cover
Contact Name
I Kadek Widiantana
Contact Email
kadekwidiantana@gmail.com
Phone
+6285792165259
Journal Mail Official
ejournalkalangwan@gmail.com
Editorial Address
UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Jl. Ratna No.51, Tonja, Kec. Denpasar Utara Kota Denpasar, Bali 80237
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra
ISSN : 1979634X     EISSN : 26860252     DOI : https://doi.org/10.25078/kalangwan
Core Subject : Education,
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra merupakan jurnal ilmiah yang memiliki misi memperluas kajian bidang bahasa dan sastra daerah sebagai referensi dalam mewujudkan pendidikan bahasa dan sastra daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal Nusantara. Penguatan pendidikan bahasa dan sastra daerah penting untuk dioptimalkan, tidak hanya di lingkungan keluarga maupun pendidikan formal saja, tetapi juga melalui kajian-kajian ilmiah hasil penelitian maupun hasil pemikiran yang mengacu pada kaidah-kaidah ilmiah. Tujuannya adalah untuk menjadikan pendidikan bahasa dan sastra daerah sebagai landasan dalam mewujudkan masyarakat yang bermartabat, cerdas, humanis dan berwawasan multikultural.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2019)" : 5 Documents clear
MITOS PAN BALANG TAMAK DI DESA NONGAN KECAMATAN RENDANG KABUPATEN KARANGASEM: SASTRA LISAN Ni Komang Ari Pebriyani; I Nengah Duija; I Nyoman Subagia
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.349 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v9i1.1606

Abstract

The gap of Pan Balang Tamak character who was usually known by Balinese people in general happened in Nongan Village, Rendang Distric, Karangasem Regency. Beyond Pan Balang Tamak character precisely was respected by showing himself in the term of Balang Tamak temple in Nongan Village. The connection of Pan Balang Tamak myth with the folklore material in the village including the tradition which use janggi in the meeting, village rules, Pan Balang Tamak temple, Bale Pegat temple, Shrine in Subak Petian, and Karang Suung. There is a widening story then like Pan Balang Tamak myth according to the family of the landlord in Subak Petian area which connected with the family tree of Pasek Prateka and Pan Balang Tamak myth which connected with Rejang Buah dance and Baris Kumbang they arise as the result of the behavior of Pan Balang Tamak’ s daughters.
ANUGERAH KEPADA WAKTU DALAM TEKS KALA TATTWA I Gde Agus Darma Putra
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.978 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v9i1.1607

Abstract

Kala Tattwa adalah salah satu teks yang membicarakan perihal kelahiran Kala. Kala dalam pemahaman sosial religius, digambarkan sebagai sosok raksasa yang selalu kelaparan. Kala diyakini menelan segala sesuatu yang berada pada ruang dan waktu yang salah. Kewenangan itulah yang didapat oleh Kala sebagai salah satu anugerah dari orang tuanya. Sesungguhnya ada beberapa anugerah yang diberikan kepada Kala oleh Siwa dan Giri Putri. Anugerah itu dalam tulisan ini dibagi menjadi dua yakni anugerah yang diberikan secara khusus oleh Siwa, dan juga anugerah dari Giri Putri. Penting mengetahui anugerah itu untuk memetakan bagaimana sesungguhnya Kala dalam pandangan orang Bali. Beberapa anugerah yang diberikan oleh Bhatara Siwa kepada Kala di antaranya ialah keberhasilan, dapat menyusup ke dalam segala yang berpikir, boleh membunuh dan menghidupkan, dan berhak untuk tinggal di desa-desa tempat manusia hidup. Anugerah dari Giri Putri atau Durga adalah nama, aturan tentang yang boleh dan tidak boleh dimakan Kala, dapat memenuhi seluruh surga, sapta loka, dan sapta patala
AJARAN TAT TWAM ASI DALAM KAKAWIN AJI PALAYON Anak Agung Gede Wira Putra
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.029 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v9i1.1608

Abstract

Karya sastra sebagai ladang ajaran kehidupan dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali masih tetap ekisis keberadaannya pada era globalisasi saat ini yang akrab disebut sebagai zaman now. Salah satu jenis karya sastra Bali tradisional yang kaya akan ajaran susila, khususnya terkait Tat Twam Asi adalah kakawin Aji Palayon. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap ajaran Tat Twam Asi yang terdapat dalam karya sastra kakawin Aji Palayon dengan perangkat teori semiotik dan religi yang didukung oleh metode analisis isi dan deskriptif analisis. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa kakawin Aji Palayon merupakan karya sastra tradisional Bali berbentuk tembang yang menceritakan tentang perjalanan sang atman sejak baru meninggalkan badan kasar hingga sampai pada suarga loka. Dalam perjalanan sang atman juga dipenuhi oleh ajaran Tat Twam Asi, seperti yang terdapat pada Sargah 1, Bait ke 20 dan 22 serta pada Sargah 3, Bait ke 12, 21, 25, 28, 29, 30, 35, 36, dan 37. Pada dasarnya, kunci dari ajaran Tat Twam Asi yang terdapat pada kakawin Aji Palayon, yaitu cara terbaik untuk menghadapi rintangan adalah kita harus mempunyai kesadaran serta rasa memiliki, sehingga muncullah pengertian antara satu sama lain. Dengan pengertian tersebut, maka rintangan seberat apapun akan mudah untuk dilewati.
EKSISTENSI PENGAJARAN BAHASA BALI DALAM MENARIK MINAT SISWA DI SMK NEGERI 2 DENPASAR Ni Luh Putu Diah Widiastari
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.025 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v9i1.1609

Abstract

Pengetahuan merupakan hal terpenting dalam kehidupan, karena segala pengetahuan yang didapatkan tidak hanya dari lingkungan sekitar, pengetahuan bisa didapatkan dari pengalam dan kejadia-kejadian yang ada. Dari segala pengetahuan yang ada tidak akan lepas dari pendidikan, yang dimana dalam hal ini pendidikan dari orang tua kepada anak merupakan sebuah kewajiban, hanya saja banyak yang tidak menyadari bahwa orang tua sebenarnya merupakan guru yang pertama dan utama bagi anak-anaknya dalam membangun dan mendidik moralitas anak-anak. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap pengajaran bahasa Bali menjadi sebua media untuk menarik minat siswa dalam pelajaran bahasa Bali dengan perangkat teori behaviouristik, konstruktivisme dan motivasi yang didukung oleh metode deskriptif kualitatif. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Bali yang dianggap membosankan, menakutkan, dan kuno oleh siswa mampu berubah menjadi meyenangkan, gampang dimengerti dan bisa mengikuti zaman. Pada dasarnya, kunci dari kegiatan belajar mengajar adalah adanya saling dukung mendukung antara guru dan siswa, kemudian guru sebagai seorang pendidik mampu menejemen kelas dengan membuat pelajaran menjadi menyenangkan, inovatif dan kreatif sehingga diminati oleh siswanya. Eksistensi dari pengajaran yang dilakukan oleh guru dengan mengambil mata pelajaran bahasa Bali sangatlah bergantung kepada adanya desain pembelajaran dan media pembelajaran guna menarik minat siswa untuk belajar dan mengenal bahasa Bali sebagai bahasa ibu yang mereka miliki.
KAJIAN FILOLOGI DAN NILAI DALAM LONTAR TUTUR AJI SARASWATI Gek Diah Desi Sentana
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.743 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v9i1.1610

Abstract

Naskah Tutur Aji Saraswati menyatakan bahwa hidup adalah suatu proses yang berujung pada kematian yang tak mungkin terelakkan. Oleh sebab itu manusia diharapkan menjalani proses kehidupan (utpeti, stiti dan pralina) dengan benar. Berusaha mencapai kesadaran Tuhan dengan jalan Jnana (pengetahuan) dan tapa bratha. Hidup harus dijalankan berdasarkan petunjuk sastra agama agar menjadi berarti dan sejahtera.Untuk mewujudkan hidup yang sejahtera secara sekala dan niskala. Lontar Tutur Aji Saraswati digunakan untuk mengetahui aksara Bali yang terdapat dalam Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Dengan adanya kesamaan simbol tersebut, maka manusia harus menyadari bahwa apa yang mereka lalukan akan berdampak pada alam. Seperti halnya keberadaan lontar yang saat ini lebih banyak berupa salinan, maka kajian filologi dapat menjadi acuan untuk menemukan lontar mana yang mendekati aslinya maupun yang mudah dipahami.

Page 1 of 1 | Total Record : 5