cover
Contact Name
Muhammad Amin Sunarhadi
Contact Email
mamin.sunarhadi@staff.uns.ac.id
Phone
+6281390716299
Journal Mail Official
jurnalekosains@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres Surakarta 57126 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekosains
ISSN : 19797826     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup beberapa topik kajian lingkungan antara lain: Manajemen lingkungan Ekologi Lingkungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pembangunan dan Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Perencanaan dan Administrasi Lingkungan Kesehatan lingkungan Teknik Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan, dan Sistem Informasi Lingkungan Manajemen Bencana
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 03 (2015)" : 12 Documents clear
IMPLEMENTASI KELEMBAGAAN FORUM PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI BERBASIS MASYARAKAT AL. Sentot Sudarwanto
Ekosains Vol 7, No 03 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.698 KB)

Abstract

Pengelolaan DAS merupakan upaya yang sangat penting sebagai akibat terjadinya penurunan kualitas lingkungan DAS yang disebabkan oleh pengelolaan Sumber Daya Alam yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu pengelolaan DAS harus diselenggarakan melalui perencanaan, pelaksanaan, peran serta, pemberdayaan masyarakat, pendanaan, monitoring dan evaluasi, pembinaan dan pengawasan serta pendayagunaan sistem informasi pengelolaan DAS. Untuk menghindari terjadinya tumpang tindih pelaksanaan program antar lembaga dan terwujudnya prinsip efisiensi dan efektivitas dalam mewujudkan pengelolaan DAS yang baik perlu adanya keterpaduan kelembagaan Pengelolaan DAS dengan peran serta dan pemberdayaan potensi masyarakat. Pengembangan kelembagaan pengelolaan Daerah Aliran Sungai yang dilakukan dengan kerjasama, koordinasi, integrasi, singkronisasi dan sinergi lintas sektor dan antarwilayah di dalam DAS sangat mendesak untuk segera dilakukan karena tingkat kerusakan semakin meningkat dari tahun ke tahun.Untuk dapat terlaksananya pengelolaan DAS secara terpadu, maka rencana pengelolaan DAS harus dibuat oleh pemerintah atau pemerintah daerah di setiap tingkatan dengan memperhatikan dan melibatkan peran serta masyarakat baik perorangan/pribadi maupun forum koordinasi pengelolaan DAS dan dilaksanakan oleh pemerintah bersama dengan masyarakat. Penguatan dan peningkatan kapasitas Forum Koordinasi Pengelolaan DASĀ  dan kelompok masyarakat peduli DAS perlu dilakukan secara periodik dan berkelanjutan untuk berperan serta dalam pengelolaan DAS secara maksimal. Selain itu perlu adanya sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 413.2/8162/PMD tertanggal 07 Oktober 2014 perihal Pedoman Umum Pengelolaan DAS Berbasis Masyarakat oleh BPDAS bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pengelolaan DAS kepada seluruh stakeholders yang terkait dengan Pengelolaan DAS.
PELUANG PENERAPAN PRODUKSI BERSIH DI INDUSTRI KECIL SLONDOK Hana Fais Prabowo; Purwanto P; Suherman S
Ekosains Vol 7, No 03 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.623 KB)

Abstract

Kegiatan industri disamping berdampak positif juga berdampak negatif diantaranya berupa keluaran bukan produk yang dapat merupakan pencemar yang merugikan lingkungan bila tidak dikelola dengan baik. Dampak lingkungan dari kegiatan industri slondok dapat dikurangi dengan penerapan produksi bersih. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi timbulan limbah yang dihasilkan pada proses produksi slondok serta mengembangkan alternatif peluang produksi bersih yang dapat diterapkan berikut gambaran keuntungan ekonomi dan lingkungannya. Timbulan limbah yang dihasilkan pada proses produksi slondok meliputi limbah padat berupa kulit, kotoran dan bonggol, sontrot (serat ubi kayu), kupasan tumpeng, abu sisa pembakaran, dan ceceran bahan. Limbah cair berupa air bekas cucian ubi kayu, limbah cair proses pengepresan, dan air sisa kukusan. Sedangkan limbah yang berwujud gas berupa asap dan uap air. Beberapa peluang perbaikan pengelolaan lingkungan melalui penerapan produksi bersih yang dapat dilakukan yaitu: (a) Pemanfaatan air limbah hasil proses pengepresan sebagai bahan baku nata de cassava dapat menghasilkan keuntungan usaha sebesar Rp.12.233.136,- per bulan serta mengurangi jumlah limbah cair hasil pengepresan sebesar 90,32%, (b) Penggantian bahan bakar dari kayu bakar ke pelet kayu penghematannya sebesar Rp.133.000,- per bulan. Pelet kayu lebih rendah tingkat abu dan emisi, (c) Standarisasi dan pengecekan rutin terhadap garuk diperoleh penghematan sebesar Rp.260.000,- per bulan, (d) Penggunaan karung langsung pada mulut mesin pemarut dan menjaga area produksi dari ternak ayam dapat menghemat 30 kg ubi kayu per bulan atau Rp.39.000,- per bulan, (e) Langkah segera mematikan bara api begitu proses pengukusan selesai dapat menghemat 2% kayu bakar sehingga penghematan biayanya per bulan sebesar Rp.8.000,- (f) Perpanjangan masa pakai air proses pencucian ubi kayu dapat menghemat air 1.500 L/bulan, (g) Penggunaan pipa air untuk mengisi bak pencucian menghemat air 150 L/bulan.

Page 2 of 2 | Total Record : 12