cover
Contact Name
GINANJAR PRASTYANTO
Contact Email
jdariscomb1.a9@gmail.com
Phone
+6281331955956
Journal Mail Official
jdariscomb1.a9@gmail.com
Editorial Address
Blokagung, RT.02/RW.04, Blokagung, Karangdoro, Kec. Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68485
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
JDARISCOMB
ISSN : 27984273     EISSN : 27982203     DOI : https://doi.org/10.30739/jdariscomb.v3i1
Core Subject : Education, Social,
JDARISCOMB (The Journal of Darussalam Islamic Communication and Broadcast) adalah jurnal unggulan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi bekerjasama dengan Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI). JDARISCOMB menyediakan karya ilmiah hasil penelitian empiris maupun analisis-reflektif bagi para praktisi dan akademisi, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teori dan pengenalan konsep-konsep baru di bidang komunikasi dan penyiaran Islam dalam perspektif yang luas; Retorika Islam, Homiletika Islam, Jurnalistik Islam, Media Dakwah Islam, Film Religi, dan Komunikasi Dakwah Islam. JDARISCOMB terbit secara berkala dalam kurun 6 bulan sekali: Januari dan Juli JDARISCOMB menerima artikel-artikel ilmiah hasil penelitian empiris serta esai reflektif-teoretis dalam area kajian komunikasi dan penyiaran Islam, yakni Retorika dan Homiletika Islam, Media Dakwah, Jurnalistik Islam, Film Religi, dan Komunikasi Dakwah.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025" : 5 Documents clear
Interpretasi Personalitas Buya Hamka Dalam Film Buya Hamka Volume II Aulia Rachmah; Syarifuddin
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v5i2.3779

Abstract

Film “Buya Hamka” mengisahkan perjalanan hidup Abdul Malik Karim Amrullah, seorang tokoh ulama dan sastrawan terkemuka Indonesia yang lebih dikenal dengan nama Buya Hamka. Film ini menyajikan berbagai momen penting dalam kehidupan Buya Hamka, mulai dari masa kecilnya yang penuh tantangan hingga kontribusinya dalam bidang pendidikan dan sastra. Banyak adegan yang menggambarkan upaya Buya Hamka dalam menyampaikan pemikirannya dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui karya-karya tulisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis personalitas atau kepribadian Hamka yang tergambar dalam film “Buya Hamka”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen melalui simak katat. Analisis data dilakukan dengan pendekatan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka memiliki tipe kepribadian plegmatis yang dominan. Tipe kepribadian melankolis, sanguinis, dan koleris hanya muncul dalam adegan-adegan tertentu. Dalam analisis menggunakan teori John Fiske, ditemukan kode-kode sebagai berikut; Tingkat Kenyataan : Pakaian yang dikenakan Buya Hamka menunjukkan kesederhanaan; Tingkat representasi : Karakter tokoh Buya Hamka digambarkan sebagai sosok yang pendiriannya teguh; Tingkat ideologi : Film ini mengandung lima pokok ideologi, yaitu fasisme, nasionalisme, sosialisme, individualisme, dan konservatisme.
Pemikiran Imam Al-Ghazali Terhadap Ajaran Menyimpang : Studi Kajian Teks Dalam Kitab Tahafut Al-Falasifah krismuntaha; Abdul Ghani; Muhammad Aminuddin Sanwar
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v5i2.3987

Abstract

Imam al-Ghazali merupakan ulama’ yang sangat berpengaruh dalam bidang ilmu keislaman, dalam filsafatnya imam al-Ghazali memiliki karya kitab Tahafut al-Falasifah, kitab tersebut sebagai respon terhadap para filsuf Yunani yang menyimpang dari ajaran atau keyakinan agama islam. Dalam kitabnya setidaknya ada dua puluh permasalahan yang menjadi kajian, namun dalam artikel ini membahas tiga permasalahan yang menjadi pokok dari penyimpangan para filsuf Yunani, imam al-Ghazali mengkategorikan sebagai kafir dalam permasalaha ini, diantaranya, a) mengenai keberadaan alam, b) ketidaktahuan tuhan terhadap dzatnya, c) penolakan terhadap kebangkitan jasmani. Para filsuf pada umumnya dalam menyikapi permasalahan tersebut hanya sebatas pengetahuan sesuai nalar manusia, dan menganggapnya hasil dari pemikiranya adalah sesuatu yang realistis dan benar, tidak ada argument yang dapat membuktikan dari hasil pemikiranya dan imam al-Ghazali mengatakan pemikiranya adalah keliru dan sangat rancu.
Sustainable Palestine Solidarity: WatermelonSymbols, Boycotts and Muslim Micro Celebritieson Instagram Fathurrahman; Fahrurrozi; Abdul Wahid; Ahmad Amir Aziz
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v5i2.3974

Abstract

Users of social media platforms communicate various forms and symbols of support for Palestine, such as the symbol of watermelon which has its own meaning as a form of support for the state of Palestine. This research uses a qualitative approach with the library research method and a qualitative descriptive approach, where the researcher will further explore the symbolic communication of watermelon, both the meaning behind the symbol which is used as a form of defense of the Palestinian state, then the impact of the boycott action, and this research wants to look at the existence of the Micro celebrities attract sympathy on social media.
Literature Review: Peran Media Sosial dalam Pembentukan Citra Masjid di Masyarakat Parhan Pauzi
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v5i2.4126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media sosial terhadap citra masjid melalui pendekatan literature review. Masjid sebagai institusi dakwah sekarang dituntut untuk berperan serta secara aktif di dunia digital untuk membangun citra yang baik di masyarakat, khususnya anak muda. Kajian ini dilakukan dengan melihat berbagai literatur akademik yang berkaitan, khususnya tiga studi utama yang membahas strategi komunikasi digital di masjid-masjid di Indonesia, seperti Masjid Agung Demak, Masjid Ulil Albab UII, Masjid Istiqlal dan Masjid Ubudiyah Aulawiyah PTPN II Tanjung Morawa. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial berperan secara signifikan dalam membentuk citra masjid yang positif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Citra tersebut dibangun melalui konten visual, pesan-pesan yang bersifat keagamaan, dan interaksi langsung yang mendukung dan memperkuat identitas serta citra masjid. Strategi Komunikasi yang terencana dan bersifat responsif membuat masjid lebih relevan di mata masyarakat khususnya kalangan generasi muda. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial merupakan instrumen yang sangat penting dalam strategi komunikasi dakwah dan citra masjid pada era modern.
Tubuh Perempuan Sebagai Komoditas: Objektifikasi Dalam Iklan Bodycare Dari Perspektif Feminis (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough) Anggita Hikmatul Hinayah
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v5i2.4130

Abstract

Penelitian ini menganalisis objektifikasi tubuh perempuan dalam iklan bodycare melalui perspektif feminis kritis. Iklan dipandang tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan wacana kecantikan yang bersifat patriarkal dan kapitalistik. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis Norman Fairclough, serta teori objektifikasi dari Fredrickson, Roberts, Nussbaum, dan Langton, penelitian ini mengungkap bahwa tubuh perempuan dalam iklan direduksi menjadi objek visual yang memenuhi standar kecantikan tertentu. Temuan menunjukkan bahwa representasi tersebut memperkuat stereotip gender dan menciptakan ketidakpuasan tubuh yang terus-menerus, sehingga mendorong perilaku konsumtif. Iklan tidak hanya mencerminkan realitas sosial, tetapi turut mereproduksi ideologi yang merugikan perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa objektifikasi dalam iklan bodycare berdampak pada pembentukan citra diri dan identitas perempuan dalam masyarakat modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 5