cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfikom@yahoo.co.id
Editorial Address
Jalan Raya Kaligawe Km.4 Semarang 50112
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna
ISSN : 20872461     EISSN : 23374616     DOI : 10.30659/jikm
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna (E-ISSN: 2337-4616, P-ISSN 2087-2461) is a Scientific Journal published by the Department of Communication Science, Faculty of Language and Communication Science, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna is intended to the national and international scholarly community. The aim of this journal is to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of communication. Articles published are the results of research, bringing the new sights (scope) on Cultural Studies, Public Relations, and Media.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021): Agustus 2021" : 3 Documents clear
Strategi Komunikasi Pemasaran CV. AbankIrenk Yogyakarta Dalam Meningkatkan Penjualan Dimasa Pandemi Covid-19 Anggun Liliana Putri
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 9, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.v9i2.15753

Abstract

Di masa pandemi Covid-19 industri kreatif jasa pembuatan buku taunan sekolah sedang menghadapi masalah, dikarenakan pemerintah memutuskan untuk menutup sekolah selama pandemi Covid-19 akhirnya banyak program OSIS yang tidak berjalan sesuai rencana salah satunya pembuatan buku taunan karena siswa kesusahan untuk bertemu, hal ini berdampak pada menurunnya penjualan pembuatan buku taunan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran CV.AbankIrenk Yogyakarta dalam meningkatkan penjualan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan tim marekting dan obseravasi secara langsung di CV. AbankIrenk. Dari hasil yang didapatkan, strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan CV. AbankIrenk Yogyakarta dalam meningkatkan penjualan di masa pandemi Covid-19 yaitu berusaha untuk beradaptasi dengan keadaan sehingga strategi pemasaran dan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh CV. AbankIrenk dilakukan secara online melalui media sosial yang dimiliki oleh CV. AbankIrenk.
MENGGUGAT UU PENYIARAN DI INDONESIA (ANALISA FRAMING PEMBERITAAN GUGATAN RCTI DAN iNEWS TV TENTANG UU 32 Tahun 2002 pada SINDONEWS & DETIK.COM PERIODE 27 AGUSTUS – 20 SEPTEMBER 2020) Fitria Safiratun Nabilah; Jessica Wiguna; Noerazrie Imania Putri; Roziana Febrianita
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 9, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.v9i2.15860

Abstract

Pada Juni 2020 RCTI dan iNEWS TV menggugat UU penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 ke MK. Perihal yang digugat adalah menuntut pengajuan uji ulang materi soal UU Penyiaran dan menilai Pasal 1 angka 2 UU Penyiaran. Gugatan diajukan sebab pasal tersebut dinilai menyebabkan ketidakadilan atau perlakuan berbeda antara penyelenggara penyiaran konvensional yang menggunakan frekuensi radio dengan penyelenggara penyiaran Over The Top (OTT) yang menggunakan internet, seperti Instagram, Youtube, Netflix dan aplikasi streaming sejenisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembingkaian oleh sindonews.com dan detik.com terkait pemberitaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan analisis framing model Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki. Fokus penelitian ini adalah sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Data penelitian merupakan kumpulan berita dari Sindonews.com dan Detik.com periode 27 Agustus – 14 September 2020, sebab kedua media dinilai aktif mengunggah berita dengan topik tersebut. Kesimpulan penelitian menyebutkan bahwa terdapat framing yang berbeda antara kedua media. Sindonews.com memberikan dukungan pada gugatan RCTI dan iNews TV dan mendorong untuk segera dilakukannya revisi UU Penyiaran. Sementara detik.com memberikan framing melemahkan dukungan pada gugatan RCTI dan iNews TV serta tidak menstimulasi adanya urgensi revisi UU Penyiaran.
Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat Jawa Tengah tentang Virus Corona di Masa Pandemi Covid-19 Made Dwi Adnjani; Trimanah Trimanah
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 9, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.v9i2.20561

Abstract

Abstract The year 2020 is a worrying for the entire world community. This is due to the emergence of the Corona virus outbreak, which started in the Chinese city of Wuhan, and spread throughout the world. The circulation of information about the covid virus causes high anxiety and worries. In the current crisis conditions, the dissemination of information that is not necessarily true causes the public to be in an uncertain situation, even though the truth and accuracy of the information is a reference for the community to act. The purpose of this study was to analyze the level of public knowledge and the perception of the people of Central Java about the Covid19 virus. The most accessible source of information is social media, but the habit of people who rarely check and re-check the truth of information causes hoax information to continue to grow. On the other hand, it turns out that there are still many who lack information about Covid-19 so that they do not realize how to prevent the spread of this virus. Various cases that occurred in Central Java such as refusal to be tested by members of the Council, dishonesty of residents to medical personnel, refusal of burial of corpses and ostracism of people under supervision are examples of the level of knowledge and differences in perceptions about corona virus. This type of research is an analytic survey with a descriptive approach for 348 respondents from the people of Central Java who are willing to fill out a questionnaire via google form. This study shows that 290 (83,3%) respondents have adequate knowledge about Covid-19, and as many as 289 (83%) have a negative perception of this virus by stating that this virus is a terrible epidemic. Socialization about health protocols and information about this pandemic needs to be carried out continuously, because even though they have negative perceptions, there are many people in Central Java who do not obey the health protocols. Key word:   level of knowledge, perceptions, corona virus, covid-19   Abstrak Tahun 2020 merupakan tahun yang mengkhawatirkan bagi seluruh masayarakat dunia. Hal ini disebabkan karena munculnya wabah virus Corona, yang bermula dari Kota Wuhan China, dan menyebar ke seluruh dunia. Beredarnya  informasi tentang virus covid ini menyebabkan keresahan dan kecemasan yang tinggi. Dalam kondisi krisis sekarang ini, penyebaran informasi yang belum tentu benar menyebabkan masyarakat berada dalam situasi yang tidak menentu,  padahal kebenaran dan keakuratan informasi menjadi acuan bagi masyarakat dalam bertindak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat dan persepsi masyarakat Jawa Tengah tentang  virus Covid19.  Sumber informasi yang paling mudah diakses adalah media sosial namun kebiasaaan masyarakat yang jarang melakukan cek dan ricek terhadap kebenaran informasi menyebabkan informasi hoaks terus berkembang. Di sisi lain, ternyata masih banyak  yang justru kekurangan informasi seputar Covid-19 sehingga mereka belum menyadari cara untuk mencegah penyebaran virus ini.  Berbagai kasus yang terjadi di Jawa Tengah seperti penolakan dilakukan tes oleh anggota Dewan, ketidakjujuran warga pada tenaga medis, penolakan pemakaman jenazah dan pengucilan pada orang dalam pengawasan menjadi contoh tingkat pengetahuan dan perbedaan persepsi tentang virus corona ini. Tipe penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan deksriptif untuk 348 responden masyarakat Jawa Tengah  yang bersedia mengisi kuesioner melalui google form. Penelitian ini menunjukkan sebanyak 290 (83,3%) responden memiliki pengetahuan yang memadai tentang Covid-19, dan sebanyak 289 (83%) memiliki persepsi yang negatif tentang virus ini dengan menyatakan bahwa virus ini adalah wabah yang mengerikan. Sosialisasi tentang protokol kesehatan dan informasi tentang pandemi ini perlu untuk dilakukan terus menerus, karena walaupun memiliki persepsi yang negatif tetapi masih banyak masyarakat di Jawa Tengah yang tidak taat pada protokol kesehatan. Key word:  tingkat pengetahuan, persepsi, corona, Covid-19 

Page 1 of 1 | Total Record : 3