cover
Contact Name
Ema Aenun Najib
Contact Email
mynameisnajib20@gmail.com
Phone
+6281578126825
Journal Mail Official
hikami@stkq.alhikamdepok.ac.id
Editorial Address
Jl. H. Amat no. 21, RT 06 RW 01 Kukusan - Beji - Depok - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir
ISSN : 29864771     EISSN : 28097262     DOI : 10.59622
HIKAMI adalah jurnal program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Jurnal ini ditujukan bagi para pembaca, peneliti, dan pengkaji yang ingin mendalami, memahami, dan mengamalkan seputar kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Beberapa artikel yang dimuat di dalamnya merupakan hasil penelitian dan artikel para ulama Al-Quran dan Tafsir. Secara khusus, jurnal ini membahas: Pertama Tafsir Al-Quran Nusantara Kedua Ad-Dakhil fi Tafsir Ketiga Ilmu Al-Quran Keempat Living Quran Kelima Kajian Al-Quran Klasik, Pertengahan, dan Kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023): JUNE" : 6 Documents clear
Rekonstruksi Penafsiran Ayat-Ayat Radikalisme Perspektif Tafsir Al-Marâghî Dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân Maksum Haufi Hubaeib; Muhammad Yusron Shidqi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 1 (2023): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i1.81

Abstract

Ayat-ayat al-Qur’an yang tidak dipahami tafsirnya menurut pemahaman dan metodologi ulama tafsir dapat menghasilkan pemahaman ayat yang keliru dan berdampak pula kepada output berupa pengamalan ayat yang keliru. Contoh paling tepat dewasa ini adalah tindakan dan aksi terorisme yang dilandasi oleh pemahaman agama yang kaku dan radikal sebagai akibat dari memahami ayat secara tekstual dan tidak merujuk kepada pemahaman dan manhaj tafsir para ulama.Penelitian ini membahas sejumlah penafsiran ayat al-Qur’an berdasarkan pemahaman dua tafsir saja, yaitu Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi, dan Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an karya Sayyid Quthb. Dua mufassir yang sama-sama hidup di Mesir, di masa yang tidak terpaut jauh, namun keduanya memiliki sikap yang berbeda dalam beberapa hal. Inilah yang membedakan penelitian ini dengan penilitan-penelitian sebelumnya. Di sini, penulis mengelaborasi ayat-ayat terkait tema radikalisme. Penulis membatasi beberapa ayat yang berhubungan dengan tema tersebut, yaiitu ayat-ayat hakimiyah, ayat jihad, dan ayat qital. Disamping merujuk kedua tafsir di atas, penulis juga merujuk beberapa tafsir lain sebagai pembanding dan pendukung.Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa penerapan hukum yang tidak bertentangan dengan esensi hukum yang terdapat dalam al-Qur’an tidaklah mengantarkan pelakunya ke dalam kekafiran selama tidak ada pengingkaran dalam hatinya. Selain itu, term-term jihad dalam al-Qur’an memiliki cakupan makna yang sangat luas, sehingga tidak tepat jika kemudian makna jihad itu dibatasi hanya pada makna berperang. Demikian juga makna qital dalam al-Qur’an memiliki konteks yang tidak dapat diterapkan dalam situasi yang tidak memenuhi ketentuan yang memaksa umat Islam untuk melakukan peperangan (qital).
Fenomena Insecure pada Remaja Milenial Perspektif Al-Qur’an Muhammad Syahdat; Subur Wijaya
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 1 (2023): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i1.80

Abstract

Jurnal ini menyimpulkan bahwa fenomena insecure pada remaja milenial dalam Al-Qur’an merupakan fenomena takut dan malu yang dirasakan seseorang untuk melatih qalb dalam Jurnal ini menyimpulkan bahwa fenomena insecure pada remaja milenial dalam Al-Qur’an merupakan fenomena takut dan malu yang dirasakan seseorang untuk melatih qalb dalam menjaga sikap di kehidupan sehari-hari, yang diistilahkan oleh Al-Qur’an dengan khauf dan haya>’. Hal tersebut dapat direalisasikan dengan beberasa solusi, di antaranya dengan mengingat Allah, meneguhkan keimanan, memperbaiki hubungan dengan Allah, manusia dan lingkungan, serta senantiasa mensyukuri segala pemberian Allah. Penelitian fenomena insecure pada remaja milenial ini menemukan poin-poin solusi dalam mengatasi insecure yang kemudian penulis mencoba tawarkan gagasan baru untuk mendukung dan mengembangkan poin-poin tersebut, yaitu ayat-ayat yang relevan dengan: 1) Kepercayaana Terhadap Diri Sendiri, 2) Penerimaan Diri, 3) Pengharapan Terhadap Rahmat Allah, dan 4) Hubungan Antara Diri dan Allah SWT. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis riset studi kepustakaan, ayat-ayat Al-Qur’an, publikasi berbentuk hasil penelitian, buku terkait insecure, jurnal dan artikel. Sedangkan metode penafsiran yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhu>’i (tematik).  
Formulasi Metode Tafsir Ahkam: Studi Kasus Perubahan Hukum di Masa Pandemi Fahmi Ahmad Jawwas; Muhammad Hariyadi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 1 (2023): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i1.84

Abstract

Dalam menyelami isi kandungan Al-Qur’an, aneka pendekatan, metode, dan corak penafsiran bisa diterapkan, diantaranya adalah dengan corak tafsir ayat al-ahkam (tafsir ayat-ayat hukum), di mana mufassir menitikberatkan analisisnya pada ayat-ayat Al-Quran yang berorientasi kepada pembahasan ayat-ayat hukum. Penelitian ini berjudul "FORMULASI METODE TAFSIR AHKAM (Studi Kasus Perubahan Hukum di Masa Pandemi)". Dalam penelitian ini, penulis mencoba merumuskan formulasi metode tafsir ahkam yang dapat dijadikan sebagai acuan aplikasi penyelesaian kasus perubahan hukum di masa pandemi dan masa-masa bencana skala nasional dan skala internasional. Formulasi tersebut penulis susun dalam 11 langkah, yaitu: pertama, mengeksplorasi ayat-ayat darurat al-Quran dan riwayat-riwayat Nabi Saw, sahabat dan tâbiîn yang berhubungan dengan kondisi darurat dan kaitannya dengan pandemi; ke dua, nuzul ayat-ayat darurat; ke tiga, munasabah ayat yang berhubungan dengan ayat darurat; ke empat, makna ijmâlî ayat darurat; ke lima, penjelasan linguistik ayat darurat; ke enam, perspektif ahli tafsir tentang ayat darurat dalam al-Quran; ke tujuh, fleksibilitas hukum Islam pada kasus perubahan hukum di masa pandemi; ke delapan, tarjīh ijtihad ulama dan penerapan ijtihad kolektif (jamâ’î); ke sembilan, harmonisasi ulama dan umarâ dalam menghadapi pandemi; ke sepuluh, loyalitas atas kebijakan pemerintah; ke sebelas, kesan moral (aksiologi) atau hikmah at-tasyrî’ ayat darurat. Setelah melakukan tinjauan serta analisis sebagai penulis paparkan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa satu-satunya ayat yang merupakan dalil yang independen yang berdiri sendiri dan mampu merubah status hukum yang wajib menjadi tidak wajib, dan yang haram menjadi halal, semua itu bisa ditemukan dalam kajian tafsir ahkam ayat darurat. 
Implementasi Metode Pemberian Sanad Al-Qur’an di Pondok Pesantren An-Nur Litahfizil Qur’an Kabupaten Bogor Muhammad Fardani; Hamzah Hamzah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 1 (2023): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i1.75

Abstract

Penelitian ini merupakan Field Research (penelitian lapangan) yang disajikan secara deskriptif. Data yang terkumpul akan diadakan penganalisaan dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui implementasi metode pemberian sanad Al-Qur’an di pondok pesantren An-nur Bogor. Saat ini, kajian tentang sanad kurang mendapatkan perhatian. Akibatnya, sanad menjadi kurang populer di kalangan umat Islam khususnya umat Islam di Indonesia. Hanya sebagian kalangan saja yang memahami hal ini, yaitu kalangan pesantren. Di Indonesia terdapat beberapa pesantren yang masih menghidupkan tradisi pemberian sanad Al-Qur’an, salah satunya adalah Pondok Pesantren An-nur Litahfidzil Qur’an Bogor. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana implementasi pemberian sanad Al-Qur’an di pesantren tersebut. Implementasi metode pemberian sanad Al-Qur’an di Pondok Pesantren An-nur Litahfidzil Qur’an Bogor diterapkan secara resmi pada tahun 2011. Ustadz Fathurrahman dalam memberikan sanad Al-Qur’an kepada santri beliau menerapkan metode yang sama dengan yang diajarkan oleh gurunya
Melacak Siapa Orang Pertama yang Memiliki Ide Memberi Tanda Baca pada Mushaf Al-Qur'an Muhaimin Zen
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 1 (2023): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i1.82

Abstract

Artikel ini membahas mengenai peran para tokoh muslim sebagai peletak dasar pertama tanda baca Mushaf Al-Qur’an. Adanya ide ini lahir karena pada abad 6-7 Masehi banyak orang non Arab yang masuk Islam pada mulanya tidak mengetahui bahasa Arab kesulitan dalam membaca al-Qur’an. Karena tidak ada tanda baca dan harakat apapun di dalamnya, sehingga terjadi banyak kekeliruan dalam membaca al-Quran. Untuk mengatasi hal tersebut, maka mulailah beberapa tokoh muslim berinisiatif membuat tanda baca bagi Mushaf Al-Qur’an.Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Penulis mengumpulkan data dari berbagai buku dan kitab-kitab sebagai referensi. Simpulan yang diperoleh dari penelitian bahwa orang pertama yang memberikan tanda titik untuk membedakan harakat (Nuqath al-I’rob) adalah Abu Aswad ad-Duali. Yahya bin Ya’mur bin Nashr bin Ashim menjadi penggagas adanya titik pembeda antar huruf (Nuqath al-I’jam). Sedangkan Khalil bin Ahmad al-Farahidi menjadi tokoh pertama yang memberikan harakat (Syakal). 
Perilaku Perundungan (Bullying) dan Dampaknya dalam Pandangan Al-Qur’an Muhammad Hanif Amar; Adib Minanul Cholik
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 4, No 1 (2023): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v4i1.76

Abstract

Para mufassir memiliki pendapat yang selaras tentang tindakan perilaku bullying yang dilarang dalam al-Qur’an berdasarkan penafsirannya. Hal itu tampak dari penafsiran ketiga mufassir yang melarang melakukan bullying baik itu mengejek, menghina, mencela, mengolok-olok atau memanggil dengan julukan yang buruk. Maka peneliti mengangkat tema “Perilaku Bullying dan Dampaknya dalam Al-Qur’an” yang tema ini didasarkan pada ketiga ayat yang terkait, di antaranya; Qs al-Baqarah ayat 212, Qs al-An’am ayat 10 dan Q sal-Hujurat ayat 11. Permasalahan yang akan dikaji dalam pembahasan ini adala bagaimana pandangan para mufassir terhadap tindakan perilaku bullying yang terjadi pada kalangan kaum sesama mukmin yang berdasarkan tiga ayat yakni Qs al-Baqarah ayat 212, Qs al-An’am ayat 10 dan Qs al-Hujurat ayat 11. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu upaya mendeskripsikan dan menganalisis penafsiran dari ketiga mufassir terhadap tiga ayat di atas.

Page 1 of 1 | Total Record : 6