cover
Contact Name
Rivan Firdaus
Contact Email
ojs.perawatkaltim@gmail.com
Phone
+6285250680976
Journal Mail Official
ojs.perawatkaltim@gmail.com
Editorial Address
Jl. W. Monginsidi No.38, Sidodadi, Kec. Samarinda Ulu, Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Mahakam Nursing Journal (MNJ)
ISSN : 2548625X     EISSN : 25486292     DOI : https://doi.org/10.35963/mnj.v3i2
Core Subject : Health,
MNJ (Mahakam Nursing Journal) was published by the Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur on May and Nopember every year. This journal was first published in 2016 both in printed (p-ISSN: 2548-625X) and online version (e-ISSN : 2548-6292). This journal is publish research article from the nursing field. This journal can publish research articles from various fields of nursing. However, the scope of the type of articles submitted is the research articles in the field of health professions The Focus and Scope of this Journal are as follows: Fundamental Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Mental Health Nursing, Management of Nursing, Medical Surgical Nursing, Family and Community Nursing, Gerontic Nursing, Emergency Nursing, and Critical Nursing. If the articles out of the listed scope will be automatically rejected by the editorial team before going into the review stage.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016" : 6 Documents clear
GAMBARAN STATUS GIZI SISWA PUTRI KELAS II SMP PATRA DARMA BALIKPAPAN nina mardiana; Wiryanto Wiryanto
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.247 KB)

Abstract

Abstract East Kalimantan province, including 19 provinces with a prevalence of underweight children of school age (women) above the national prevalence, the national prevalence of underweight children of school age (women) was 10.9%. Nutritional problems in adolescents arise because of the wrong nutritional behaviour, namely the imbalance between nutritional intake with the recommended dietary allowance. A group of teens need to consume a lot of food if the food is not balanced with the need calories for growth and development, there will be a deficiency that could eventually hamper its growth. This study aims to give a picture of the Nutritional Status of Young Women Class II SMP Patra Dharma I Balikpapan. The results of this study were 9 people (19.1%) of young women students of class II SMP Patra Dharma I Balikpapan are in the category of thin, 13 people (27.7%) arm circumference of less than 23.5 cm, the average height between 145.46 to 147.31 cm, and the mean hemoglobin levels between 8.61 to 11.80 g%. The conclusion of this study the nutritional status of adolescent girls class II SPM Patra Darma I Balikpapan still low so it needs strict supervision of parents in terms of healthy eating and giving young women iron tablets. Keywords: Nutritional status of young women, SMP Patra Dharma.
POLA ASUH REMAJA MENJADI BENTENG TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA edi sukamto
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.248 KB)

Abstract

Pendahuluan Remaja di Indonesia yang berumur 10 sampai 24 tahun berjumlah 63.443.448 jiwa, atau 27,6% dari 237,6 Juta jiwa penduduk Indonesia (Sensus Penduduk tahun 2010). Dengan jumlah remaja yang begitu besar, di Indonesia diharapkan pada sekitar tahun 2025 hingga 2030 yang akan datang, akan terjadi Bonus Demografi, yang ditandai dengan banyaknya Sumber Daya Manusia (SDM) produktif yang akan melanjutkan tugas dan tanggung jawab pembangunan dari generasi sebelumnya. Ironisnya saat ini, banyak remaja di Indonesia yang bermasalah, dari yang ringan hingga berat, seperti periku seks bebas, geng motor, perkelahian, bahkan yang teraktual dan paling marak hingga saat ini, adalah penyalahgunaan narkoba. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2012, menyebutkan bahwa jumlah tersangka penyalahgunaan Narkoba di Indonesia adalah 32.743 jiwa. Remaja dengan rentang usia 16 sampai 19 tahun, berjumlah 1.944 jiwa dan Remaja dengan rentang usia 20 sampai 24 tahun berjumlah 5.057 jiwa. Penyalahgunaan narkoba pada remaja seperti di atas, penulis asumsikan baru pada persoalan hilir dari terjadinya permasalahan remaja. Adapun persoalan hulu, yang harus lebih menjadi perhatian adalah, salah satunya tentang Pola Asuh Remaja dalam keluarga. Karena itu, dengan pola asuh yang baik dari usia dini hingga masa remaja, diharapkan dapat menjadi benteng terhadap penyalahgunaan narkoba. Hal ini juga dipertegas oleh Gories Mere (2011), yang menyebutkan bahwa makin dini usia anak mulai menyalahgunakan narkoba, makin sulit penanggulangannya. Karena itu “mencegah lebih baik daripada mengobati”
HUBUNGAN FAKTOR RESIKO DAN KARAKTERISTIK PENDERITA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER Rahmawati Shoufiah
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.935 KB)

Abstract

Abstract Coronary heart disease has become the leading cause of death in Indonesia.Over the past 50 years, more and more people affected by coronary heart disease, and some of the factors underlying cause has been unknown. This study aimed to analyze the relationship between risk factors (obesity, dyslipidemia, smoking, hypertension, diabetes mellitus, and physical activity / sport) and the characteristics of the patient (family history) with CHD events. This type of research is observational analytic design of Case-Control Study. Which is held in the ICCU Hospital Dr. Kanudjoso Balikpapan. Sample use cases and controls ratio of 1: 1, with the overall number is 62 samples. Univariate analysis using frequency distribution, bivariate analysis using Chi Square (X2), and multivariate logistic regression analysis. The analysis shows that the factors that do not have a significant relationship with the incidence of CHD is Obesity (pvalue = 0.440> value α = 0.05). While the factors that had a significant relationship with the incidence of CHD is Dyslipidemia (pvalue = 0.004 <value α = 0.05), smoke (pvalue = 0.005 <value α = 0.05), hypertension (pvalue = 0.021 <value α = 0, 05), Diabetes Mellitus (pvalue = 0.002 <value α = 0.05), and Physical Activity (pvalue = 0,040 <value α = 0.05). And there is a significant relationship between family history of CHD events ((pvalue = 0.012 <value α = 0.05). It is advisable for the need to increase health promotion by health workers to avoid the risk factors of CHD.Keywords: Risk Factors, Characteristics, CHD Abstrak. Penyakit jantung koroner telah menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. Selama 50 tahun terakhir, semakin banyak orang terkena penyakit jantung koroner, dan beberapa faktor penyebab utamanya telah diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor resiko (Obesitas, dislipidemia, merokok, hipertensi, diabetes mellitus, dan aktifitas fisik/olahraga) dan karakteristik penderita (riwayat keluarga) dengan kejadian PJK. Jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan rancangan Case-Control Study. Yang dilaksanakan di Ruang ICCU RSUD Dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan. Sampel menggunakan perbandingan kasus dan kontrol 1 : 1, dengan jumlah secara keseluruhan adalah 62 sampel. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisa bivariate menggunakan uji Chi Square (X2), dan analisa multivariat uji regresi logistik. Hasil analisa menunjukkan bahwa faktor yang tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian PJK adalah Obesitas (Pvalue = 0,440 > nilai α = 0,05). Sedangkan faktor yang mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian PJK adalah Dislipidemia (Pvalue = 0,004 < nilai α = 0,05), Merokok (Pvalue = 0,005 < nilai α = 0,05), Hipertensi (Pvalue = 0,021 < nilai α = 0,05), Diabetes Mellitus (Pvalue = 0,002 < nilai α = 0,05), dan Aktifitas Fisik (Pvalue = 0,040 < nilai α = 0,05). Dan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadian PJK ((Pvalue = 0,012 < nilai α = 0,05). Disarankan untuk perlunya peningkatan promosi kesehatan oleh petugas kesehatan untuk menghindari faktor resiko terjadinya PJK. Kata Kunci : Faktor Resiko, Karakteristik, PJK
DAMPAK PENGETAHUAN DAN MAKANAN CEPAT SAJI TERHADAP KANKER PAYUDARA PADA WANITA sri hazanah; rus Andraini
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.775 KB)

Abstract

Abstract Breast cancer is a malignant and deadly disease for women. The high number deaths causes by breast cancer comes second after cerucal cancer, some of the risk factors of breast cancer are fast food or junk food and the lack of knowledge of the symptoms. The purpose of this study is to analyze the different of knowledge and history consumed fast food junk food between mother breast cancer first stadium and last stadium at RSUD Dr Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan. The method is riset survey with approach restrospective. The respondents consist of 45 people individuals by using accidental sample technique. The data is obtained from questionare. The data analysis univariat, bivariat analysis with statistic test chi square (x2) and multivariat analysis of logistic regression. the result with minimum knowledge are 25 (55.6 %), who consumed fast food are 34 (75.6 %), also there is a correlation between knowledge toward breast cancer at P value = 0.006, there is a correlation between fast food towards breast cancer at P value = 0.04. on the regression test there is meaningful correlation between knowledge towards breast cancer than fast food where the P value = 0.04 and the result of data analysis obtained and fast food P value = 0.264 The conclusion that the dominant factors of breast cancer is knowledge whereas fast food is the effect of the risk.There fore, health professionals, the agencies to give a socialization, giving information about breast health, to consume healthy food for our body as prevention of breast cancer. Keyword :knowledge, fastfood, breastcancer Abstrak Kanker Payudara penyakit yang berbahaya bagi kaum wanita dan mematikan, Tingginya angka kematian kanker payudara pada urutan kedua setelah kanker rahim. Faktor penyebab resiko kanker payudara,makanan cepat saji junk foof dan kurangnya pengetahuan tanda gejala kanker payudara. Tujuan penelitian mengetahui analisis perbedaan pengetahuan dan riwayat konsumsi makanan cepat saji antara Ibu kanker payudara stadium awal dan stadium lanjut di RSUD Dr.Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan. Metode penelitian survey dengan pendekatan restrospective. Responden berjumlah 45 orang dengan tekhnik Accsidental sample. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data univariat, bivariat dengan uji statistik chi square (x2) dan analisis multivariat uji regresi logistik. Hasil penelitian: pengetahuan kurang baik 25 (55.6%), yang suka makanan cepat saji 34 (75.6%), terdapat hubungan pengetahuan terhadap kanker payudara nilai (p value = 0.006), terdapat hubungan makanan cepat saji terhadap kanker payudara nilai (p value = 0.04). Uji regresi terdapat hubungan bermakna pengetahuan terhadap kanker payudara p value = 0.04 daripada makanan cepat saji p value = 0.264. Kesimpulan: faktor dominan berhubungan dengan kejadian kanker payudara adalah pengetahuan sedangkan makanan cepat saji merupakan efek resiko. Harapan: tenaga kesehatan, instansi terkait dapat mensosialisai, memberikan informasi kesehatan tentang payudara, mengkonsumsi makaanan yang sehat tepat untuk tubuh sebagai upaya pencegahan kanker payudara. Kata kunci : pengetahuan, makanan cepat saji, kanker payudara
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN MENGENAI DAMPAK BAHAYA TINDAKAN KEMOTERAPI BAGI PERAWAT Ismansyah Ismansyah; Rini Ernawati; Rusilawati Rusilawati
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.524 KB)

Abstract

Abstract Chemotherapy treatment may have dangerous side effects on both patients and medical officers and surrounding people. This research aims to identify the correlation between the level of knowledge about chemotherapy and anxiety towards the dangerous effects of chemotherapy treatment on the nurses in teratai rooms of Abdul Wahab Sjahranie Public Hospital Samarinda in 2015.This research was descriptive correlational with cross sectional design. The research was conducted from September 8, 2015 to September 14, 2015. There was a significant correlation between the level of knowledge and anxiety about the dangerous effects of chemotherapy with the value p 0,025 < α 0,05. Therefore, it is suggested that the nurses be more active in seeking for information about chemotherapy by participating in seminars, workshops, training or various information from other media in order to improve their understanding about chemotherapy so that they can reduce their anxiety which were experienced when they were doing chemotherapy treatment. Keywords: Therapeutic communication, the performance of nurse, patient satisfaction. Abstrak Pengobatan kemoterapi mungkin memiliki efek samping yang berbahaya pada pasien dan petugas medis serta orang sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kemoterapi dan kecemasan terhadap efek berbahaya dari pengobatan kemoterapi pada perawat di ruang Teratai Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda tahun 2015. Penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan mulai 8 September 2015 sampai 14 September 2015. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan tentang efek berbahaya dari kemoterapi dengan nilai p 0,025 <α 0,05. Oleh karena itu, disarankan agar perawat lebih aktif dalam mencari informasi tentang kemoterapi dengan berpartisipasi dalam seminar, lokakarya, pelatihan atau berbagai informasi dari media lain dalam rangka meningkatkan pemahaman mereka tentang kemoterapi sehingga mereka dapat mengurangi kecemasan mereka yang dialami saat mereka melakukan pengobatan kemoterapi. Kata kunci: Komunikasi terapeutik, kinerja perawat, kepuasan pasien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGOLAHAN MAKANAN DENGAN STATUS GIZI BALITA umi kalsum; andi lis arming gandini
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.169 KB)

Abstract

Abstract Children morbidity in Indonesia still high because of disease infection influenced by nutrition, sanitation, infectious disease and accidents. In fact, earlier currently infant's nutritional status the malnourished less at in 2013 was 28.17% and 28.04% in 2014. The aim is to review research know relations mother knowledge processing on with food good nutritional status toddler. The research is a quantitative study with descriptive-analytic method, using cross-sectional design. Sampling technique which was used is total sampling that whole toddler that brought into Integrated Health Pos is 88 totalled. Results obtained nothing between relations mother knowledge processing on with food good nutritional status. Keywords: food processing, nutritional status. Abstrak Angka kesakitan anak di Indonesia masih tinggi akibat penyakit infeksi yang dipengaruhi faktor gizi, sanitasi, penyakit menular, dan kecelakaan. Faktanya saat ini status nutrisi bayi yang menderita gizi kurang pada tahun 2013 berada di 28,17 % dan 28,04 % di tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pengolahan makanan yang baik dengan status gizi balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik, menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh balita yang dibawa ibu ke Posyandu berjumlah 88 anak balita. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang pengolahan makanan yang baik dengan status gizi balita. Kata kunci : Pengolahan makanan, status gizi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6