cover
Contact Name
Djoko Hari Praswanto
Contact Email
jasten@scholar.itn.ac.id
Phone
+6281336663022
Journal Mail Official
jasten@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Bendungan Sigura - gura No. 2 Kota Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional
ISSN : ""     EISSN : 27470598     DOI : https://doi.org/10.36040/jasten.v3i1
JASTEN merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Jurnal ini merupakan hasil dari hilirisasi kegiatan penelitian pada bidang sains, teknologi dan seni yang diaplikasikan kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam 1 Tahun pada bulan April dan Oktober. e-ISSN : 2747-0598 Subyek : Sains, Teknologi dan Seni
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
Diseminasi Teknologi Mesin Pengupas Kelapa Adaptif Eko Yohanes Setyawan; Awan Uji Krismanto; Dadang Hermawan; Andi Nugroho
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v5i2.11947

Abstract

Hasil dari perkebunan dari buah kelapa yang sangat banyak tersebar di beberapa wilayah indonesia yang kaya akan manfaat dari buah kelapa yang selama ini sudah banyak dimanfaatkan oleh mayarakat, salah satunya digunakan untuk tepung kelapa dan minyak kelapa dengan cara dikeringkan dulu sampai kadar air pada daging kelapa mencapai 5-7%. Setelah itu akan masuk kedalam mesin rotary screw untuk di pres diambil minyaknya. Kendala yang banyak terjadi dilapangan salah satunya yaitu proses pengupasan serabut kelapa yang selama ini masih menggunakan cara manual dengan tenaga manusia, sehingga di buat teknologi mesin pengupas kelapa adaptif untuk mempermudah mayarakat dalam proses pengupasan serabut kelapa. Dengan menggunakan mesin ini dalam 1 jam dapat mengupas 120 buah kelapa, yang nantinya akan menjadi kopra sebesar 24 kg.
PENERAPAN SISTEM BIOPORI BERKOMPOS DI KEBUN PEPAYA Soemarno; Nisfi F. Ifadah; Aulia Hanuf
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v5i2.11948

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan. Tanaman pepaya sangat digemari dikalangan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi pepaya di Indonesia fluktuatif dari tahun 2012 sampai tahun 2014. Fluktuatifnya produksi pepaya disebabkan kurangnya manajemen lahan di kebun pepaya, penggunaan varietas unggul dan ketersediaan lahan pertanian yang terbatas. Peningkatan produksi pepaya pada setiap kebun dapat dilakukan dengan penerapan teknologi lubang resapan biopori berkompos, dimana lubang biopori akan dikombinasikan dengan bahan organik untuk meningkatkan kualitas lahan dan produktivitas di agroekosistem pepaya yang berkelanjutan. Tahapan pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai dari persiapan awal, pelaksanaan kegiatan (sosialisasi dan penerapan Lubang Resapan Biopori Berkompos/ LRBB), monitoring dan evaluasi penerapan LRBB pada kebun pepaya.
PENERAPAN TEKNOLOGI LRBB (LUBANG RESAPAN BIOPORI BERKOMPOS) DI KEBUN KOPI RAKYAT DESA ARGOTIRTO, SUMBERMANJING WETAN, KABUPATEN MALANG Soemaarno; Sugeng Prijono; Retno Suntari; Lenny Sri Nopriani; Nisfi F. Ifadah
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v5i2.11949

Abstract

Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan utama yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Pada tahun 2016 – 2020, Provinsi Jawa Timur menempati posisi keempat sebagai produsen kopi robusta di Indonesia. Kabupaten Malang menjadi salah satu wilayah dengan produksi kopi robusta tertinggi di Jawa Timur. Sentra penghasil kopi di kabupaten Malang adalah kecamatan Sumbermanjing Wetan. Tanaman kopi di kecamatan Sumbermanjing Wetan ditanam di lahan kering, hal tersebut disebabkan karena sebagian besar lahan di kecamatan Sumbermanjing Wetan merupakan lahan kering seluas 5.214 ha sedangkan lahan sawah seluas 849 ha. Sebagian wilayah Sumbermanjing Wetan mempunyai topografi perbukitan yang menunjukkan bahwa sebagian lahan pertanian di kecamatan Sumbermanjing Wetan merupakan lahan kering berlereng. Produktivitas lahan kering berlereng mempunyai hambatan terkait dengan erosi yang berpengaruh terhadap lengas dan kesuburan tanah. Hal tersebut diduga akan mempengaruhi produktivitas tanaman kopi sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas tanaman kopi dalam kondisi perubahan iklim. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan diatas dapat dilakukan dengan pemanfaatan lubang resapan biopori yang diberi masukan bahan organik. Tahapan pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai dari persiapan awal, pelaksanaan kegiatan (sosialisasi dan penerapan Lubang Resapan Biopori Berkompos/ LRBB), monitoring dan evaluasi penerapan LRBB pada kebun kopi.
INDUCTIVE CHARGING PORTABEL DENGAN PANEL SURYA SEBAGAI PENGISIAN BATERAI HANDPHONE YANG MUDAH DAN PRAKTIS Alfarid; Ni Putu Agustini; M. Ibrahim Ashari; Radimas Putra Muhammad Davi Labib; Zulfikar Zauzi; I Made Wartana; Reza Diharja; Sirojul Hadi; Parama Diptya Widayaka
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v5i2.12158

Abstract

Penggunaan teknologi ponsel tidak dapat dilepaskan dari penggunaan charger. Charger umumnya digunakan membutuhkan energi listrik dari PLN dan generator. Panel surya dapat menjadi solusi sebagai alternatif baru untuk menyediakan sumber energi listrik. Induktif charging yang menggunakan elektromagnetik dalam sistemnya tidak memerlukan kabel saat digunakan. Alat ini menggunakan dua lilitan kumparan, yaitu lilitan primer yang terhubung dengan powerbank, dan lilitan sekunder untuk menerima dan mentransfer tegangan ke beban, dalam hal ini handphone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya berfungsi sesuai dengan intensitas sinar matahari. Jika panel surya terkena cahaya matahari yang tidak maksimal atau cuaca berawan, tegangan output yang dihasilkan mengalami penurunan drastis. Baterai powerbank dapat menerima daya dari panel surya dengan baik, sehingga powerbank dapat terisi selama 460 menit dengan tegangan output sebesar 4 volt. Baterai handphone dapat menerima daya dari powerbank dengan rata-rata kenaikan setiap 1% baterai memerlukan waktu 8,5 menit. Sistem pengisian induktif dalam penelitian ini menggunakan panel surya 3 WP dengan sistem pembangkit sinyal gelombang sinus frekuensi 90 kHz dan dua kumparan sebagai sistem transmisi energi berbasis inductive charger.
Pelatihan Pembuatan Wireless Charger Portabel Sebagai Pengembangan Kurikulum dan Peningkatan Kualitas Siswa SMK PGRI 2 Kertosono Putu; Alfarid Hendro Yuwono; I Made Wartana; Eko Nurcahyo; Bima Romadhon Parada Dian Palevi
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v5i2.12295

Abstract

Teknologi ponsel memerlukan charger, yang biasanya membutuhkan energi PLN. Panel surya, sebagai alternatif baru, dapat membantu menyediakan sumber energi listrik.Fungsi alat ini adalah penggunaan pengisian elektromagnetik dalam sistem yang dapat digunakan tanpa kabel. Sebagai alternatif baru, panel surya dapat membantu menyediakan sumber energi listrik. Ini karena teknologi ponsel biasanya membutuhkan charger, yang membutuhkan energi PLN. Penggunaan pengisian elektromagnetik dalam sistem yang dapat digunakan tanpa kabel adalah subjek penelitian ini. Baterai powerbank dapat menerima daya panel surya dengan baik, sehingga dapat terisi selama 460 menit dengan tegangan output 4 volt dan memerlukan waktu 8,5 menit untuk naik setiap 1%. Panel surya 3 WP digunakan dalam sistem pengisian nirkabel ini, yang menggunakan sistem pembangkit sinyal gelombang sinus frekuensi 90 kHz dan dua kumparan untuk transmisi energi berbasis pengisian nirkabel

Page 1 of 1 | Total Record : 5