Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan yaitu pada bulan Juni dan Desember yang menerima dan menerbitkan artikel penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran dan kesehatan. Jurnal ini terbit pertama sekali pada bulan Juni 2012. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian akan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan metode double blind peer review. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan di bidang kedokteran, terutama kedokteran klinis.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021"
:
11 Documents
clear
PERBEDAAN UJI DAYA ANTIBAKTERI JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) DAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS
Dina Rahmatika;
Selly Oktaria
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.145 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v10i1.94
Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) dan Bawang putih (Allium sativum) memiliki sifat antibakteri. Ekstrak jahe merah mengandung gingerol, essential oil, terpenoid, fenol,flavonoid, dan bawang putih mengandung allicin, diallyl disulfide, dan diallyl trisulfida. Senyawa ini dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus yang menyebabkan infeksi. Metode penelitian ini adalah true eksperimental. Ekstrak jahe merah dan Bawang putih dibuat dengan metode maserasi 96% pelarut etanol. Disk direndam dalam larutan dua kelompok selama 15 menit, kemudian ditempatkan pada media MHA mengandung Staphylococcus aureus untuk melihat daya hambat. Hasil penelitian menunjukkan efek penghambatan dari Ekstrak Jahe Merah dan Ekstrak Bawang putih terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Daya hambat Ekstrak Jahe Merah dikategorikan sedang dan Ekstrak Bawang putih dikategorikan sangat kuat. Rata-rata daya hambat diameter Ekstrak Jahe Merah 8.50 mm dan Ekstrak Bawang putih 24.50 mm. Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai (P=0.001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ekstrak Bawang putih (Allium sativum) lebih efektif daripada ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.
HUBUNGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN LANSIA MELAKUKAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) DI DESA BANGUN REJO DUSUN VIII TANJUNG MORAWA
Kartika Amalia;
Tiffani Tantina Lubis;
Ira Cinta Lestari;
Selly Oktaria
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.252 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v10i1.101
Gangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat di Indonesia. Seiring meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia, prevalensi gangguan penglihatan cenderung semakin meningkat. Gangguan penglihatan tersebut mengarah pada kemunduran fisik yang berdampak terhadap terbatasnya mobilitas fisik lansia yang akan membatasi dan mengganggu aktivitas sehari-hari atau Activity of Daily Living (ADL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gangguan penglihatan dengan tingkat kemandirian lansia dalam melakukan Activity of Daily Living (ADL) di Desa Bangun Rejo Dusun VIII Tanjung Morawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional yang melibatkan 33 orang subjek penelitian di Desa Bangun Rejo Dusun VIII Tanjung Morawa. Data diperoleh melalui pemeriksaan langsung dan pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode korelasi Somers’d. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas subjek penelitian berusia 60-69 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki tingkat pendidikan SD, bekerja selain buruh, dan tidak memiliki riwayat penggunaan alat bantu penglihatan. Didapatkan juga data yang menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini mengalami gangguan penglihatan ringan dan memiliki ketergantungan tingkat ringan. Hasil analisis menunjukkan nilai p=0,0001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi (r) = 0,720. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gangguan penglihatan dengan kemandirian. Semakin terganggu penglihatan lansia, semakin berat tingkat ketergantungannya.
HUBUNGAN ANTARA DERAJAT PERILAKU MEROKOK DENGAN INDEKS BONE MINERAL DENSITY (BMD) DI RS MURNI TEGUH MEDAN TAHUN 2020
Khairuman Fitrah Ananda Mamasta;
Bania Maulina
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.088 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v10i1.129
Rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti peningkatan resiko kanker, penyakit pernapasan, efek kardiovaskular serta penurunan massa tulang. Perokok lebih cenderung mengalami kehilangan kepadatan tulang, dan lebih mudah mengalami patah tulang.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara derajat perilaku merokok dengan indeks Bone Mineral Density(BMD) di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang sifatnya korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 34 orang pasien yang berkunjung kePoliklinik Ortopedi Rumah Sakit Murni Teguh dengan criteria inklusi pria dan wanita perokok dan melakukan pemeriksaan BMD. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner berdasarkan Indeks Brinkman dan data sekunde rberupa nilai indeks BMD dari rekam medis. Hasil penelitian diketahui pasien dengan kategori perokok berat. Indeks BMD pasien lebih banyak berada pada kategori osteopenia sebesar 64,7%. Analisa data menggunakan uji korelasi spearman diperoleh nilai p < 0,004 (p < 0,05) dengan nilai r sebesar -0,483.
HUBUNGAN ANTARA CEDERA KEPALA DAN TERJADINYA VERTIGO DI RSUD DR PIRNGADI MEDAN PERIODE JANUARI-DESEMBER 2019
Yuni Khairani;
Tri Makmur
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.826 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v10i1.140
Cedera kepala merupakan suatu masalah kesehatan, sosial dan ekonomi yang paling penting di seluruh dunia dan penyebab utama dengan kematian dan disabilitas permanen pada usia dewasa. Salah satu akibat dari cedera kepala adalah vertigo.Vertigo menempati urutan ketiga tersering yang dikeluhkan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cedera kepala dengan terjadinya vertigo di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Pirngadi Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Pirngadi Medan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang tercatat di rekam medis mengalami cedera kepala dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner penelitian dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Penelitian ini memiliki nilai p=0,001 (p<α), hal ini bermakna bahwa ada hubungan yang signifikan antara cedera kepala dengan terjadinya vertigo di Rumah sakit umum pendidikan dr Pirngadi Medan. Disarankan agar pasien atau masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami vertigo setelah terjadi cedera di kepala. Selain itu, perlu menjaga rutinitas harian supaya tidak terlalu berlebihan sehingga menyebabkan vertigo.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN TERJADINYA ACNE VULGARIS PADA PASIEN DI PRAKTEK DR. NUR AFNI, M. BIOMED MEDAN TAHUN 2020
Fitri Annisa;
Refi Sulistiasari
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.516 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v10i1.145
Acne vulgaris merupakan penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea dengan penyebab yang multifaktorial dan gambaran klinis yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian acne vulgaris padapasien di praktek dr. Nur Afni, M. Biomed Medan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain crosssectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan cara menjadikan seluruh populasi menjadi sampel. Dalam penelitian ini 67 responden yang memenuhi kriteria yang ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan mewawancara responden menggunakan kuesioner PSQI (pittsburgh sleep quality index) untuk mengukur kualitas tidur responden. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 70,7% responden yang mengalami acne vulgaris memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis data diperoleh p-value sebesar 0,025. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian acne vulgaris sehingga perlu dilakukan edukasi pada mahasiswa agar menjaga kualitas tidur dengan baik untuk mencegah timbulnya acne vulgaris.
GAMBARAN PERILAKU TENTANG PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA MASYARAKAT KELURAHAN GEDUNG JOHOR TAHUN 2020
Ramiz Fadhillah;
Indra Janis
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.032 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v10i1.146
COVID-19 telah menjadi masalah kesehatan dunia pada tahun 2020. Penyakit ini hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkannya. Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 melalui isolasi. Namun pembatasan aktivitas masyarakat membuat perekonomian masyarakat menjadi menurun. Untuk mencegah hal ini terus berlanjut masyarakat harus mulai beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru atau disebut dengan ‘new normal life’. Dengan diberlakukannya new normal, masyarakat harus melakukan aktifitas di luar rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran perilaku masarakat tentang protocol Kesehatan COVID-19. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional. Populasinya adalah masyarakat yang tinggal di kelurahan Gedung johor, medan johor, kota medan dengan jumlah sample 100 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner perilaku. Didapati bahwa mengenai perilaku masyarakat tentang protokol kesehatan pada masa pandemi COVID-19 mayoritas dengan kategori baik sebanyak 66 orang (66,0%).
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL JENIS SUNTIK DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR
Wahyu Gusti Pradha;
Dian Afriandi
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.202 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v10i1.149
Kontrasepsi hormonal metode suntik 3 bulan DMPA memang tercatat paling banyak digemari penduduk Indonesia. Namun, tanpa disadari memiliki beberapa efek samping yang dapat menyebabkan timbulnya suatu penyakit jika tidak segera diatasi. Salah satunya ialah setelah penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping berupa peningkatan berat badan yang mempengaruhi peningkatan IMT (Indeks Massa Tubuh). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal jenis suntik dengan peningkatan berat badan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Adapun populasi target dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang menggunakan KB suntik di Wilayah Kerja Puskesmas Hasan HAH PHC Payaroba Kota Binjai dan dianalisis dengan menggunakan uji uji chi square. Berdasarkan hasil analisis diketahui Ada hubungan penggunaan alat kontrasepsi hormonal jenis suntik dengan peningkatan berat badan pada akseptor di Puskesmas Hasan HAH PHC Payaroba Kota Binjai menurut faktor konsistensi pemakaian dengan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05). Disarankan kepada kepada akseptor KB agar meningkatkan pengetahuan tentang cara mengatasi berbagai dampak negatif yang ditimbulkan KB suntik 3 bulan dengan mencari informasi mengenai KB suntik 3 bulan.
HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIEN DENGAN SKOR DEPRESI PADA PENDERITA ODHA YANG MENDAPAT TERAPI ARV DI BRSODH “BAHAGIA” MEDAN TAHUN 2020
Melia Wahyuni;
Saiful Batubara
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.23 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v10i1.153
Penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi, yang memerlukan terapi ARV. Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang paling umum terjadi pada ODHA. Pola pikir terhadap penyakit HIV/AIDS yang dialaminya dapat dinilai dengan skor adversity quotient. Adversity quotient yang tinggi dapat membantu seseorang dalam menghadapi masalah yang dialami, sehingga mempu mengelola dan menangani depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan adversity quotient dengan skor depresi pada penderita ODHA yang mendapat terapi ARV di BRSODH “Bahagia” Medan Tahun 2020. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dengan sampel 30 pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV di BRSODH “Bahagia” Medan pada bulan Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling dan data dianalisis dengan Uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-sided) sebesar 0,001 (<0,05) hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara adversity quotient dengan skor depresi pada ODHA yang mendapat terapi ARV.
PENGARUH STRES TERHADAP PERUBAHAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA ANGKATAN 2020
Zikri Maulana;
Thamrin Tanjung
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.485 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v10i1.161
Fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seseorang dari segi fisik, biologis, psikologis maupun dari segi sosial dapat terjadi sangat pesat pada usia-usia remaja yaitu pada masa pubertas. Tujuan penelitian ini mengetahui adanya pengaruh stres terhadap perubahan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas kedokteran universitas islam sumatera utara angkatan 2020. Penelitian ini bersifat analitik, desain cross sectional dimana variabel independen dan variabel dependen, diukur dan dikumpulkan secara simultan. Didapatkan bahwa IMT normal dengan stress normal sehingga memiliki perubahan siklus haid normal dan berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,005 (p-value <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh stress terhadap perubahan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas kedokteran universitas islam sumatera utara angkatan 2020.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OBAT-OBATAN PADA PELAKU SWAMEDIKASI DI KELURAHAN PANGKALAN MASYHUR KECAMATAN MEDAN JOHOR
Rizki Alfarizi Nasution;
Siti Kemala Sari;
Irma Yanti Rangkuti;
Tezar Samekto Darungan
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.072 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v10i1.165
Swamedikasi merupakan menggunakan obat-obatan dengan tidak menggunakan resep dokter yang dilakukan oleh individu atau seseorang dengan dasar inisiatifnya. Disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang ada dimasyarkat terkait penggunaan serta obat hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan dalam pengimplementasian swamedikasi itu sendiri.Dilakukannya penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui tingkat pengetahuan mengenai obat-obatan bagi mereka yang melakukan swamedikasi di Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor. Penelitian deskriptifmenggunakan desain cross-sectional.Dengan memakai dasar teknik pengambilan sampel yang telah ditetapkan yakni teknik Purposive Sampling dengan jumlah 100 responden. Data yang telah terkumpul yang diperoleh pada hasil kuesioner pengetahuan mengenai obat-obatan bagi mereka yang melakukan swamedikasi yang terbagi menjadi tiga kategori yakni kurang, cukup serta baik.Dari penelitian ini diperoleh hasil dengan hasil dari 100 responden yang ada, dengan didasarkan oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki mengenai obat-obatan pada mereka yang melakukan swamedikasi di Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor berada pada kategori kurang.