cover
Contact Name
Muhammad Amin Sunarhadi
Contact Email
mamin.sunarhadi@staff.uns.ac.id
Phone
+6281390716299
Journal Mail Official
jurnalekosains@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres Surakarta 57126 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekosains
ISSN : 19797826     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup beberapa topik kajian lingkungan antara lain: Manajemen lingkungan Ekologi Lingkungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pembangunan dan Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Perencanaan dan Administrasi Lingkungan Kesehatan lingkungan Teknik Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan, dan Sistem Informasi Lingkungan Manajemen Bencana
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 17 (01) 2025" : 6 Documents clear
Dampak Perubahan Iklim yang Dirasakan Kelompok Wanita Tani dan Strategi yang Dilakukan dengan Penerapan Pertanian Berkelanjutan di Desa Papringan, Kec. Kaliwungu, Kab. Semarang Koesdaryanto, Nilam Sariramadhani; Alyodya, Daniel Abileon; Restuti, Eprian Juniar; Simanjuntak, Mario Pintor David; Arta, Yunia Putri Anisa
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pertanian di Indonesia. Dampak dari perubahan iklim berupa meningkatnya suhu, kekeringan, curah hujan yang tidak menentu, serta bencana alam yang semakin sering terjadi. Hal inilah yang berdampak signifikan bagi kesejahteraan petani desa. Oleh karenanya perlu ada upaya serta mitigasi untuk mengatasi permasalahan berupa perubahan iklim tersebut. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis upaya adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan kelompok wanita tani dalam menghadapi perubahan iklim sehingga mampu mengelola pertaniannya secara berkelanjutan di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Metode yang dilakukan penelitian ini ialah dengan melakukan penelitian langsung di lapangan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sehingga hasil yang didapatkan akan menunjukkan gambaran dampak yang terjadi akibat perubahan iklim terhadap petani, serta memberikan perspektif baru pola adaptasi yang dilakukan petani dalam menghadapi perubahan iklim. Kelompok Wanita Tani berperan sebagai kelas belajar dan wahana kerjasama sehingga petani banyak mendapat pengetahuan dan mengetahui strategi adaptasi serta mitigasi yang membantu petani dalam mengatasi perubahan iklim.Keywords: Adaptasi, Berkelanjutan, Mitigasi, Perubahan Iklim, Petani
Pengembangan Ekowisata Grenden Berbasis SDGs di Resort Wonolelo, Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) Gestan, Distayana Alda
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata merupakan jenis pariwisata berbasis alam yang melibatkan pendidikan dan interpretasi lingkungan/alam dan pengelolaan yang berkelanjutan bagi ekologis. Wisata Alam Bukit Grenden merupakan ekowisata yang dikelola oleh Taman Nasional Gunung Merbabu. Wisata Alam Bukit Grenden terletak di Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pariwisata sebagai salah satu sektor pembangunan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, dikatakan sebagai aset strategis untuk mendorong pembangunan wilayah-wilayah tertentu yang memiliki daya tarik wisata. Dalam pengelolaan konsep pariwisata perlu memperhatikan konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk merekomendasikan strategi yang layak dilakukan agar wisata grenden dapat optimal sebagai ekowisata yang berkelanjutan sehingga dapat bersaing dengan tempat-tempat wisata yang lainnya. Penelitian ini dilaksanakan di Wisata Alam Bukit Grenden dengan metode analisis SWOT. Ekowisata Grenden dapat dikembangkan dengan menggunakan strategi yang berdasarkan pada SDGs dan pembangunan berkelanjutan dengan memuat aspek lingkungan, ekonomi dan sosial budaya. Strategi yang direkomendasikan adalah reboisasi dan pemanfaatan kayu pohon pinus untuk pembangunan sarana dan prasarana, penyewaan alat-alat camping di lokasi wisata dan pembangunan warung-warung di kawasan wisata, melibatkan masyarakat setempat dalam membangun dan menjalankan wisata alam Bukit Grenden, pembuatan acara kebudayaan tahunan sebagai media promosi wisata alam Bukit Grenden, dan pemanfaatan sosial media dalam promosi wisata.
Sebaran Land Surface Temperature, Indeks Kerapatan Vegetasi dan Indeks Kerapatan Bangunan Di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten Wahyuningtyas, Junieta; Rahmadana, Muhammad Irfan; Fatin, Salma Kamiliya; Wela, Syahita Martha De; Wardha'adlina, Wian Ayu
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan lahan mengacu pada aktivitas manusia yang terjadi pada sebidang tanah tertentu dan cara pemanfaatannya. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023 di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari citra landsat yang diolah dengan software arcgis menggunakan indeks kerapatan vegetasi dan Land Surface Temperature. Berdasarkan hasil interpretasi visual dan pengetahuan analis terhadap karakteristik sebaran tutupan lahan di Desa Pondok, teridentifikasi lima tipe, merupakan jenis tutupan lahan terakhir yaitu lahan bangunan, sawah, semak belukar, kebun, ladang dan lahan kosong. Berdasarkan hasil NDVI Badan Air memiliki kontribusi yang sangat kecil terhadap total luas area, yaitu hanya 0.09 Ha atau 0.07%. Sementara Non-Vegetasi memiliki luas area 2.4 Ha yang menyumbang 1.81% dari total luas area. Tidak Rapat memperlihatkan luas area sebesar 32.8 Ha atau 24.69% dan Cukup Rapat dengan 46.57 Ha atau 35.04%. Klasifikasi dengan luas area terbesar adalah Rapat, mencapai 50.96 Ha atau 38.35%. Hasil analisis LST menunjukkan variasi suhu yang signifikan, dengan suhu terendah 25,66°C dan suhu tertinggi mencapai 30,77°C. Hasil NDBI total luas keseluruhan adalah 133,04 Ha dengan wilayah dengan suhu Permukiman jarang mendominasi, mencakup 48,12 hektar dari total luas area. Permukiman Rapat memiliki luas area sekitar 35,08 hektar atau hampir 26,37%. Non Permukiman, menyumbang sekitar 31,28 hektar atau 23,51%. Permukiman sangat rapat memiliki luas sekitar 18,57 hektar atau 13,96%.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAMBU DI DESA PAPRINGAN KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN SEMARANG Alyodya, Daniel Abileon; Foresty, Risma Salsabila; Pramono, Calvin Levyanto; Restuti, Eprian Juniar; Koesdaryanto, Nilam Sariramadhani
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBambu adalah tumbuhan yang berasal dari famili Poaceae ataupun Gramineae yang merupakan rumput-rumputan berukuran besar. Bambu sendiri memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi sehingga termasuk sumber daya yang sangat melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan bambu di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang pada lima titik tersebar pada kawasan desa yang memiliki jumlah bambu yang tergolong tinggi dengan metode random sampling melalui pembuatan plot. Data yang diperoleh dilakukan perhitungan indeks keanekaragaman menggunakan rumus Shannon-Wiener. Hasil penelitian ini ditemukan terdapat lima jenis spesies bambu yaitu Dendrocalamus asper, Schizostachyum silicatum, Bambusa blumeana, Gigantochloa atroviolacea, dan Gigantochloa atter dengan total jumlah keseluruhan yaitu 474 bambu. Hal ini menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) sedang atau cukup beragam dengan nilai sebesar 1,56611. Keanekaragaman ini dipengaruhi oleh kesesuaian lahan geografis seperti ketinggian permukaan, pH tanah, suhu, dan kelembaban. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeliharaan vegetasi untuk mempertahankan spesies-spesies yang ada.Kata kunci : Bambu, Desa Papringan, Shannon-Wiener, Keanekaragaman jenis, Biogeografi ABSTRACTBamboo is a plant that comes from the Poaceae or Gramineae family, which are large grasses. Bamboo itself has quite high diversity so it is a very abundant resource. This research aims to determine the diversity of bamboo plant species in Papringan Village, Kaliwungu District, Semarang Regency. The research was carried out in Papringan Village, Kaliwungu District, Semarang Regency at five points spread across village areas that have relatively high amounts of bamboo using a random sampling method through plotting. The data obtained was calculated by calculating the diversity index using the Shannon-Wiener formula. The results of this research found that there were five types of bamboo species, namely Dendrocalamus asper, Schizostachyum silicatum, Bambusa blumeana, Gigantochloa atroviolacea, and Gigantochloa atter with a total number of 474 bamboos. This shows that the diversity index (H') value is moderate or quite diverse with a value of 1.56611. This diversity is influenced by geographical land suitability such as surface height, soil pH, temperature and humidity. Therefore, public awareness is needed in maintaining vegetation to maintain existing species.Key words: Bamboo, Papringan Village, Shannon-Wiener, Species diversity, Biogeography
Kajian Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan (Green Waste) Yang Diterapkan Rw 9 Dalam Mendukung Konsep Green Economy Di Desa Pondok, Kab. Klaten Wahyuningtyas, Junieta; Rahmadana, Muhammad Irfan; Fatin, Salma Kamiliya; Wela, Syahita Martha De; Wardha'adlina, Wian Ayu
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, pertumbuhan populasi manusia dan aktivitas industri telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam produksi sampah. Konsep green waste dan green economy secara holistik menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan kembali limbah organik sebagai sumber daya berharga, yang tidak hanya mendukung upaya penciptaan lingkungan bebas sampah (zero waste), tetapi juga memperluas pasar baru dan menciptakan lapangan kerja dalam sektor ekonomi hijau, sambil mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang terbatas. Dalam esensinya, transisi ini mendorong pola konsumsi dan produksi yang lebih berkelanjutan dengan mengubah paradigma limbah dari sesuatu yang harus dibuang menjadi potensi bernilai, menjunjung tinggi prinsip efisiensi, daur ulang, dan pemanfaatan kembali dalam upaya melindungi lingkungan dan mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya. Tujuan dari pembuatan artikel ini yaitu untuk menganalisis pengembangan tata kelola sampah ramah lingkungan (green waste) yang diterapkan oleh warga RW 9 Desa Pondok dalam mendukung konsep green economy di Desa Pondok. Penelitian ini dilakukan di RW 9 Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Purposive Sampling. Informan pada penelitian ini adalah masyarakat RW 9 yang secara luas dianggap representatif atau mewakili. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pengelolaan sampah ramah lingkungan (Green Waste) di RW 9 Desa Pondok telah sukses mendukung konsep Green Economy. Masyarakat RW 9 tidak hanya memahami konsep-konsep tersebut, tetapi juga aktif berperan dalam pengelolaan sampah yang dapat didaur ulang, menghasilkan manfaat berupa lapangan pekerjaan, pemasukan ekonomi dari produk daur ulang, serta efisiensi penggunaan sumber daya untuk mengurangi dampak lingkungan negatif dan meningkatkan produktivitas ekonomi.
Analisis kelayakan kualitas air kolam di lokasi wisata Embung Sikajar, Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten Wela, Syahita Martha De
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Salah satu wisata yang sering dikunjungi adalah wisata periaran. Wisata perairan seperti embung memiliki manfaat yang banyak. Pemanfaatan embung sebagai sumber daya tidak hanya terbatas pada fungsi wisata, tetapi juga dapat dioptimalkan sebagai lokasi budidaya ikan yang memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Agar ikan dapat bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik, pemantauan kualitas udara pada kolam embung menjadi krusial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis beberapa parameter kualitas udara di kawasan wisata Embung Sikajar, Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, meliputi suhu, kekeruhan, derajat keasaman (pH), dan oksigen terlarut (DO). Metode yang digunakan pada pengukuran parameter udara dilakukan dalam satu hari secara in situ di tiga titik berbeda pada hari tertentu. Jarak antara titik satu dengan titik lainnya kurang lebih 28 m. Hasil pengukuran menunjukkan variasi suhu udara antara 29.31 hingga 30.22 ℃, kekeruhan berkisar antara 84.1 hingga 223 NTU, pH berada dalam rentang 7.1 hingga 7.3, dan kadar oksigen terlarut (DO) sebesar 8.43 hingga 9.15 mg/L. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa parameter air di Kolam Embung Sikajar memenuhi standar kondisi layak untuk kegiatan budidaya perikanan. Keberhasilan budidaya ikan di lokasi tersebut dapat diperoleh dengan mempertahankan dan mengoptimalkan kualitas udara yang terukur. Pemahaman mendalam terhadap parameter kualitas udara memberikan dasar yang kuat untuk implementasi praktik budidaya yang berkelanjutan di embung, menciptakan manfaat ekonomi positif bagi masyarakat sekitar serta menjaga lingkungan perairan. Dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan, penelitian ini memberikan wawasan holistik untuk pengelolaan embung sebagai sumber daya multifungsi yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan ekosistem perairan setempat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6