cover
Contact Name
Muhammad Amin Sunarhadi
Contact Email
mamin.sunarhadi@staff.uns.ac.id
Phone
+6281390716299
Journal Mail Official
jurnalekosains@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres Surakarta 57126 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekosains
ISSN : 19797826     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup beberapa topik kajian lingkungan antara lain: Manajemen lingkungan Ekologi Lingkungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pembangunan dan Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Perencanaan dan Administrasi Lingkungan Kesehatan lingkungan Teknik Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan, dan Sistem Informasi Lingkungan Manajemen Bencana
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 02 (2015)" : 11 Documents clear
PENGARUH PAPARAN GAS METANA (CH4), KARBON DIOKSIDA (CO2) DAN HIDROGEN SULFIDA (H2S) TERHADAP KELUHAN GANGGUAN PERNAPASAN PEMULUNG DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH KLOTOK KOTA KEDIRI Ratih Andhika A.R; Yulia Lanti R.D.; Prabang Setyono
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.3 KB)

Abstract

Metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) sebagai gas dengan konsentrasi paling besar di TPA dan hidrogen sulfida (H2S) sebagai penyumbang bau yang sangat menyengat dari proses bakteri atau kimia, akan berdampak langsung pada pemulung yang bekerja setiap hari di TPA. Apabila konsentrasi gas CH4, CO2 dan H2S di TPA melebihi baku mutu dan terhirup oleh pemulung, maka akan menimbulkan keluhan gangguan pernapasan seperti batuk, nyeri dada, dan sesak napas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh paparan gas CH4, CO2 dan H2S terhadap keluhan gangguan pernapasan pemulung di TPA Klotok Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu 32 pemulung dengan menggunakan total sampling. Uji pengaruh paparan gas CH4, CO2 dan H2S terhadap keluhan gangguan pernapasan menggunakan uji Fisher. Ukuran kekuatan hubungan antara variabel dependen dan independen menggunakan Rasio Odds (RO). Konsentrasi gas CH4 di zona aktif dan pasif pada pagi dan sore hari melebihi baku mutu dengan konsentrasi 0,11 %. Konsentrasi gas CO2 pada semua zona dan waktu pengukuran tidak melebihi baku mutu dengan konsentrasi rata-rata 0,05 %. Konsentrasi gas H2S di zona aktif (0,024 ppm) dan pasif (0,022 ppm) melebihi baku mutu yang telah ditentukan. Hasil uji Fisher menunjukkan ada pengaruh paparan gas CH4 dan H2S terhadap keluhan gangguan pernapasan dengan nilai p value masing-masing 0,015 dan 0,038 (p < 0,05), sedangkan paparan gas CO2 tidak berpengaruh terhadap keluhan gangguan pernapasan. Nilai RO untuk CH4 yaitu 0,101 dengan probabilitas menderita keluhan gangguan pernapasan sebesar 9,2 %. Sedangkan nilai RO untuk H2S yaitu 0,137 dengan probabilitas menderita keluhan gangguan pernapasan sebesar 12%.
DEGRADASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DESA TERKESI KABUPATEN GROBOGAN Endah Tri Sulistyorini; Hartuti Purnaweni; Dwi Sasongso
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.958 KB)

Abstract

Perubahan tutupan lahan di kawasan karst dapat memicu terjadinya degradasi lingkungan kawasan karst. Penyebab terbesar degradasi lingkungan kawasan karst adalah aktivitas manusia berupa penambangan batu gamping dan permukiman. Batu gamping yang ditambang dimanfaatkan sebagai batu belah pada  bangunan. Limbah rumah tangga yang dihasilkan pada pemukiman hanya dibuang begitu saja pada permukaan tanah. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah peta citra hasil penginderaan pada tanggal 6 Mei 2000 dan 5 Agustus 2014. Sample air diambil pada sumur penduduk dan air saluran irigasi di kawasan karst. Hasil penelitian ini adalah perubahan tutupan lahan di kawasan karst pada tahun 2000 dan 2014 terjadi pada semak/ belukar berkurang 47%, kebun berkurang 17,99, hutan/tegalan berkurang 8,69 %, permukiman bertambah 65,9%, dan penambangan batu gamping bertambah 100%. Koefisien run off bertambah 5,4 % dari 0,3999 menjadi 0,421527. Analisa terhadap air sumur penduduk didapat hasil bahwa kandungan total coliform yang ada di air sumur melebihi baku mutu air minum yang disyaratkan yaitu > 23 MPN/100
SINTESIS FERRI KLORIDA DARI SCRAP BESI BENGKEL BUBUT Sunardi S.; Maria Endah Prasadja; Ferdianta Sembiring
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.357 KB)

Abstract

Penelitian sintesis ferri klorida dilakukan dengan memanfaatkan limbah besi bengkel bubut. Penelitian dilakukan dengan mereaksikan limbah besi dengan asam klorida konsentrasi 28%, 30% dan 32%. Sedangkan waktu reaksi yang digunakan adalah 1, 2 dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah besi dapat disintesis menjadi ferri klorida. Analisis uji kualitatif menunjukkan bahwa kristal tersebut mengandung ion Fe3+ dan ion Cl-. Konsentrasi asam klorida optimal adalah 32% menghasilkan kristal ferri klorida 28,20%. Waktu reaksi yang optimal adalah 2 jam menghasilkan ferri klorida sebesar 28,60%
KANDUNGAN LOGAM BERAT DAN KADAR YODIUM PADA SUMBER MATA AIR (Suatu Analisis Terhadap Faktor Terjadinya Down Syndrome Dengan Metode Atomic Absorbtion Spectrofotometry (AAS) Pada Masyarakat ”Kampung Idiot” Sidowayah) Fuad Fitriawan; Sunarto S
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.198 KB)

Abstract

Kampung Idiot merupakan julukan bagi suatu daerah atau kampung yang masyarakatnya menyandang Idiot sebagian besar atau sebagian kecil, diantaranya adalah Dusun Sidowayah yang terletak di Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon Ponorogo. Beberapa instansi terkait menganggap bahwa masyarakat sidowayah banyak yang idiot karena pada tanah pertnaian mereka kadar iodiumnya sangat rendah, namun asumsi tersebut dirasa kurang cukup memenuhi data akan adanya masalah di kampung sidowayah, sehingga peneliti berusaha untuk mengumpulkan beberapa data lain terkait dengan defisiensi iodium. Adapun analisis penelitian ini meliputi tiga aspek yaitu analisi sampel air dari sembilan titik sumber mata air di Kampung Sidowayah, analisis sedimen dan analisis kadar iodiumnya. Dilakukan dengan cara uji Atomic Absorbtion Spectrofotometri dan uji titrasi untuk Iodiumnya. Dari hasil yang telah diperoleh diketahui bahwa Logam berat jenis Besi (Fe) yang terakumulasi dalam sumber mata air Ndawe telah melebihi ambang batas atas baku mutu air kelas I yang telah di tetapkan, demikian juga dengan jenis logam Timbal (Pb) pada sumber  mata air sidowayah telah melebihi baku mutu air kelas I. Sedangkan pada sedimen air kandungan Besi (Pb) dan Mangan (Mn) jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis logam berat lain pada sedimen. Logam berat jenis Fe yang terakumulasi dan sumber mata air Ndawe sebesar 1,340 ppm, sedangkan logam berat jenis Pb pada Sumber mata air Sidowayah sebesar 0,08 ppm, dan pada sedimen Fe sebesar 3,23 ppm-5,45 ppm, sedangkan Mn sebesar 0,06 ppm-0,14 ppm Kadar Iodium pada Sumber Mata Air dan Sedimen Dusun sidowayah Keseluruhan setelah dilakukan uji kadar Iodium tidak menunjukkan hasil yang di inginkan, atau kadarnya tidak terdeteksi <0,00.
PENGARUH ABU VULKANIK KELUD DAN PUPUK KANDANG TERHADAP KETERSEDIAAN DAN SERAPAN SULFUR PADA JAGUNG DI TANAH ALFISOL Suntoro S; Hery Widijanto; Sudadi S; Isni Wiyati
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.775 KB)

Abstract

A lot of sulphur in soil not available for plant. Kelud volcanic ash with cow manure added can use as an alternative to make nutrient sufficient for maize because it containt nutrients needed by plant. The aim of this research was to study the effect of Kelud volcanic ash thickness and cow manure dosage to sulphur availability and sulphur maize uptake on alfisol. The method of this research was Completly Random Design with two treatment factors. The first factor was Kelud volcanic ash thickness (0,2,4,6 cm), and the second factor was cow manure dosage (0; 2,5; 5 ton ha-1). Data analyzed with F test level of 95%, and if the treatment showed significant effect it was continued by Duncan's multiple range test level of 95%. The parameters of this reasearch were sulphur disolved, sulphhur maize uptake, maize height, fresh and dry matter of maize. The result showed that thickness of 4 and 6 cm Kelud volcanic ash significantly affected to sulphur availability and sulphur maize uptake. Furthermore, cow manure dosage of 2,5 and 5 ton ha-1 showed highly significant different to sulphur maize uptake than control. The best combination can not fixed because of both treatment factors non significant affected. 
ANALISIS KOMPARASI KUALITAS AIR LIMBAH DOMESTIK BERDASARKAN PARAMETER BIOLOGI, FISIKA DAN KIMIA DI IPAL SEMANGGI DAN IPAL MOJOSONGO SURAKARTA Novia Ratna Sari; Sunarto S; Wiryanto W
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.702 KB)

Abstract

Air limbah domestik mengandung berbagai macam zat pencemar yang berbahaya bagi lingkungan. IPAL Semanggi dan IPAL Mojosongo merupakan instalasi pengolahan air limbah domestik yang memperbaiki kualitas air limbah sehingga aman bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas air limbah domestik di inlet dan outlet  IPAL Semanggi dan IPAL Mojosongo berdasarkan parameter biologi (Coliform  dan Salmonella), fisika (suhu, TDS dan TSS) dan kimia (pH, BOD, COD, DO dan nitrat) serta mengetahui efisiensi kinerja pada IPAL Semanggi dan IPAL Mojosongo.Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan observasi pada IPAL Semanggi dan IPAL Mojosongo. Melakukan uji kualitas air limbah di kedua lokasi berdasarkan parameter biologi, fisika dan kimia. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Grab Sampling. Hasil uji laboratorium selanjutnya dianalisis secara deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian kualitas air limbah IPAL Semanggi berdasarkan parameter: coliform pada inlet >2400 individu/100ml dan outlet  >2400 individu/100ml, Salmonella pada inlet 82 individu/100ml dan outlet 74 individu/100ml, suhu pada inlet 28oC dan oultet 28,4oC, TSS pada inlet 75,33 mg/L dan outlet 63,33 mg/L, TDS pada inlet 318,33 mg/L dan outlet 166 mg/L, pH pada inlet 7,12 dan outlet 7,03, BOD pada inlet 63,17 mg/L dan outlet 21,63 mg/L, COD pada inlet 176,6 mg/L dan oulet 61,78 mg/L, DO pada inlet 0,403 mg/L dan outlet 2,403 mg/L. Kualitas air limbah IPAL Mojosongo parameter: coliform pada inlet >2400 individu/100ml dan outlet  >2400 individu/100ml, Salmonella pada inlet 37 individu/100ml dan outlet 7 individu/100ml, suhu pada inlet 31,8oC dan oultet 27,3oC, TSS pada inlet 34 mg/L dan outlet 34,67 mg/L, TDS pada inlet 371,33 mg/L dan outlet 373,67 mg/L, pH pada inlet 7,23 dan outlet 7,31, BOD pada inlet 66,87 mg/L dan outlet 14,83 mg/L, COD pada inlet 187,67 mg/L dan oulet 41,17 mg/L, nitrat pada inlet <0,032 mg/L dan outlet 4,522 mg/L, DO pada inlet <0,4 mg/L dan outlet 4,39 mg/L. Berdasarkan  Perda Jateng No. 5 Tahun 2012 dan PP No.82 Tahun 2001 Semanggi parameter DO dan Salmonella belum memenuhi baku mutu, sedangkan di IPAL Mojosongo Salmonella belum memenuhi baku mutu. Belum terpenuhinya baku mutu, menunjukka kinerja IPAL terhadap penurunan parameter tersebut masih kurang efektif.
ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM SURANADI KABUPATEN LOMBOK BARAT PROPINSI NUSA TENGGARA Deny Rahadi; Taslim Sjah; IGL Parta Tanaya
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.964 KB)

Abstract

Taman Wisata Alam Suranadi belum dikembangkan secara optimal sehingga memerlukan analisis strategi pengelolaan. Penyusunan strategi pengelolaan dalam rangka mewujudkan kawasan yang unggul dan kompetitif harus diawali dari proses evaluasi pengelolaan yang telah berjalan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melakukan evaluasi kelayakan ekonomi pengusahaan kawasan Taman Wisata Alam Suranadi. Dari hasil analisis tersebut diharapkan akan tersusun strategi pengelolaan kawasan yang terarah, terpadu dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan pengelolaan. Penelitian ini dilakukan di Taman Wisata Alam Suranadi Kabupaten Lombok Barat dengan menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi pengusahaan Taman Wisata Alam Suranadi serta menganalisis strategi pengelolaan atau pengembangannya sehingga kawasan ini menjadi yang unggul dan kompetitif sesuai fungsi pokoknya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Wisata Alam Suranadi belum layak untuk diusahakan jika pengusahaan hanya berorientasi kepada keuntungan finansial (financial profit), karena hasil analisis nilai Net Present Value (NPV) Taman Wisata Alam Suranadi adalah sebesar Rp. – 100.702.819,55 (kurang dari 0), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) adalah 0,069551468 (< 1) dan Internal rate of Return (IRR) sebesar 6,79 (lebih kecil dari Social Discount Rate). Berdasarkan analisis matrik internal eksternal pengusahaan Taman Wisata Alam Suranadi berada pada keadaan pertumbuhan (growth) tanpa melakukan perubahan strategi (stability). Sedangkan berdasarkan matrik space posisi pengusahaan Taman Wisata Alam Suranadi berada pada kuadran I dengan alternatif strategi memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang (strategi S-O). Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan produk wisata baru, pengembangan paket-paket wisata dan memperluas akses pasar melalui promosi yang intensif. Dengan demikian diharapkan wisatawan yang berkunjung tidak hanya yang berasal dari Pulau Lombok saja tetapi berasal dari daerah lainnya termasuk wisatawan mancanegara. Penerapan alternative strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara ke Taman Wisata Alam Suranadi. Dengan demikian pendapatan dari pengelolaan Taman Wisata Alam Suranadi akan meningkat. Peningkatan pendapatan tersebut diharapkan mampu mengimbangi pengeluaran dalam rangka pengelolaan Taman Wisata Alam Suranadi sehingga analisis kriteria investasi menyatakan layak untuk diusahakan pengembangannya.
KAJIAN KUALITAS AIR SUMUR RESAPAN KOTA SURAKARTA DI TINJAU DARI PARAMETER BAKTERI Escherichia coli Pandu Haryo Wibowo; Prabang Setyono; Maridi M
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.513 KB)

Abstract

Lingkungan perkotaan merupakan pusat aktifitas perekonomian manusia dan juga pusat kebudayaan serta peradaban manusia. Padatnya penduduk di Kota Surakarta menyebabkan perubahan tata guna lahan. Banyak lahan yang semula berupa lahan terbuka hijau berubah menjadi areal permukiman dan industri. Akibatnya air hujan tidak bisa langsung meresap ke tanah, sehingga dibangun sumur resapan untuk mengurangi limpasan air hujan yang dapat menyebabkan banjir. Air sumur resapan yang berasal dari limpasan air hujan perlu diteliti untuk mengetahui kualitas dari air sumur resapan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kualitas air sumur resapan di permukiman Kota Surakarta; (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air sumur resapan dipermukiman Kota Surakarta; (3) mengetahui jarak aman sumur resapan dengan septic tank berdasarkan keberadaan bakteri Escerichia coli. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini di lakukan dengan mengobservasi sumur resapan. Air sumur resapan diambil sebagai sampel untuk di uji di laboratorium. Metode pengambilan sampel dengan grab sampling. Hasil dari uji laboratorium selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan penelitian kualitas air sumur resapan di Kota Surakarta, diperoleh hasil 11 sampel positif tercemar bakteri Escherichia coli dan 19 sampel negatif  tercemar bakteri Escherichia coli. Keberadaan bakteri Escherichia coli di sumur resapan Kota Surakarta dipengaruhi oleh jenis tanah, kepadatan penduduk, aktifitas penduduk dan sanitasi lingkungan. Berdasakan SNI No 03-2453-2002 tata cara pembuatan sumur resapan, jarak sumur resapan dengan septic tank adalah 5 meter. Pada penelitian masih ditemukan bakteri Escherichia coli di jarak 6 meter. Sehingga jarak yang aman dari kontaminan bakteri Escherichia coli antara sumur resapan dengan septic tank adalah lebih dari 6 meter.
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN SUNGAI BATANGHARI MENGGUNAKAN PROGRAM QUAL2KW Dian C.A.; Purwanto P; Sudarno S
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.094 KB)

Abstract

Sungai Batanghari pada Kabupaten Dharmasraya berada pada penggal hulu pada kesatuan hidrologis sehingga mempengaruhi kualitas air Sungai Batanghari pada bagian hilirnya. Sungai Batanghari pada Kabupaten Dharmasraya ini mendapat beban pencemaran yang cukup tinggi juga dari aktifitas ekonomi seperti limbah industri, limbah domestik, aktifitas pertambangan galian C, aktifitas pertambangan emas rakyat. Penghitungan daya tampung beban pencemaran sungai dilakukan untuk mengetahui besaran beban pencemar yang masuk, daya tampung beban pencemar sungai dan selisih antara daya tampung dengan beban yang masuk.Menghitung daya tampung beban pencemaran pada Sungai Batanghari dapat dilakukan dengan menggunakan metode QUAL2Kw. Pada penghitungan daya tampung beban pencemaran ini dilakukan dengan membagi Sungai Batanghari cluster Kabupaten Dharmasraya menjadi 4 penggalan (reach) yang terdiri dari 5 lokasi titik sampling dan mutu air sasaran adalah baku mutu air kelas II PP 82 Tahun 2001. Adapun daya tampung beban pencemar yang dilakukan penghitungan adalah total suspended solid (TSS), biological oxygen demand (BOD), dan chemical oxygen demand (COD).Hasil penelitian pada Sungai Batanghari cluster Kabupaten Dharmasraya menunjukkan beban pencemar parameter TSS sebesar 27,02 ton/jam, daya tampung beban pencemaran sungai parameter TSS sebesar 8,80 ton/jam sehingga telah kelebihan beban pencemar TSS sebesar 18,22 ton/jam. Beban pencemar parameter BOD sebesar 4,49 ton/jam, daya tampung beban pencemaran sungai parameter BOD sebesar 13,91 ton/jam jadi masih tersedia kemampuan sungai untuk menampung beban pencemar BOD sebesar 9,41 ton/jam. Beban pencemar parameter COD sebesar 50,33 ton/jam, daya tampung beban pencemaran sungai parameter COD sebesar 29,63 ton/jam sehingga telah kelebihan beban pencemar COD sebesar 20,70 ton/jam.
Nostoc commune Vaucher ex Bornet & Flahault SEBAGAI FIKOREMEDIATOR LOGAM BERAT KADMIUM (Cd (II)) Rachmawati P Fauzi; Muhammad Masykuri; Sunarto S
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.094 KB)

Abstract

Nostoc commune Vaucher ex Bornet & Flahault diketahui mengandung berbagai gugus anion seperti amino, karboksil, hidroksi dan karbonil serta EPS (Ektraseluller Polymer Substance) yang menyediakan permukaan absorbsi spesifik untuk ion logam berat sehingga spesies ini dapat dimanfaatkan sebagai biomaterial penyerap bahan pencemar, khususnya logam berat. Penggunaan algae untuk menghilangkan bahan pencemar dari lingkungan disebut fikoremediasi. Fikoremediasi adalah salah satu upaya untuk mengatasi pencemaran Cd (II) di lingkungan. Kadmium merupakan salah satu logam berat non esensial yang bersifat toksik. Keberadaaanya yang berlebihan di dalam lingkungan akan membahayakan organisme disekitarnya, oleh karena itu keberadaannya di lingkungan harus di minimalkan atau dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan N. commune dalam meremediasi Cd (II) dan mempelajari gambaran morfologi N. commune setelah terpapar kadmium.Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan metode batch. Penentuan kondisi optimum meliputi pH, waktu kontak, konsentrasi logam berat dan massa fikoremediator. Analisis Cd (II) diukur dengan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom Nyala (SSA Nyala). Setelah proses remediasi selesai, dilakukan pengamatan terhadap morfologi sel N. commune dengan membuat preparat squash. Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimal remediasi Cd (II) oleh N. commune diperoleh  pada konsentrasi kadmium 100 mg/L pada pH 8 dengan waktu kontak 10 menit dan massa fikoremediator 0,6 gram. Analisis SSA menunjukan efisiensi remediasi tertinggi sebesar 98,92% dengan kapasitas remediasi sebesar 3,927 mg/g. N. commune mengalami kerusakan pada struktur sel setelah terpapar Cd (II) pada konsentrasi 200 mg/L – 600 mg/L.

Page 1 of 2 | Total Record : 11