cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2022)" : 12 Documents clear
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Sediaan Krim Antijerawat Mengandung Antibiotik yang Diracik di Apotek Terhadap Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus Muhammad Nizar; Tedi Tedi; Sarmadi Sarmadi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.193 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i1.1254

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Jerawat merupakan penyakit kulit yang umum terjadi, peradangan dapat dipicu oleh bakteri seperti Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Sediaan antibiotik topikal seperti neomycin, tetrasiklin, klindamisin, dan kloramfenikol cukup berguna untuk kebanyakan pasien dengan kondisi jerawat ringan hingga parah. Antibiotik topikal dapat berupa salep dan krim yang dapat mengalami perubahan karena dipengaruhi oleh suhu sehingga penyimpanannya harus diperhatikan. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental karena ada perlakuan terhadap sediaan krim antijerawat racikan yang dipengaruhi suhu dan lama penyimpanan terhadap aktivitas antibakteri dengan cara mengukur diameter zona hambat aktivitas antibakteri. Hasil: Berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat pada sediaan krim antijerawat racikan yang mengandung antibiotik pada penyimpanan hari ke-28 sediaan mengalami penurunan kecuali pada krim A yang mengandung antibiotik klindamisin mengalami kenaikan. Kesimpulan : Adanya pengaruh suhu dan lama penyimpanan sediaan krim antijerawat racikan yang mengandung antibiotik terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureus dengan adanya penurunan daya hambat sediaan diakhir penyimpanan. Abstract Background : Acne is a common skin disease, inflammation can be triggered by bacteria like Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, and Staphylococcus aureus. Topical antibiotic preparations such as neomycin, tetracycline, clindamycin, and cloramphenicol are quite useful for most patients with mild to severe acne conditions. Topical antibiotics can be in the form of ointments and creams that can experience changes because they are affected by temperature so that storage must be considered. Method : This type of research is an experimental research because there is a treatment of preparations for anti-acne creams which are influenced by temperature and storage time for antibacterial activity by measuring the diameter of the inhibitory zone of antibacterial activity. Results : Based on the measurement of inhibitory zone diameter on antifungal cream preparations containing antibiotics in storage 28 days the dosage decreased except in cream A which contained antibiotic clindamycin increased. Conclusion : The effect of temperature and storage duration of anti-acne cream preparations containing antibiotics on the inhibitory power of Staphylococcus aureus bacteria with a decrease in dosage inhibition at the end of storage.
Hubungan Karakteristik Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kota Batam Lita Riastienanda Putri; Fifin Oktaviani
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.37 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i1.1269

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Tingkat kepatuhan pasien diabetes diketahui sebagai penentu utama keberhasilan terapi. Ketidakpatuhan yang akan berakibat dengan tidak terkontrolnya glukosa darah dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. Secara umum, tingkat kepatuhan pasien terhadap obat antidiabetik berkisar antara 36% hingga 93%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kota Batam. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden adalah pasien diabetes mellitus tipe 2. Jumlah sampel sebanyak 250 pasien diperoleh dengan menggunakan metode convenience sampel dalam jangka waktu 3 bulan. Kuesioner yang digunakan yaitu MMAS 8item versi Indonesia untuk menilai kepatuhan pasien diabetes mellitus tipe 2. Hasil : Hasil analisis dengan Chi square antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan,status pekerjaan, durasi minum obat, jenis penyakit penyerta dengan tingkat kepatuhan pengobatan tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, sedangkan Hasil analisis Chi square antara status kadar glukosa darah dengan tingkat kepatuhan menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan : Pasien yang patuh dalam minum obat memiliki kadar glukosa darah terkontrol dan pasien yang tidak patuh memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Kata Kunci : Diabetes melitus tipe 2, kepatuhan, MMAS 8-item

Page 2 of 2 | Total Record : 12