cover
Contact Name
Rivan Firdaus
Contact Email
ojs.perawatkaltim@gmail.com
Phone
+6285250680976
Journal Mail Official
ojs.perawatkaltim@gmail.com
Editorial Address
Jl. W. Monginsidi No.38, Sidodadi, Kec. Samarinda Ulu, Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Mahakam Nursing Journal (MNJ)
ISSN : 2548625X     EISSN : 25486292     DOI : https://doi.org/10.35963/mnj.v3i2
Core Subject : Health,
MNJ (Mahakam Nursing Journal) was published by the Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur on May and Nopember every year. This journal was first published in 2016 both in printed (p-ISSN: 2548-625X) and online version (e-ISSN : 2548-6292). This journal is publish research article from the nursing field. This journal can publish research articles from various fields of nursing. However, the scope of the type of articles submitted is the research articles in the field of health professions The Focus and Scope of this Journal are as follows: Fundamental Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Mental Health Nursing, Management of Nursing, Medical Surgical Nursing, Family and Community Nursing, Gerontic Nursing, Emergency Nursing, and Critical Nursing. If the articles out of the listed scope will be automatically rejected by the editorial team before going into the review stage.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 7 (2020): Mei 2020" : 5 Documents clear
PENGARUH POSTER TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KARANG TARUNA TENTANG PERTOLONGAN KORBAN HENTI JANTUNG Erni Buston; Afifah Ayu Diva Putri; Muhammaad Ikhwan; Meidyah Pitaloka
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 2 No 7 (2020): Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.719 KB) | DOI: 10.35963/mnj.v2i7.164

Abstract

Henti jantung (Cardiac Arrest) merupakan keadaan dimana hilangnya fungsi jantung untuk memompa darah yang terjadi secara mendadak. CPR Fact and Statistic - American Heart Association menyebutkan bahwa 75% pasien henti jantung terjadi di rumah atau Out-of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) dan 95% pasien henti jantung meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Pernyataan berdasarkan Guidelines AHA 2015 mengenai diperbolehkannya masyarakat awam untuk melakukan tindakan resusitasi jantung paru membuka peluang untuk menekan angka kematian pasien akibat henti jantung terutama memanfaatkan pemuda karang taruna melalui edukasi dengan menggunakan media poster. Jenis penelitian adalah pre-eksperimental dengan desain penelitian pre-post test design. Sampel pada penelitian ini adalah pemuda karang taruna desa ujung karang yang berjumlah 28 orang dengan teknik pengambilan sampel consequtive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner berisi pertanyaan tentang pengetahuan dan SOP pertolongan pertama pada korban henti jantung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 15-19 Oktober 2018. Didapatkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan pertolongan pertama pada korban henti jantung responden sebelum dilakukan intervensi adalah 3.57 dengan standar deviasi 0.69. Rata-rata nilai pengetahuan setelah dilakukan intervensi adalah 6.57 dengan standar deviasi 0.87, rata-rata keterampilan pertolongan pertama pada korban henti jantung responden sebelum diberikan intervensi adalah 2.46 dengan standar deviasi 0.637, rata-rata keterampilan setelah intervensi adalah 6.35 dengan standar deviasi 0.558. Hasil analisis bivariat menujukkan ada pengaruh media poster tentang pertolongan pertama pada korban henti jantung terhadap pengetahun (p : 0.000) dan keterampilan (p : 0.000) karang taruna di Ujung Karang Bengkulu tengah.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAMA PENYEMBUHAN GANGGREN PASIEN DIABETES MELLITUS DI KLINIK ALFACARE Pauzan Efendi; Kosma Heryati; Erni Buston
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 2 No 7 (2020): Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.001 KB) | DOI: 10.35963/mnj.v2i7.165

Abstract

Kenaikan jumlah penduduk yang terkena penyakit diabetes atau kencing manis meningkat, Indonesia menduduki peringkat keempat terbesar dengan pertumbuhan sebesar 152% atau dari 8.426.000 orang pada tahun 2000 menjadi 21.257.000 orang di tahun 2030. Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik Diabetes Melitus yang paling ditakuti oleh para penderita Diabetes Melitus karena dapat mengakibatkan terjadinya cacat bahkan kematian. Hampir sepertiga dari kasus Diabetes Melitus yang di rawat punya masalah dengan luka pada kakinya. Banyak faktor yang berperan terhadap lama proses penyembuhan ulkus diabetik di antaranya berasal dari perawatan luka, pengendalian infeksi, vaskularisasi, usia, nutrisi, penyakit komplikasi, adanya riwayat merokok, dll (Yadi, 2000: 93). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Penyembuhan Luka Ganggren pada Pasien Diabetes Mellitus di Klinik Perawatan Luka Alfacare Centre Bengkulu. Jenis penelitian adalah Deskriptif Analitik dengan desain penelitian yang digunakan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus yang mempunyai luka ganggren, dengan jumlah 44 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar berisi pengkajian yang akan ditanyakan langsung kepada responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon. Penelitian telah dilaksanakan pada Juli – November 2019. Dari 44 responden didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi lama luka ganggren pada pasien DM diantaranya faktor umur (p=0.003 < 0.05), faktor stadium luka (p=0.036 < 0.05), faktor nilai peeriksaan GDS (p=0.001 < 0.05), dan faktor pengaruh berat luka (p=0.012 < 0.05). selian itu didapatkan faktor lain yang tidak berpengaruh terhadap lama penyembuhan luka adalah faktor riwayat penyakit lain (p=0.494 < 0.05).
DEPRESI MEMPENGARUHI KINERJA Edi Sukamto
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 2 No 7 (2020): Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.842 KB) | DOI: 10.35963/mnj.v2i7.169

Abstract

Pendahuluan Kata Depresi sudah sangat popular di telinga masyarakat kita, namun pemahaman masyarakat tentang tanda dan gejala serta upaya pencegahan dan penganan dari Depresi tersebut masih sangat rendah. Katzenstein, L. dan Cass, H. (1998, dalam Hawari, 2011) mengemukakan bahwa 1 dari 5 orang, pernah mengalami depresi dalam kehidupannya. Selain itu, ditemukan pula 5 – 15 persen dari pasien-pasien depresi melakukan bunuh diri setiap tahun dan ditemukan fakta bahwa lebih dari 70 persen pasien depresi, tidak terdiagnosa oleh dokter. Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, dengan kelompok umur lebih atau sama dengan 15 tahun, ditemukan fakta angka prevalensi gangguan depresi secara nasional, yaitu 6,1 persen atau sebesar 11.315.500 orang, namun hanya 9 persennya, yang ditangani secara medis dan sebagian besarnya (91 persen) tidak ditangani secara medis. Pendapat Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr. Eka Viora, Sp.KJ, yang dikutip oleh Tri Apriyani dalam tulisannya yang berjudul Indonesia Darurat Depresi Namun Minim Praktisi (Suara.com, 23 Desember 2019), menyebutkan ada sekitar 15,6 juta penduduk yang mengalami depresi di Indonesia. Angka ini diprediksi akan meningkat pada 2020 karena lonjakan demografis atau peningkatan jumlah penduduk. Gangguan Depresi bisa terjadi pada siapa saja dan akan mempengaruhi pola Kehidupan Efektif Sehari-hari (KES), bahkan pada kondisi tertentu bisa berujung dengan kematian, karena perilaku bunuh diri akibat keputusasaan yang sangat mendalam tanpa ada solusi, baik dari dalam dirinya maupun dari lingkungan terdekatnya. Dalam dunia pendidikan, depresi yang terjadi pada anak sekolah dan mahasiswa, dapat terlihat dari prestasi belajarnya yang menurun. Dalam dunia kerja, karyawan yang mengalami depresi dapat tergambar dari kinerjanya yang rendah, bahkan ibu rumah tangga yang mengalami depresi dapat terdeteksi dengan adanya kegelisahan dan menurun pola KES-nya. Dari penjelasan di atas, penulis ingin berbagi tentang Depresi dan dinamikanya serta mengangkat studi kasus yang terjadi sebagai referensi untuk deteksi dini dan upaya penanganannya.
INDEKS MASSA TUBUH REMAJA PUTRI PADA KEJADIAN ANEMIA DI ASRAMA MELANIE SAMARINDA Yulieta Lehyun Jho; Maria Floriana Ping; Elfina Natalia
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 2 No 7 (2020): Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.822 KB) | DOI: 10.35963/mnj.v2i7.170

Abstract

Masalah gizi yang terjadi pada usia remaja merupakan efek kelanjutan dari masalah gizi yang terjadi saat masih anak-anak. Masalah tersebut antara lain anemia defisiensi besi, kekurangan dan kelebihan berat badan Remaja putri memerlukan banyak asupan zat besi untuk mengganti zat besi yang hilang bersama darah selama menstruasi berlangsung (Sya’bani & Sumarni, 2016). Anemia merupakan masalah kesehatan utama di masyarakat yang sering dijumpai di seluruh dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penduduk dunia yang mengalami anemia berjumlah sekitar 30% atau 2,20 miliar orang dengan sebagian besar diantaranya tinggal di daerah tropis. Prevalensi anemia secara global sekitar 51% (Suryani, Hafiani, & Junita, 2015). Kebiasaan remaja putri yang ingin tampil langsing menjadikan remaja tersebut membatasi asupan makanan hariannya yang mengakibatkan remaja putri mudah terserang anemia (Triwinarni, Hartini, & Susilo, 2017). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, teknik sampling yang digunakan adalah non-probability accidental sampling sehingga 32 responden dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan pada analisis data yang dilakukan menggunakan uji Chi Square di dapatkan hasil 0,205 pada alpha 0,05. Hal ini berarti tidak terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan kejadian Anemia pada remaja putri di Asrama Melanie Samarinda
PENGARUH DIABETES SELF - MANAGEMENT EDUCATION (DSME) TERHADAP KADAR HbA1C Ismansyah Ismansyah; Lukman Nulhakim; Rivan Firdaus; Indah Nur Imamah; Reheme Zam Zam Shiera Banu; Tia Puspita Anjani
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 2 No 7 (2020): Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.431 KB) | DOI: 10.35963/mnj.v2i7.171

Abstract

Background : Diabetes Self Management Education is a sustainable and comprehensive family-based treatment that involves families in clients' homes with the aim of increasing, maintaining and maximizing client independence and reducing the impact of diabetes. This study aims to determine the effect of DSME towards diabetic patients on HbA1C levels of type 2 diabetes mellitus clients in the working area of Wonorejo Public Health Center, Samarinda. Method : The design of this study was a quasi-experimental design with a pre and post test with control group design. The population in the study were all patients with diabetes mellitus type 2 in the working area of Wonorejo Public Health Center Samarinda with a total of 32 respondents, by using Simple Random Sampling. The researcher divided the respondents into two groups. Data were analyzed using paired T-Test and Independent T-tests. Result : The results of this study indicate that the results of statistical tests using the Paired TTest, in the experimental group p = 0,001 and p = 0,002 in the control group, while the P value on Independent T-Test is 0,728 (p>α;α=0,05). Conclusion : There is an influence of DSME on HbA1C levels of patients with DM type 2 in the working area of Wonorejo Public Health Center, Samarinda. It is recommended that health workers can make DSME as a reference in providing health promotion interventions to control HbA1C levels of patients with DM type 2.

Page 1 of 1 | Total Record : 5