cover
Contact Name
Mochammmad Achwan Baharuddin
Contact Email
mochammad.achwan.baharuddin@uingusdur.ac.id
Phone
+6285217224437
Journal Mail Official
aqwal@uingusdur.ac.id
Editorial Address
Jl. Pahlawan KM. 5, Rowolaku, Kajen, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Aqwal: Journal of Quran and Hadies Studies
ISSN : 27747980     EISSN : 29864585     DOI : 10.28918/aqwal
Aqwal: Journal of Quranic and Hadith Studies is a peer-reviewed (double-blind), open-access journal published biannualiy (Juni and Desember) by Ilmu Al-Qur’an-Tafsir (IAT) and Hadith (ILHA)Program, Faculty Ushuluddin, Adab and Da’wah, K.H Abdurrahman Wahid State Islamic University Pekalongan since 2020. Aqwal invites students, scholars and researchers to contribute the result of their studies and researches. This Journal is aims to Quranic and Hadith studies which covers original research and literatur review with various focus of linguistic (semantic, semiotic, stilistic qiroaat, nadhom), philosophy (hermeneutic), local wisdom studies, environment, gender, and others. This journal, serving as a forum for the study of Quranic and Hadith in Asian and other parts of the world within its local and challenging global context, supports focused Hadith studies of particular theme and multidisciplinary studies. Al-Aqwal has become a medium of exchange of ideas and research findings from various traditions.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2022)" : 7 Documents clear
Mubadalah dalam Hak Cerai: Interpretasi QS. an-Nisa Ayat 128-130 perspektif Nalar Keadilan Gender Khuzaimah, Matsna; Shinta Nurani
Aqwal: Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/aqwal.v3i1.5700

Abstract

Artikel ini membahas tentang keadilan gender dalam hak cerai dalam QS. an-Nisa ayat 128-130 perspektif mafhum mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penafsiran QS. an-Nisa ayat 128-130 menurut Faqihuddin Abdul Kodir dan konsep hak cerai dalam bingkai keadilan gender perspektif mafhum mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan Teori Interpretasi Hermenutika Jorge G Gracia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran QS. an-Nisa ayat 128-130 menurut Faqihuddin Abdul Kodir yaitu tentang berpalingnya suami dari sang istri (QS. an-Nisa: 128), berpoligami (QS. an-Nisa: 129), dan jalan meminta cerai (QS. an-Nisa: 130). Oleh sebab itu mafhum mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan gender. Dimana menurut beliau keadilan yang sebenarnya adalah menempatkan perempuan dan laki-laki pada hak mereka, tanpa menyakiti dirinya, anak dan juga keluarga disekitarnya. Sehaingga penafsirannya pada QS. an-Nisa ayat 128-130 sesuai dengan bingkai keadilan gender, yaitu menempatkan setiap orang pada haknya, tanpa menyakiti pihak lainnya.
Living Hadis Dalam Tradisi Tekuinan Di Masjid Al Munawar Kelurahan Kejambon Kota Tegal Safitri, Rahmahani Nur; Nurul Maisyal
Aqwal: Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/aqwal.v3i1.5773

Abstract

Maulid Nabi menjadi salah satu tradisi yang sangat berkembang pada masyarakat Indonesia. Hampir seluruh daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam tradisi perayaan Maulid Nabi. Peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah dilaksanakan setiap 12 Rabiul Awwal sebagai rasa syukur atas kelahiran Nabi. Namun, ada yang unik dari salah satu tradisi di Tegal yakni Tradisi Tekuinan. Tradisi ini bertujuan menyambut hari kelahiran Nabi, tetapi pelaksanaannya tidak pada tanggal 12 melainkan tanggal 8 Rabiul Awwal. Pada kenyataannya tradisi ini juga memiliki makna tersendiri bagi masyrakat dan ulama setempat. Selain itu tradisi ini juga merupakan salah satu bentuk Living Hadis karema pada dasarnya Tradisi ini diinspirasi dari sebuah syair dalam kitab Barzanji yang mana kitab ini banyak bersumber dari hadis. Dalam tulisan ini akan dibahas pemahaman masyarakat dan ulama terhadap tradisi tersebut dan juga hadis-hadis apa saja yang dihidupkan dalam Tradisi Tekuinan.
Human Ecological Roles and Tasks in The Quran PERAN DAN TUGAS EKOLOGIS MANUSIA DALAM AL-QUR’AN Karunia, M. Octa Puji; Kharirotul Badriyah
Aqwal: Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/aqwal.v3i1.5861

Abstract

Humans are people who have the authority to manage the earth. They should realize that protecting the environment is a part of several obligations to God. Unfortunately, some people assume that protecting the environment is not a part of worship like other mahdzhah’s worship. This assumption has a fatal impact on the balance of the environment, which it from year to year experiences significant environmental degradations. In other words, humans only want to cultivate the earth and then take advantages of it without wanting to make improvements or preserving the environment. This paper will discuss about the role and ecological tasks of humans which its patterns can be read in the verses of the Koran. The article focuses on discussing the verses with the keywords khalifah, khalaif, abdullah, and ista’amara. The method applied in this paper is the thematic interpretation method, in which the verses with the terms above become the main study. The verses will be analyzed from a historical perspective and then will be contextualized. The result of this research is producing relevant contextualizations. The conclusion of the ecological roles and ecological tasks of humans in the Quran is humans have two roles, both are khalifah and abdullah. The ecological task of humans is to prosper the earth together not individually.
Wawasan Ekologi Dalam Al-Quran (Kajian Tematis Ayat-Ayat Biah) Hidayah, Sani Asrofil; Hilyati Aulia
Aqwal: Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/aqwal.v3i1.5324

Abstract

Quran as a human guide book should not only discuss about divine themes, but also as a source of reference related to practical problems such as environment, especially how humans can know and understand well their environment in which they live until the concept of ideal biah can be realized. This paper will introduce elogical insight which its pattern can be read in some verses of Quran. This paper focuses on biah’s verses. The method that will be used in this paper is thematic interpretation method, in which biah’s verses are the main study, which will be analyzed from a historical perspective, therefore the moral idea behind the verses is taken and the values obtained are universal and relevant. This ecological insight is used as the basic for realizing the ideal biah for all human beings.
The Concept of al-Bay’ in The Qur’an Perspective with The Maudu’i Methodological Approach Konsep al-Bay’ dalam Perspektif al-Qur’an dengan Kajian Metode Maudu’i Syaichoni, Ahmad; Rifki Sahara
Aqwal: Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/aqwal.v3i1.5706

Abstract

Business transactions in the modern era require the use of technology and information. The sale and purchase contract is a familiar type of business transaction. Buying and selling has been practiced since ancient times. Nevertheless, modern development is taking place. All human transactions are governed by the Qur'an. Buying (al-bay') is one of the studies discussed in the Qur'an. The meaning and definition of al-bay' in the Qur'an differ from one letter to the next. This research reveals how the Qur'an views the concept of al-bay' in general. This study employed a maudu>'i> interpretation study approach in its library research. This maudu>'i interpretation study is used to explore data about al-bay' then explained based on the Koran's interpretation. The findings indicate that the word al-bay' in the Koran has two meanings. To begin, al-bay' discusses economic issues, particularly purchasing and selling transactions. So al-bay' is always associated with profit in worldly affairs. This is the meaning of al-bay', which is widely debated among Islamic economists. While eating al-bay', the second discusses the issue of ukhrawi life and faith. The meaning that emerges as a result of the modern world's conditions is that al-bay' is associated with the economic field. The truth is that economic conditions are rapidly changing, and one example is online buying transactions.
Qur’anic Immunity sebagai Pengobatan Islami di Keluarga Besar Ruqyah Aswaja Rizqi, Dwi Indah
Aqwal: Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/aqwal.v3i1.5813

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengobatan islami berbasis Al-Qur’an yang dilakukan di Keluarga Besar Ruqyah Aswaja. Masalah yang diteliti dalam artikel ini adalah bagaimana pengobatan islami yang dilakukan pada keluarga besar Ruqyah Aswaja denga pendekatan Qur’anic immunity. Tujuan dari tulisan ini untuk menjelaskan bahwasanya pengobatan islami tidak terbatas pada pengobatan rohani saja, tetapi juga dapat digunakan untuk pengobatan jasmani. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan pengambilan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Untuk menganalisis data tersebut, penulis meminjam tawaran Sam D Gill yakni fungsi informatif dan fungsi performatif. Hasil dari penelitian ini, terdapat dua tradisi ritual ruqyah KBRA dalam tinjauan Informatif-Performatif sebagaimana analisis yang dilakukan oleh Sam D Gill. Jika dilihat dari tinjauan fungsi informatif menunjukkan bahwa teks yang dihasilkan dari pemaknaan dan pemahaman melalui ijazahan, buku panduan, website maupun platform media sosial KBRA. Sementara fungsi performatif terdiri dari dua bentuk yaitu penyembuhan melalui dorongan spiritual dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan jual beli produk obat-obatan herbal.
Konsep Syifa Dalam Al Qur’an (Studi Komparatif Tafsir Al Ibriz dan Tafsir Al Azhar) Akhmad Yani, Nur Imam; Qomariyah
Aqwal: Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/aqwal.v3i1.5697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komparasi penafsiran K.H Bisri Mustofa dan K.H Malik Karim Amrullah dalam Al-Qur’an, serta bagaimana analisis konsep Syifa di dalam Al-Qur’an dengan berbeda pandangan menurut K.H Bisri Mustofa dan K.H Malik Karim Amrullah. Penelitian ini termasuk penelitian jenis kepustakaan dan pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan cara mencari kata Syifa dalam Al- Qur’an yang dijelaskan didalam kitab Tafsir Al-Ibriz karya K.H Bisri Mustofa dan Tafsir Al-Azhar karya K.H Malik Karim Amrullah. Selain itu, juga menganalisisnya antara kedua pendapat Tafsir tersebut. Metode Analisis data yang digunakan peneliti dengan cara muqoron menyesuaikan hasil penelitian dengan teori yang sudah dipaparkan kemudian data terseut dianalisis. Bedasarkan hasil analisis konsep Syifa didalam Al-Qur’an berdasarkan dua sudut pandang yang berbeda yaitu pada Tafsir Al-Azhar karya K.H Abdul Malik Karim Amrullah dan Tafsir Al- Ibriz Karya K.H Bisri Mustofa. Hasil dalam penelitian ini adalah Tafsir Al- Azhar lebih condong kepada tasawuf moderen sedangkan pada Tafsir Al- Ibriz memahami konsep Syifa dengan menghubungkan kepada kearifan lokal.

Page 1 of 1 | Total Record : 7