cover
Contact Name
Dyah Ayu Anggraheni Ikaningtyas
Contact Email
dyahayu@uny.ac.id
Phone
+6231-8280009
Journal Mail Official
kronik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Jl. Ketintang Kampus Unesa, Surabaya, Kode Pos: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
KRONIK: Journal of History Education and Historiography
ISSN : -     EISSN : 2580653X     DOI : -
KRONIK is open acces journal (free acces) for every reader and is managed to be issued twice in every volume. The Scope of KRONIK journal are: Indonesian History Indonesian Archeology History of Education Social, Antropology, etc in a historical perspective
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2023): Juni" : 4 Documents clear
HARMONISASI HUBUNGAN MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA DAN ETNIS JAWA DI SURABAYA PADA KERUSUHAN MEI 1998 Citra Melinda Daryanti Citra
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa kerusuhan Mei pada tahun 1998 merupakan peristiwa yang memberikan catatan buruk permasalahan kemanusiaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya etnis Tionghoa yang menjadi korbannya. Berdasarkan peristiwa tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Bagaimana peristiwa kerusuhan Mei 1998 di Kota Surabaya ? (2) Bagaimana hubungan antara etnis Tionghoa dengan etnis Jawa ?. Penelitian sejarah ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan menggunakan sumber utama yaitu koran – sezaman yang membahas tentang peristiwa Kerusuhan Mei 1998. Selanjutnya hasil penelitian ini adalah terjadi harmonisasi hubungan antara etnis Tionghoa dan Etnis Jawa di Surabaya pada Masa Kerusushan Mei 1998. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya aksi kerusuhan di Surabaya sedikit berbeda dengan di Jakarta, sebab sikap toleransimasyarakat Surabaya khususnya Etnis Jawa terhadap Orang Tionghoa begitu besar sebab sudah mengganggap sebagai warga Surabaya juga yang memiliki hak yang sama.
STIGMA MASYARAKAT TERHADAP FANATISME BONEK TAHUN 2014-2022 David Marcellino Fernandez
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak bola menjadi olahraga yang populer dan digemari di Indonesia, seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak, dewasa, sampai orang tua. Tidak hanya itu, sepak bola sudah menjadi bentuk fanatisme. Mereka menjadi supporter bagi klub yang didukungnya dan menjadi peran penting bagi sebuah klub tersebut. Supporter dianggap sebagai pemain ke-12 karena sepak bola dan supporter tidak bisa dipisahkan. Mereka saling berkaitan, dimana ada sepak bola, disitu pasti ada supporter yang mendukung. Bonek salah satu dari sekian banyaknya elemen supporter fanatik di Indonesia. Bonek adalah sebuah nama sekelompok supporter yang mendukung kesebelasan Persebaya Surabaya. Persebaya Surabaya adalah klub legendaris yang sudah ada di Indonesia sejak zaman kolonial. Bonek memiliki banyak komunitas yang tersebar di Jawa Timur, luar Jawa Timur, luar pulau Jawa, bahkan hingga sampai luar negeri.
ANALISIS POLITIK IDENTITAS DALAM FILM KARTINI KARYA HANUNG BRAMANTYO Anata Reyustina Almaidah; Agus Machfud Fauzi
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan suatu masyarakat tidak pernah lepas dari yang namanya bingkai politik. Politik hadir sebagai suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh atau mempertahankan kekuasaan. Representasi kehidupan politik ini nampak pada berbagai media yang ada baik dalam media massa dan media cetak. Salah satu media yang seringkali digunakan untuk menampilkan suatu fenomena politik adalah film. Film bukan hanya sebuah tampilan yang memberikan hiburan semata tetapi juga sebagai media dalam menyampaikan suatu pesan kepada penontonnya melalui alur cerita yang ditampilkan. Salah satu tema yang sering ditampilkan dalam sebuah film adalah politik identitas. Tema ini nampak pada salah satu film Indonesia berjudul Kartini yang tayang pada tahun 2017, film ini bercerita tentang sosok inpiratif bernama Kartini yang memerjuangkan hak dari perempuan dan orang orang miskin. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang politik identitas yang ditampilkan dalam film Kartini dan makna dari politik identitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori politik identitas milik Abdillah (2002) yang menyatakan bahwa politik identitas adalah politik yang fokus pada kajian utama mengenai permasalahan yang berkaitan dengan perbedaan perbedaan yang didasarkan pada asumsi asumsi fisik. Penelitian ini menghasilkan suatu temuan bahwa politik identitas yang ada dalam film Kartini ini telah membangun identitas tentang budaya yang dimiliki Indonesia di mata dunia dan juga sosok Kartini yang berhasil mewujudkan cita citanya di tengah budaya patriarki yang kental.
PEMANFAATAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA BENTENG KEDUNG COWEK SEBAGAI PARIWISATA SEJARAH Agus Nur Rochman Suwargi; Dian Hariyanti; Siti Raisha Della Vega; Dinar Rizky Listyaputri
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The long history experienced by the Indonesian nation and various events ranging from the formation of the Kingdom to the Reformation have made historic buildings or relics found in almost all regions and cities in Indonesia. The city of Surabaya is one of the cities that has many well-known historical sites. The Surabaya City Government has made efforts to revitalize and improve various kinds of historical sites so they can become tourist attractions and cultural heritage sites. This aims to align the image of the city of Surabaya with the title “City of Heroes.” Even so, there are still historical buildings that are not maintained and seem abandoned, one of which is Fort Kedung Cowek. This fort, which is a legacy of the Dutch East Indies Government, has existed since 1900 and is also related to the 11 November Incident in Surabaya. Therefore, with this background and relatively high welfare values, the research aims to find the potential for the proper utilization of Fort Kedung Cowek as historical tourism in the city of Surabaya. The methods used in this research are the historical method and the descriptive qualitative method to obtain results or conclusions from the theme taken, namely the potential use of Fort Kedung Cowek as historical tourism.

Page 1 of 1 | Total Record : 4