cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspiamanurung@gmail.com
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspiamanurung@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II, Kec. Medan Tim., Kota Medan, Sumatera Utara 20238
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 28087712     EISSN : 28087712     DOI : 2808-7712
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan melibatkan seluruh komponen akademisi yang ada di fakultas Pertanian . Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian ini meliputi aspek sosial ekonomi pertanian sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terintegrasi mulai dari kajian subsistem up-stream, subsistem on-farm, subsistem down-stream, dan subsistem penunjang serta dampak interelasinya dengan kebijakan pemerintah, perekonomian internasional dan kapitalisasi sumberdaya lahan, petani, dan masyarakat. Jurnal ini akan terbit setiap 2 kali dalam sebulan, dimulai dari bulan Januari tahun 2023., pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, November tahun 2023. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis [JIMEIS] ini telah terakreditasi Google Scholar. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 6 (2023)" : 10 Documents clear
Multiplikasi Tunas Pisang Raja (Musa sapientum L.) Dalam Media Murashige Dan Skoog Mengandung Benzyl Amino Purine dan Indole Acetic Acid Satria, Elfri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2020 di Laboratorium Kultur Jaringan Alifa Agricultural Research Centre (AARC), Jl. Brigjen Katamso No.454/51C, Medan Maimun, Medan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi benzyl amino purine (BAP) dan indole acetic acid (IAA) yang sesuai dalam media Mu- rashige dan Skoog (MS) pada multiplikasi tunas pisang raja secara in vitro dalam penye- diaan bahan tanaman yang unggul. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama BAP dengan 4 taraf, yaitu B0 = 0 mg/l, B1= 0,5 mg/l, B2 = 1 mg/l dan B3 = 1,5 mg/l serta faktor kedua yaitu IAA dengan 3 taraf, yaitu I0 = 0 mg/l, I1 = 0,25 mg/l dan 12 = 0,50 mg/l. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diu- lang tiga kali menghasilkan 36 unit percobaan, jumlah eksplan tiap perlakuan terdapat 2 eksplan, jumlah tanaman seluruhnya 72 eksplan. Parameter yang diukur adalah persen- tase eksplan hidup, persentase eksplan menghasilkan tunas, jumlah Tunas per eksplan dan tinggi tunas. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Benzyl Amino Purine (BAP) dengan konsentrasi 1,5 mg/liter memberikan pengaruh signifikan terhadap persentase eksplan menghasilkan tunas dengan rataan tertinggi 44,44 %, jumlah tunas per eksplan dengan rataan tertinggi 0,44 unit, dan tinggi tunas dengan rataan tertinggi 1,76 cm pada multiplikasi tunas pisang raja. Indole Acetic Acid (IAA) dengan konsentrasi 0,25-0,50 mg/liter memberikan pengaruh signifikan ter- hadap persentase eksplan menghasilkan tunas, jumlah tunas per eksplan dan tinggi tu- nas pada multiplikasi tunas pisang raja. Tidak terdapat interaksi Benzyl Amino Purine (BAP) dan Indole Acetic Acid (IAA)  pada semua parameter yang diukur.
Analisis Metode Differential Scanning Calorimetry Terhadap Sifat Thermal Produk Pencangkokan Anhidra Maleat Pada Karet Alam Siklis Mentari, Enisa Cita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan dilakukan modifikasi Karet Alam Siklis dengan Anhidrat Maleat dengan penambahan komonomer devinil benzen untuk menghasilkan produk pencangkokan yang memiliki karakteristik atau sifat yang lebih polar untuk pemanfaatan yang lebih luas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk olahan karet yang berkualitas dan tentunya bernilai jual tinggi sehingga dapat menambah keuntungan bagi para petani karet. Salah satu peningkatan nilai ekonomis karet adalah dengan membuat produk pencangkokan Anhidrat Maleat pada Karet Alam Siklis. Penelitian ini bersifat eksperimen laboraturium untuk menghasilkan materrial baru. Kemudian dilakukan penentuan banyaknya Anhidrat Maleat yang tercangkok pada karet alam siklis. Adapun penambahan Anhidrat Maleat yang tercangkok pada karet alam siklis dengan variasi konsentrasi : 2, 4, 8 dan 16 phr. Dengan penambahan komonomer devinil benzen dengan variasi : 0,5, 1 dan 2 mol rasio. Sifat thermal dengan penentuan Suhu Transisi gelas (Tg) ditentukan dengan metode Differential Scanning Calorimetry (DSC). Berdasakan pengolahan dengan Differential Scanning Calorimetry (DSC) diperoleh bahwa semakin banyak Anhidrat Maleat yang tercangkok maka Tg semakin tinggi.
Pengaruh Pemberian Bokashi Kulit Jengkol dan POC Daun Mucuna Bracteata Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Mayranda, Fachry
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2019 sampai bulan Juni 2019 di Jl. Meteorologi Kecamatan Percut sei tuan Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatra Utara, dengan ketinggian tempat ±27 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan yang terdiri dari 2 faktor yang diteliti, yaitu yaitu : Faktor Bokashi kulit jengkol (B) dengan 4 taraf yaitu : B0 : 0 g/polibeg, B1 : 100 g/polibeg, B2: 200 g/polibeg, B3 : 300 g/polibeg, Faktor POC Mucuna (M) dengan 4 taraf yaitu : M0 : 0 ml/l air/plot, M1 : 40 ml/l air/plot, M2 : 80 ml/l air/plot, M3 : 120 ml/l air/plot. Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang di ulangan 3 kali menghasilkan 48 plot percobaan dengan jarak antar plot 30 cm, panjang plot penelitian 120 cm, lebar plot penelitian 80 cm, jumlah tanaman sample per plot 3 tanaman. Hasil penelitian Pemberian bokashi kulit jengkol memberikan pengaruh nyata pada jumlah daun umur 12 MST dan berat kering bagian bawah bibit kakao TSH 858.Aplikasi POC daun Mucuna Bracteata memberikan pengaruh yang tidak nyata pada semua perlakuan bibit kakao TSH 858. Interaksi dari kedua perlakuan memberikan pengaruh tidak nyata pada semua perlakuan bibit kakao TSH 858.
Karakterisasi Sifat Fisik Minyak Eucalyptus Dari Eucalyptus grandis Secara Enzimatis Akram, Ananta
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian karakterisasi sifat fisik minyak Eucalyptus dari Eucalyptus grandis secara enzimatis menggunakan bekicot Achatina fulica telah dilakukan untuk mendapatkan metode yang sesuai dengan minyak atsiri yang mudah menguap. Penelitian ini menggunakan metode (RAL) acak rangkap dengan menggunakan 2 faktorial. Faktor 1 adalah ukuran partikel yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu U1= 20 mesh, U2= 40 mesh, U3= 60 mesh, U4 80 mesh. Faktor 2 adalah waktu maserasi yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu M1= 2 hari, M2= 3 hari, M3= 4 hari, M4= 5 hari. Parameter yang diamati yaitu rendemen, bobot jenis, indeks bias, dan aroma dari hasil analisis statistik pada setiap parameter waktu maserasi memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p0,01) terhadap nilai rendemen, bobot jenis, indeks bias dan aroma. Ukuran partikel memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p0,01) terhadap nilai rendemen, bobot jenis, indeks bias, dan aroma.
Konsentrasi NAA (Naphthalene Acetic Acid) dan Lama Pe- rendaman Terhadap Pertumbuhan Setek Jambu Madu (Syzygium aqueum) Siddiq, Fajar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi NAA (Naphthalene Acetic Acid) dan lama perendaman terhadap setek jambu madu (Syzygium aqueum). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor, faktor per- tama Konsentrasi NAA (Naphthalene Acetic Acid) (I) dengan 3 taraf, yaitu A0 (Kontrol/Tanpa Pemberian ), A1 (3 g / 200 ml air), A2 (6 g / 200 ml air). Lama Peren- daman (P) dengan 3 taraf, yaitu P0 ( Kontrol ) P1 (5 Menit dan ) P2 ( 10 Menit ). Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 27 satuan percobaan, jumlah tanaman per plot 5 tanaman dengan 3 tanaman sampel, jumlah tanaman seluruhnya 135 tanaman dengan jumlah tanaman sampel seluruhnya 81 tanaman. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, diameter batang umur, luas daun, jumlah daun dan jumlah tunas. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis of varians (ANO- VA) dan dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian konsentrasi NAA (Naphthalene Acetic Acid) 6 gr/ 200 ml air memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah tunas setek jambu madu. Sedangkan perlakuan lama perendaman memberikan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan setek jambu madu yang diukur dan tidak ada interaksi dian- tara kedua perlakuan.
Uji Efektivitas Antimikroba Formulasi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) dan Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Bakteri Staphylococus aureus Erwanda, Boby Agustian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya merupakan salah satu buah yang banyak tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Daun pepaya memiliki manfaat yang besar antaralain sebagai sumber antioksidan, bahkan mampu berfungsi sebagai antijamur, dan antimiroba dan daun rambutan banyak ditanam sebagai pohon buah dan dapat ditemukan tumbuh liar. Daun rambutan mempunyai senyawa antibakteri yaitu flavonoid, staphylococus aureus adalah bakteri gram positif yang bersifat toksin yang dapat menghasilkan racun. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu 40%, 50%, 60%, 70%, 80% dan perbandingan ekstrak daun pepaya dan daun rambutan terdiri dari 5 taraf dan 2 diantaranya kontrol ekstrak daun pepaya dan daun rambutan 100%, dan formulasi ekstrak daun pepaya dan daun rambutan : A. 40% : 60%, B. 50% : 50%, C. 60% : 40%, D. 70% : 30%, E. 80% : 20%. Paramerterpengamatan meliputi Penentuan Aktivitas Antimikroba, Pengamatan dan Pengukuran Diameter Hambatan.
Kombinasi Pemberian Pupuk Kompos Kotoran Ayam Dan Hormon Giberelin Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi Ungu (Oryza sativa L.) Jaya, Fantri Dady
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Interaksi Pemberian Kompos Kotoran Ayam dan Hormon Giberelin Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Ungu (Oryza sativa L.). Dilaksanakan di Jl. Tuar No 65 Medan Amplas. Pada bulan september 2019 sampai bulan Januari 2020. Penelitian ini Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari 2 faktor yang diteliti, yaitu: factor pemberian kompos kotoran ayam (K) yaitu: K0: 0 (control), K1: 200 gr/ember, K2: 400 gr/ember, sedangkan factor do- sis Hormon giberelin (G) yaitu: G0: 0 (control), G1: 10 ml/plot, G2: 20 ml/plot, G3: 30 ml/plot. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 36 plot percobaan, jarak antar plot 50 cm, panjang plot 40 cm, lebar plot penelitian 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kompos kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap parameter panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai, berat gabah per malai, bobot gabah 1000 biji dan pada penggunaan hormon giberelin berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 8 MST, dan kandungan klorofil.
Substitusi Tepung Terigu dan Tepung Suweg Terhadap Mutu Roti Manis Rangkuti, Bella Triana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat lupa bahwa yang kita butuhkan adalah kuntitas produk makanan yang akan membuat tubuh kita sehat dan dengan pengolahan yang benar. Penelitian ini mengenai pembuatan roti manis dengan substitusi tepung terigu dan tepung suweg dan dengan menambahkan konsentrasi CMC. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memperoleh pengaruh substitusi tepung terigu dan tepung suweg terbaik dari segi nilai gizi dan mutu roti manis, untuk mempelajari pembuatan roti manis dengan tepung terigu dan tepung suweg, untuk mengetahui pengaruh konsentrasi CMC dalam pembuatan roti manis. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktorial. Faktor I merupakan perbandingan tepung terigu dan tepung suweg (T) terdiri dari 5 taraf yaitu T0 = 200 : 0, T1 = 180 : 20, T2 = 160 : 30, T3 = 140 : 60, T4 = 120 : 80.Faktor II ialah konsentrasi CMC (C) terdiri dari 3 taraf, C1 = 0,37, C2 = 0,75, C3 = 1,12. Uji parameter pengamatan yang dilakukan adalah uji organoleptik warna, uji organoleptik tekstur, uji organoleptik aroma, uji organoleptik rasa, volume pengembangan, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar serat, dan kadar protein. Dari hasil analisa statistik pada setiap parameter roti manis diperoleh hasil yaitu pada perbandingan tepung terigu dan tepung suweg berbeda sangat nyata (p0,01) terhadap organoleptik warna, organoleptik aroma, organoleptik tekstur, organoleptik rasa, pengembangan volume adonan, kadar air, kadar lemak, kadar protein dan kadar serat kasar, sedangkan pada konsentrasi CMC berbeda sangat nyata (p0,01) terhadap organoleptik warna, organoleptik tekstur, organ- oleptik.
Eksplorasi Cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) Dari Akar Hevea brasiliensis Untuk Pengendali Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus) Secara In Vitro Efriani, Eka
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Balai Penelitian Sungai Putih (BPSP) jl. sei putih Rispa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan yaitu: F0 =Kontrol, F1=Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) APS 1, F2= Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) APS 2, F3=Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) APS 3, F4=Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) APS 4, F5 =Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) APS 5, F6=Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) APS 6, F7=Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) APS 7, F8=Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) APS 8, F9=Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) APS 9, F10 =Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) APS 10, F11 =Penggunaan cendawan Dark Septate Endopyte (DSE) TM RP 2a. Parameter yang diamati adalah karakterisasi yang terisolasi, patogenitas cendawan DSE menggunakan benih sawi putih, persentase daya efikasi cendawan DSE, dan pengamatan hifa abnormal. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh isolat cendawan DSE tanaman karet sebanyak 18 isolat dengan karakteristik adanya pigmen gelap pada media agar, memiliki hifa genap bersepta memiliki konidia atau hifa steril dan membentuk mikrosklerotia didaerah jaringan akar. Isolat cendawan DSE yang memiliki persentase perkecambahan benih sawi putih sebesar 100% dan tumbuh normal ada sebanyak 9 isolat antara lain APS 1, APS 2, APS 3, APS 4, TMRP 2a, APS 5, APS 6, APS 7, dan APS 8. Diperoleh 11 isolat cendawan DSE yang bersifat tidak patogenik yaitu : APS 1, APS 2, APS 3, APS 4, TM RP 2a, APS 5, APS 6, APS 7, APS 8, APS 9,APS 10 dan 7 isolat cendawan DSE yang bersifat patogenik, yaitu : APS 11, APS 12, APS 13, APS 14, APS 15, APS 16, APDS 3.2. Persentase penghambatan pertumbuhan JAP tertinggi terdapat pada isolat APS 1 yaitu sebesar 5,88%.
Kualitas Seduhan Dalam Penentuan Komposisi Minuman Herbal Bubuk Daun kumis kucing (Orthosiphon Aristatus BI. Miq.) dan Daun Keji Beling (Strobilanthes Crispus Bi.) Indiyani, Atira
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTeh herbal merupakan salah satu produk minuman dari tanaman herbal yang dapat membantu pengobatan suatu penyakit dan sebagai minuman penyegar tubuh. Bahan yang digunakan dalam peneliian ini adalah daun kumis kucing dan daun keji beling. Proses pembuatannya dilakukan dengan cara pengeringan oven. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbandingan komposisi bubuk daun kumis kucing dengan bubuk daun keji beling terhadap kualitas seduhan minuman herbal. Serta mengetahui banyak air seduhan terbaik terhadap kualitas seduhan minuman herbal. Faktor I adalah perbandingan bahan antara bubuk kumis kucing : bubuk keji beling (K) yang terdiri dari 5 taraf, yaitu : K1 = 0:100 gr, K2 = 75:25 gr, K3 = 50:50 gr, K4 = 25:75 gr, K5 = 100:0 gr dan faktor II adalah Air Seduhan ( S ) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : S1 = 100 ml, S2 = 125 ml, S3 = 150 ml. Parameter yang di amati adalah Kadar Air, Aktivitas Antioksidan, Organoleptik Rasa, Organoleptik Aroma dan Organoleptik Keseluruhan. Perbandingan komposisi bahan antara bubuk kumis kucing dan keji beling memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap Kadar Air, Aktivitas Antioksidan, Organoleptik Rasa, Organoleptik Aroma dan Organoleptik Keseluruhan. Air Seduhan pada teh memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap antioksidan, organoleptik rasa, organolepik aroma. Air seduhan pada teh memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhada, organoleptik keseluruhan. Interaksi perlakuan memberikan pengaruh ber- beda sangat nyata terhadap antioksidan, organoleptik rasa, organoleptik aroma, dan organoleptik keseluruhan. Perlakuan terbaik terdapat pada K3S1 (K3 dengan per- bandingan komosisi bubuk 50:50gr menghasilkan kadar air 3,85 %, antioksidan 79,00 µg/ml, ]] organolepik rasa 3,10, organolepik aroma 2,87, organolepik keseluruhan 3,05. S1 dengan air seduhan 100 ml menghasilkan antioksidan 82,21 µg/ml, organolepik rasa 3,08, organolepik aroma 2,71, organolepik keseluruhan 2,99.

Page 1 of 1 | Total Record : 10