cover
Contact Name
Sonia Hanifati
Contact Email
soniahanifati@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mdvi.perdoski@gmail.com
Editorial Address
Ruko Grand Salemba Jalan Salemba 1 No.22, Jakarta Pusat, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Dermato-Venereologica Indonesiana
ISSN : -     EISSN : 26567482     DOI : https://doi.org/10.33820/mdvi.v49i3
Core Subject : Health,
Media dermato Venereologica Indonesiana adalah jurnal open access dan peer-reviewed yang fokus di bidang dermatologi dan venereologi. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, laporan kasus, tinjauan pustaka dan komunikasi singkat mengenai kesehatan kulit dan kelamin, diagnosis dan terapi pada bidang kulit dan kelamin dan masalah lainnya di bidang kesehatan kulit dan kelamin.
Arjuna Subject : Kedokteran - Dematologi
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 48 No 2 (2021)" : 7 Documents clear
Tata laksana komplikasi luka bakar di bidang dermatologi
Media Dermato Venereologica Indonesiana Vol 48 No 2 (2021)
Publisher : PERDOSKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.456 KB) | DOI: 10.33820/mdvi.v48i2.99

Abstract

Tata laksana komplikasi luka bakar di bidang dermatologi
TERAPI CONDITIONED MEDIUM-WHARTON’S JELLY-MESENCHYMAL STEM CELL PADA ULKUS TROFIK KUSTA TIPE MULTIBASILAR LEPROMATOSA
Media Dermato Venereologica Indonesiana Vol 48 No 2 (2021)
Publisher : PERDOSKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.194 KB) | DOI: 10.33820/mdvi.v48i2.105

Abstract

Ulkus trofik adalah luka akibat trauma kecil, sering ditemukan di daerah plantar dan titik penekanan yang dialami pasien kusta. Conditioned medium-Wharton’s jelly-mesenchymal stem cells (CM-WJ-MSCs) atau secretome, selanjutnya disebut Conditioned medium dihasilkan dari media pertumbuhan sel induk yang digunakan. Conditioned medium dapat mempengaruhi seluruh fase penyembuhan luka, mempunyai efek imunomodulasi, antiinflamasi, anti-apoptosis, neuroprotektif dan neurotropik, regulasi angiogenesis, antitumor, dan antimikroba, sehingga mempercepat penyembuhan luka dan perbaikan jaringan. Conditioned medium dianggap sebagai “cell free therapeutics”. Dilaporkan 2 kasus pasien kusta tipe MB kasus pertama seorang laki-laki berusia 53 tahun, dengan luka telapak kaki kiri sejak 10 tahun, ulkus berukuran 4 x 2 x 0,6cm3 dan berbatas tegas; Kasus kedua, pria berusia 52 tahun, dengan luka jari telunjuk tangan kanan sejak tiga bulan, ulkus berukuran 1,5 x 1,5 x 0,5cm3 dan berbatas tegas. Kedua pasien pernah menderita kusta tipe multibacillar lepromatous Leprosy (MBLL) dan telah menyelesaikan pengobatan selama 12 bulan. Tata laksana ulkus pada kedua pasien adalah dengan pemberian conditioned medium-WJ-MSCs gel 10% dan dipantau selama tiga minggu. Pengamatan hari ke-10, ukuran ulkus mulai mengecil. Pada hari ke-20, ulkus semakin menutup. Pada minggu ke-tiga pengobatan dihentikan dan pasien diberikan sejumlah gel untuk dilanjutkan terapi mandiri. Berdasarkan laporan terapi hasil pada kedua kasus tersebut conditioned medium-WJ-MSCs merupakan terapi yang efektif untuk penyembuhan ulkus trofik.
PERBANDINGAN PENCAPAIAN PASI-75 NARROWBAND ULTRAVIOLET B DENGAN METOTREKSAT ORAL PADA PSORIASIS VULGARIS DERAJAT SEDANG-BERAT
Media Dermato Venereologica Indonesiana Vol 48 No 2 (2021)
Publisher : PERDOSKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.032 KB) | DOI: 10.33820/mdvi.v48i2.149

Abstract

Latar belakang: Psoriasis merupakan penyakit inflamatorik kronis kambuhan yang mengganggu kualitas hidup. Fototerapi narrowband ultraviolet B (NBUVB) dan metotreksat (MTX) adalah pilihan terapi psoriasis vulgaris (PV) derajat sedang-berat. Tujuan: Membandingkan efektivitas NBUVB dengan MTX oral sebagai terapi PV. Metode: Penelitian analitik retrospektif terhadap 19 pasien yang didapat datanya dari rekam medis tentang efektivitas terapi berdasarkan skor Psoriasis Area and Severity Index (PASI) sejak Maret 2019 hingga Agustus 2019 di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Pasien dibagi menjadi kelompok NBUVB (8) dan MTX (11). Penurunan PASI sebesar 75% (PASI-75) merupakan indikator keberhasilan. Hasil: PASI-75 dicapai 6 (75%) orang pada kelompok NBUVB, sementara kelompok MTX 9 (81,82%) orang. Rata-rata jumlah minggu pencapaian PASI-75 adalah 11,67 ± 2,67 pada kelompok NBUVB serta 17,33 ± 4,89 pada kelompok MTX (p=0.023). Diskusi: Pencapaian PASI-75 pada MTX lebih lama karena waktu paruh obat sangat panjang disertai frekuensi pemberian per minggu sehingga onset lebih lambat. Kepatuhan berobat dan pemantauan berkala menjadi kunci sukses terapi. Sampel yang besar dan waktu observasi yang panjang diperlukan untuk penelitian yang lebih baik. Kesimpulan: NBUVB memberikan penurunan PASI lebih cepat, sedangkan MTX memberikan hasil maksimal dalam jangka panjang. Keduanya memiliki anti mitotik, anti proliferasi, serta anti inflamasi.Kata kunci: psoriasis, metotreksat, ultraviolet, fototerapi, pasi
PILIHAN TERAPI TERKINI PRURIGO NODULARIS
Media Dermato Venereologica Indonesiana Vol 48 No 2 (2021)
Publisher : PERDOSKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.989 KB) | DOI: 10.33820/mdvi.v48i2.151

Abstract

Nodus hiperkeratotik yang sangat gatal dengan awitan kronis dan dapat mengganggu kualitas hidup merupakan karakteristik prurigo nodularis. Diagnosis PN berdasarkan penilaian klinis saja tidak sulit dilakukan namun perlu dicari etiologi atau penyakit yang mendasari. Oleh karena itu, dibutuhkan algoritma untuk menegakkan diagnosis prurigo nodularis. Saat ini terapi prurigo nodularis terdiri atas kortikosteroid topikal, capsaicin, penghambat kalsineurin, fototerapi, dan obat sistemik misalnya gabapentin, antidepresan, serta imunosupresan. Konsep pengobatan prurigo nodularis yang terkini antara lain pemberian opioid receptor antagonist, neurokinin-1 receptor antagonists, dan anti IL-4 telah dikembangkan, didukung berbagai uji klinis.
SEROLOGI SIFILIS PADA INFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)
Media Dermato Venereologica Indonesiana Vol 48 No 2 (2021)
Publisher : PERDOSKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.649 KB) | DOI: 10.33820/mdvi.v48i2.159

Abstract

ABSTRAKSifilis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi human immunodeficiency virus(HIV) dan begitupun sebaliknya. Hingga saat ini, deteksi sifilis dengan atau tanpa koinfeksi HIV menggunakan tes serologi masih menjadi pilihan utama, terutama di negara-negara berkembang. Tes serologi yang rutin digunakan meliputi tes nontreponema dan treponema. Dalam menegakkan diagnosis, klinisi seringkali merujuk pada tes serologi tersebut. Hasil tersebut perlu menjadi perhatian karena manifestasi klinis dan tes serologi sifilis pada HIV sering tidak biasa. Hal ini diduga akibat respons imun pada infeksi HIV yang dapat mengubah perjalanan alamiah sifilis. Beberapa hasil tes serologi sifilis pada koinfeksi HIV dapat menunjukkan hasil negatif palsu, terjadinya serokonversi, dan adanya fenomena serofast. Selain itu, perlu juga dilakukan tes penapisan serologi sifilis secara rutin pada koinfeksi HIV dan untuk mengevaluasi efektivitas terapi. Berbagai pola serologi sifilis pada koinfeksi HIV yang tidak biasa tersebut perlu diantisipasi dengan baik sehingga tata laksana dapat berjalan efektif, dan diharapkan mengurangi risiko penularan terutama pada kelompok dengan risiko tinggi.
APLIKASI TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK DALAM PENYEMBUHAN LUKA KRONIS
Media Dermato Venereologica Indonesiana Vol 48 No 2 (2021)
Publisher : PERDOSKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.449 KB) | DOI: 10.33820/mdvi.v48i2.161

Abstract

ABSTRAKLuka kronis adalah luka yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh, tidak sembuh, atau berulang. Luka kronis sebagian besar terkait dengan hipoksia dan iskemia yang dapat merusak sintesis kolagen dan dapat menyebabkan akumulasi metabolit seperti amonia yang menyebabkan pembengkakan sel dan mengganggu penyembuhan luka.  Penyembuhan luka melibatkan banyak tipe sel yang berinteraksi, yang terdiri dari beberapa fase, yaitu fase hemostasis atau koagulasi, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Oksigen adalah nutrisi penting untuk luka dan memainkan peran penting dalam setiap tahap proses penyembuhan luka. Terapi oksigen hiperbarik ditujukan untuk mengatasi masalah mendasar dari hipoksia luka dengan menyediakan oksigen ke jaringan iskemik. Terapi oksigen hiperbarik merupakan penggunaan O2 100% pada tekanan lebih besar dari tekanan atmosfir. Pasien menghirup O2 100% secara intermiten sementara tekanan dari ruang perawatan ditingkatkan menjadi lebih dari 1 atmosfer absolut (ATA). Terapi oksigen hiperbarik mengurangi cedera reperfusi iskemia, memobilisasi Stem progenitor cell (SPC) yang telah diidentifikasi berperan dalam vaskulogenesis, meningkatkan aktivitas neutrofil untuk membunuh bakteri, menghasilkan reactive oxygen species (ROS) dan reactive nitrogen species (RNS), dan merangsang berbagai faktor pertumbuhan yang mendukung penyembuhan luka.Kata Kunci: luka kronis, HBOT, penyembuhan luka kronis, terapi oksigen hiperbarik
Sifilis Maligna Pada Pasien Human Immunodeficiency Virus
Media Dermato Venereologica Indonesiana Vol 48 No 2 (2021)
Publisher : PERDOSKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.007 KB) | DOI: 10.33820/mdvi.v48i2.167

Abstract

Sifilis maligna merupakan bentuk varian berat sifilis sekunder. Pada Pasien human immunodeficiency virus (HIV), perjalanan sifilis dapat menjadi atipikal dan lebih agresif, oleh karena itu varian ini sering ditemukan pada Pasien HIV. Mekanisme pasti perkembangan sifilis maligna hingga saat ini masih belum jelas, namun diduga berhubungan dengan imunosupresi, respon imun host yang tidak tepat, atau strain virulen Treponema pallidum. Ruam berupa papula dan plak berkrusta atau bersisik yang dapat berkembang menjadi ulkus atau lesi nekrotik (lesi rupioid), yang sering dikaitkan dengan tingginya titer nontreponemal dan disertai gejala sistemik. Berikut kami laporkan seorang Pasien HIV dengan plak nodul yang disertai ulseronekrotik tersebar di seluruh tubuh, serta memiliki hasil titer serologi sifilis yang tinggi. Berdasarkan gambaran klinis, serologi, dan patologi, Pasien didiagnosis sifilis maligna. Resolusi lesi kulit tampak signifikan setelah pemberian terapi Benzathine Penicillin. Dengan meningkatnya kasus koinfeksi sifilis dan HIV, penting untuk mengenali dan mendiagnosis sifilis maligna secara dini dan memberikan pengobatan yang tepat.Kata kunci : Sifilis maligna, Lues maligna, HIV, koinfeksi

Page 1 of 1 | Total Record : 7