% dari seluruh peserta tes.
POLA PENGASUHAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Nurainiah Nurainiah
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan anak merupakan cara yang dipilih oleh orang tua dalam mendidik, membimbing, mengasuh, membina, mengarahkan, memberi perlindungan, mengurus makan, minum, pakaian, tempat tinggal dan memastikan keberhasilan tumbuh-kembangnya sampai anak beranjak dewasa. Pada usia anak 0-6 tahun, pengasuhan meliputi kebutuhan dasar tumbuh kembang anak, yaitu kebutuhan berkenaan dengan tumbuh kembang fisik biologis atau asuh. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pengasuhan anak dalam perspektif Islam. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan. Teknik pengumpulan data peneliti gunakan melalui studi pustaka, yaitu dengan cara mengumpulkan beberapa tulisan dari jurnal dan buku yang ada kaitannya dengan masalah pola asuh anak. Sedangkan teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik analisis konten. Dalam teknik analisis konten dilakukan terhadap buku, jurnal dan literature lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola pengasuhan anak secara umum terdiri dari empat macam, yaitu pola pengasuhan otoriter, pola pengasuhan demokratis, pola pengasuhan permisif dan pola pengasuhan penelantar. Sedangkan pola asuh dalam perspektif Islam terdiri dari pola asuh bersifat keteladanan, pola asuh bersifat nasehat, pola asuh bersifat perhatian dan pengawasan, pola asuh bersifat adat kebiasaan dan pola asuh bersifat moral anak; (2) faktor yang mempengaruhi pola pengasuhan adalah budaya setempat, ideologi yang berkembang dalam diri orang tua, letak geografis norma etis, orientasi religious, status ekonomi, bakat dan kemampuan orang tua serta gaya hidup.
اكتشاف الأخطاء فى نطق الحروف الهجائية Teuku Sanwil
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penlitian ini adalah Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam melafalkan huruf hijaiyah, Untuk mengetahui kesalahan dalam pengucapan huruf hijaiyah pada siswa MIN Bambi dan Untuk mengetahui metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar huruf hijaiyah di Sekolah MIN Bambi. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitaian Tindakan Kelas (PTK). Untuk mengumpulkan data peneliti melakukan observasi, wawancara, pretest, posttest, dan test siklus I sampai dengan test siklus 4 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sudah mampu untuk melafalkan huruf hijaiyah, sebagian siswa sulit mengucpkan huruf (ع، غ، س، ش) dan sebagian siswa sulit mengucapkan huruf (ث، ح، خ) dan mteode penyajian, pembahasan dan penyajiannya, termasuk pelaksanaannya, sesuai dengan kondisi dan keadaan sekitar dalam suasana pendidikan Guru tidak menggunakan berbagai sarana pendidikan kecuali buku pelajaran, papan tulis dan komputer.
PENGGUNAAN METODE LANGSUNG DALAM PEMBELAJARAN MUHADATSAH Miswarul Abdi Azizi
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Method is the way that must be taken to achieve a goal. So that the two important things contained in a method are how to do something and the plan for implementation. The better the method used, the more effective the achievement of goals. To determine in advance whether a method can be called good, a benchmark is needed that comes from several factors. The main determining factor is the goal to be achieved. By having a general understanding of the nature of the various methods, a teacher will more easily determine which method is most suitable for the situation and teaching conditions he wants to apply. The direct method uses more activities in learning. This method places more emphasis on listening and speaking, then emphasizes the accuracy of pronunciation and grammar, communication skills are developed by discussing questions and answers in class, and what is more interesting is that the learning uses demonstrations such as visual aids. There are also many interesting ways to teach this method, such as games based on this method.
ANALISIS KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA KEC. PANCUR BATU Ekayanti Tarigan
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language skills in early childhood are a basic need for children to communicate with teachers and friends. By being able to speak spoken and written language, students can follow learning at school. Of course, with fun learning designed by the teacher, it can optimally encourage children's language skills. The focus of this study was to analyze the language skills of children aged 5-6 years at Pembina Pancur Batu State Kindergarten T.A 2022/2023. With the results of this analysis, teachers can design learning that supports improving children's language skills. This research is a qualitative descriptive research with a case study approach to collect information related to children's language skills. The results showed that the category of children's language skills was quite good with a percentage of 69.79%. This means that teacher learning strategies are still needed to improve the quality of learning that supports the improvement of children's language skills in the school.
PENGUATAN SIKAP RELIGIUS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERMUATAN NILAI ISLAM M.ADITIYA SILVATAMA; Novianti Nur Kamila; Arif Wijayanto; Ervana Sari; Mohammad Kholil
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dan bertujuan untuk mengeksplorasi pembelajaran bermuatan islami sebagai upaya penguatan sikap religius siswa. Penelitian ini menggunakan Al-Qur’an, Hadits, Buku, artikel atau prosiding hasil penelitian 10 tahun terakhir yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa diperlukanya penguatan sikap religius siswa yang harus dilakukan oleh guru termasuk guru mata pelajaran matematika. Melalui pembelajaran matematika yang bermuatan nilai islam diharapkan guru dapat menumbuhkan serta menguatkan sikap religius siswa. Pada dasarnya ada dua pola pengitegrasian nilai islami dan matematika yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pertama guru menanaman nilai-nilai islam kedalam materi ajar dan kedua menggunakan simbol-simbol keislaman dalam pembelajaran. Kedua pola pengintegrasian tersebut akan menjadikan pembelajaran matematika yang abstrak lebih kontekstual dan bernuansa islami. Selain itu ada beberapa strategi untuk menciptakan pembelajaran yang bernuansa islami yakni selalu membiasakan menyebut nama Allah, dengan menyisipkan ayat atau hadist yang relevan, menggunakan ayat-ayat yang berkaitan dengan alam semesta. Berdasarkan konsep pengintegrasian dan strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut memberikan dampak positif dalam pembeljaran matematika sebagai upaya penguatan sikap religius siswa.
UPAYA MENGURANGI KETERGANTUNGAN GADGET PADA PESERTA DIDIK KELAS IV DALAM PROSES PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT DI UPTD SDN KELEYAN 1 Fatimah Azzahra; Agung Setyawan
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flexible learning which is a characteristic of the Independent Curriculum, requires educators to make learning with the use of technology. One of them is through gadgets that can be applied by all ages. However, gadgets also have a bad influence on students, one of which is dependence on gadgets during learning activities. For this reason, the purpose of this research is to reduce gadget dependence by fourth grade students at UPTD SDN Keleyan 1 with a solution of providing a powerpoint learning media in Indonesian. The number of subjects in this study were 18 students. Instrument techniques and data collection in this study included interviews, observations, questionnaires and tests. The data analysis technique used is descriptive quantitative. The results of the study show that PowerPoint learning media can be a solution when fourth grade students at UPTD SDN Keleyan 1 are dependent on gadgets during the learning process, especially during Indonesian lessons. Classroom Action Research (CAR) with the implementation of the first cycle obtained an average result of the powerpoint learning media satisfaction questionnaire of 86% and the second cycle obtained an average powerpoint learning media satisfaction questionnaire result of 91%. So that in cycle II it has reached the desired result criteria of the researcher which is equal to 90%. Kata Kunci: Gadget, Media Powerpoint, Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pembelajaran fleksibel yang menjadi karakteristik dari Kurikulum Merdeka, menuntut tenaga pendidik untuk menjadikan pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi. Salah satunya melalui gadget yang mampu diaplikasikan oleh seluruh kalangan usia. Namun, gadget pun juga memiliki pengaruh buruk bagi peserta didik salah satunya yaitu ketergantungan terhadap gadget pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Karena alasan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah upaya mengurangi ketergantungan gadget oleh peserta didik kelas IV di UPTD SDN Keleyan 1 dengan solusi memberikan sebuah media pembelajaran powerpoint dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 18 peserta didik. Teknik instrumen dan pengumpulan data pada penelitian ini diantaranya wawancara, observasi, angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran powerpoint dapat menjadi solusi ketika peserta didik kelas IV di UPTD SDN Keleyan 1 ketergantungan dengan gadget saat proses pembelajaran sedang berlangsung terutama pada saat pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pelaksanaan siklus I memperoleh rata-rata hasil angket kepuasan media pembelajaran powerpoint sebesar 86% dan siklus II memperoleh rata-rata hasil angket kepuasan media pembelajaran powerpoint sebesar 91%. Sehingga dalam siklus II sudah mencapai kriteria hasil yang dikehendaki peneliti yaitu sebesar 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran powerpoint dapat menjadi solusi ketika peserta didik kelas IV di UPTD SDN Keleyan 1 ketergantungan dengan gadget saat proses pembelajaran sedang berlangsung terutama pada saat pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pelaksanaan siklus I memperoleh rata-rata hasil angket kepuasan media pembelajaran powerpoint sebesar 86% dan siklus II memperoleh rata-rata hasil angket kepuasan media pembelajaran powerpoint sebesar 91%. Sehingga dalam siklus II sudah mencapai kriteria hasil yang dikehendaki peneliti yaitu sebesar 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran powerpoint dapat menjadi solusi ketika peserta didik kelas IV di UPTD SDN Keleyan 1 ketergantungan dengan gadget saat proses pembelajaran sedang berlangsung terutama pada saat pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pelaksanaan siklus I memperoleh rata-rata hasil angket kepuasan media pembelajaran powerpoint sebesar 86% dan siklus II memperoleh rata-rata hasil angket kepuasan media pembelajaran powerpoint sebesar 91%. Sehingga dalam siklus II sudah mencapai kriteria hasil yang dikehendaki peneliti yaitu sebesar 90%. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pelaksanaan siklus I memperoleh rata-rata hasil angket kepuasan media pembelajaran powerpoint sebesar 86% dan siklus II memperoleh rata-rata hasil angket kepuasan media pembelajaran powerpoint sebesar 91%. Sehingga dalam siklus II sudah mencapai kriteria hasil yang dikehendaki peneliti yaitu sebesar 90%. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pelaksanaan siklus I memperoleh rata-rata hasil angket kepuasan media pembelajaran powerpoint sebesar 86% dan siklus II memperoleh rata-rata hasil angket kepuasan media pembelajaran powerpoint sebesar 91%. Sehingga dalam siklus II sudah mencapai kriteria hasil yang dikehendaki peneliti yaitu sebesar 90%. Kata Kunci: Gadget, Media Powerpoint, Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
قدرة الطلبة على قراءة النصوص العربية بالمعهد العالى التربوي الهلال سجلي Teuku Sanwil
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the students' ability to read Arabic texts between graduates of general high schools and Islamic high schools, as well as to identify the differences in the students' ability to read Arabic texts between graduates of general high schools and Islamic high schools. Additionally, it aims to ascertain the factors influencing students' ability to read Arabic texts among graduates of general high schools and Islamic high schools. The research methodology employed by the researcher in this study is the descriptive-analytical method. The research tools utilized for data collection include observation, personal interviews, tests, documents, and questionnaires.The research results indicate that the students' ability to read Arabic texts is high. This is evident from the average score obtained by students from general high schools, denoted as variable 'x,' which is 81.25, corresponding to the "very good" level of proficiency. On the other hand, the average score attained by students from Islamic high schools, denoted as variable 'y,' is 95, equivalent to the "excellent" level of proficiency, although some of them still have lower scores. The difference between the two groups in reading Arabic texts is not substantial, as indicated by a Pearson correlation coefficient of 0.811 and a Spearman correlation coefficient of 0.44. The researcher concludes that there is a significant relationship between graduates of general high schools and Islamic high schools regarding their ability to read Arabic texts, based on the calculated correlation of 0.44rxy.Factors affecting students' ability to read Arabic texts among graduates of general high schools and Islamic high schools encompass educational background, utilizing leisure time for learning Arabic texts, exerting substantial effort to comprehend them, seeking assistance from friends for unclear matters, enhancing study habits, and showing interest in Arabic texts.

Page 2 of 2 | Total Record : 20