cover
Contact Name
Yoel Benyamin
Contact Email
jurnalekklesia@gmail.com
Phone
+6281392368282
Journal Mail Official
jurnalekklesia@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Ekklesia Pontianak Jalan Kom.Yos. Sudarso, Gg. Rambutan 2, No.13 Kota Pontianak, Pontianak Barat, Kalimantan Barat Website: https://www.sttekklesiaptk.ac.id Email: office@sttekklesiaptk.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
EKKLESIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29642639     DOI : -
Focus dari Jurnal ini ialah: 1. Pendidikan Kristiani (PAK) 2. Teologi 3. Missiologi 4. Biblika 5. Dogmatika 6. Historika 7. Pastoral
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022" : 5 Documents clear
Agile: Refleksi Teologis Ketangkasan Gideon untuk Berkemenangan dengan Cara Tuhan Trisnaningtyas, Vendyah; Nugroho, Eko
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.805 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i1.3

Abstract

Abstract: This article aims to explore the meaning of Agile which means intelligent and agile to triumph in God, provide an analysis of it and provide a reflection description of the function of agile. In writing this scientific paper, the researcher uses a qualitative descriptive method by collecting data from books, journal articles, and from the author's observations while serving the family and work community. The description in this article shows that there is power in doing agile (intelligence and agility) to be able to win in life with God. The conclusion is found that biblically states that agile is often used by biblical leaders in war strategies as well as in determining actions and making it a strength to triumph in life in God. Agile proves that the power of God's Word is able to bring people to act in the ways and strategies that God wants so that they get results that are beyond human expectations. In other words, agile needs to be done by always doing according to the will of God's Word and living it, the Holy Spirit who enables understanding and faith that makes miracles happen when agile is done with sincerity.Abstrak: Artikel ini bertujuan mendalami makna dari Agile yang berarti cerdas dan tangkas untuk berkemenangan di dalam Tuhan, memberikan analisis terhadapnya dan memberikan deskripsi refleksi fungsi dari agile. Dalam penulisan karya ilmiah ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pegumpulan data dari buku, artikel jurnal, dan dari pengamatan penulis selama melayani komunitas keluarga dan pekerjaan. Uraian pada artikel ini menunjukkan ada kekuatan dalam melakukan agile (kecerdasan dan ketangkasan) untuk dapat berkemengandalam hidup bersama dengan Tuhan. Hasil simpulan ditemukan bahwa secara alkitabiah menyatakan bahwa agile sering dilakukan pula oleh para tokoh alkitab dalam strategi peperangan maupun dalam menentukan tindakan dan menjadikan hal tersebut kekuatan untuk berkemenangan hidup dalam Tuhan. Agile membuktikan bahwa Kekuatan Firman Allah mampu membawa manusia bertindak sesuai dengan cara dan strategi yang Tuhan kehendaki sehingga memperoleh hasil yang diluar ekspektasi manusia itu sendiri. Dengan kata lain agile perlu dilakukan dengan selalu melakukan sesuai kehendak Firman Allah dan menghidupinya, Roh Kudus yang memampukan untuk memahami dan iman yang membuat mujizat terjadi saat agile dilakukan dengan kesungguhan hati.
Konsep Merdeka Belajar menurut Ki Hajar Dewantara pada Kurikulum Merdeka dan Implementasinya dalam Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Setiawan, Samuel Agus; Pujiono, Andrias
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.198 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i1.4

Abstract

Abstract: Changes in the increasingly advanced times affect all aspects of life including the world of Education. Education is an effort of every human being to foster social awareness. Through education, it is hoped that every human being will know a better quality of human civilization. Considering the characteristics of students in this era, the independence-based education model is a breakthrough regarding the concept of education adopted by an Indonesian educational figure, Ki Hajar Dewantara. Christian Religious Education as one of the compulsory subjects at every level of Education has a very important role in forming Godly and civilized human beings. The purpose of this paper is to examine the concept of Freedom of Learning according to Ki Hajar Dewantara in the Freedom of Learning curriculum and its implementation in Christian Religious Education in Schools. The research method used in writing this scientific journal is the Library Research method. The results of this research reveal that the essence of the independent learning curriculum inspired by Ki Hajar Dewantara can be understood through the two principles in the Among System. Based on the studies that have been carried out, it is identified that the concept of Freedom to Learn is very close to the pattern of Christian Religious education, so that in its application as long as it is applied with the correct principles it will produce students who are intelligent and have the character of Christ.Abstrak: Perubahan zaman yang semakin maju memengaruhi segala aspek dalam kehidupan termasuk dunia Pendidikan. Pendidikan adalah upaya manusia untuk menumbuhkan kesadaran melalui belajar. Melalui jalan pendidikan diharapkan setiap manusia memiliki ilmu pengetahuan menuju peradaban manusia berkualitas dan lebih baik. Menimbang dari karakteristik peserta didik pada zaman ini model pendidikan yang berbasis kemerdekaan adalah sebuah terobosan baru tentang konsep pendidikan yang diadopsi dari seorang tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara. Pendidikan Agama Kristen sebagai salah satu matapelajaran yang wajib ada pada setiap jenjang Pendidikan memiliki peranan yang sangat berpengaruh dalam membentuk manusia yang berkeTuhanan dan beradab sebagai manusia. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji konsep Kemerdekaan Belajar menurut Ki Hajar Dewantara dalam kurikulum Merdeka Belajar serta mengimplementasikannya dalam Pendidikan Agama Kristen di Sekolah-sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan jurnal ilmiah ini adalah metode Library Research (studi kepustakaan) Hasil penelitian ini mengungkap esensi kurikulum merdeka belajar yang terinspirasi dari Ki Hajar Dewantara ini dapat dipahami melalui dua prinsip yang disebut dengan istilah Sistem Among. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan diidentifikasi bahwa konsep Merdeka Belajar sangat dekat dengan pola pendidikan Agama Kristen, sehingga dalampenerapannya selama diterapkan dengan prinsip yang benar akan menghasilkan siswa yang cerdas dan berkarakter Kristus.
Strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini Sipahutar, Frilia Kartini; Zega, Yunardi Kristian
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.666 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i1.6

Abstract

Abstract: Early childhood (0-5 years) are those who are experiencing brain growth very quickly so they really need special attention in receiving proper education. The purpose of this study is to explain the importance of Christian Religious Education for children and to describe various strategies of Christian Religious Education teachers in educating or increasing interest in learning in early childhood. The method used in this research is the literature study method. Through this research it can be seen that early childhood is the right time for children to receive spiritual things both from their parents and teachers so that children's character can be formed properly, because it is at this time that they easily receive stimulation from other people. others and easy to imitate what they see. So it is very important for Christian Religious Education teachers to choose the right strategy to increase children's interest in learning so that they produce quality children who will continue the nation and church and have strong faith.Abstrak: Anak usia dini (0-5 tahun) adalah mereka yang sedang mengalami pertumbuhan otak dengan sangat cepat sehingga mereka sangat perlu perhatian khusus dalam menerima pendidikan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan begitu pentingnya Pendidikan Agama Kristen bagi anak dan memaparkan berbagai macam strategi guru Pendidikan Agama Kristen dalam mendidik ataupun meningkatkan minat belajar pada anak usia dini. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa pada masa anak usia dini adalah masa yang tepat bagi anak untuk menerima hal-hal yang rohanibaik itu dari orang tua maupun guru mereka sehingga karakter anak dapat dibentuk dengan baik, dikarenakan pada masa inilah mereka mudah menerima rangsangan dari orang lain dan mudah untuk menirukan apa yang mereka lihat. Maka sangat penting bagi guru Pendidikan Agama Kristen dalam memilih strategi yang tepat untuk meningkatkan minat belajar pada anak supaya dihasilkan anak-anak penerus bangsa dan gereja yang berkualitas dan memiliki iman yang kuat.
Respon Gereja Terhadap Pluralisme Dalam Aktivitas Misiologi Kristen Jabes Pasaribu; Rosnita Temba Kagu; Tafonao, Talizaro; Ceria
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.994 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i1.11

Abstract

Abstract: Abstract: Pluralism is a phenomenon that cannot be avoided in all aspects of life, especially in the field of religion (religion). This pluralism raises various basic beliefs that have the potential to influence the attitude and even the identity of the church in missionary church activities. That is why it is important to understand the church's response to pluralism and the context of Christian missiology, where the church continues to carry out its function as evangelists. The researcher uses a qualitative method of literature study. The results obtained are that the Church remains in a missionary state in the representation of God's love in the midst of pluralism.Abstrak: Pluralisme merupakan suatu fenomenal yang tidak dapat dihindari dalam segala bidang aspek kehidupan secara khusus dalam bidang agama (religus). Pluralisme ini memunculkan berbagai dasar keyakinan yang sangat potensial dalam mempengaruhi sikap bahkan identitas gereja dalam aktifitas gereja yang misionaris. Oleh sebab itulah pentingnya pemahaman akan respon gereja terhadap pluralisme dan konteks misiologi Kristen, dimana gereja tetap menjalankan fungsinya sebagai pemberita Injil. Peneliti menggunakan metode kualitatif studi pustaka. Hasil yang diperoleh bahwa Gereja tetap dalam keadaannya yang misionaris dalam representasi kasih Allah ditengah kemajemukan.
Implementasi Media Pembelajaran di Pendidikan Agama Kristen untuk Peningkatan Kerohanian Peserta Didik Iswahyudi; Manik, Novida Dwici Yuanri; Santoso, Juli
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.873 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i1.12

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine objectively about the effectiveness of the performance of the administrative staff were seen monitoring and performance measurement. This study uses a qualitative approach to case study type. The data sources are: Chairman of the school of theology as a key informant who supported other sources. While collecting the data collection techniques, through interviews, observation, and documentation. The technique of data analysis through the model of Miles and Huberman. Based on research, it can be concluded that: (1) The increase in administrative staff performance through the implementation of monitoring and measurement of performance. (2) While the measurement of performance through measurement to communicate aspects of work, and taking the measurements to communicate aspects of the work, and aspects of measurement to define priorities for action; (3) Beside all that aspects, to increase the administrative staff performance through work standard, actual performance, based on policy, usefull of performance, problem and solution of performance, and the effort to increase administrative staff performance.Abstrak: Media Pembelajaran adalah salah satu alat bantu dalam mengajar bagi guru untuk meningkatkan kreativitas dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Dengan media pembelajaran siswa akan lebih termotivasi, imajinasi siswa dirangsang, perasaannya disentuh, dan kesan mendalam diperoleh siswa dan selanjutnya meningkatkan minat belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian siswa terhadap materi pelajaran, sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Itulah sebabnya, dalam pengajaran Pendidikan Agama Kristen dengan menerapkan media pembelajaran pada siswa sekolah Dasar menjadi topik yang sangat penting untuk dibahas. Dalam pengajaran Pendidikan Agama Kristen, pemanfaatan media pembelajaran sebenarnya bukan hal yang baru, jika dilihat pada masa Perjanjian Lama, sudah memakai media sekalipun masih sangat terbatas. Dalam Perjanjian Baru, sebagai guru Tuhan Yesus selalu mencari dan menemukan berbagai cara dalam menghadapi situasi pendengar-Nya baik dengan menggunakan istilah, perumpamaan dan media alat peraga sekalipun untuk menyampaikan maksud pengajaran-Nya, sehingga lebih menarik dan lebih mudah untuk dipahami dengan baik oleh para pendengarnya. Pada umumnya, keberadaan media muncul karena keterbatasan kata-kata, waktu, ruang, dan tenaga. Dalam pemanfaatan mendia pembelajaran secara umum memiliki kegunaan yaitu memperjelas pesan, menguasai keterbatasan ruang, waktu, pancaindra serta menimbulkan gairah/minat belajar dan berdampak pada hasil belajar siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5