cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018" : 9 Documents clear
Karakteristik Beberapa Sifat Fisika Tanah akibat Pemberian Pupuk Organik, Biochar, NPK dan Pola Tanam Jagung dan Kedelai Mukhsin Febi Mirza; Teti Arabia; hairul basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.05 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8155

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik, biochar, NPK dan pola tanam jagung dan kedelai terhadap karakteristik fisika tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus sampai Februari 2017 di kecamatan Muara Tiga kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah pembenah tanah (A) dan pola tanam (S). factor pertama pembenah tanah (A) terdiri dari NPK 400 kg ha-1, biochar 10 t ha-1, pupuk kandang 10 t ha-1, biochar 10 t ha-1+ NPK 400 kg ha-1, pupuk kandang 10 t ha-1+ NPK 400 kg ha-1, faktor kedua adalah pola tanam yaitu monokultur jagung, monokultur kedelai, tumpangsari jagung dan kedelai dengan demikian terdapat 15 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah porositas tanah, indeks stabilitas agregat, dan kadar air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik, biochar, NPK dan pola tanam memberikan efek yang sama yaitu tidak berpengaruh nyata terhadap porositas tanah, indeks stabilitas agregat dan kadar air tanah. Namun terdapat interaksi antara perlakuan pupuk organik, biochar, NPK dan pola tanam terhadap porositas tanah dan indeks stabilitas agregat.Some Characteristics Of the Physical Properties of tho Soil Due to the Granting of Organic Fertilizer, NPK Patterns of Biochar, Planting Corn And SoybeansAbstract. This research aims to know the influence of the giving of the organic fertilizer, NPK and patterns of biochar, planting corn and soybeans against the physical characteristics of the soil. This research was carried out in August until February 2017 in the subdistrict of Muara Tiga Pidie. The research of using Random Design Group (RAK) factorial pattern 5 x 3 with 3 replicates. Factors examined are (A) the land pembenah and the planting pattern (S). the first factor pembenah the soil (A) consists of 400 kg of NPK ha-1, biochar 10 t ha-1, manure 10 t ha-1, biochar 10 t ha-1 + NPK 400 kg ha-1, manure 10 t ha-1 + NPK 400 kg ha-1, the second factor is the pattern of planting corn monoculture, namely soy monoculture intercropping of corn and soybeans, thus there are 15 combination treatment with 3 replicates. The observed parameters are porosity, soil aggregate stability index, and moisture content of the soil. The results showed that the organic fertilizer, biochar, NPK and planting patterns give the same effect that is not the real effect against porosity soil aggregate stability index, and moisture content of the soil. However, there is an interaction between treatment of organic fertilizer, biochar, NPK and planting patterns against the porosity of soil aggregate stability and index.
Serapan Hara dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Berbagai Jenis dan Metode Perhitungan Kebutuhan Kapur pada Ultisol Arief Maulana; Zuraida Zuraida; Muyassir Muyassir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.16 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8284

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat metode kebutuhan kapur dan jenis kapur yang  efektif terhadap serapan hara dan hasil jagung (Zea mays L.) pada Ultisol dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 9 perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 27 satuan unit percobaan. Faktor yang diteliti adalah metode perhitungan kebutuhan kapur sebagai faktor 1 dan jenis kapur sebagai faktor 2. Faktor 1 metode perhitungan kebutuhan kapur terdiri dari 3 taraf yaitu : metode Corey (M1), metode berdasarkan Aldd (M2), dan metode Knooti (M3). Faktor 2 adalah jenis kapur yang terdiri dari 3 taraf yaitu : dolomit (K1), kalsit (K2), dan gypsum (K3). Untuk melihat perbedaan hasil perlakuan digunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji (BNT0,05). Hasil penelitian didapatkan serapan hara dan komponen hasil jagung yang bervariasi secara nyata akibat interaksi metode perhitungan kebutuhan kapur. Gypsum yang dihitung dengan  metode Corey  menghasilkan kadar dan serapan tanaman jagung yang lebih baik dari jenis kapur yang dihitung dengan metode perhitungan lainnya, demikian juga halnya dengan komponen hasil jagung yang ditanam pada Ultisol.Nutrient Absorption and Corn Result (Zea Mays L.) Due To The Growth of Types And Calculation Methods on UltisolAbstract. The study aims to see the lime and lime lime requirement method that was effective against nutrient uptake and corn yield (Zea mays L.) on Ultisol using Factorial Randomized Block Design (RAK) with 9 treatments and replicates 3 times so that 27 units of experiments. Factor of research is calculation method of lime requirement as factor 1 and lime type as factor 2. Factor 1 calculation method of lime requirement consists of 3 levels that is: Corey method (M1), method based on Aldd (M2), and Knooti (M3) method. Factor 2 is a type of lime which consists of 3 levels, namely: dolomite (K1), calcite (K2), and gypsum (K3). To see difference between treatment result used F tests and continued with test (BNT0,05). The results showed nutrient uptake and corn yield components that varied significantly due to the interaction of calculation method of lime requirement. Gypsum calculated by Corey method yields better corn absorption rate and absorption of lime species calculated by other calculation methods, as well as corn components grown on Ultisol. 
Peningkatan Kinerja Mesin Pengering Hybrid Melalui Modifikasi Tungku Biomassa Untuk Pengeringan Ikan Tongkol (Euthynus affinis) Makmur Munandarsyah; Raida Agustina; Kiman Siregar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8134

Abstract

Abstrak. Pada saat musim panen ikan, para nelayan banyak mendapatkan ikan tongkol sebagai hasil tangkapan dengan jumlah yang sangat besar. Karena jumlah yang sangat banyak, terkadang ikan tongkol tidak habis terjual. Hal tersebut mengakibatkan ikan tongkol cepat membusuk jika tidak ada pengolahan yang baik. Salah satu cara yang dilakukan nelayan adalah dengan mengeringkan ikan tongkol tersebut secara alami (penjemuran dibawah sinar matahari). Alat pengering surya tipe rak adalah alat pengering berbentuk kotak yang memanfaatkan matahari sebagai energi termalnya. Adapun kendala dari alat pengering ini adalah hanya memanfaatkan panas dari energi matahari sehingga ketika cuaca dalam keadaan mendung atau saat malam tiba alat ini tidak bisa difungsikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan nilai efisiensi pada tungku biomassa serta alat yang digunakan lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode oven. Hasil penelitian diperoleh total efisiensi penggunaan energi selama pengeringan yaitu, untuk pengeringan uji kosong hybrid adalah 0,11%, untuk pengeringan uji hybrid sebesar 5,60% dan untuk pengeringan uji surya sebesar 28,13%. Sementara untuk lamanya waktu pengeringan, uji hybrid ulangan selama 14 jam, uji hybrid ulangan 2 selama 14 jam, uji surya ulangan 1 selama 15 jam dan uji surya 2 ulangan selama 16 jam. Untuk total energi tersedia, pengeringan hybrid sebesar 265,63 MJ dan pengeringan surya sebesar 9,61 MJ. Improved Hybrid Dry Engine Performance through Modification of Biomass Furnaces for Drying Mackarel Tuna (Euthynus affinis)Abstract. At the time of harvest fish, fishermen get a lot of catches of tuna with very large amount. Due to the very large number of these, sometimes the tuna is not sold out. This resulted in the tuna quickly decompose if there is no good processing. One way in which the fisherman is by drying the tuna fish naturally (the drying in the sun). A tool rack type solar dryer is a box-shaped dryer that utilize the sun as thermal energy. The constraints of this tool is only utilizing the heat from solar energy, so when the weather is cloudy or at nightfall these tools can not function. The research aims to modify the tool rack type solar dryer to be a hybrid dryer for drying anchovy. The method used in this research is oven method. The results were obtained that total efficiency of energy use during drying is for drying empty test hybrid is 0,11%, for drying hybrid test at 5,60%, and for drying solar test of 28,13%. As for the length of drying time, hybrid test replicates 1 for 14 hours, hybrid test replicates 2 for 14 hours, solar test replicates 1 for 15 hours, and solar test repliatesc 2 for 16 hours. For the total energy available, hybrid drying of 265,63 MJ and solar drying of 9,61 MJ.
Pengaruh Kombinasi Mulsa JAgung dan Pupuk NPK serta Budidaya Tanaman Jagung, KAcang tanah dan kedelai Terhadap Sifat Kimia Tanah pada Ultisol Fajrial Lisha; Zuraida Zuraida; Teti Arabia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.475 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8143

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi mulsa jagung dan pupuk NPK serta budidaya berbagai macam tanaman terhadap sifat kimia tanah pada Ultisol. Tanman yang digunakan pada penelitian ini berupa tanaman jagung, kacang tanah, dan kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah pola RAK 3 x 4 dengan tiga ulangan dan 12 perlakuan . Faktor yang diteliti yaitu jenis tanaman dan mulsa jagung. Faktor pertama yaitu jenis tanaman terdiri dari tiga taraf yaitu ; jagung, kedelai dan kacang tanah. Faktor kedua mulsa jagung terdiri atas empat taraf  yaitu ; kontrol, tanpa mulsa, mulsa jagung 5 ton ha-1 dan mulsa jagung 10 ton ha-1 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis tanaman  memberikan pengaruh nayata terhadap K-dd tanah. Terdapat pengaruh interaksi antara perlakuan jenis tanaman dan mulsa jagung terhadap P-tersedia.The effects of Mulching Maize Combination and NPK Fertilizer with Maize, Soybean and Groundnut cultivation in Soil Chemical Properties of UltisolAbstract. This research aims to know the effects of mulching maize combination and NPK fertilizer with plant cultivation on dry land of Ultisol towards some soil chemical properties. The types of plants that have been used in this research are Maize, Soybean and Groundnut. The experimental layout was a split plot design by 3 x 4 RCBD with three replications and 12 combinations. The first factor is types of plants, consisting of three levels ie: Maize, Soybean, and Groundnut. The second factor is moulching maize consists of four levels ie; control, without mulch, mulching maize 5 ton ha-1 and mulching maize 10 ton ha-1. The results showed that the treatment of types of plants affected the exchangeable K. There is an interaction between types of plants and mulching maize towards the available P.
Analisis Tata Letak Fasilitas Pabrik Pengolahan Kopi Menggunakan Systematic Layout Planning Yanda Putri Aulia; Raida Agustina; Rita Khathir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8072

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata letak fasilitas pabrik kopimenggunakan Systematic Layout Planning (SLP). Penelitian dilakukan pada pabrik pengolahan kopi arabika PT. Ketiara Takengon Aceh Tengah. Evaluasi tata letak, dilakukan dengan membandingkan momen perpindahanbahan dan efesiensinya terhadap layout awal. Data yang digunakan adalah volume produksi per tahun, jumlah dan dimensi mesin, tipe kemasan, luas ruangan dan layout awal. Proses pengolahan kopi terdiri dari penimbangan, penggilingan, penjemuran, sortasi, cupping test, blending, dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi perpindahan bahan adalah 2.496 kali per tahun. Momen perpindahan proses pengolahan kopi pada PT. Ketiara berdasarkan layout awal adalahsebesar 596.818,56 m/tahun. Momen perpindahan berdasarkan layout alternatif A sebesar 512.628,48 m/tahun atau memiliki efesiensi 14,11%, sedangkan momen perpindahan berdasarkan layout alternatif B sebesar 291.233,28 m/tahun atau memiliki efesiensi sebesar 51,20 %. Dengan demikian pabrik pengolahan kopi PT. Ketiara direkomendasikan untuk menggunakan layout alternatif B.Analysis Facility’s Layout of Coffee Factory by Using Systematic Layout PlanningAbstract. This research aimed to analyze the facility layout of coffee factory by using Systematic Layout Planning (SLP). The study was conductedat coffee factory of PT. Ketiara located in Takengon, Central Aceh Regency. The layout analysis was done by evaluating the material handling moment and efficiency to the recent layout production.  The data used were production volume, number and dimension of machines, packaging types, area for facilities and recent layout.   The coffee processing consisted of weighing,milling, drying, sorting, cupping test, blending, and packaging. The material handling monent based on recent layout was 596,818.56 m/year. The material handling moment based on the first alternative layout (A) was 512,628.48 m/year or with eficiency of 14.11%, whereas  the handling moment based on the second alternative layout (B) was 291,233.28 m/year or with effeciency of 51.20%. Therefore, it is strongly recommended to PT. Ketiara to use  the second alternative layout (B).
Pengaruh Kemasan Aluminium Foil dan Botol Kaca terhadap Umur Simpan Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan Pendekatan Metode Arrhenius Wahyu Afdillah; Ismail Sulaiman; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.8 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8132

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemasan aluminium foil dan botol kaca terhadap umur simpan abon ikan tongkol. Penelitian ini menggunakan metode Arrhenius dimana faktor pertamanya yaitu jenis kemasan (K) yang terdiri dari dua taraf yaitu aluminium foil dan botol kaca. Faktor kedua yaitu suhu (S) dengan 3 taraf yaitu 30oC, 40oC dan 50oC. Faktor ketiga yaitu lama penyimpanan dengan 5 taraf yaitu 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali ulangan sehingga diperoleh 60 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ordo nol, abon yang dikemas aluminium foil pada suhu 30oC, 40oC dan 50oC berturut-turut  menghasilkan umur simpan selama 61 hari, 41 hari dan 28 hari, sedangkan abon yang dikemas botol kaca pada suhu 30oC, 40oC dan 50oC berturut-turut menghasilkan umur simpan selama 72 hari, 42 hari dan 26 hari. Pada ordo satu, abon yang dikemas aluminium foil pada suhu 30oC, 40oC dan 50oC berturut-turut menghasilkan umur simpan selama 116 hari, 85 hari dan 63 hari, sedangkan abon yang dikemas botol kaca pada suhu 30oC, 40oC dan 50oC berturut-turut menghasilkan umur simpan selama 194 hari, 123 hari dan 80 hari. Persamaan order aluminium foil yang dikemas nol adalah y = -3702,6x + 6,924 dan dikemas dengan botol kaca adalah y = - 5077,9x +10,9191. Sedangkan persamaan urutan satu dikemas dengan aluminium foil adalah y = -2823.5x + 4.9702 dan dikemas dengan botol kaca adalah y = - 4312.3x + 9.4082.  Abstract. This study aimed to determine the effect of aluminum foil and glass bottle on the shelf life of tuna fish floss meat. This research used Arrhenius method where the first factor was packaging type (K) consisting of aluminum foil and glass bottle. The second factor was temperature (S) with 3 levels which were at 30oC, 40oC and 50oC. The third factor was the storage period with 5 levels which were 0 days, 7 days, 14 days, 21 days and 28 days. Each treatment was repeated twice so the total was 60 units. The results showed that in the ordo zero, the shelf lifes of floss meat packed with aluminum foil at temperature 30oC, 40oC and 50oC were 61 days, 41 days and 28 days respectively, whereas the glass bottle obtained 72 days, 42 days and 26 days respectively. In the ordo one of floss meat packed with aluminum foil at 30oC, 40oC and 50oC respectively obtain shelf life for 116 days, 85 days and 63 days, whereas floss meat packed with glass bottles obtain shelf life 194 days, 123 days and 80 days. The equation of ordo zero packed aluminium foil is y = -3702.6x + 6.924 and packed with glass bottle is y= - 5077.9x +10.9191. Whereas equation of ordo one packed with aluminium foil is y = -2823.5x + 4.9702   and packed with glass bottle is y= - 4312.3x+9.4082.
Efektifivitas Realisasi Program Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Gelampang Wih Tenang Uken Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah Irfan Hidayat; Lukman Hakim; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.202 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.7576

Abstract

Abstrak. ADD di maksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelesaian masalah yang berskala desa secara langsung maupun yang berskala daerah secara tidak langsung. Permasalahan desa bersama masyarakatnya, sangatlah spesifik dan tidak dapat di sama-ratakan untuk setiap desa. Desa Gelampang Wih Tenang Uken Adalah  salah satu desa yang terletak di Kabupaten Bener Meriah yang mendapatkan  anggaran dana desa. Sejak tahun 2015 dana desa yang sudah di terima yaitu  Rp.222.699.900,00. Dan terus mengalami peningkatan  pada tahun 2017 Desa Gelampang Wih  Tenang Uken Sudah menerima anggaran dana  desa sebesar Rp. 973.351.708,00. Hasil penelitian ini adalah realisasi kegiatan  Program ADD yang dilakukan di Desa Gelampang Wih Tenang Uken yaitu pembangunan berbentuk fisik  diantaranya pembangunan rabat beton, drainase, turap kantor desa dan pembanguanan jalan pemukiman/aspal lapen. Implementasi  Program  ADD di Desa  Gelampang Wih  Tenang Uken  terkendala pada kurangnya transfaransi pemerintah desa sehingga informasi yang di berikan terbatas. Realisasi  program  Alokasi Dana Desa  (ADD) di Desa Gelampang Wih Tenang Uken tergolong efektif, hal ini dapat dilihat dari  laporan pertanggung jawaban desa di mulai dari tahun 2015 (222.699.900 : 300.000.000 x 100% = 74,23 %), 2016 (611.174.000 : 750.000.000 x100% = 81,49%) 2017, ( 973.351.708 : 1.000.000.000 x 100% = 97,33%). Namun demikian, pengelolaan ADD di Desa Gelampang Wih Tenang Uken masih perlu perbaikan baik di segi pengelolaan maupun sumberdaya manusia.Kata kunci: Efektivitas, Realisasi, Implementasi, ADDAbstract. ADD is intended to improve the effectiveness and efficiency of village-scale problem solving directly or indirectly. The village issue with the community is very specific and can not be equally shared for each village. Desa Gelampang Wih Tenang Uken It is one of the villages located in Bener Meriah Regency that get the village budget. Since 2015 the village funds already received are Rp.222.699.900,00. And continue to increase in 2017 Desa Gelampang Wih Tenang Uken It has received budget of village fund equal to Rp. 973.351.708,00. The result of this research is the realization of ADD program activities conducted in Gelampang Wih Tenang Uken Village which is physical development such as construction of concrete rebound, drainage, plastering of village office and construction of residential / asphalt road. The implementation of ADD Program in Gelampang Wih Tenang Village is constrained on the lack of transparency of village government so that the information given is limited. The realization of the Village Fund Allocation (ADD) program in Gelampang Wih Tenang Village Uken is effective, this can be seen from the village accountability report starting from 2015 (222.699.900: 300.000.000 x 100% = 74.23%), 2016 (611,174,000: 750,000,000 x100% = 81.49%) 2017, (973,351,708: 1,000,000,000 x 100% = 97.33%). However, the management of ADD in Gelampang Wih Tenang village still needs improvement both in terms of management and human resources.Keywords: Effectiveness, Realization, Implementation, ADD   
Pengaruh Rhizobium dan Urin Manusia terhadap Perubahan Sifat Biologi dan Kimia Tanah di Rezosfer Kedelai pada Inceptisol Santri Ifky Arwani Pakpahan; Ilyas Ilyas; Fikrinda Fikrinda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.958 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8282

Abstract

Abstrak.  Aplikasi rhizobium dan urin manusia merupakan teknologi alternatif untuk meningkatkan produktivitas tanah. Inceptisol yang memiliki kendala ketersediaan hara  nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor (rhizobium dan urin manusia) dengan pola 2 x 4 dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahawa interaksi  rhizobium dan urin manusia berpengaruh sangat nyata terhadap respirasi tanah dan nyata terhadap total mikroorganisme. Inokulasi rhizobium berpengaruh sangat  nyata terhadap respirasi tanah dan nyata terhadap K-tersedia namun tidak nyata terhadap parameter total mikroorganisme, pH, C-organik, N-total dan P-tersedia. Perlakuan urin manusia berpengaruh sangat nyata terhadap respirasi tanah dan  nyata terhadap total mikroorganisme dan pH, namun tidak nyata terhadap C-organik, N-total, K-tersedia dan P-tersedia.. Perlakuan terbaik yaitu tanpa inokulasi dan pemberian 25 mL urin manusia.Effects of Rhizobium and Human Urine on Soil Biological and Chemical Characteristics of Soybean Rezosphere at  InceptisolAbstract. The application of rhizobium and human urine is an alternative technology to increase soil productivity. Inceptisol which has constraints on the availability of nitrogen (N), phosphorus (P) and potassium (K). This study used Randomized Block Design consisting of two factors (rhizobium and human urine) with 2 x 4 pattern and three replications. The results of this study indicate that the interaction of rhizobium and human urine has a very significant effect on soil respiration and real to total microorganisms. Rhizobium inoculation had a very significant effect on soil respiration and was apparent to K-available but not significant on the total parameters of microorganisms, pH, C-organic, N-total and P-available. Aplication of Human urine had a very significant effect on soil respiration and was apparent to total microorganisms and pH, but not significant for C-organic, N-total, K-available and P-available. The best aplication was without inoculation and 25 mL of human urine. 
Analisis Kelas Mutu Air Berdasarkan Baku Mutu di Sub DAS Kalarengkih Kabupaten Aceh Tengah Layli Nuriani; Hairul Basri; Khairullah Khairullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.752 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8286

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas mutu air untuk kebutuhan penduduk berdasarkan baku mutu di sekitar Sub DAS Kalarengkih Kabupaten Aceh Tengah.. Lokasi di Sub DAS Kalarengkih Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan melalui survei lapang dan analisis laboratorium. Untuk pengambilan sampel air dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan cara penarikan sampel yang dilakukan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang dianggap tepat dan sesuai terhadap fenomena yang diteliti yaitu terdiri dari 5 titik sampel. analisis kelas mutu air sungai mempergunakan baku mutu sebagai pembanding untuk kelayakan kualitas parameter sungai yaitu Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 yaitu mengkaji data baku mutu air hanya untuk parameter fisika (TSS, TDS, Temperatur, Kekeruhan) dan kimia (Nitrat, Nitrit, pH, BOD, COD, Sulfat) selanjutnya dapat ditentukan klasifikasi airnya. Hasil Kelas Mutu Air Sub DAS kalarengkih berdasarkan baku mutu pada titik 1 tergolong Kelas 1 yang berada pada hulu Sub DAS Kalarengkih. Pada titik 2, 3, 4 dan 5 tergolong Kelas 4  dengan faktor pembatas Nitrit yang melebihi batas ambang baku mutu, disamping itu pada titik 4 juga terdapat nilai Nitrat yang tinggi, Nitrit terdapat pada outlet yang berada pada areal persawahan sedangkan Nitrat outletnya berada pada areal pemukiman, hal ini diduga Nitrit berasal dari hasil pemupukan dan Nitrat diduga hasil dari buangan limbah pemukiman.Analysis Class of Water Quality Based on Quality Standard in Kalarengkih Wateshed Regency of Aceh TengahAbstract. This study aims to determine the quality class of water for the needs of the population based on quality standards around the Kalarengkih Sub-Basin Central Aceh Regency .. Location in Kalarengkih Sub DAS Sub-District Bintang Regency Central Aceh. The research used quantitative descriptive method implemented through field survey and laboratory analysis. For the sampling of water is done by purposive sampling that is sampling by way of sampling conducted by choosing subject based on specific criterion which is deemed appropriate and appropriate to phenomenon studied that consist of 5 point sample. analysis of river water quality class using quality standard as a comparison for the feasibility of river parameter quality that is Government Regulation No. 82 Year 2001 that is studying data of water quality standard only for physics parameter (TSS, TDS, Temperature, Turbidity) and chemistry (Nitrate, Nitrite, pH, BOD, COD, Sulfate) can then be determined water classification. Results Quality Class Water Sub DAS kalarengkih based on the quality standard at point 1 Class Class 1 located in the upstream Kalarengkih Sub-watershed. At point 2, 3, 4 and 5 belong to Class 4 with limiting factor of Nitrite which exceed the quality standard threshold, beside that at point 4 there is also high Nitrate value, Nitrite is in outlet located in rice field area while Nitrate outlet is in area settlement, it is suspected Nitrite comes from the result of fertilization and Nitrate is suspected to result from disposal of waste settlement.

Page 1 of 1 | Total Record : 9