cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 6 (2025)" : 5 Documents clear
Hubungan Social Support dengan Perilaku Non Suicidal Self-Injury pada Remaja di Jakarta Lonika, Mikha; Maharani, Grace Hinna; Carolina, Callista Amanda; Priskila, Vania
Flourishing Journal Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i62025p316-324

Abstract

The increasingly widespread trend of Non-Suicidal Self Injury among teenagers makes the role of social support very important, especially among teenagers who are still experiencing many changes both physically, cognitively, and socio-emotionally. Teenagers' emotional problems that cannot be resolved properly can lead teenagers to negative behaviors, one of which is non-suicidal self-injury (NSSI). This research aims to determine the relationship between Social Support and Non-Suicidal self-injury behavior among adolescents in Jakarta. This research used quantitative research methods, where data was collected through questionnaires that were distributed and obtained by as many as 89 people with an age range of around 12-21 years in Jakarta who had ever engaged in self-harming behavior. The sampling technique for this research uses a probability sampling technique with a correlational quantitative research design. Based on the search results via SPSS 20.0, a correlation coefficient value of -0.342 was obtained with a significance of 0.001, meaning that it has an inverse relationship, meaning that the higher the social support variable will be followed by the lower the non-suicidal self-injury variable and vice versa. Therefore, the research results show that there is a relationship between social support and non-suicidal self-injury behavior in adolescents in Jakarta. AbstrakSemakin maraknya trend non-suicidal self-injury membuat peranan social support menjadi sangat penting khususnya di kalangan remaja yang masih mengalami banyak perubahan baik secara fisik, kognitif, dan sosio-emosional. Masalah emosional remaja yang tidak dapat teratasi dengan baik dapat mengarahkan remaja kepada perilaku-perilaku yang negatif salah satunya adalah tindakan non-suicidal self-injury (NSSI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Social Support dengan perilaku Non-Suicidal Self Injury remaja di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode riset kuantitatif, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan dan mendapatkan sebanyak 89 orang dengan rentang usia sekitar 12-21 tahun di Jakarta serta pernah melakukan perilaku menyakiti diri. Teknik sampling penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan desain penelitian kuantitatif korelasional. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,342 dengan signifikansi sebesar 0,001 yaitu bermakna memiliki hubungan yang berlawanan artinya semakin tinggi variabel social support akan diikuti dengan semakin rendahnya variabel non-suicidal self-injury dan sebaliknya. Oleh karena itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan social support terhadap perilaku non-suicidal self-injury pada remaja di Jakarta.
Peran Kontrol Diri dalam Memoderatori Pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM) terhadap Shopaholic Generasi Z Kabupaten Malang Zuhroh, Luthfiatus; ‘Izzah, Nida Mukhlishotul; Khusna, Mafrukhatul
Flourishing Journal Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i62025p308-315

Abstract

Shopaholic has become a serious issue in the digital era, characterized by shopping habits that exceed basic needs. This study examines the influence of Electronic Word of Mouth (E-WOM) and self-control on shopaholic tendencies among Generation Z in Malang. This study used a correlational quantitative approach with a sample of 270 respondents from a total population of 386,976, selected through purposive sampling, and data collected via questionnaire. Multiple regression analysis showed a significance value of E-WOM of 0.48 (not significant) while self-control was very significant with a value of 0.00. The results of the F-test (p < 0.000) confirmed the combined effect of E-WOM and self-control on shopaholic behavior. The findings indicate that strong self-control reduces shopaholic behavior, while the impact of E-WOM is not significant. This study explains that good individual self-control can reduce the influence of Electronic Word of Mouth (E-WOM) on shopaholic tendencies. Self-control in individuals will enable them to rationally control their thought patterns and control their behavior to avoid engaging in consumptive behavior due to exposure to social media content. This study emphasizes that increasing self-control is important to suppress excessive shopping habits among the younger generation. AbstrakShopaholic menjadi isu serius di era digital, ditandai oleh kebiasaan belanja yang melampaui kebutuhan utama. Penelitian ini memeriksa peran kontrol diri dalam memoderatori pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM) terhadap shopaholic generasi Z di Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif moderasi dengan sampel sebanyak 270 responden dari total populasi 386.976, dipilih melalui purposive sampling, dan data dikumpulkan via kuesioner. Analisis Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan nilai signifikansi E WOM sebesar 0,48 (tidak signifikan) sedangkan kontrol diri sangat signifikan dengan nilai 0,00. Hasil uji F (signifikansi 0,000) mengonfirmasi adanya efek gabungan E WOM dan kontrol diri terhadap perilaku shopaholic. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kontrol diri yang tinggi akan mampu menurunkan pengaruh E-WOM terhadap shopaholic. Kontrol diri pada individu akan membuat individu mampu mengendalikan pola pikir secara rasional dan pengendalian perilaku untuk tidak melakukan perilaku konsumtif akibat paparan konten media sosial. Penelitian ini menekankan bahwa peningkatan kontrol diri penting untuk menekan kebiasaan belanja berlebihan di kalangan generasi muda.
Peran Self-Efficacy dan Perceived Social Support terhadap Work-Life Balance Pekerja Wanita: Aprilia, Niken Aria Putri; Nuryanti, Sofia
Flourishing Journal Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i62025p340-351

Abstract

Today, married women workers have to play multiple roles, which is a challenge to achieve work-life balance. This research aims to determine the role of self-efficacy and perceived social support in the work-life balance of women workers. This research involved 238 respondents who were obtained by an accidental sampling method and were Indonesian female citizens who were actively working and married. This research instrument consists of the Work-Life Balance Scale, the Self-Efficacy Scale, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support. The research data were analyzed by the Multiple Regression Analysis technique with the assistance of SPSS 27.0. The results of the analysis show that there is a partially significant role, both from self-efficacy on work-life balance was 67.8% and the role of perceived social support on work-life balance was 54.9%. Simultaneously, the two variables also play a significant role in work-life balance by 69.7% so that the remaining 30.3% is distracted by other factors outside the scope of this research. Therefore, the implication of this research is to help provide information, especially for women workers, to build self-efficacy and perceived social support because it has a positive impact on work-life balance, so that they can improve the quality of life. AbstrakDewasa ini, pekerja wanita yang telah menikah harus menjalani peran ganda yang menjadi tantangan untuk meraih work-life balance. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran faktor internal (self-efficacy) dan faktor eksternal (perceived social support) terhadap work-life balance pekerja wanita. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 238 responden yang didapatkan dengan metode accidental sampling dan merupakan warga negara Indonesia wanita yang aktif bekerja dan sudah menikah. Instrumen penelitian ini terdiri dari Work-Life Balance Scale, Self-Efficacy Scale, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Data penelitian dikaji menggunakan teknik Multiple Regression Analysis dengan bantuan software SPSS 27.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peran parsial yang signifikan, baik dari self-efficacy terhadap work-life balance sebesar 67.8% maupun peran perceived social support terhadap work-life balance sebesar 54.9%. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga berperan signifikan terhadap work-life balance sebesar 69.7% sehingga 30.3% tersisa didistraksi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Oleh sebab itu, implikasi dari penelitian ini adalah membantu memberikan informasi, utamanya bagi pekerja wanita untuk membangun self-efficacy dan perceived social support karena berdampak positif terhadap work-life balance sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup.
College student insomnia: The influence of insomnia on emotional aggression Chintya, Sheldya Kayla; Chairi, Najwa Putri; Rahmawati, Yuliana Mukti
Flourishing Journal Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i62025p333-339

Abstract

Poor sleep quality, particularly insomnia, can affect emotional regulation and increase emotional aggression. This study aims to investigate the relationship between insomnia symptoms and emotional aggression in university students. This study employed a quantitative approach, adapting the Regensburg Insomnia Scale (RIS) to assess student insomnia and the Brief Aggression Questionnaire (BAQ) to measure emotional aggression. Both instruments use Cronbach’s alpha for reliability and construct validity. This study involved 69 college students with sleeping problems, selected using a convenience sampling technique. Data were collected using an online questionnaire via Google Forms. Data analysis used correlational statistical methods to explore the role of insomnia to emotional aggression. This study found a significant contribution of insomnia to emotional aggression in college students. The results of the analysis show that the higher a person's level of insomnia, the higher the level of emotional aggression. These findings are expected to provide a further understanding of the impact of insomnia on the emotional aggression of university students, as well as a reference for the development of intervention strategies to improve sleep quality and reduce emotional aggression among university students. AbstrakKualitas tidur yang buruk, terutama insomnia, dapat memengaruhi regulasi emosi dan meningkatkan agresi emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara gejala insomnia dan agresi emosional pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan mengadaptasi Regensburg Insomnia Scale (RIS) yang mengukur insomnia dan Brief Aggression Questionnaire (BAQ) mengukur agresi emosi. Kedua alat ukur tersebut menggunakan reliabilitas Cronbach alfa dan validitas konstruk. Penelitian ini melibatkan 69 mahasiswa yang memiliki masalah tidur, yang dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner online melalui Google Forms. Analisis data menggunakan metode statistik korelasional untuk mengeksplorasi peran gejala insomnia terhadap agresi emosional. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya peran yang signifikan gejala insomnia terhadap agresi emosi mahasiswa. Individu yang memiliki tingkat insomnia yang tinggi memiliki tingkat agresi emosi yang tinggi pula. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai dampak insomnia terhadap agresi emosional mahasiswa, serta menjadi acuan pengembangan strategi intervensi untuk meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan agresi emosional di kalangan mahasiswa.
Siap Merencanakan Karier melalui Pelatihan Perencanaan Karier pada Siswa Kelas XI MAN Sidoarjo Setyoningtias, Khasdyah dwi dewi; Fatmawiyati, Jati; Rahmi, Yaumul; Mahardiana, Lina; Nugraha, Arya Yudha; Panulung, Danang Alifian Gandang
Flourishing Journal Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i62025p325-332

Abstract

A key issue in Madrasah Aliyah (MA) and other Islamic religious schools is the lack of focus on career planning in learning activities. Therefore, this study focuses on illustrating how career planning training, especially related to the selection of further study majors, makes students more aware of the careers they will pursue. Career planning is a form of student readiness in planning their future lives after graduation. The focus of this study is to determine the impact of career planning training on students' understanding of careers and college major planning. Using experimental quantitative methods, comparing the results of pre- and post-tests using career planning instruments, followed by 108 students. The study found that there was a difference of 3.54 (significance 0.00 <0.05), meaning that this career planning training was able to provide changes in students' understanding of career plans, with 73 students in the group who slowly understood the concept of career planning in their future lives. It is hoped that this study will provide an overview that schools, students, and related parties can provide regular career training programs so that students are better prepared in planning their careers. AbstrakPermasalahan pada sekolah berbasis agama Islam, salah satunya pada tingkatan Madrasah Aliyah (MA) adalah perencanaan karier yang belum menjadi fokus dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Perencanaan karier menjadi langkah awal untuk memberikan gambaran karier dan pemilihan jurusan perkuliahan nantinya. Maka penelitian ini berfokus untuk menggambarkan bahwa dengan pelatihan perencanaan karier khususnya berkaitan dengan pemilihan jurusan studi lanjut menjadikan siswa lebih paham terhadap karier yang akan dijalaninya. Perencanaan karier merupakan bentuk dari kesiapan siswa dalam merencanakan kehidupan selanjutnya ketika telah lulus. Fokus penelitian ini mengetahui dampak pelatihan perencanaan karier siswa terhadap pemahaman karier dan perencanaan jurusan perkuliahan. Menggunakan kuantitatif eksperimental membandingkan hasil sebelum dan sesudah tes menggunakan instrumen perencanaan karier yang diikuti oleh 108 siswa. Temuan penelitian bahwa terdapat perbedaan 3,54 (signifikansi 0,00 < 0,05), artinya pelatihan perencanaan karier ini mampu memberikan perubahan pemahaman rencana karier pada siswa, dengan 73 siswa berada pada kelompok yang perlahan memahami konsep perencanaan karier dalam kehidupan yang akan datang. Besar harapan dari penelitian ini dapat memberikan gambaran bahwa sekolah, siswa maupun pihak terkait untuk memberikan program pelatihan karier secara berkala agar siswa lebih siap dalam merencanakan kariernya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5