cover
Contact Name
Abdul Gafur
Contact Email
abdulgafur@polbeng.ac.id
Phone
+6285265539135
Journal Mail Official
inovtekserimesin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bathin Alam Sungai Alam Bengkalis
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
Inovtek Seri Mesin
ISSN : -     EISSN : 27471470     DOI : https://doi.org/10.35314/ism.v1i1
Inovtek Seri Mesin published original, theoretical, and applied research in the domain of mechanical engineering. The topics include, but not limited to : • Material & Manufacturing Production • Mechanical Design & Mechanism • Renewable Energy & Thermofluids • Mechatronics, Robotics, & Optoelectronics • Other related fields Research papers are examined through peer-reviewed process prior publication. The content of the research papers expose the depth of mechanical engineering research works. Aside from full-length articles, the journal also considers technical briefs, design innovation papers, reviews, discussions of published papers with rebuttal, book reviews, and editorials.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022)" : 7 Documents clear
Analisa Komposit Polimar Serbuk Kulit Kelapa Sebagai Bahan Penguat untuk Membuat Helm Safety Siska Mar Dwi Yani; Bambang Dwi Haripriadi
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.953 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2699

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui nilai dan sifat mekanik uji impact dan mengetahui karakteristik patahan spesimen. Serbuk kelapa hijau yang digunakan harus dipisah dari seratnya dan diayak ukuran mash 1.1 mm, pembuatan komposit menggunakan cetakan kaca dengan ukuran Panjang: 55 mm, lebar: 10 mm tinggi: 10 mm dan kedalaman takikan 5 mm. Spesimen benda uji mengacu pada standar ASTM E23 05 untuk uji impact. Dari hasil pengujian, dengan variasi kandungan bahan 20% serbuk kelapa + 80% resin, 30% serbuk kelapa + 70% resin, 40% serbuk kelapa + 60% resin, 50% serbuk kelapa + 50% resin, 60% serbuk kelapa + 40% resin. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa harga kekuatan impact material komposit terendah terjadi pada variasi 60% resin + 40% serbuk kelapa dengan nilai rata-rata  kekuatan impact sebesar 0.532 J/, kekuatan impact material komposit tertinggi terjadi pada variasi 20% resin + 80% serbuk kelapa dengan nilai rata-rata kekuatan impact sebesar 0.628 J/. Variasi 40% resin + 60% serbuk kelapa dengan nilai rata-rata  kekuatan impact sebesar 0.603 J/, dimana hasil patahannya tergolong liat. Morfologi yang menyatu baik dengan sempurna antara resin epoxy dan serbuk kelapa dengan variasi spesimen 20% serbuk kelapa + 80% resin.
Perancangan Dan Analisa Mesin Rolling Plat Semi Otomatis Safrian Adha Adha; Syahrizal Syahrizal
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.681 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2700

Abstract

Pada lab fabrikasi dan las Teknik Mesin Polbeng terdapat alat roll plat yang sistem kerjanya masih menggunakan sumber tenaga manusia (manual) dan kurang efektif, melihat permasalahan ini, penulis ingin merancang rolling plat dengan sistem kerja manual menjadi elektrik. Perancangan alat ini menggunakan sebuah metode research and development yang mengacu pada spesifikasi jenis komponen yang digunakan. Perancangan ini dengan dimensi panjang 750, lebar 500, tinggi 900 mm, motor penggerak 1 Hp 1 phase dengan kecepatan putaran 1400 rpm, gearbox 1:60 dan memiliki 3 dengan diameter 2 inchi dan serta analisa statik pada rangka melalui simulasi menggunakan aplikasi Autodesk Inventor Pro 2015 material rangka mesin yang dipakai steel galvanis dan steel mild hasil Displacement dengan nilai 0,0265574 mm, Strees analysis hasil simulasi yang dilakukan sebesar 0,0000223526 ul, Safety factor pada rangka mesin rolling adalah 11,4156 ul
Pengaruh Variabel Pemotongan Terhadap Keutuhan Lapisan Pahat Karbida Berlapis Titanium Aluminium Nitrida (TiAlN) Pada Pembubutan Paduan Aluminium Sunarto Narto
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1899.872 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2415

Abstract

Penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa lapisan pada alat potong karbida (Wc+Co) mengalami kegagalan fungsi pada saat memotong paduan Titanium, lapisan terkelupas pada menit awal pemotongan. Beberapa penyebab hilangnya lapisan dilaporkan oleh peneliti adalah berupa reaksi kimia antara bahan lapisan dengan material yang dipotong yang diawali oleh retak yang menjalar, beban mekanik dan temperatur pemotongan. Pada penelitian ini temperatur pemotongan menjadi bahasan utama yaitu dengan mengubah variabel pemotongan berupa kecepatan potong (Vc) 200, 400 dan 600 m/mnt dan melakukan pemotongan terhadap bahan Aluminium 6061. Hasil observasi terhadap lapisan alat potong setelah melakukan proses pembubutan Aluminium 6061 dilakukan dengan menggunakan SEM dan EDS. Dari ketiga kondisi pemotongan rendah, sedang dan tinggi disimpulkan pada Vc=200 m/mnt dijumpai bahan dasar alat potong berupa Wolfram (W) sebesar 44.84 % dan Cobalt (Co) sebesar 3,28 %, permukaan penampang alat potong didominasi dengan BUE (Built Up Edge), pada Vc=400 m/mnt tidak dijumpainya bahan dasar pahat artinya unsur bahan pelapis berupa Titanium Aluminium Nitrida (TiAlN) masih utuh, permukaan alat potong didominasi oleh BUE dan pada Vc=600 m/mnt unsur pelapis berupa TiAlN tidak terdetek disebabkan permukaan pengamatan ditutupi dengan banyaknya chip yang menempel yaitu unsur bahan baku Aluminium sebesar 65,92% dan 51,9%. Kata kunci: Kecepatan Potong, Reaksi Kimia, Beban Mekanik, Beban Termal, SEM, EDS
Rancang Bangun Alat Mesin Tempa Pandai Besi Sistem Hammer Kapasitas 14 Kg Yusri Fatullah; Syahrizal Syahrizal
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.759 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2716

Abstract

Tempa besi merupakan proses pengolahan logam dengan perubahan bentuk dalam keadaan panas dengan sistem pukulan secara terus menerus. Dari pengamatan di lapangan terhadap home industri pandai besi yang ada  di Desa Berancah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Pada umumnya mereka melakukan proses penempaan manual.Dalam satu hari permintaan konsumen bisa mencapai kurang lebih 13 permintaan dari yang meminta membuat parang, pisau deres, pisau dapur, golok, pacul dan lain lain. Dari hasil yang dilakukan pada alat mesin tempa pandai besi system hammer kapasitas 14 Kg/jam dengan dua kali percobaan maka didapatkan hasil yang memuaskan dengan terjadinya 150+ pukulan dalam jangka waktu satu menit dan torsi penempaannya adalah 47,88 sudah sesuai dengan kebutuhan mesin tempa pandai besi terdapat berkurangnya benda kerja dari 16 mm setelah penempaan menjadi 14 mm dengan waktu satu menit putaran 2000 Rpm. Terkait system penggerak mesin tempa pandai besi ini menggunakan mesin robin 6,6 Hp (4847 watt) sebagai daya penggeraknya dengan putaran maksimal 4000 Rpm dengan menggunakan 4 pulli  yakni pulli 4 inci pada mesin robin pada poros penghubung menggunakan pulli 3 inchi dan pada poros roda gila menggunakan pulli 12 inchi
Rancang Bangun dan Analisa Poros Mesin Roasting Kopi Dengan Prinsip Kerja Rotary Imam Sutadi; Razali Razali
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.401 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2661

Abstract

Liberika coffee is coffee that is cultivated in the lowlands which only has a height of about two meters above sea level. Liberika coffee that lives in the lowlands of Rangsang Pesisir, Meranti Islands Regency, is one of the typical icons of Meranti, so as not to lose the taste of Liberika Meranti coffee. The author wants to design and build a coffee roasting machine to make it easier to determine Light, Medium, Dark roasts so that coffee quality is maintained and the price is more affordable for a coffee roasting machine. From the provisions in coffee roasting according to the criteria, it can be concluded that roasting using a coffee roasting machine with a rotary working principle of an initial temperature of 180℃ can produce a light roast in 3 roasting experiments, the average value of which is Light Roast at a temperature of 162.5 . Medium Roast 164.4 . Dark Roast 168.1 . For rotary shaft analysis, coffee roasting machines get the feasibility results from the moment given during installation using Autodesk Inventor 2019 analysis for the shaft to get a load of 100,000 N/mm in the Von Mises category 0.479368 MPa, 1st principal stress 0.35322 MPa, 3rd principal stress 0.0449345 MPa, Displacement 0.00601512 mm, Safety Factor 15 ul.
Rancang Bangun Dan Analisis Sistem Transmisi Mesin Pemotong Kerupuk Blacan Pada Unit Usaha Multisari Desa Pangkalan Batang Andi Cavillo; Bambang Dwi Haripriadi
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.605 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2680

Abstract

 Kerupuk merupakan makanan ringan (snack)  yang potongan awalnya dikukus lalu diiris tipis-tipis. Proses pembuatan kerupuk diperlukan beberapa tahapan pengolahan, diantaranya pemotongan, keberhasilan seorang produsen kerupuk sangat tergantung pada cara pembutan dan pengolahan adonan yang baik, serta kualitas maupun kuantitas yang tinggi pada proses pemotongan, sehingga kerupuk tetap memiliki produktivitas yang tinggi. Produktivitas industri kecil yang masih menggunakan cara manual dalam proses merajang adonan kerupuk, sehingga menyebabkan masih rendahnya produktivitas kerupuk dan kualitas kerupuk yang menjadi salah satu kendala dalam proses produksinya. Mesin perajang kerupuk ini dibuat dengan tujuan untuk merancang mesin yang tepat guna yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki industry kerupuk dalam skala kecil dan dengan harapan dapat mempercepat proses perajangan. Cara kerja dari alat ini pertama motor dihidupkan, setelah dihidupkan kecepatan putaran dari motor listrik adalah 1500 rpm . Putaran dari daya motor diteruskan oleh V-belt ke poros mata pisau dengan kecepatan poros mata pisau adalah 500 rpm. Dari poros mata pisau putaran di teruskan ke poros pengubah kecepatan putaran hingga 130 rpm, Dari poros tersebut, putaran di teruskan lagi melalui V-belt ke poros pendorong dudukan adonan dengan kecepatan dudukan adonan adalah 30 rpm.
Perancangan Sistem Transmisi ada Mesin Pengupas Pinang Menggunakan Penggerak Mesin Diesel 6 HP Elsa Nova Andini; Razali Razali
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.935 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2698

Abstract

Proses pengupasan pinang oleh masyarakat Kabupaten Bengkalis masih banyak dilakukan secara manual menggunakan cungkil, hal ini dapat memperlambat dan memakan waktu yang lama. Oleh karena itu, perlu diciptakan mesin dengan menggunakan transmisi yang mampu meredam kejutan dan terjangkau oleh masyarakat.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kupasan pinang yang baik dan meningkatkan produksi karena mesin ini dapat menghemat waktu dan tenaga. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan studi lapangan kemudian melakukan studi literature dan memulai perancangan serta pengumpulan data dan bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan alat tersebut. Berdasarkan perhitungan komponen transmisi yaitu menggunakan sabuk-V 64 tipe B, ukuran puli 10 inch, dan diameter poros 25 cm. Berdasarkan perhitungan kapasitas alat yang didapatkan sebesar 197,5 kg/jam. Dari hasil penelitian dengan 2 kg pinang kering diperoleh hasil pinang yang paling banyak terkupas dengan kualitas baik yaitu 1,091 kg dan yang tidak terkupas sebanyak 0,07 kg dengan waktu pengupasan 21 detik. Biji pinang yang berkualitas didapat pada kecepatan putaran mesin 1600 rpm.

Page 1 of 1 | Total Record : 7