cover
Contact Name
Slamet Wardoyo
Contact Email
gemakesling.journal@gmail.com
Phone
+6285787549486
Journal Mail Official
gemakesling.journal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Menur 118A, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60282
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Higiene Sanitasi
ISSN : -     EISSN : 28280474     DOI : 10.36568
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Higiene Sanitasi [e-ISSN: 2828-0474 | DOI: 10.36568] adalah jurnal yang merupakan sumber informasi dengan menggunakan platform peer-review. Jurnal ini menerima dan mempublikasikan artikel hasil penelitian, studi kasus dan artikel review dengan topik kesehatan lingkungan. Pihak yang terlibat dalam sistem jurnal ini adalah author, editor dan reviewer serta penerbit Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
Studi Keanekaragaman dan Kepadatan Anopheles sp. di Desa Winong, Kecamatan Gemarang kabupaten Madiun Tahun 2023 Muhammad Ibrahim Al Aqib; Ngadino; Fitri Rokhmalia; Marlik; Slamet Wardoyo
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i1.73

Abstract

Malaria menjadi masalah kesehatan di Jawa Timur, meskipun Jawa Timur telah tersertifikasi Eliminasi Malaria, kejadian malaria import masih terjadi, salah satunya di Desa Winong, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Puskesmas Gemarang melaporkan sebanyak 20 kasus malaria di Desa Winong pada 5 tahun terakhir (2018-2022). Adanya kasus malaria di desa Winong diperkuat oleh kondisi wilayah perbukitan dan berbatasan dengan hutan. Kondisi geografis tersebut berpotensi untuk keanekaragaman Anopheles sp. hidup dan menularkan malaria. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keanekaragaman dan kepadatan Anopheles sp. di Desa Winong, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan spot survei entomologi dan identifikasi Anopheles yang tertangkap. Penangkapan Anopheles sp. menggunakan umpan badan dengan perhitungan Man bitting Rate (jumlah nyamuk menggigit per orang per malam). Hasil pengukuran rerata suhu yaitu 26,2 ºC, rerata kelembaban yaitu 85,3 % serta ketinggian wilayah penelitian yaitu 105 - 107 mdpl. Hasil penangkapan ditemukan 3 spesies Anopeheles yaitu An. malayensis, An vagus dan An. annularis dengan aktifitas dan kepadatan menggigit tertinggi yaitu An. vagus didapatkan 35 ekor (MBR = 0,46), An malayensis didapatkan 15 ekor (MBR = 0,625) dan An.annularis didapatkan 1 ekor (MBR = 0,041) hasil penangkapan disimpulkan bahwa kepadatan Anopheles di Desa Winong tinggi.
Gambaran Kualitas Lingkungan Sekolah Dasar di Desa Dalegan, Gresik Irtifaun Nisa’; Rusmiati; Imam Thohari; Demes Nurmayanti; Rachmaniyah
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i1.86

Abstract

Kesehatan lingkungan sekolah adalah aspek penting yang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan dan prestasi akademik siswa. Lingkungan yang sehat, bersih, dan aman tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga melindungi siswa dari berbagai risiko kesehatan yang dapat mempengaruhi perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kesehatan lingkungan Sekolah Dasar Negeri di Desa Dalegan Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Variabel penelitian berupa variabel lokasi bangunan, konstruksi bangunan, ruang bangunan, fasilitas sanitasi sekolah, dan halaman sekolah. Analisis data menggunakan tabel. Hasil dari penelitian menyatakan kesehatan lingkungan Sekolah Dasar Negeri di Desa Dalegan dengan variabel lokasi bangunan termasuk kategori baik yaitu 66,66%, konstruksi bangunan dan ruang bangunan termasuk kategori kurang yaitu 33,33%, fasilitas sanitasi termasuk kategori cukup yaitu 66,66%, dan halaman sekolah pada tiga SDN di Desa Dalegan termasuk kategori cukup denan persentase 100%. Kesimpulan dari hasil penelitian kesehatan lingkungan Sekolah Dasar Negeri di Desa Dalegan Tahun 2024 termasuk dalam kategori cukup. Saran dari penelitian ini yaitu bagi pihak sekolah dan petugas puskesmas melakukan monitoring bersama terkait kesehatan lingkungan sekolah.
Evaluation of Total Plate Count (TPC) on Eating Utensils of Lontong Kupang Vendors in Surabaya: A Study on Health and Hygiene Amelya Dewi Laskar Pratiwi; Rusmiati; Sri Anggraeni; Narwati; Dya Candra Maulawati Sani Putranti
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i1.91

Abstract

Foodborne diseases can be influenced by many factors. One of the causes of foodborne diseases is the contact of food with utensils containing microorganisms. The total plate count on the utensils used by lontong kupang vendors in Surabaya exceeds the standard quality, due to only having one sink for washing utensils and the open storage of these utensils. The aim of this study is to determine the Total Plate Count of eating utensils used by lontong kupang vendors in Surabaya in 2024. This is a descriptive study with a cross-sectional approach. The objects used in the study are eight lontong kupang vendor stands. The research sample consists of 16 utensils, including plates and spoons, tested for Total Plate Count, and clean water tested in the laboratory for microbiological parameters, including total coliform bacteria and E. coli. Data analysis is conducted descriptively based on laboratory test results and observation/checklist sheets. The study results show that the Total Plate Count on utensils at 56% of the eight stands met the requirements. The physical quality of clean water met the standards, but microbiologically, the total coliform and E. coli parameters did not meet the standards. The washing facilities were rated as adequate (60%). The cleanliness of eating utensils at the eight lontong kupang stands was categorized as good (75%). The study concludes that the Total Plate Count of eating utensils used by lontong kupang vendors in Surabaya does not meet the requirements. It is recommended that lontong kupang vendors store their utensils in closed containers, and the management should regularly drain water tanks and check the water distribution system
Pengaruh Sanitasi Dasar Rumah terhadap Kejadian Diare pada Balita: Studi Kasus di Puskesmas Sememi, Surabaya Tahun 2023 Fitriyanti Darmawan, Devina; Narwati; Rachmaniyah; Jessika Juan Pramudita
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i1.82

Abstract

Diare dapat terjadi apabila sebuah lingkungan kerja memiliki sebuah kondisi sanitasi dasar yang buruk. Diare merupakan aktivitas buang air besar dengan frekuensi sebanyak tiga kali atau lebih dengan kondisi tinja cair. Terdapat beberapa jenis yang meningkatkan diare salah satunya adalah sanitasi dasar. jenis penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan pendekatan case control. Sampel pada penelitian ini sebanyak 64 rumah dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan lembat observasi dan dolah dengan uji chii square dan dilanjutkan dengan SPSS. Terdapat hubungan signifikan antara sarana air bersih dengan kejadian diare (p value 0,00<0,05), terdapat hungan anatara jamban sehat dengan kejadian diare (p value 0,00<0,05), terdapat hubungan anatara sarana pembuangan air limbah dengan kejadian diare (p value 0,00<0,05), terdapat hubungan anatara sarana pembuangan sampah dengan kejadian diare (p value 0,00<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan signifikan anatara sarana air bersih, sarana jamban sehat, sarana pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita di Desa Sememi Kota Surabaya. Disarankan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan jamban, menjaga kondisi bak mandi, sarana pembuangan sampah dan sarana pembuangan air limbah.
Pemanfaatan Mol Limbah Tomat, Pepaya, Dan Nasi Basi Sebagai Starter Terhadap Waktu Dan Kualitas Kompos Vegi Salsabila; Demes Nurmayanti; Ngadino; Rachmaniyah; Dwijo Warsito
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i1.87

Abstract

Pemanfaatan Mol berbahan Limbah menjadi alternatif dalam kelanjutan kelestarian lingkungan. Limbah tomat, pepaya dan nasi basi memiliki potensi sebagai bahan Mol dalam mempercepat pengomposan. Tujuan penelitian ini yaitu pemanfaatan MOL limbah tomat, pepaya, dan nasi basi sebagai starter terhadap waktu dan kualitas kompos. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan desain posttest only control group. Objek penelitian ini adalah limbah tomat, pepaya, dan nasi basi. Variabel penelitian ini adalah waktu pengomposan, dan kualitas kompos di replikasi 9 kali. Pengumpulan data dilakukan uji laboratorium yaitu kualitas kompos. Analisis data menggunakan uji One Way Anova untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan MOL limbah tomat, pepaya, dan nasi basi sebagai starter terhadap waktu dan kualitas kompos. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata kandungan Nitrogen tertinggi Mol pepaya 2,81%, pemberian Mol nasi basi sebesar 2,28%, dan yang terendah Mol tomat sebesar 2,10%. Rerata kandungan Phospor yang tertinggi yaitu pada pemberian Mol pepaya sebesar 3,48%, Mol nasi basi sebesar 2,75%, dan yang terendah Mol tomat sebesar 2,35%. Dan rerata kandungan Kalium yang tertinggi yaitu pada pemberian Mol pepaya sebesar 4,3%, pemberian Mol nasi basi sebesar 3,74, dan yang terendah Mol tomat sebesar 3,33%. Lamanya waktu tercepat ialah kompos dengan penambahan starter Mol pepaya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengukuran pH dan suhu Mol telah memenuhi syarat yaitu hasil awal dan akhir mendapatkan nilai pH 4-5 dan suhu berkisar 29-31. Selanjutnya waktu tercepat pada kompos dengan penambahan Mol pepaya yaitu 15 hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 5