JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED
Jurnal Handayani memuat artikel-artikel yang berkaitan dengan bidang pendidikan, pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal disingkat Handayani JH, dikelola oleh program studi pendidikan guru sekolah dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan. JH diterbitkan sebagai wadah untuk memfasilitasi Dosen, Guru, Praktisi Pendidikan, Peneliti, dan Mahasiswa dalam mempublikasikan hasil pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam penerbitan jurnal, terdapat proses review yang dilakukan oleh manajemen, reviewer, dan tim editor. Diterbitkan dua kali dalam setahun dalam bentuk cetak dan elektronik oleh program studi PGSD FIP UNIMED. Agenda Jurnal Handayani menjadi peran penting bagi PGSD FIP UNIMED, dalam mendorong inovasi pendidikan yang harmonis yang dapat memberikan jawaban atas berbagai persoalan regional, nasional dan global. Sesuai dengan kapasitasnya dan berpijak pada kepentingan nasional, jurnal ini diterbitkan sebagai wadah yang memfasilitasi komunitas Handayani khususnya Guru Besar Prodi PGSD FIP UNIMED untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL"
:
15 Documents
clear
PENINGKATAN PENGENDALIAN MARAH SISWA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS VIII-K SMP NEGERI 23 MEDAN
SAURMA SINAGA
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.78 KB)
|
DOI: 10.24114/jh.v2i2.2037
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah teknik Sosiodrama melalui bimbingan kelompok dapat meningkatan pengendalian marah pada Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama dapat meningkatkan pengendalian marah pada siswa. Subjek dalam penelitian siswa kelas VIII-K SMAP Negeri 23 Medan T.P 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah PTK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Data test awal (pre-test) siklus I diperoleh rata-rata 36,93 sedangkan setelah pemberian bimbingan kelompok teknik sosiodrama ( post-test ) Siklus I diperoleh rata-rata 53,35 artinya rata-rata siswa setelah mendapat layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama lebih tinggi daripada sebelum mendapat layanan (53,35> ), artinya ada peningkatan kemampuan mengelola emosi siswa di kelas XII IPS 3 Tahun Ajaran 2012/2013. Tetapi peningkatan yang terjadi belum signifikan. Ada kelemahan yang terjadi pada siklus I, jadi peneliti melakukan perbaikan di Siklus II. Pada siklus II diperoleh rata-rata (pre-test ) siklus II 68,209 dan pada post-tes Siklus II diperoleh rata-rata 101,79. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dengan melakukan perbaikan layanan bimbingan pada siklus 2 maka bimbingan kelompok sosiodrama dapat meningkatkan pengendalian marah siswa kelas VIII-K SMP Negeri 23 Medan. Kata kunci : Pengendalian marah, bimbingan kelompok, teknik sosiodrama
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF DALAM MENGURANGI KECEMASAN SOSIAL SISWA KELAS VII-A DI SMP NEGERI 23 MEDAN T.P 2013/2014”
RAHMADIATI .
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.485 KB)
|
DOI: 10.24114/jh.v2i2.2043
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana mereduksi kecemasan sosial siswa kelas VII-A SMP Negeri 23 Medan Tahun Pelajaran 2013/2014 setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif? Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui penurunan kecemasan sosial siswa kelas VII-A di SMP Negeri 23 Medan Tahun Pelajaran 2013/2014. Subjek dalam penelitian ini 27 siswa kelas VII-A SMP Negeri 23 Medan Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah PTK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Data test awal ( pre-test ) siklus I diperoleh rata-rata sedangkan setelah pemberian bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif ( post-test ) Siklus I diperoleh rata-rata , artinya rata-rata siswa setelah mendapat layanan bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif lebih rendah daripada sebelum mendapat ( > ), artinya ada penurunan kecemasan sosial siswa Tahun Ajaran 2013/2014. Tetapi penurunan yang terjadi belum signifikan. Ada kelemahan yang terjadi pada siklus I, jadi peneliti melakukan Siklus II. Pada siklus II diperoleh rata-rata ( pre-test ) siklus II 45,14 dan pada post-tes Siklus II diperoleh rata-rata 31,81. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif mengurangi kecemasan sosial siswa kelas VII-A di SMP Negeri 23 Medan T.P 2013/2014. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana mereduksi kecemasan sosial siswa kelas VII-A SMP Negeri 23 Medan Tahun Pelajaran 2013/2014 setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif? Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui penurunan kecemasan sosial siswa kelas VII-A di SMP Negeri 23 Medan Tahun Pelajaran 2013/2014. Subjek dalam penelitian ini 27 siswa kelas VII-A SMP Negeri 23 Medan Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah PTK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Data test awal ( pre-test ) siklus I diperoleh rata-rata Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana mereduksi kecemasan sosial siswa kelas VII-A SMP Negeri 23 Medan Tahun Pelajaran 2013/2014 setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif? Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui penurunan kecemasan sosial siswa kelas VII-A di SMP Negeri 23 Medan Tahun Pelajaran 2013/2014. Subjek dalam penelitian ini 27 siswa kelas VII-A SMP Negeri 23 Medan Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah PTK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Data test awal ( pre-test ) siklus I diperoleh rata-rata sedangkan setelah pemberian bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif ( post-test ) Siklus I diperoleh rata-rata , artinya rata-rata siswa setelah mendapat layanan bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif lebih rendah daripada sebelum mendapat ( > ), artinya ada penurunan kecemasan sosial siswa Tahun Ajaran 2013/2014. Tetapi penurunan yang terjadi belum signifikan. Ada kelemahan yang terjadi pada siklus I, jadi peneliti melakukan Siklus II. Pada siklus II diperoleh rata-rata ( pre-test ) siklus II 45,14 dan pada post-tes Siklus II diperoleh rata-rata 31,81. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif mengurangi kecemasan sosial siswa kelas VII-A di SMP Negeri 23 Medan T.P 2013/2014. sedangkan setelah pemberian bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif ( post-test ) Siklus I diperoleh rata-rata , artinya rata-rata siswa setelah mendapat layanan bimbingan kelompok teknik reskontrukturisasi kognitif lebih rendah daripada sebelum mendapat ( >
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS VIII-1 SMP NEGERI 4 MEDAN
JURIAH SIREGAR
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.213 KB)
|
DOI: 10.24114/jh.v2i2.2033
Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas dan prestasi belajar siswa saat bekerja dalam kelompok dikelas pada mata pelajaran IPS Terpadu dengan metode diskusi di kelas VIII-1 SMP N 4 Medan. Awal KBM dilakukan tes hasil belajar (Pretes), dengan data rata-rata 23,6 hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata siswa jarang membaca buku sebelum pembelajaran disekolah. Kemudian dilanjutkan KBM, akhir KBM ke II dan KBM ke IV dilakukan tes hasil belajar Postes I dan Postes II hasilnya masing-masing menunjukkan 72,8 dan 85,0. Melihat data tersebut ada perubahan dan perubahan tersebut akibat tindakan guru selama KBM pada Siklus II. Walaupun hasil belajar siswa tuntas tapi data tersebut tuntas minimum ini akibat siswa belum terbiasa belajar saling membantu. Selama KBM siswa kelihatan lebih tertarik terhadap mata pelajaran dan keingintahuannya sedikit lebih tinggi yang mengindikasikan bahwa ketertarikan siswa terhadap pelajaran karena keingintahuannya. Ini merupakan efek dari metode diskusi yang cukup menumbuhkan sikap ingin tahu dan minat terhadap pelajaran. Kata kunci : Metode Diskusi, Hasil Belajar
METODE PENUGASAN DALAM MENINGKATKAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BUDAYA MEDAN T.P 2013/2014
ARNITA .
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.351 KB)
|
DOI: 10.24114/jh.v2i2.2040
Pada anak usia dini ada beberapa aspek perkembangan yang harus di stimulus, salah satunya adalah perkembangan kognitif. Kognitif adalah suatu proses berpikir. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan (inteligensi) seseorang. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak yaitu melalui metode penugasan. Melalui metode penugasan anak semakin terampil mengerjakan, semakin lancar, semakin terarah ke pencapaian tujuan pembelajaran.Permasalahan pada penelitian ini adalah kurangnya kemampuan anak dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan guru.Sebagian besar anak masih belum dapat mengenal angka, huruf dan warna dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kognitif anak usia 5-6 tahun melalui metode penugasan di TK Budaya Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelas B yang berjumlah 15 orang anak. Proses penelitian dilakukan melalui 2 siklus. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi.Hasil observasi dan refleksi pada siklus I setelah melaksanakan metode penugasan dalam proses pembelajaran maka diketahui bahwa peningkatan kognitif anak yaitu: dari 15 anak, yang memiliki kemampuan kognitif kurang baik ada 3 orang anak (20%), kemampuan kognitif cukup baik ada 5 orang anak (33%) dan yang memiliki kemampuan kognitif baik ada 7 orang anak (47%). Dari hasil observasi tersebut dapat diketahui bahwa perlu dilakukan pembelajaran melalui metode penugasan yang lebih baik pada siklus II. Pada siklus II setelah dilakukan perbaikan cara penyampaian pembelajaran dalam metode penugasan, maka diketahui bahwa peningkatan kognitif anak meningkat yaitu anak yang memiliki kemampuan kognitif baik sekali ada 4 orang anak (27%), anak yang memiliki kemampuan kognitif baik ada 9 orang anak (60%), dan anak yang memiliki kemampuan kognitif cukup baik ada 2 orang anak (13%). Kata Kunci : Metode Penugasan, Kognitif
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA DI KELAS VII-1 SMP NEGERI 4 MEDAN T.P 2013/2014
LINDA PURBA
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (643.803 KB)
|
DOI: 10.24114/jh.v2i2.2044
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tutor Sebaya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII-2 semester Ganjil SMP N 4 Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini diambil di kelas VII-1 SMP N 4 Medan dengan jumlah siswa 30 siswa. Model Pembelajaran Kooperatif Tutor Sebaya memiliki dampak positif dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (27%), siklus II (86,7%) dan aktivitas siswa yang semakin meningkat. Pada siklus I, aktivitas siswa yang paling dominan yaitu menulis/membaca yaitu 42% dan mengalami penurunan menjadi 18%. Aktivitas mengerjakan LKS meningkat dari 30% menjadi 31%, bertanya kepada teman meningkat dari 16% menjadi 40%, bertanya kepada guru menurun dari 9% menjadi 7% dan aktivitas yang tidak relevan dengan KBM mengalami penurunan dari 7% menjadi 3,50%. Sebelum dilaksanakan KBM Siklus I, maka peneliti memberikan tes hasil belajar sebagai Pretes dengan hasil rata-rata 42,1 dengan nilai tertingi 67 dan nilai terendah 25. Peningkatan hasil belajar siswa dari Formatif I dan II menunjukkan rata-rata dari 61,7 menjadi 86,7. Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe Tutor Sebaya , Hasil Belajar
METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NASRANI 4 MEDAN T.P 2013/2014
MASNIWATY BR GINTING
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.196 KB)
|
DOI: 10.24114/jh.v2i2.2034
Perkembangan motorik halus anak sangat diperlukan. Salah satu cara untuk meningkatkan motorik halus anak yaitu dengan metode demonstrasi,dimana dalam meningkatkan kemampuan motorik halus cenderung melibatkan langsung anak didik melalui metode demonstrasi yang diharapkan dapat mempengaruhi perkembangan motorik halus anak usia dini.Permasalahan pada penelitian ini adalah :1) Adanya ketidaklancaran dalam proses pembelajaran karena tidak sesuai dengan yang diharapkan, 2) Media pembelajaran sudah sering digunakan dan tidak menarik lagi bagi anak, 3) Strategi pembelajaran yang belum tepat dalam meningkatkan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui metode demonstrasi di TK Nasrani 4 Medan. Hasil observasi dan refleksi pada siklus I setelah melaksanakan metode demonstrasi dalam proses pembelajaran maka diketahui bahwa peningkatan motorik halus anak yaitu: 5 orang anak (33%) yang memiliki motorik halus pada kriteria baik , sementara 10 orang anak (67%) masih pada kriteria cukup baik. Dari hasil observasi tersebut dapat diketahui bahwa perlu dilakukan pembelajaran melalui metode demonstrasi yang lebih baik pada siklus II. Pada siklus II setelah dilakukan perbaikan cara penyampaian pembelajaran dalam metode demonstrasi, maka diketahui bahwa peningkatanmotorik halus anak meningkat yaitu anak yang memiliki motorik halus pada kriteria baik sekali ada 6 orang anak (40%), pada kriteria baik ada 7 orang anak (47%) dan 2 orang anak lagi (13%) pada kriteria cukup baik. Nilai rata-rata motorik halus anak yaitu 76,93.Pada siklus ini kemampuan klasikal anak sudah tercapai yaitu sebesar 87%. Kata Kunci : Metode Demonstrasi, Motorik Halus
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPA DENGAN MATERI POKOK SISTEM EKSKRESI DI KELAS IX-7 SMP NEGERI 4 MEDAN
ERAWATI SIMBOLON
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.87 KB)
|
DOI: 10.24114/jh.v2i2.2039
Penelitian ini merupakan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga sebagai upaya meningkatkan aktivitas yang juga akan mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran Desain IPA. Pembelajaran menggunakan alat peraga dilaksanakan dalam penelitian tindakan kelas selama dua siklus dengan dua kali pertemuan (KBM) setiap siklusnya. Sehingga data dalam penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa setelah menerapkan metode penugasan, dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IX-7 SMP N 4 Medan, semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 siswa. Data aktivitas diperoleh dari pengamatan siswa tiap siklus, data hasil belajar diperoleh dari tes setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Data aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus I antara lain menulis/membaca (46%), bekerja (27 %), bertanya sesama teman (11%), bertanya kepada guru (8%), dan yang tidak relevan dengan KBM (10%). Data aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus II antara lain menulis/membaca (19%), bekerja (57%), bertanya sesama teman (18%), bertanya kepada guru (5%), dan yang tidak relevan dengan KBM (2%); 2) Dengan menggunakan metode penugasan diperoleh hasil belajar siswa dari siklus ke siklus berikutnya mengalami peningkatan. Pada siklus I menunjukkan tuntas individunya sebanyak 18 orang dengan tuntas kelas sebesar 60%. Pada siklus II menunjukkan tuntas individu 28 orang dengan tuntas kelas sebesar 93%. Hasil belajar siswa dengan menggunakan alat peraga pada Formatif I dan Formatif II menunjukkan 70 dan 91,33. Kata Kunci: Aktivitas, Alat Peraga, Sistem Ekskresi
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SD MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED
ANDRI KRISTIANTO SITANGGANG
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (121.412 KB)
|
DOI: 10.24114/jh.v2i2.2029
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika yang menerapkan pendekatan open-ended dengan pembelajaran biasa pada siswa Kelas VI SD St.Thomas 4 Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VI SD St.Thomas 4 Medan Tahun Ajaran 2009/2010. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VI, dipilih secara acak dua kelas SD St.Thomas 4 Medan. Kriteria pengujian hipotesisi adalah : Ha diterima jika , dimana diperoleh dari daftar distribusi t dengan dk = () dengan peluang dan taraf nyata = 0,05. Untuk harga thitung lainnya Ho ditolak. Hasil analisis dari data gain kelas Open-Ended dengan kelas Konvensional dengan menggunakan uji t, diperoleh harga thit = 4,32 harga ttabel = pada dk =78 dan taraf signifikansi a = 0,05 diperoleh ttabel = 1,667, ternyata thit > ttabel maka Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika yang diajar dengan pembelajaran Open-Ended dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci : Open-Ended, pemecahan masalah
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DI KELAS VIII-10 SMP NEGERI 4 MEDAN T.P 2013/2014
BERTHA LUBIS
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.95 KB)
|
DOI: 10.24114/jh.v2i2.2045
Penelitian ini menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) sebagai upaya meningkatkan aktivitas yang juga akan mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penerapan model dilaksanakan dalam penelitian tindakan kelas selama dua siklus dengan dua kali pertemuan (KBM) setiap siklusnya. Sehingga data dalam penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC), dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-10 SMP N 4 Medan semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 34 siswa. Data aktivitas diperoleh dari pengamatan siswa tiap siklus, data hasil belajar diperoleh dari tes setiap akhir siklus.Hasil penelitian menunjukkan; 1) Aktivitas belajar siswa pada mata Bahasa Indonesia dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) pada siklus I aktivitas membaca dan menulis sebesar 42%, mengerjakan LKS 30%, bertanya pada teman 15%, bertanya pada guru 4%, yang tidak relevan sebanyak 9%. Sedangkan pada siklus II aktivitas membaca dan menulis sebesar 22%, mengerjakan LKS 49%, bertanya pada teman 21%, bertanya pada guru 6%, yang tidak relevan sebanyak 2%; 2)Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) pada siklus I mencapai rata-rata 71 dengan ketuntasan klasikal 58,8% dan siklus II mencapai 86,6 dengan ketuntasan klasikal 91%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaranBahasa Indonesia penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) terbukti mampu meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII-10 SMP Negeri 4 Medan sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan dalam kurikulum. Kata Kunci: Hasil Belajar, Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)
PENINGKATAN HASIL SISWA PADA MATERI POKOK KONSTITUSI DENGAN MENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) DI KELAS VIII-4 SMP NEGERI 3 BERASTAGI
NATALKITA BR GINTING BR GINTING
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.403 KB)
|
DOI: 10.24114/jh.v2i2.2035
Penelitian ini menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe goup investigation sebagai upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa. Penerapan model dilaksanakan dalam penelitian tindakan selama dua siklus dengan dua kali pertemuan (KBM) setiap siklusnnya. Sehingga data dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, dan pengelolaan pembelajaran guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe GI. Dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 3 Brastagi, semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 39 siswa. Data aktivitas diperoleh dari pengamatan siswa tiap siklus, data hasil belajar diperoleh dari tes setiap akhir siklus, dan data respon siswa diperoleh melalui angket diakhir siklus II. Hasil penelitian menunjukkan;(a) Data aktivitas siswa menurut pengamatan pengamat pada Siklus I antara lain menulis dan membaca (45%), bekerja (23%), bertanya sesama teman (11%), bertanya kepada guru (8%), dan yang tidak relevan dengan KBM (14%). (b) Data aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus II antara lain menulis dan membaca (25%), bekerja (47%), bertanya sesama teman (15%), bertanya kepada guru (9%), dan yang tidak relevan dengan KBM (4%). Sehingga pembelajaran berhasil memperbaiki aktivitas belajar siswa dalam dua siklus. (b)Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan ketuntasan pembelajaran siswa, terbukti dari hasil tes siswa ketuntasan pembelajaran siswa. Pada Siklus I rata-rata nilai tes 85 dengan ketuntasan pembelajaran sebesar 51,2% dan pada Siklus II rata-rata nilai tes 97 dengan ketuntasan pembelajaran naik menjadi 89,7%, sehingga berhasil memberikan ketuntasan hasil belajar secara klasikal. Kata Kunci ; Model GI, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar