cover
Contact Name
helfy susilawati
Contact Email
helfy.susilawati@uniga.ac.id
Phone
+62262-540007
Journal Mail Official
jurnal.fuse@uniga.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS GARUT Jalan Jati No. 42B Tarogong Kaler Kab. Garut 44151 Jawabarat, Indonesia telp. 0262-540007 fax. 0262-540181 email : jurnal.fuse@uniga.ac.id
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Fuse-teknik Elektro
Published by Universitas Garut
ISSN : 27978745     EISSN : 2797815X     DOI : http://dx.doi.org/10.52434/jft.v2i2
Teknik Elektro, teknik tenaga listrik, mesin-mesin listrik dan sistem konversi energi, elektronika dan aplikasi, teknik komputer, teknologi informasi dan sistem kontrol, telekomunikasi dan teknik biomedik.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2024): Fuse-teknik Elektro" : 7 Documents clear
Deteksi Kantuk Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) Berdasarkan Kedipan Mata Iswahyudi, Ridwan; Ihsan, Akhmad Fauzi; Malik Matin, Iik Muhammad
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 2 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kecelakaan lalu lintas semakin hari semakin bertambah banyak, berdasarkan Badan Pusat Stastistik (BPS), pada tahun 2020 menunjukan tingkat penggunaan kendaraan bermotor khususnya mobil di Indonesia selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah tersebut dapat memberikan dampak negatif salah satunya yaitu naiknya angka kecelakaan lalu lintas. Faktor tertinggi penyebab peningkatan jumlah kecelakaaan lalu lintas adalah faktor manusia, lebih dari 25% penyebab kecelakaan merupakan kelelahan yang mengakibatkan pengendara mengalami kantuk saat sedang berkendara. Maka dari itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat mendeteksi keadaan pengemudi saat sedang lelah atau mengantuk. Penelitian ini mengembangkan sistem pendeteksi kantuk menggunakan Convolutional Neural Network. Masukan citra secara real-time pada sistem didapat dari kamera yang dipasang didepan pengemudi. Keluaran dari sistem terdapat suara alarm untuk peringatan bahwa pengendara dalam keadaan mengantuk atau tertidur. Rata-rata akurasi sistem pendeteksian wajah menggunakan Haar Cascade yaitu 100%, rata-rata akurasi untuk pendeteksian mata terbuka dan tertutup pada jarak 30-50 cm yaitu 97,2% dan rata-rata akurasi untuk pendeteksian kantuk sebesar 94,4%. Sedangkan untuk rata-rata waktu untuk pendeteksin mata terbuka dan tertutup memiliki rata-rata waktu sebesar 5.19 detik yang akan memudahkan untuk mendeteksi kantuk secara cepat.
Analisis QoS (Quality of Service) Kinerja Provider IconNet di Kampung Ciateul Kabupaten Garut Menggunakan Software Wireshark Nugraha, Muhammad Fauzi; Sugiarto, Bambang; Wiharso, Tri Arif
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 2 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v4i2.3419

Abstract

Internet adalah kebutuhan untuk setiap individu dalam menjalankan aktivitas. Untuk mengetahui kualitas jaringan internet dibutuhkan metode Quality of Service. Tujuan penelitian ini pengukuran pada 5 pelanggan IconNet dan membandingkan kualitas layanan pada berbagai waktu. Data diperoleh melalui streaming YouTube dengan Wireshark selama 2 jam, menggunakan paket data 10 Mbps dan 20 Mbps dari IconNet. Wilayah penelitian terletak di Kampung Ciateul, Kabupaten Garut. Hasil dari penelitian di 5 pelanggan jaringan IconNet memiliki index delay 4 dan index packet loss dan jitter 3 tetapi parameter throughput memiliki perbedaan, Pelanggan 1 pada pagi, siang, dan malam hari memperoleh nilai lebih dari Index 3 sedangkan pada sore hari Index 4. Pelanggan 2 pada pagi dan sore hari memperoleh Index 3 sedangkan pada siang dan sore hari Index 2. Pelanggan 3 pada pagi dan malam hari memperoleh Index 3 kategorinya sedangkan pada siang dan sore hari Index 4. Pelanggan 4 pada pagi dan siang hari memperoleh Index 3 sedangkan pada sore dan malam hari Index 2. Pelanggan 5 pada pagi, siang, sore, dan malam hari memperoleh bawah Index 2. Berdasarakan data dari penelitian yang dilakukan, faktor yang mempengaruhi penurunan Quality of Service adalah jumlah pengguna jaringan yang bertambah yang memengaruhi bandwidth dan kemampuan Penyedia layanan internet (ISP) dalam menangani volume data, kondisi geografis  memengaruhi kemampuan infrastruktur untuk mendistribusikan layanan secara merata  diantaranya jarak Base Transceiver Statio (BTS) ke kampung ciateul. Optimalisasi pada aspek jumlah perangkat terhubung, jenis aktivitas, bandwidth yang tersedia dan waktu penggunaan akan meningkatkan kualitas layanan jaringan bagi setiap pelanggan.
Narrative Review: Penerapan Kecerdasan Buatan untuk Sistem Deteksi Kendaraan di Smart City: Studi Mengenai YOLOv8 dan Optical Character Recognition Iskandar, Naufan Qashthalani; Ghofilin, Abil
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 2 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v4i2.41890

Abstract

Semakin padatnya jumlah kendaraan di kawasan perkotaan dan rumitnya lalu lintas mendorong adanya pendekatan baru dalam manajemen lalu lintas yang efektif. Kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu solusi yang berpotensi dalam mewujudkan kota pintar, khususnya melalui sistem deteksi kendaraan otomatis. Artikel ini mengulas peran teknologi AI, seperti YOLOv8 dan Optical Character Recognition (OCR), dalam mendeteksi kendaraan secara real-time serta mendukung penegakan aturan lalu lintas secara otomatis. Artikel ini menggunakan metode Narrative Review, di mana data dikumpulkan dari basis data ilmiah seperti IEEE Xplore dan Google Scholar. Artikel dipilih berdasarkan relevansi terhadap topik, menggunakan kata kunci seperti "Artificial Intelligence," "Vehicle Detection," "Smart City," "YOLO," dan "Optical Character Recognition (OCR)." Hanya artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2019–2024) dan memenuhi kriteria relevansi yang diikutsertakan. Literatur yang terpilih kemudian dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas teknologi yang digunakan serta tantangan teknis yang mungkin dihadapi. Hasil kajian menunjukkan bahwa YOLOv8 sangat andal dalam mendeteksi kendaraan dengan akurat dan cepat, sementara OCR memungkinkan identifikasi plat nomor kendaraan yang penting dalam kebijakan seperti e-tilang. Penerapan AI juga terbukti meningkatkan keselamatan di zona aman sekolah dengan mendeteksi kecepatan kendaraan dan memberikan peringatan kepada pengemudi yang melanggar batas. Meski begitu, tantangan seperti pengaruh cuaca ekstrem dan penurunan akurasi pada jarak jauh menjadi kendala yang perlu diatasi. Dengan infrastruktur yang memadai, AI berpotensi menjadi komponen utama dalam menciptakan sistem lalu lintas yang responsif, aman, dan berkelanjutan untuk kota pintar di masa depan.
Rancang Bangun Alat Penjemur Pakaian Semi Otomatis Berbasis Arduino Uno Fauzi, Moch Zulfi; Susilawati, Helfy; Nurpadillah, Sifa
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 2 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v4i2.41950

Abstract

Umumnya proses penjemuran dan pengeringan pakaian dilakuakan di bawah sinar matahari langsung. Cuaca yang mendung dan berawan atau hujan akan meperlambat proses pengeringan, selain itu terkadang kita lupa mengambil jemuran ketika tiba-tiba hujan mulai turun karena suatu aktivitas yang sedang kita lakukan. Pada penelitian skripsi ini, dirancang sebuah sistem yang dapat memindahkan pakaian yang kita jemur ke tempat panas maupun teduh secara otomatis. Sensor Ultrasonik digunakan sebagai pendeteksi ada atau tidaknya pakaian yang dijemur pada jarak 200cm, Sensor Cahaya digunakan untuk mendeteksi cahaya cerah atau mendung, dan Sensor Raindrop digunakan sebagai pendeteksi hujan. Kondisi cuaca dikatan terang apabila nilai intensitas cahaya dari sensor cahaya BH1750 >400 lux, dan dikatakan mendung apabila nilai intensitas cahayanya <400 lux. Dan untuk dikatakan kondisi cuaca hujan apabila nila resistansi dari sensor raindrop <900 ohm. Cara kerja alat ini yaitu memindahkan pakaian yang dijemur secara otomatis dengan input dari ketiga sensor yang yang kemudian diproses oleh Arduio Uno untuk dapat menggerakan motor DC. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa, sensor ultrasonik HC-SR04 memiliki rata-rata error sebesar 1.84% dan sensor cahaya BH1750 memiliki rata-rata error 0.467% untuk kondisi cerah dan 1.81% untuk kondisi mendung atau hujan.  Alat penjemur pakaian semi otomatis ini akan menarik pakaian ke tempat panas apabila kondisi cuaca terang. Serta sebaliknya apabila cuaca mendung, hujan atau bahkan hujan panas pakaian akan ditarik ke tempat teduh. Dan alat ini dapat menarik pakaian yang dijemur dengan total berat pakaian keseluruhan 1.17kg.
Desain dan Implementasi Sistem Pelipat Baju Otomatis Menggunakan Arduino Uno Berbasis Internet of Things RESTU AGUSTHIANI, DILLA; Firdaus, M Alfian; Ridwan, Azwar Mudzakir; Hamidi, Eki Ahmad Zaki
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 2 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v4i2.42009

Abstract

Teknologi Internet of Things (IoT) telah menjadi solusi inovatif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pengembangan perangkat rumah tangga pintar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pelipat baju otomatis berbasis IoT menggunakan Arduino Uno sebagai pengontrol utama. Sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan dalam melipat pakaian secara efisien dan otomatis. Sistem terdiri dari komponen utama seperti motor servo, sensor ultrasonik, dan modul Wi-Fi ESP8266 yang memungkinkan pengendalian perangkat melalui aplikasi berbasis smartphone. Proses kerja dimulai dengan pendeteksian pakaian menggunakan sensor ultrasonik, diikuti oleh pengoperasian motor servo untuk melipat pakaian sesuai dengan urutan yang telah diprogram. Pengguna dapat memantau dan mengontrol sistem secara real-time melalui koneksi internet. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melipat berbagai jenis pakaian dengan akurasi hingga 90% dalam waktu rata-rata 30 detik per pakaian. Sistem ini juga menunjukkan stabilitas tinggi dalam komunikasi IoT, dengan responsivitas aplikasi mencapai 95% dari total pengujian. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan perangkat rumah tangga otomatis yang inovatif, serta membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang teknologi IoT.
Rancang Bangun Alat Pemilah Otomatis Kematangan Buah Tomat Berdasarkan Warna dan Berat dengan Menggunakan Sensor TCS3200 dan Sensor Load Cell Yuliana, Siska; Sugiarto, Bambang; Wiharso, Tri Arif
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 2 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v4i2.42018

Abstract

Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap bahan pangan semakin meningkat setiap harinya. Salah satu bahan pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia adalah buah tomat. Hal ini disebabkan oleh kegunaan dari buah tomat yang bisa digunakan di beberapa jenis makanan dan minuman. Kegunaan dari buah tomat biasanya dilihat dari tingkat kematangannya yang dibedakan berdasarkan warna. Buah tomat memiliki beberapa variasi baik variasi warna maupun ukuran. Untuk dapat memisahkan buah tomat para petani melakukan penyortiran dengan cara manual berdasarkan pengamatan visual dengan beberapa tenaga kerja dan membutuhkan waktu yang cukup lama karena hasil tani yang sangat banyak. Pada penelitian  ini, dibuat alat yang dapat membantu para petani dalam proses pemilihan atau penyortiran yang dapat membedakan buah tomat berdasarkan warna dan berat. Alat dibuat dengan menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroler, sensor TCS3200 sebagai pendeteksi kematangan berdasarkan warna, sensor Load Cell sebagai pendeteksi berat, dan servo sebagai pembuka pintu dan pengarah buah tomat untuk mengarahkan tomat ketika salah satu kriteria terdeteksi. Sistem akan memilah tomat berdasarkan empat kriteria, yaitu berat matang, berat belum matang, ringan matang, dan ringan belum matang. Buah tomat akan berada di wadah penampungan sementara sebelum dilanjutkan pada proses pendeteksian dan pengklasifikasian. Pengujian keseluruhan dilakukan dengan 10 sampel tomat yang memiliki variasi warna dan berat yang beragam. Kondisi lingkungan pengujian dilakukan di dalam ruangan dengan intesitas cahaya yang terkontrol. Jarak antara sensor TCS3200 dengan tomat yang akan dideteksi berkisar antara 4-5 cm bergantung pada ukuran dan posisi tomat. Sedangkan, untuk sensor Load Cell ditempatkan tepat di bawah tomat untuk mendeteksi beratnya. Berdasarkan hasil pengujian, 9 dari 10 tomat berhasil dideteksi baik dari tingkat kematangan maupun berat dari buah tomat. Sementara 1 tomat gagal terdeteksi. Kegagalan deteksi ini disebabkan oleh sensor TCS3200 yang tidak dapat mendeteksi kematangan dikarenakan warna dari tomat yang tidak merata.
Analisis Intensitas Penerangan Gedung Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Ramdani, Deni; Sutisna; Priantna, Edvin; Maulana Sugiartana Nurwars, Firmansyah; Faridah, Linda
Fuse-teknik Elektro Vol 4 No 2 (2024): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v4i2.42019

Abstract

Gedung Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis merupakan bangunan perkantoran yang digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat umum. Sebagai kantor layanan pemerintahan, gedung ini harus memenuhi standar penerangan sesuai SNI 6197:2011, yang menetapkan intensitas pencahayaan minimum berdasarkan fungsi ruangan untuk mendukung kenyamanan visual dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan merancang pencahayaan buatan yang sesuai dengan standar tersebut menggunakan aplikasi DIALux evo 8.1. Metode yang digunakan meliputi pengukuran intensitas pencahayaan di setiap ruangan dengan luxmeter, perhitungan rata-rata intensitas pencahayaan, dan perbandingan hasilnya dengan standar SNI. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan di semua ruangan gedung belum memenuhi standar minimum SNI 6197:2011. Perbaikan dilakukan melalui simulasi penggantian lampu menggunakan aplikasi DIALux evo 8.1. Simulasi ini menghasilkan intensitas pencahayaan yang sesuai dengan standar minimum. Implikasi dari penelitian ini mencakup peningkatan kenyamanan visual, produktivitas kerja, dan kepatuhan terhadap regulasi penerangan di gedung perkantoran.

Page 1 of 1 | Total Record : 7