cover
Contact Name
Wahid Tuftazani Rizqi
Contact Email
wahidtuftazani95@gmail.com
Phone
+6287845710354
Journal Mail Official
wahidtuftazani95@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No.19, Kentingan, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Sanggitarupa
ISSN : 28088301     EISSN : 29876877     DOI : -
Core Subject : Art,
Sanggitarupa is an Fine arts journals covering art in interior design, visual communication design, photography, film and television, sculpture, printmaking, painting supported by the concept of creation, which are innovative and scientific works that are always oriented towards quality improvement Sanggitarupa is published twice a year, in July and December. Admitted and published articles can be freely accessed on this website.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021)" : 8 Documents clear
RELIEF CERITA SUDAMALA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN BATIK UNTUK BUSANA PESTA WANITA Bentri, Swesti Anjampiana; Jati, Muh.Arif
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4164

Abstract

Relief cerita Sudamala berada di kawasan candi Sukuh yang berdiri di lereng gunung Lawu. Karya tugas akhir yang berjudul “Relief Cerita Sudamala Sebagai Sumber Ide Penciptaan Batik untuk Busana PestaWanita” ini menjelaskan tahapan proses dalam mewujudkan karya kreatif dan inovatif pada desain busana pesta wanita dewasa Awal dan memvisualisasikan bentuk dasar relief cerita Sudamala kedalam batik yang kemudian digunakan sebagai bahan utama untuk busana pesta wanita. Relief cerita Sudamala dikombi- nasikan dengan motif abstrak pada batik dengan bahan dasar kain katun dan rayon. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya,hasil pemikiran SP Gustami. Seluruh karya melalui proses batik sesuai dengan bahan bakunya masing – masing. Batik dengan bahan dasar katun menggunakan teknik cabut warna, sedangkan untuk bahan dasar rayon proses pembuatan batik dilakukan dengan membatik pada kain rayon yang masih putih. Batik yang telah selesai kemudian melalui proses jahit sesuai dengan pola desain busana. Busana pesta itu kemudian masuk pada proses terakhir yaitu pemberian payet, hiasan bunga dan prodo. Karya tugas akhir ini memiliki desain busana yang berbeda dengan busana pesta pada umumnya, pada satu busana pesta terdapat dua model. Perbedaan ini bisa didapatkan dengan melepas bagian tertentu dari busana pesta, sehingga busana pesta tersebut dapat digunakan untuk kesempatan pesta pagi/siang hari dan pesta malam hari. Karya batik untuk busana pesta ini berwarna merah dengan gradasi biru dan kuning sehingga menghasilkan warna ungu danorange.
PERANCANGAN INTERIOR PET CENTER DENGAN KONSEP PAW PRINT DI SURAKARTA Taradipa, Azzahra; Indarto, Indarto
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4165

Abstract

Perkembangan komunitas pecinta hewan yang cukup pesat di Surakarta masih belum diimbangi dengan fasilitas – fasilitas yang dapat mengakomodasi segala kebutuhan terkait hewan peliharaan. Di Surakarta terdapat cukup banyak outlet penjual makanan dan aksesoris hewan serta beberapa klinik dokter hewan yang berada di tempat terpisah. Fasilitas seperti penitipan hewan dan perawatan hewan peliharaan masih cukup sulit untuk dijumpai. Seiring dengan perkembangan hobi masyarakat dan komunitas pecinta hewan, maka perlu adanya fasilitas yang dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan pemilik hewan peliharaan terkait kebutuhan hewan peliharaan mereka dalam satu tempat (one stop service). Perancangan Interior Pet Center dengan Konsep Paw Print di Surakarta merupakan perancangan sebuah tempat yang dapat mengakomodir kebutuhan para pemilik hewan peliharaan anjing dan kucing dengan fasilitas berupa medic, store, grooming, penitipan dan playspace. Perancangan interior Pet Center memiliki konsep paw print danmengangkat gaya desain kontemporer berdasarkan analisis yang di wujudkan dengan desain yang dina- mis yang diimplementasikan pada elemen pembentuk ruang serta elemen pengisi ruang. Sehingga ber- dasarkan analisis tersebut fasilitas Pet Center dapat dijadikan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat tentang perawatan hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing yang baik dan benar.
FABEL SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Prasetyo, Rony; Nurata, Gusti Nengah
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4166

Abstract

Penulisan laporan penciptaan karya Tugas Akhir yang berjudul “Fabel Sebagai Sumber Ide PenciptaanKarya Seni Lukis” dilatarbelakangi oleh kesenangan terhadap cerita fabel yang menimbulkan fantasi yangmenyenangkan terhadap tokoh-tokoh di dalam fabel dan dipadukan dengan respon terhadap fenomena sosial seperti hoax, interaksi antar sesama manusia dan pengalaman pribadi yang berhubungan tentang sifat manusia. Penggarapan tugas akhir ini menggunakan metode L.H Chapman dengan 3 tahapan, yaitu menemukan gagasan, mengembangkan gagasan dan visualisasi, visualisasi menggunakan media kanvas dengan cat akrilik. Kehadiran karya ini diharapkan mampu menjadi salah satu media introspeksi supaya menjadi pembelajaran untuk diri sendiri khususnya dan masyarakat pada umumnya yang berhubungan dengan sifat dan perilaku manusia.
PATAH HATI SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS Hidayati, Laili Nur; Adisukma, Wisnu
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4167

Abstract

Patah hati merupakan pokok pembahasan yang dilatarbelakangi pengalaman percintaan yang memuncul- kan kenangan menyedihkan membuat penulis ingin mengenal diri lebih dalam. Patah hati dipilih karena pernah diduakan dan dikhianati, sehingga pengalaman ini menjadi kenangan, pembelajaran dan muncul- nya terapi luka. Pengalaman tersebut menjadi landasan penciptaan karya seni grafis yang selanjutnya diekspresikan melaui karya seni grafis bergaya surealisme. Gaya suralisme dari Amy Sol menjadi pijakan untuk mewujudkan karya seni grafis yang diciptakan. Metode penciptaan dari Herman Von Helmholtz yang digunakan terdiri: Saturation (Pengumpulan Data), Incubation (Pengendapan), dan Ilumination (Perwuju- dan Karya). Metode tersebut digunakan untuk mewujudkan karya-karya seni grafis. Proses penciptaan karya seni grafis ini menghasilkan pengalaman empiris dalam penciptaan karya seni grafis dan pembelaja- ran dalam proses kreatif baik berupa teknik, konsep maupun pesan yang ingin disampaikan melalui karya.
JENDELA PADA BANGUNAN MODERN DI KOTA SEMARANG DALAM KARYA FOTOGRAFI ARSITEKTUR Widowati, Lintang; Pratmajaya A.L., Purwastya
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4168

Abstract

Fotografi arsitektur merupakan memotret keindahan gedung baik interior maupun eksterior dengan eksplorasistruktur bangunan secara keseluruhan ataupun sebagian. Banyak bagian dari sebuah bangunanyang menarik untuk dijadikan objek. Salah satunya jendela. Jendela merupakan salah satu bagian darisebuah bangunan yang umumnya digunakan sebagai penghubung antara bagian dalam ruang denganbagian luar ruang dan juga sebagai sarana masuknya cahaya matahari ke dalam bangunan. Terlepas darifungsinya, jendela dapat dijadikan sebagai objek eksplorasi komposisi dan elemen visual. Objek yangdigunakan merupakan bagian dari gedung modern di Kota Semarang. Konsep dalam penciptaan karyafotografi ini menampilkan jendela pada bangunan modern yang divisualisasikan menggunakan komposisirepetisi, simetris, balance, diagonal, dan bidang dengan elemen visual garis, bentuk, pola, dan warna sertatetap memperhatikan angle. Pencahayaan yang digunakan menggunakan cahaya matahari (availablelight) dan arah datang cahaya yang disesuaikan dengan posisi gedung, yaitu cahaya depan dan samping.
ANALISIS VISUAL KARAKTER SRI ASIH CELESTIALGODDESS DENGAN TEORI MANGA MATRIX Tyagi, Dwan Kumara; Murfianti, Fitri
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4169

Abstract

Komik merupakansalah satubentuk hiburan dengan peminat yang cukup banyak, mulai dari anak-anakhingga dewasa. Hal ini mendorong perusahaan komik untuk menciptakan karya komik yang digemari kon- sumen, salah satu caranya dengan Penciptaan karakter yang dapat diterima oleh pembaca. Perusahaan BumiLangitmenciptakan karakter baru Sri Asih dan merilis ulangKomik Sri Asih sebagai komik digital di platform Webtoon dengan judul Sri Asih Celestial Goddess. Bagaimana visualisasi karakter Sri Asih di platform ini menjadi fokus kajian.Teori Manga Matrix milik Hiroyosi Tsukamoto diaplikasikan untuk mem- bongkar visualisasi desain karakter tokoh Sri Asih melalui 3 tahap Manga Matrix yaitu Form, Costume dan Personality. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwadesain karakter Sri Asih memiliki bentuk tubuh manusia seutuhnya, dengan body langsing dan paras yang cantik.Karakter ini diciptakan dengan menggu- nakan gaya manga yaitu karakterkhas komik jepang. Kostum yang digunakan Sri Asih menonjolkan segi glamouratau penuh gaya, menegaskan bahwa Sri Asih adalah perempuan muda hebat, cantik, sekaligus fashionable.Sementara dari sisi kepribadian, karakter ini secara emosional digambarkan sebagai anak muda yang memiliki sifat pantang menyerah, semangat yang berapi-api dan sedikit rasa takut disebabkan usia yang masih muda. Karakter Sri Asih Celestial Goddess ini didesain sangat baik dan matang, dimana karakter dan tema saling menyatu.
MENITI JUARA SILAT PENCAK SILAT DALAM KARYA FOTOGRAFI ESAI Istiqomah, Ima Nur
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4170

Abstract

Pencak silat merupakan beladiri yang berkembang di lapisan masyarakat Indonesia. Dalam perkemban- gannya pencak silat belum begitu dikenal sebagai sebuah sarana olahraga, secara umummasih sering dikenal sebagai ilmu beladiri. Pada dasarnya, pencak silat memang sebuah ilmu beladiri namun berkem- bang menjadi upaya pemeliharaan kesehatan dan ajang prestasi. Latihan serta materi yang diajarkan pun berbeda dengan latihan beladiri, proses latihan tersebut memiliki perjalanan cerita yang perlu didokumenta- sikan untuk memperkenalkan olahraga pencak silat dijalur prestasi ini. Berawaldari keadaan tersebut, mun- cul ide dan gagasan untuk menceritakan pengalaman empirik dalam berlatih pencak silat kedalam sebuah karya fotografi tentang pencak silat yang berfokus pada olahraga serta seni beladiri dan ajang prestasi.Pengerjaan tugas akhir fotografi esai ini menggunakan metode EDFAT dan menggunakan alur cerita Nara- tif. Penggunaan pendekatan tersebut bertujuan agar saat proses pembuatan karya, dapat memberikan foto yang variatif dari segi pengambilan gambar dan cerita. Hasil tugas akhir karya ini menyajikan bentuk visual proses latihan menjadi juara dalam pertandingan pencak silat, serta gambaran olahraga beladiri pencak silat.
BUNGA LAYU DALAM FOTOGRAFI STILL LIFE Rini, Yeti Septo; Caturiyanto, Setyo Tohari
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4171

Abstract

Bunga merupakan salah satu wujud luar biasa yang dinikmati keindahannya. Berawal dari pengalaman masa kecil, karya ini berusaha mewujudkan kegelisahan melalui karya seni fotografi. Objek yang dipilih dalam karya ini adalah bunga layu. Layu merupakan dimana suatu keadaan sedang tidak segar atau pu- cat. Berdasarkan pada perubahan warna bunga, tekstur dan bentuk yang tidak beraturan menarik untuk divisualisasikan dalam sebuah karya fotografi. Salah satu genre fotografi yang digunakan adalah fotografi still life. Karya seni yang menciptakan sebuah gambar dari benda atau objek mati agar tampak jauh leb- ih hidup. Pengerjaan pada karya ini, menggunakan media akuarium berisi air dengan objek pendukung lainnya. Pemilihan media akuarium yang berisi air digunakan untuk mempermudah setting agar mencapai nilai estetik atau keindahan. Nilai-nilai keindahan meliputi kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan dalam penciptaan karya ditata sedemikian rupa. Segala unsur tersebut berkaitan dengan hasil dalam proses pengerjaan karya. Penciptaan Bunga Layu dalam Fotografi Still life memiliki makna, bukan sekedar bentuk visual tanpa memiliki nilai-nilai estetika.

Page 1 of 1 | Total Record : 8