cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jmei@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Jl. Raya Jatinangor Sumedang Jawa Barat, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Material dan Energi Indonesia
ISSN : 2087748X     EISSN : 25796054     DOI : https://doi.org/10.24198/jmei
Core Subject : Science,
Jurnal Material dan Energi Indonesia (JMEI) merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian yang mencakup kajian teoretik, simulasi dan modeling, eksperimen, rekayasa dan eksplorasi dalam bidang Material dan Energi. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Redaksi menerima naskah ilmiah hasil penelitian, pikiran dan pandangan, review, komunikasi singkat dalam bidang material dan energi. Petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan dan secara online. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bebestari dan disetujui oleh dewan editor.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 02 (2019)" : 5 Documents clear
PENGARUH PENYISIPAN ION BROMIDA TERHADAP SIFAT OPTIK DAN STRUKTUR KRISTAL LAPISAN TIPIS PEROVSKITE HALIDA CAMPURAN MAPbBrxI3-x KHAIRUL HABIBIE; NABILA ASY SYIFA; AYI BAHTIAR
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.746 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i2.26275

Abstract

Sel-surya hibrid organik-inorganik berbasis material perovskite metilammonium timbal iodida atau MAPbI3 sebagai material aktifnya telah berkembang sangat pesat. Saat ini efisiensi konversi sel-surya perovskite telah mencapai 23% untuk sel-surya perovskite murni dan 26% untuk tandem dengan sel-surya silikon. Namun, sel-surya perovskite belum bisa bersaing dengan sel-surya silikon karena masih rendahnya stabilitas material perovskite, terutama terhadap kelembaban, temperatur dan radiasi sinar UV. Perovskite MAPbI3 bersifat higroskopis yang mudah terurai menjadi material penyusunnya yaitu metilamonium iodid (MAI) dan timbal iodida (PbI2) yang bersifat isolator, sehingga menurunkan kinerja sel-surya. Oleh karena itu, studi peningkatan stabilitas material perovskite terutama terhadap kelembaban sangat penting untuk menghasilkan sel-surya perovskite yang stabil terhadap lingkungan. Dalam studi ini, telah dilakukan pembuatan lapisan tipis perovskite halida campuran, melalui penyisipan ion Bromida (Br) untuk mengganti beberapa ion iodida (I), sehingga menghasilkan perovskite halida campuran MAPbBrXI3-X.  Ion Bromida digunakan karena perovskite MAPbBr3 yang memiliki struktur kristal kubik lebih stabil terhadap kelembaban. Penyisipan ion Bromida divariasikan secara stoikiometri sebesar 0; 0,25; 0,5; 0,75 dan 3. Nilai x = 0 berarti MAPbI3, sedangkan x = 3 adalah MAPbBr3. Konsentrasi atomik ion Bromida secara stoikiometri sama dengan hasil pengukuran EDS. Hasil pengukuran UV-Vis menunjukkan bahwa ion Bromida mengurangi rentang panjang gelombang serapan cahaya atau meningkatkan energi bandgap. Sedangkan hasil pengukuran XRD menunjukkan bahwa terdapat pergeseran puncak difraksi dari struktur tetragonal menjadi kubik seiring dengan meningkatnya nilai x.  Oleh karena itu, struktur pseudo-tetragonal dapat diperoleh dengan mencampurkan ion Bromida ke dalam MAPbI3 untuk membentuk perovskite halida campuran MAPbBrXI3-X.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL TERHADAP KUALITAS TERMAL DAN MEKANIK BRIKET CAMPURAN ARANG SEKAM PADI DAN KULIT KOPI SRI SURYANINGSIH; PUSPITA MELATI ANGGRAENI; OTONG NURHILAL
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.729 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i2.26351

Abstract

Biomassa dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dengan mengolahnya menjadi briket. Sebagai bahan bakar padat, briket harus memenuhi kualitas yang diterima pasar diantaranya adalah memiliki kualitas termal dan mekanik yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel terhadap sifat mekanik dan laju pembakaran pada briket campuran dari bahan sekam padi dan kulit kopi. Metodologi penelitian meliputi karbonisasi bahan, penghalusan dan penyaringan bahan dengan variasi ukuran partikel 40 mesh, 60 mesh, dan 100 mesh. Kemudian pencetakan dan pengepresan briket dengan tekanan pembebanan tetap sebesar 75 kg. Dari hasil uji kualitas mekanik menunjukkan bahwa ukuran partikel mempengaruhi densitas, durabilitas dan kuat tekan briket. Ukuran partikel 100 mesh memberikan nilai densitas terbaik pada tekanan pembebanan 75 kg sebesar 598 g/cm³. Nilai durabilitas terbaik 98% dan nilai kekuatan tekan terbaik 1.937 kg/cm² diperoleh dengan menggunakan ukuran partikel 40 mesh. Pengaruh ukuran partikel terhadap karakteristik laju dan lama pembakaran menunjukkan bahwa semakin besar ukuran partikel maka laju pembakaran menurun, sehingga membutuhkan waktu pembakaran lebih lama. Hasil yang baik pada laju dan durasi pembakaran ditemukan pada sampel dengan ukuran partikel 40 mesh yang memiliki laju pembakaran 0,867 g/menit dan lama waktu pembakaran 60 menit
PENGARUH KONSENTRASI NAOH TERHADAP STRUKTUR, MORFOLOGI DAN SIFAT FOTOKATALIS ZNO TERDOPING AL ARIF BAGUS PRAKOSO; RESTI RAHAYU DWI AGUSTINI; ANNISA APRILIA; SRI SURYANINGSIH; LUSI SAFRIANI; AYI BAHTIAR
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3254.423 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i2.29711

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk umat manusia. Kebutuhan air adalah masalah penting karena jumlahnya yang semakin sedikit sedangkan pertumbuhan jumlah manusia yang terus meningkat. Beberapa metode penjernihan konvensional seringkali memberikan dampak samping yang tidak diharapkan, sehingga perlu alternatif pada proses penjernihan air, salah satunya berprinsip pada fotokatalitik. Sifat fotokatalitik dimiliki oleh berbagai bahan semikonduktor berbasis logam oksida, salah satunya seng oksida (ZnO). Untuk mengetahui sifat fotokatalitik Al-ZnO, khususnya pengaruh konsentrasi katalisator NaOH, penelitian ini dilakukan dengan produk hasil serbuk Al-ZnO. Proses sintesis Al-ZnO menggunakan metode sol-gel teknik refluks dengan prekursor dasar seng asetat dihidrat dan dopan alumunium. Variasi yang dilakukan adalah konsentrasi katalisator basa NaOH. Untuk mengetahui pengaruh NaOH terhadap Al-ZnO, beberapa karakterisasi telah dilakukan, diantaranya karakterisasi TEM, SEM, XRD, dan sifat-sifat optik. Karakterisasi TEM dan SEM menunjukkan seluruh sampel bermorfologi nanosphere dengan struktur kristal wurtzit heksagonal. Partikel Al-ZnO memiliki ukuran yang semakin besar untuk konsentrasi NaOH yang tinggi. Komposisi berupa gugus hidroksil lebih banyak muncul pada partikel Al-ZnO untuk konsentrasi NaOH yang tinggi. Pengaruh paling signifikan oleh katalisator NaOH adalah sifat optik berupa keberadaan defect state yang teramati melalui spektrum emisi fotoluminesen. Kemampuan fotokatalitik Al-ZnO diujikan pada larutan pewarna organik methylene blue. Hasil pengujian menunjukkan seluruh variasi memiliki kemampuan menguraikan methylene blue dalam kelajuan yang berbeda. Variasi 0,30 M NaOH (dalam 23 mL) memiliki kelajuan tertinggi karena puncak emisi fotoluminesen yang rendah dan ukuran partikel rata-rata yang kecil
ANALISIS VARIABILITAS CURAH HUJAN DAN SUHU UDARA DI TANJUNGPINANG DIANA CAHAYA SIREGAR
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.054 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i2.23834

Abstract

Perubahan iklim merupakan fenomena yang telah terjadi dan akan terus berlangsung dimana dampaknya sudah dirasakan. Pemanasan global menyebabkan peningkatan suhu udara yang berdampak terhadap perubahan iklim melalui perubahan sirkulasi umum dari atmosfer dan hidrologi di bumi. Penelitian ini mengkaji pola distribusi curah hujan dan suhu udara untuk melihat variabilitas iklim di Tanjungpinang. Data yang digunakan adalah data harian periode 1981-2018 untuk parameter: curah hujan, suhu udara maksimum, suhu udara minimum, dan suhu udara rata-rata harian dari Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. Data diolah menggunakan RClimDex yang dijalankan dengan Software R dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukan curah hujan di Tanjungpinang memiliki perubahan nilai secara fluktuatif setiap periodenya dimana terdapat pergesaran dan perubahan jumlah bulan basah dan bulan kering. Suhu udara di Tanjungpinang juga mengalami perubahan dimana tren nilai anomali suhu udara berkisar -0.6 oChingga 1.4 oC. Perubahan pola suhu udara merupakan dampak lain yang ditimbulkan oleh pemanasan global.
EVALUASI KINERJA PROSES PENGERINGAN DI PABRIK TEH PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII DAYEUH MANGGUNG YANTI SUPRIANTI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.052 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i2.24132

Abstract

Proses pengeringan teh merupakan proses yang memakan energi terbesar dari seluruh proses produksi teh, sekitar 84,36% dari total energi, yang alokasinya terutama digunakan untuk proses pemanasan. Operasi mesin pengeringan ini berkaitan erat dengan pengelolaan pasokan panas yang harus terjaga dalam alat pengering agar produk dihasilkan dalam kondisi yang baik dengan pasokan energi yang optimal. Untuk itu, kondisi kinerja mesin pengering harus dipantau agar selalu dalam kondisi prima dan sesuai dengan standar. Mesin pengering PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Unit Dayeuh Manggung adalah tipe two stage dryer. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kinerja mesin pengering teh di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Unit Dayeuh Manggung adalah sebagai berikut: efisiensi zona pengeringan = 34,35%, efisiensi sistem pengeringan = 10,53%, dan intensitas konsumsi energi alat pengering = 33,24 MJ/kg daun teh kering. Hasil ini menunjukkan konsumsi energi di mesin pengering teh terbilang boros dengan efisiensi di bawah benchmark dengan industri yang berteknologi sama. Kata kunci: teh, energi, pengeringan, kinerja, efisiensi, intensitas

Page 1 of 1 | Total Record : 5