Articles
52 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak"
:
52 Documents
clear
Korelasi Konsep Tauhid Uluhiyah dengan Ahlaq Islamiyyah pada Remaja
Muhammad Tsani Fairussadi;
Navisah Nur Najmah;
Ninda Aulia Yulianti;
Nisa Setia Arum
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman tentang akhlak Islamiyyah yang harus diterapkan pada remaja di era globalisasi saat ini. Era dimana teknologi yang berkembang begitu pesat. Adanya perkembangan teknologi sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat terutama pada diri seorang remaja. Karakter seorang remaja akan terbentuk melalui kebiasaan kesehariannya, kebiasaannya pun akan terbentuk melalui lingkungan kehidupannya. Maka dari itu, kita harus memperkuat iman kepada Allah Swt. Iman kepada Allah adalah rukun iman yang pertama. Rukun iman merupakan pokok-pokok kepercayaan dalam Islam yang harus dikerjakan. Pengertian iman kepada Allah SWT adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT itu ada(wujud). Melalui pembagian literatur akidah,memahami wujud iman kepada Allah SWT dapat dilakukan dengan cara mengimani Rububbiyah Allah SWT, Uluhiyyah Allah SWT, dan Asma wa Sifat Allah SWT. Uluhiyyah pada permasalahan ini akan menonjol peranannya. Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba-Nya berdasarkan niat taqarub seperti, berdoa, tawakal, pengharapan.
Pentingnya Penanaman Pendidikan Tauhid pada Anak Usia Dini
Nabila Diana Feba;
Nazhira Septiana Susila;
Nazwa Azzahra
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak terlahir dalam keadaan fitrah, seperti kertas putih kosong yang dapat dengan mudah dicoret tinta warna apapun dan digambar dengan bentuk apapun, sehingga orang tua dapat dengan mudah melukisnya menggunakan corak dan warna yang dia inginkan. Orang tua memiliki kehendak secara penuh terhadap anaknya tanpa adanya campur tangan dari pihak lain. Tulisan ini disebut dengan penelitian pustaka (library research) yang menyajikan bahan pustaka sebagai sumber data. Hasil tulisan ini menyimpulkan bahwa pendidikan tauhid sangat penting dalam esensi kehidupan yang dimulai dari sedini mungkin. Orang tua wajib menanamkan pendidikan tauhid agar anak memperoleh aqidah yang benar dan tidak tergoyahkan dalam pemahaman ketuhan, bagi seorang guru disekolah terutama guru agama wajib menanamkan pendidikan tauhid kepada anak didik untuk mencapai misi mendapatkan bimbingan dan perlindungan dari Allah SWT sehingga dapat menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT.
Rekonstruksi Kehidupan Setelah Kematian
Nabila Marsyanada;
Nadila Maryam;
Muhammad Rihzqy Alfahri;
Muhammad Indra Maulana
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam perspektif Islam, dunia bukanlah tujuan akhir dari perjalanan hidup manusia. Kehidupan dunia di muka bumi ini pada dasarnya hanyalah untuk waktu yang singkat (seumur hidup manusia, maksimal umurnya kebanyakan hanya mencapai puluhan tahun saja), sebab tidak lama sesudah itu, manusia dipastikan akan kembali menghadap Allah (wafat). Kehidupan duniawi tersebut diumpamakan air hujan yang tidak pernah menetap di sebuah tempat, tidak langgeng dalam suatu keadaan, bersifat sementara, tidak akan lama, apalagi abadi selamanya. Layaknya air hujan dengan tumbuh-tumbuhan yang mengalami proses sedemikian rupa, kehidupan duniawi yang boleh jadi sangat indah dan menyenangkan ini, pada saatnya nanti dipastikan berakhir dalam waktu yang sesungguhnya relatif singkat. Karena itulah dunia ini tidaklah kekal, karena akan selalu ada kematian sebagai akhir dari kehidupan di dunia ini.
Semua Ketetapan Allah Adalah yang Terbaik
Muhammad Ikhwanul Hakim;
Mutiara Ega Pebryanti;
Nabilah Zahra;
Nandang Taryana
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah. Semua sudah ditulis dalam Lauhul Mahfudzh 50.000 tahhun sebelum penciptaan langit dan bumi. Namun manusia juga memiliki kehendak sendiri. Ada takdir yang tidak bisa di rubah dan ada takdir yang tidak bisa dirubah. Maka dari itu, untuk mencapai sesuatu, kita harus berikhtiar semaksimal mungkin agar bisa memiliki takdir terbaik. Tetapi apabila realita tidak sesuai dengan idealita padahal sudah berusaha semaksimal mungkin maka janganlah berputus asa apalagi kufur. Karena kita harus meyakini bahwa semuanya adalah yang terbaik dari Allah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskripsi untuk mengetahui lebih jauh tentang semua ketetapan Allah adalah yang terbaik. Hasil penelitian ini bertujuan agar percaya bahwa semua ketetapan Allah adalah yang terbaik sehingga kita harus mengimani qada dan qadar dan percaya bahwa semua ketetapan Allah adalah yang terbaik, tugas kita hanya terus berusaha dan berdo’a. Apa yang menurutmu baik, belum tentu benar baik. Sedangkan apa yang menurut Allah baik untukmu, pasti memang benar baik. Percayalah bahwa semua ketetapan Allah adalah yang terbaik dan semua yang terjadi ada hikmahnya.
Kenikmatan-Kenikmatan di dalam surga
Muhammad Ikhwan Haikal;
Muhammad Irfan Al-Faruq;
Muthmainnah Fitria Azzahra;
Neng Fitriana
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada umumnya, mengetahui dan memahami tentang surga merupakan hal yang wajar bagiorang-orang yang selalu taat kepada Allah swt. Namun seiring dengan berjalannya waktu semakin rendah orang yang taat kepada Allah swt sehingga pemahaman tentang surga pun semakin rendah. Oleh karena itu, Dengan mengenalkan kepada setiap individu bagaimana kenikmatan-kenikmatan yang ada di surga, maka diharapkan akan mendorong individu untuk kembali taat kepada Allah swt agar kelak mendapat kenikmatan yang ada di dalam surga. Metode yang digunakan pada penelitian mengenai “Kenikmatan-kenikmatan di dalam Surga" adalah metode Penelitian Kualitatif. Didalam metode itu kami bertanya apa itu surga? Nikmat apa saja yang ada di dalam surga? Dan pendapat mengenai orang yang sudah mengetahui kenikmatan surga tetapi tetap menghiraukan nya. Berdasarkan data yang didapat dari penelitian kualitatif kami dapat menyimpulkan bahwa walaupun dizaman sekarang manusia sudah banyak berbuat maksiat namun masih banyak pula manusia yang masih faham dan tau apa itu surga dan apa saja kenikmatan yang ada didalamnya dan sesunggugnya orang yang tetap menghiraukan kenikmatan surga walaupun sudah mengetahui nya mereka termasuk orang yang merugi.
Kepercayaan Terhadap Zodiak Atau Ramalan Bintang Yang Banyak Dilakukan Oleh Remaja
Muhammad Rizki Pratama;
Niko Ahmadi;
Nisa Siti Patimah;
Nita Amalia Wulandari
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal sebab-sebab penyimpangan dalam ilmu tauhid yang banyak dilakukan oleh orang-orang khususnya dikalangan remaja tanpa mereka sadari. Data di dapatkan dari remaja yang ada di indonesia dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penyimpangan ilmu tauhid yaitu mempercayai terhadap ramalan zodiak yang sedang marak di indonesia ini. Mulai dari anak kecil sampai dewasa, kebanyakan dari mereka mempercayai tentang ramalan zodiak, oleh karena itu pemateri tertarik untuk membahas hal tersebut.
Pengaruh Keimanan Terhadap Hati dan Akal
Nabilah Bulan Balqis;
Najwa Amalia Sholihat;
Nok Windi Nurjannah
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Manusia sebagai halifatul fil ardi sebagai hamba Allah SWT yang paling mulia karena memiliki 3 hal di antaranya Iman, Hati dan Akal. Iman yang berarti keyakinan, kepercayaan yang melekat pada diri setiap Insan. Dalam arti ketauhidan bahwa tidak ada yang berhak disemba selain Allah SWT. Hati adalah sala satu organ tubuh yang terdapat pada setiap Insan dan berpungsi sebagai timbangan yang selalu jujur, suci tidak pernah mau bengkok dan kotor, dalam konteks Islam dikatakan Fitra. Akal juga sala satu yang melekat pada setiap manusi yang berpungsi sebagai pembeda, artinya dengan akal kita berbeda dengan binatang atau mahluk yang lainnya.
Jadikan Allah Sebagai Teman Curhat Dalam Hatimu
Pahrian Pahrian;
Putri Mustika Ayu;
Rifqi Maulana Lukmanul Hakim;
Rindi Hamidah Salsabila
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ketenangan merupakan kunci segala-galanya dalam menjalankan seluruh aspek aktivitas manusia dalam kehidupannya. Jalan penyelasaianya adalah upaya untuk memperbaiki kondisi yang rusak dan pencegahan dalam rusaknya kondisi tersebut. Adapun ketidak tenangan tersebut yang hancur, ragu, dan sakit dalam seorang hamba. Semua orang pasti pernah merasakan sesuatu yang tidak diinginkan. Semua orang juga pasti mempunyai masalah dan problem kehidupan, dan ini adalah sunnatullah. Dalam menyikapi masalah kehidupannya, orang memiliki beragam tindakan untuk memecahkannya. Ada yang mencurahkan perasaannya kepada keluarga, teman, atau bahkan kepada benda mati. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi seseorang terutama anak muda dalam menghadapi masalah dan cara menyelesaikan masalah tersebut. Metode yang digunakan mixhed method yaitu gabungan dari pendekatan kuantitaf dan kualitatif. Data penelitian berasal dari setiap mahasiswa. Responden yang tidak lain mahasiswa mengaku termasuk individu yang tidak lain pasti mendapatkan masalah dalam kehidupanya. baik masalah kecil maupun besar, tetapi disini dalam penyelesaian masalah tersebut rata-rata melibatkan allah dan orang tua sebagai teman curhat.
Penerapan Iman Kepada Malaikat pada Kehidupan
Putri Asriani Rhamdani;
Rianti Fatunnisa;
Rizky Fathurrahman;
Safira Windi Wardati
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kunci berkehidupan sebagai umat Islam adalah dengan mengakui hal-hal yang tidak terlihatdan tidak menyimpang dari aturan-aturan yang difirmankan oleh Allah SWT. yang disebut iman. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah agar kita sebagai mahasiswa yang berdasarkan pada ilmu-ilmu agama agar lebih mematuhi bagaimana sebenarnya cara beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT. serta guna menambah khazanah pengetahuan keislamanDefinisi iman kepercayaan, keyakinan, ketetapan hati atau keteguhan hati. Malaikat adalah hamba Allah yang mulia yang tidak sama dengan makhluk lain-Nya. Malaikat selalu setia menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Makhluk gaib yang diciptakan oleh Allah Swt. Iman kepada malaikat adalah mempercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah menciptakan malaikat yang diberi tugas untuk mengatur alam dan mengurus perjalanan alam semesta dan tugas lainnya. Menerapkan Iman kepada Malaikat dalam Kehidupan Sehari-hari Percaya kepada malaikat seharusnya berdampak positif bagi kita dalam kehidupan sehari-hari seperti peduli sosial yang di sekitar kita, memperbaiki diri, berfikir positif, membaca al-qur'an setiap hari, sadaqah setiap hari dan berinfaq di kebaikan, sholat berjama'ah, bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, dan berwudhu sebelum tidur.
Meningkatkan Motivasi Beribadah dengan Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah
Ridho Dwi Ananda;
Raka Noval Langindra;
Razib Abdillah;
Ryanissa Putri
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Motivasi merupakan hasrat atau dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dengan motivasi seseorang yang asalnya tidak bersemangat ataupun sedang bersedih mungkin saja bisa kembali bangkit. Motivasi yang harus ditingkatkan salah satunya tentang ibadah, terutama bagi seorang muslim. Ibadah adalah perilaku merendahkan diri atau tunduk kepada Allah SWT dDalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan dua metode yaitu : pertama, dengan menggunakan teori-teori yang diambil dari buku literatur atau referensi lainnya yang mendukung dan relevan dengan judul penelitian ini. Kedua, peneliti menggunakan penelitian lapangan, yang mana penelitian ini nantinya dilakukan dengan cara mengamati atau menganalisis perilaku orang-orang disekitar sesuai objek penelitian.Berdasarkan hasil penelitian dalam artikel ini, dapat disimpulkan bahwa persentase pilihan tertinggi adalah 75% dengan jumlah pemilih yaitu 41,7%. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa faktor penghambat masyarakat dalam beriman kepada Rasul adalah tingginya rasa malas untuk beribadah, pengaruh lingkungan pergaulan, dan pengaruh teknologi. Cara meningkatkan ibadah kepada Allah dengan beriman kepada Rasul menurut Stagner yaitu motivasi biologis, emosi serta nilai dan minat. Sedangkan menurut Mc. Donald yaitu perubahan energi, rasa, dan tujuan. Serta menurut al-Qur’an yaitu dengan dorongan yang akan memberi motivasi bagi diri sendiri dan dorongan untuk beribadah, maka disini objek yang menjadi pendorong adalah orang lain.