cover
Contact Name
Sarah Wassar
Contact Email
jurnalredominate@gmail.com
Phone
+6281314842590
Journal Mail Official
jurnalredominate@gmail.com
Editorial Address
STT Kerusso Indonesia Jl. Bambu Kuning Selatan RT 003 RW 004 Bekasi 17114
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani
ISSN : -     EISSN : 27162877     DOI : https://doi.org/10.59947
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani, merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani, serta diperuntukkan bagi semua dosen maupun peneliti, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Jurnal Redominate menggunakan sistem double-blind review. Adapun yang menjadi Fokus dan Ruang Lingkup dalam Jurnal REDOMINATE adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologis sistematika 3. Kepemimpinan Kirsten 4. Pelayanan Kristiani 5. Pendidikan Kristiani 6. Konseling Kristen
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019" : 5 Documents clear
Memahami Konsep “Ciptaan Baru” di dalam 2 Korintus 5:17 Simon Simaremare
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The word "new creation" appears twice in the Bible, and is only found in Paul's writings, namely in 2 Corinthians 5:17 and Galatians 6: 15. However, there are various interpretations that appear on this word. By using a qualitative literature approach and descriptive method for the text of 2 Corinthians 5:17 it is found that Paul uses sentences in the present form, not the form that will come; "Who is in Christ, he is a new creation," not "Who is in Christ, he will be a new creation." The word kainos refers to a change in attitude, behavior, character and not in material/body. Next is that the word new creation is closely related to change. Change is very closely related to things that are psychological (unconscious mind), not things that are outward. In other words, change is related to things that are "from within" not "from outside" human life. Abstrak Kata “ciptaan baru” muncul dua kali dalam Alkitab, dan hanya ditemukan dalam tulisan Paulus yaitu dalam 2 Korintus 5:17 dan Galatia 6: 15. Meskipun demikian, ada beragam tafsir yang muncul atas kata ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif literatur dan metode deskrip-tif atas teks 2 Korintus 5:17 ditemukan bahwa Paulus menggunakan kalimat dalam bentuk sekarang, bukan bentuk yang akan datang; “siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru,” bukan “siapa yang ada di dalam Kristus, ia akan menjadi ciptaan baru.” Kata kainos lebih menunjuk kepada sebuah perubahan sikap, perilaku, tabiat dan bukan pada materi/tubuh. Selanjutnya adalah bahwa kata ciptaan baru berkaitan erat dengan perubahan. Perubahan sangat berkaitan erat dengan hal-hal yang bersifat psikologis (unconscious mind), bukan hal-hal yang bersifat lahiriah. Dengan kata lain, perubahan berkaitan dengan hal-hal yang “dari dalam” bukan “dari luar” hidup manusia.
Mengajarkan Penginjilan sebagai Gaya Hidup Orang Percaya Djuwansah Suhendro P. Stephanus
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evangelism must become the lifestyle of all believers. Evangelism agrees to preach the good news about salvation in Jesus Christ and win people to Him, according to the Great Commission in Matthew 28:19-20. We have to be a witness of Jesus Christ and His Gospel as our lifestyle. Being a Christian is like being a witness for Jesus. Evangelism and witnessing are a major part of a believer's life with values that are in accordance with Christ's teachings. The Lord Jesus became a positive example of how evangelism became His lifestyle. In practice, the church develops a discipleship process to help, direct and produce the results of the gospel message and establish new believers in fellowship, holy baptized, discipleship, and practice. Being externally applied in two important parts namely go and make all the tribes become disciples of Christ. These two external parts will be accomplished by an effective compilation that has been disciplined as a disciple of Christ holistically. This external implementation guides and encourages each church to diligently preach the Gospel of Christ as a lifestyle in various life discussions. Abstrak Penginjilan harus menjadi gaya hidup semua orang percaya. Penginjilan mengacu pada memberita-kan kabar baik keselamatan dalam Yesus Kristus dan memenangkan orang kepada-Nya, sesuai Amanat Agung dalam Matius 28:19-20. Kita wajib menyaksikan Yesus Kristus dan Injil-Nya sebagai gaya hidup kita. Menjadi seorang Kristen sama dengan menjadi saksi bagi Yesus. Penginjilan dan kesaksian menjadi bagian utama hidup orang percaya dengan nilai-nilai yang didasarkan pada ajaran-ajaran Kristus. Tuhan Yesus menjadi contoh yang positif tentang bagaimana penginjilan menjadi gaya hidup-Nya. Dalam implementasinya secara internal, gereja mengembangkan proses pemuridan untuk menolong, mengarahkan dan menangani hasil-hasil dari pekabaran Injil dan memantapkan orang-orang yang baru percaya tersebut ke dalam persekutuan, yang meliputi baptisan kudus, pengajaran pemuridan, dan pengajaran praktek. Sedang secara eksternal terimplementasi dalam dua bagian penting yaitu pergilah dan jadikanlah segala suku-suku bangsa menjadi murid Kristus. Kedua bagian eksternal ini akan dapat terlaksana dengan efektif ketika jemaat sudah dimuridkan sebagai murid Kristus secara holistik. Implementasi eksternal ini menuntun dan mendorong setiap jemaat tekun memberitakan Injil Kristus sebagai gaya hidup dalam berbagai konteks kehidupan.
Pendekatan Konseling dalam Membangun Minat Entrepreneurship Karyawan Kristen Yeyen Darmadji
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving living standards is a problem that continues to roll from time to time, both with the theme of poverty alleviation or economic empowerment. In the context of the Christian world the church must provide education about the importance of people doing entrepreneurship in order to improve their economy. This article is a qualitative study with a literary approach to reflect biblically about entrepreneurship and how the church cares to do that as its responsibility. In conclusion, Christian counseling approaches can be used to encourage Christian entrepreneurship activities. Abstrak Peningkatan taraf hidup merupakan persoalan yang terus bergulir dari masa ke masa, baik dengan tema pengentasan kemiskinan atau pemberdayaan ekonomi. Dalam konteks dunia Kristen gereja harus memberikan edukasi tentang pentingnya umat melakukan kegiatan entepreneurship demi meningkatkan perekonomiannya. Arikel ini merupakan kajian kualitatif dengan pendekatan literatur untuk merefleksikan secara alkitabiah tentang kewirausahaan dan bagaimana gereja peduli untuk melakukan itu sebagai tnggung jawabnya. Kesimpulannya, bahwa pendekatan konseling Kristen dapat digunakan untuk mendorong kegiatan wirausaha umat Kristen.
Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Kelompok B melalui Permainan Congklak Eny Suprihatin; Merci Padaela
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Play and games are an inseparable part of the learning process to develop early childhood skills. Knowledge of arithmetic can be delivered to early childhood, ages 5-6 years, by playing a game. The game is a game of congklak. Congklak is a traditional game that has the benefit of stimulating fine motor skills, and training the child's concentration. Research on Teacher Creativity in Improving Counting Ability of Group B Through the Congklak Game in the Integrated Mahanaim Christian Kindergarten, using the Classroom Action Research methodology. The research model used is the Kurt Lewin model. Four stages are carried out: planning, implementing, observing and reflecting. From the four cycles carried out the results are: of the 20 subjects studied the average achievement value was 6.6. 15 children in the high achievement category, 2 children in the moderate category, and 3 children in the low achievement category. Based on initial observations, it was concluded that there was a significant increase in numeracy skills. Abstrak Bermain dan permainan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran untuk menumbuh kembangkan keterampilan anak usia dini. Pengetahuan berhitung dapat disampaikan kepada anak usia dini, usia 5-6 tahun, dengan memainkan suatu permainan. Permainan yang dimaksud adalah permainan congklak. Congklak merupakan permainan tradisional yang memiliki manfaat menstimulasi kemampuan motorik halus, dan melatih daya kosentrasi anak. Penelitian tentang Kreativitas Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Kelompok B Melalui Permainan Congklak di TK Kristen Mahanaim Terpadu, menggunakan metodologi Penelitian Tindakan Kelas. Model PTK menurut Kurt Lewin. Empat tahapan yang dijalankan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dari empat siklus yang dilaksanakan hasilnya adalah: dari 20 subjek yang diteliti rata-rata nilai pencapaian adalah 6,6. 15 anak masuk kategori pencapaian tinggi, 2 anak masuk kategori cukup, dan 3 anak masuk kategori pencapaian kurang. Berdasar observasi awal maka disimpulkan ada peningkatan kemampuan berhitung yang signifikan.
Meningkatkan Pertumbuhan Gereja Melalui Penerapan Strategi Peperangan Rohani Ferry Setiawan Budi
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topik Peperangan Rohani ini telah berulang kali dibahas dalam pertemuan-pertemuan Kegerakan Lausanne, suatu kegerakan Injili yang dipelopori oleh Billy Graham, John Stott dkk. Dampaknya terhadap keberhasilan penginjilan, telah dapat diterima oleh kalangan injili. Walaupun demikian, salah satu subtopiknya yaitu Peperangan Rohani di Tingkat Strategis menghadapi roh-roh penguasa wilayah masih mendapat perdebatan. Thesis ini mengkaji Peperangan Rohani Tingkat Strategis secara alkitabiah, bagaimana melakukannya misalnya melalui doa syafaat dan pemetaan rohani; apa saja dampaknya serta seberapa erat kaitannya terhadap pertumbuhan salah satu gereja injili di DKI Jakarta. Penelitian dilakukan secara kualitatif secara studi kasus Ex-Post Facto, terhadap Gereja Jemaat Kristen Indonesia Hananeel.

Page 1 of 1 | Total Record : 5