cover
Contact Name
Muchlis
Contact Email
unesa.j.chem.edu@gmail.com
Phone
+6281330277591
Journal Mail Official
unesa.j.chem.edu@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya Ketintang, Kec. Gayungan, Kota SBY, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
UNESA Journal of Chemical Education
  • journal-of-chemical-education
  • Website
ISSN : 22529454     EISSN : 22529454     DOI : https://doi.org/10.26740/ujced.v9n3
Core Subject : Science, Education,
UNESA Journal of Chemical Education is Online Journal for communicating and reviews covering all chemical education research which published articles in three times a year by Chemistry Department, Chemical Education Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Surabaya. This Journal provides readers or authors to present learning development in chemical education through publication research articles. Scope and focus in this journal are: 1. Philosophy and curriculum of Chemical education 2. Innovation and Theory of Learning 3. Media of Chemistry Learning 4. Assessment of Chemistry Learning 5. Missconception in Chemistry UNESA Journal of Chemical Education publishes research articles which are reviewed by expert lecturers. This journal is open access which can used reader to update new issues in chemistry learning.
Articles 476 Documents
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS IDEAL PROBLEM SOLVING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH
UNESA Journal of Chemical Education Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.024 KB) | DOI: 10.26740/ujced.v10n2.p9-102

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan LKPD berbasis IDEAL Problem Solving pada materi larutan penyangga untuk melatihkan keterampilan pemecahan masalah yang layak digunakan. Kelayakan ditinjau dari aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian telah dilakukan pada 13 peserta didik kelas XII MIPA 1 di SMAN 1 Tulungagung. Metode penelitan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dimana data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar validasi, angket respon peserta didik, dan lembar soal pretest-postest. Uji-t sampel berpasangan digunakan untuk menganalisis data dari tes keterampilan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan LKPD dianggap valid dengan persentase validitas isi 87% dan aspek validitas konstruk yang terdiri atas kriteria penyajian, kegrafikan, dan kebahasaan masing-masing memperoleh 90%, 88%, dan 90%. Berdasarkan kepraktisannya, kriteria isi memperoleh persentase respon sebesar 82,03%, kriteria penyajian 80,75%, kriteria kegrafikan 92,3%, dan kriteria kebahasaan memeperoleh 88,45%. Terdapat pengaruh yang bermakna dari penggunaan LKPD berbasis IDEAL Problem Solving terhadap meningkatnya nilai pre-test dan post-test peserta didik sehingga LKPD yang dikembangkan efektif untuk digunakan.
PENGEMBANGAN LKPD BERORIENTASI LEARNING CYCLE 7-E UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA
UNESA Journal of Chemical Education Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.32 KB) | DOI: 10.26740/ujced.v10n2.p140-148

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berorientasi learning cycle 7E pada materi kesetimbangan kimia yang memenuhi syarat kelayakan. Penelitian ini mengikuti desain Research and Development (R&D) namun terbatas sampai tahap uji coba produk. Subjek penelitian terdiri atas 15 peserta didik SMA Negeri 1 Kedungadem, Bojonegoro. Kelayakan LKPD ditinjau dari validitas, kepraktisan, dan keefektifan yang ditentukan menggunakan instrumen penelitian secara berturut-turut yaitu lembar validitas, lembar angket respon, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan LKPD dinyatakan valid berdasarkan kriteria isi, penyajian, kegrafikan, kesesuaian model learning cycle 7E, dan kesesuaian keterampilan berpikir kritis yang memperoleh persentase secara berturut-turut adalah 82%, 85%, 85%, 88,7%, dan 87,5% kategori sangat valid. LKPD juga memenuhi syarat kepraktisan berdasarkan lembar respon peserta didik yang memperoleh rata-rata persentase sebesar 92,5% kategori sangat baik. LKPD juga dinyatakan efektif berdasarkan hasil tes pengetahuan dihitung berdasarkan n-gain score dengan perolehan persentase 63,3% kategori tinggi dan 46,7% kategori sedang dan tes keterampilan diperoleh persentase pada setiap komponen berpikir kritis yaitu, interpretasi 79,51%, analisis 86,6%, inferensi 88,3%, dan evaluasi 80,35% dengan kategori tinggi. Kata kunci: penelitian pengembangan, Lembar Kerja Peserta Didik, Learning Cycle 7-E, keterampilan berpikir kritis.
REVIEW: PERAN HANDOUT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN KIMIA
UNESA Journal of Chemical Education Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.544 KB) | DOI: 10.26740/ujced.v10n2.p122-130

Abstract

Handout termasuk salah satu bahan ajar yang sangat ringkas dan disiapkan oleh guru untuk memudahkan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Pembahasan tentang handout dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui peranan handout dalam meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran kimia. Metode yang digunakan adalah meta-analisis yaitu tinjauan dari beberapa hasil penelitian dalam masalah yang seragam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari jurnal dan artikel ilmiah yang berhubungan dengan penggunaan handout dalam meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran kimia dengan tersedianya data sebelum dan sesudah penggunaan handout. Analisis data diolah menggunakan uji statistik paired sample. Berdasarkan hasil uji analisis dari empatbelas penelitian tentang handout didapatkan rata-rata hasil belajar yang signifikan sebesar 43,84 dan nilai Gain sebesar 0,7 yakni termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan handout dalam pembelajaran kimia berpengaruh pada peningkatan hasil belajar peserta didik.Kata kunci : Handout, pembelajaran kimia, hasil belajar
KELAYAKAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI PESERTA DIDIK SMA KELAS XI
UNESA Journal of Chemical Education Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.278 KB) | DOI: 10.26740/ujced.v10n2.p172-184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan Toulmin Argumentation Pattern (TAP) untuk melatihkan keterampilan argumentasi peserta didik. Hal ini dikarenakan guru belum menaruh perhatian khusus dalam menerapkan keterampilan argumentasi pada proses pembelajaran, serta peserta didik tidak terbiasa melakukan argumen, sehingga membuat keterampilan tersebut kurang dilatihkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research and Development (RnD) yang dibatasi hingga tahap uji coba terbatas kepada 20 peserta didik kelas XII SMAN 1 Krian. Kelayakan LKPD yang dikembangkan ditinjau berdasarkan validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil validasi berdasarkan aspek isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan masing-masing sebesar 88,3%, 93,1%, 91,7%, dan 87,5% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Kepraktisan berdasarkan respon dan pengamatan aktivitas peserta didik mendapat hasil berturut-turut sebesar 93,9% dan 93,0% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan berdasarkan ketuntasan hasil belajar pada ranah kognitif dan hasil pretest dan posttest keterampilan argumentasi mendapat hasil berupa ketuntasan klasikal sebesar 100%, serta terjadi peningkatan tes keterampilan argumentasi dan tes kognitif dengan rata-rata n-gain score mencapai 0,75 dengan kategori tinggi, dan dinyatakan sangat efektif. Berdasarkan rincian hasil yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa peneliti telah berhasil mengembangkan LKPD menggunakan tahapan TAP untuk melatih keterampilan argumentasi peserta didik yang dinyatakan sangat layak.Kata kunci: LKPD, keterampilan argumentasi, larutan penyangga.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PBL UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS PADA MATERI ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
UNESA Journal of Chemical Education Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.355 KB) | DOI: 10.26740/ujced.v10n2.p149-158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis PBL untuk melatihkan keterampilan berpikir analitis pada materi elektrolit dan nonelektrolit yang layak digunakan. Kelayakan LKPD ditinjau dari aspek validitas (isi dan konstruk), kepraktisan dan keefektifan. Penelitian dalam mengembangkan LKPD menggunakan model 4D yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate, tetapi pelaksanaannya dibatasi sampai tahap develop. Aspek validitas didasarkan atas penilaian dosen ahli. Kepraktisan didasarkan atas respon peserta didik. Keefektifan diperoleh dari nilai tes keterampilan analitis peserta didik. Uji coba dilakukan pada 12 peserta didik SMAN 3 Sidoarjo. Hasil penelitian untuk aspek validitas LKPD memperoleh kriteria sangat valid dengan persentase rata-rata sebesar 84,17% dari segi isi dan 90,28%, 90,28%, 88,89% dari segi konstruk secara berurutan untuk kebahasaan, penyajian dan kegrafikan. LKPD yang digunakan memperoleh kriteria sangat praktis yang dinilai dari hasil respon peserta didik dengan persentase rata-rata sebesar 90,56% dan didukung dengan aktivitas peserta didik. Hasil tes keterampilan berpikir analitis peserta didik menunjukkan N-Gain skor rata-rata sebesar 0,84 dengan kriteria tinggi dan memperoleh ketuntasan klasikal sebesar 91,67%, sehingga LKPD dikatakan sangat efektif. Secara keseluruhan, pengembangan LKPD berbasis PBL dikatakan layak untuk digunakan dalam melatihkan keterampilan berpikir analitis pada materi elektrolit dan nonelektrolit.Kata kunci: PBL, LKPD, keterampilan berpikir analitis, elektrolit dan nonelektrolit.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH PESERTA DIDIK PADA MATERI LAJU REAKSI
UNESA Journal of Chemical Education Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.981 KB) | DOI: 10.26740/ujced.v10n2.p159-171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan LKPD untuk melatihkan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik pada sub materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi ditinjau dari validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan metode 4-D. Validitas LKPD mendapatkan kriteria sangat layak, ditinjau dari aspek isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafisan menunjukkan persentase rata-rata sebesar 87,74%; 93,33%; 86,85%; dan 88,89%. Kepraktisan LKPD dinilai berdasarkan respon peserta didik yang ditinjau dari aspek isi, kebahasaan, dan penyajian menunjukkan persentase rata-rata sebesar 98,61%; 98,76%; dan 96,30% dengan kriteria sangat kuat, serta didukung observasi aktivitas peserta didik yang relevan memiliki persentase rata-rata sebesar 90% dan aktivitas yang tidak relevan sebesar 10%. Keefektifan LKPD mendapat kriteria sangat efektif. N-gain score tes kognitif mendapatkan kategori interpretasi tinggi sebesar 51,85% dan interpretasi sedang sebesar 48,14% dengan rata-rata n-gain score sebesar 0,77 yang didukung dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%, sedangkan pada tes keterampilan argumentasi mendapatkan kategori interpretasi tinggi dengan persentase 88,89% dan interpretasi sedang sebesar 11,11% dengan rata-rata n-gain score sebesar 0,84. Hasil tersebut didukung dengan uji wilcoxon pada kedua tes dan mendapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (Ha diterima) yang artinya terdapat pengaruh pada hasil tes kognitif dan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan LKPD yang dikembangkan. Kata kunci: keterampilan argumentasi ilmiah, faktor-faktor laju reaksi, LKPD
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) DENGAN STRATEGI MIND MAPPING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA MATERI REDOKS KELAS X
UNESA Journal of Chemical Education Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.134 KB) | DOI: 10.26740/ujced.v10n2.p185-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan LKPD dengan strategi mind mapping yang dikembangkan. Kelayakan ditinjau berdasarkan pada kriteria materi, penyajian, kebahasaan dan kesesuaian dengan komponen mind mapping. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian pengembangan model 4-D (Four D) yang meliputi define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran) yang dibatasi sampai tahap develop (pengembangan). Sumber data penelitian diperoleh dari hasil telaah, validasi, dan uji coba terbatas kepada peserta didik kelas X terhadap LKPD yang dikembangkan. Tahap uji coba terbatas LKPD dilakukan di SMA Widya Darma Surabaya kepada 20 peserta didik kelas X MIPA yang dilakukan secara daring melalui platform digital zoom meeting. Lembar kerja peserta didik memenuhi validitas isi yang ditunjukkan dengan perolehan persentase ditinjau dari kriteria materi, penyajian, kebahasaan dan kesesuaian dengan komponen mind mapping berturut-turut sebesar 81,66%; 82,85%;75%; dan 70%. Hasil respon peserta didik terhadap LKPD didapatkan respon positif ditinjau dari kriteria materi, penyajian, kebahasaan dan kesesuaian dengan komponen mind mapping dalam kategori sangat layak dengan persentase 92,85%; 91,67%; 92,85%; dan 92,85%. LKPD yang dikembangkan dapat melatihkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik ditinjau dari aspek kelancaran, keluwesan, dan orisinilatis. Disimpulkan bahwa LKPD dengan strategi mind mapping yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran materi redoks untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif.Kata kunci: berpikir kreatif, LKPD, mind mapping, kelayakan.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
UNESA Journal of Chemical Education Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.757 KB) | DOI: 10.26740/ujced.v10n2.p195-204

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD berbasis Problem Based Learning untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis pada materi larutan penyangga yang layak digunakan. Kelayakan LKPD ditinjau dari validitas, kepraktisan dan keefektifan. Metode penelitian yang dipakai adalah model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate) akan tetapi hanya sampai tahap develop (pengembangan). Validitas ditinjau dari validitas isi dan validitas konstruk yang meliputi kebahasaan, penyajian dan kegrafisan. Kepraktisan ditinjau dari respon serta aktivitas peserta didik ketika pembelajaran menggunakan LKPD dan keterlaksanaan sintaks model pembelajaran. Keefektifan ditinjau dari peningkatan hasil tes keterampilan berpikir kritis peserta didik yang diujikan secara terbatas pada 12 peserta didik di SMA Negeri 3 Sidoarjo. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validitas LKPD dinyatakan sangat valid dengan persentase validitas sebesar 88,28%. LKPD dinyatakan sangat praktis karena mendapatkan respon positif dengan persentase 92,36%, didukung dengan keterlaksanaan sintaks model pembelajaran serta aktivitas peserta didik yang sangat baik. Hasil peningkatan keterampilan berpikir kritis dinyatakan dengan n-gain score rata-rata ≥ 0,7 dengan kategori tinggi dan LKPD dinyatakan sangat efektif. Dilihat dari hasil validitas, kepraktisan dan keefektifan, LKPD yang dikembangkan layak digunakan.Kata kunci: LKPD, Problem Based Learning, Keterampilan Berpikir Kritis.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI REDOKS KELAS X SMA
UNESA Journal of Chemical Education Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6, No. 2, (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ujced.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kelayakan LKS yang dikembangkan, mendeskripsikan hasil belajar siswa, melatihkan keterampilan proses sains, dan mendeskripsikan respon siswa. LKS berorientasi inkuiri terbimbing merupakan LKS yang disusun berdasarkan fase-fase model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk melatihkan Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa. Jenis penelitian adalah pengembangan dengan metode Research and Development (R&D). Instrument penelitian terdiri atas lembar telaah, lembar validasi, lembar tes pemahaman konsep, lembar tes keterampilan proses sains, lembar angket respon siswa, dan lembar observasi siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kelaykan LKS secara teoritis maupun empiris. Hasil penelitian menunjukkan LKS yang dikembangkan layak secara teoritis maupun empiris. Secara teoritis, LKSmemperoleh presentase kelayakan untuk masing-masing kriteria yaitu kriteria isi, sajian dan kebahasaan berturut-turut sebesar 90,96%; 85,39%; dan 93,74%. Secara empiris, LKS memperoleh respon positif dengan presentase sebesar 92,08%. Keterampilan proses sains siwa meningkat ditinjau dari ketuntasan klasikal saat pre-test sebesar 8,3% meningkat menjadi 83,33% saat post-test Kata kunci: LKS, inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, redoks Abstract This aim of this study are to describe the feasibility of student activity sheet that has been developed, to describe the student learning outcomes, to practice the science process skills and to describe the student responses. Guided inquiry-oriented student activity sheet is a student activity sheet based on the phases of Guided Inquiry teaching models to practice student’s science process skills. The criteria of feasibility consist of content, presentation, and linguistic. The type of this study is development with Research and Development (R&D) method. The instruments of this study consist of study sheet, validation sheet, understanding-of-concepts-test sheet, science-process-skills-test sheet, student-questionmaire-responses sheet, and student-observation-sheet. The data that result from the study are analyzed by descriptive quantitative to know the worksheet feasibility theoretically and empirically. This study result is showed that the worksheet is competent to use not only theoretically but also empirically. Theorotocally, the work sheet get feasibility percentage for each criteria, they are content, presentation, and language. Empirically, the worksheet get positive with feasibility percentage are 92,08%. Science process skills of students increase in term of classical completeness as a pre-test 8,3% increase to 83,33% at post-test. Keywords: students activity sheet, guided inquiry, science process skills, oxidation and reduction reactions
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERORIENTASI CHEMO- ENTREPRENEURSHIP PADA MATERI ZAT ADITIF MAKANAN UNTUK SISWA TUNARUNGU KELAS X DI SMALB-B
UNESA Journal of Chemical Education Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6, No. 2, (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.895 KB) | DOI: 10.26740/ujced.v6n2.p%p

Abstract

Kurikulum SMALB terdiri atas bidang akademik dan keterampilan. Keduanya dapat diajarkan melalui pembelajaran berorientasi kewirausahaan. Kewirausahaan yang diintergrasikan kedalam materi kimia dapat dilakukan dengan mengembangkan LKS berorientasi chemo-entrepreneurship. Tujuan penelitian mengembangkan LKS chemo-entrepreneurship yang layak untuk melatihkan kemampuan entrepreneur siswa tunarungu. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D). Instrumen penelitian terdiri atas lembar telaah, lembar validasi, lembar observasi aktivitas, lembar tes, dan angket respon. Sumber data ialah 1 dosen kimia, 1 dosen PLB, 1 guru IPA SMALB, dan 6 siswa tunarungu SMALB Karya Mulia. Teknik pengumpulan data terdiri atas angket, observasi, dan tes kemudian dianalisis secara deskriptif. LKS dikatakan layak dengan kriteria baik atau sangat baik jika memperoleh persentase ≥69% untuk kelayakan secara teoritis, dan ≥61% dengan kriteria baik atau sangat baik untuk kelayakan secara empiris. Kelayakan teoritis ditinjau dari hasil validasi meliputi kriteria isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafisan dengan rentang persentase tiap-tiap kriteria adalah 80,00% – 93,33%; 80,00% – 93,33%; 80,00% – 93,33%; dan 80,00% – 86,67%, sehingga secara teoritis LKS dikatakan layak dengan kriteria baik dan sangat baik. Kelayakan empiris ditinjau dari hasil observasi aktivitas entrepreneur dan tes kemampuan entrepreneur. Rentang persentase aktivitas entrepreneur 85,5% – 92%, dan semua siswa tuntas pada tes kemampuan entrepreneur, sehingga secara empiris LKS dikatakan layak dengan kriteria sangat baik. Namun, 2 orang siswa belum tuntas pada tes pemahaman materi dan rentang persentase respon siswa terhadap LKS yang dikembangkan 50% – 100%. Kata kunci: LKS, chemo-entrepreneurship, siswa tunarungu Abstract Curriculum SMALB consist of academic and skill. Two of them can teach by entrepreneurship oriented lesson. Entrepreneurship that integrated in chemistry for students with hearing impairment can do with develop chemo-entrepreneurship students activity sheet. The aims of research is develop chemo-entrepreneurship students activity sheet advisability for training entrepreneur ability of students with hearing impairment. Type of research is Research and Development (R&D). The research instrument consisted of study sheet, validation sheet, observation activity sheet, test sheet, and student questionnaire. Data resource are 1 chemistry lectures, 1 PLB lecture, 1 science teacher in SMALB, and 6 students with hearing impariment in SMALB Karya Mulia. Technique of data collection consist of study, validation, observation, and test then analysed by descriptive. Students activity sheet proper if get percentage ≥69% with good or very good criteria for theoretic advisability, and ≥69% with good or very good criteria for empiric advisability. The theoretic advisability is validation results consist of content, language, presentation, and graphic criteria with percentage range are 80,00% – 93,33%; 80,00% – 93,33%; 80,00% – 93,33%; dan 80,00% – 86,67%, so it can said that the students activity sheet proper with good and very good criteria. The empiric advisability are activity observation result and entrepreneur ability test. The percentage average of activity 85,5% – 92%, and all of students have completed on entrepreneur ability test, so it can said that students activity sheet proper with very good criteria. But, 2 students have not completed on material comprehension test, and the percentage average of students responses 50% – 100%. Key words: LKS, chemo-entrepreneurship, studenst with hearing impairment