cover
Contact Name
Sri Suryanti
Contact Email
agroista@instiperjogja.ac.id
Phone
+6285292612011
Journal Mail Official
agroista@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agroteknologi Gedung Sawit Jl. Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agroista: Jurnal Agroteknologi
ISSN : 25973835     EISSN : 26847019     DOI : https://doi.org/10.55180/agi
AGROISTA : Journal of Agrotechnology Research is scientific periodical publication on agricultural issue as a media for information dissemination of research result for lecturers, researchers and practitioners. The coverage includes but is not restricted to: Plantation productivity Plant breeding and genetics Plant Physiology Pests and diseases, weeds in plantations Plant protection Sustainable agriculture Organic agriculture Conservation of plantation land Soil and fertility Plantation Management CSR of plantation companies
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2021): MEI" : 7 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN SURFAKTAN PADA HERBISIDA GLIFOSAT UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DALAM PENGENDALIAN GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Abdil Amirul Isnan Siregar; Abdul Mu’in; Hangger Gahara Mawandha
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.408 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi herbisida glifosat dengan konsentrasi surfaktan dan pengaruhnya dalam mengendalikan gulma di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Agro Karya Prima Lestari, Perkebunan Kuayan yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai November 2020. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang terdiri dari 2 faktor, disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan setiap perlakuan diulang tiga kali, faktor pertama adalah konsentrasi herbisida glifosat, yang terdiri atas empat aras, yaitu 2,72 g/liter air (G1), 2,04 g/liter air (G2), 1,36 g/liter air (G3), dan 0,68 g/liter air (G4). Faktor kedua adalah konsentrasi surfaktan A-134, yang terdiri atas tiga aras, yaitu 0% (K1), 1% (K2), dan 2% (K3) dalam 1 liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi nyata antara konsentrasi glifosat dengan konsentrasi surfaktan A-134, hanya pada pengamatan tingkat kerusakan gulma minggu kedua setelah aplikasi. Penambahan surfaktan A-134 pada herbisida glifosat dengan konsentrasi rendah menyebabkan kerusakan gulma secara nyata sama dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Peningkatan penambahan surfaktan A-134 menyebabkan daya kerja herbisida glifosat pada berbagai konsentrasi semakin meningkat, sehingga menyebabkan kerusakan gulma yang semakin besar.
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS KACANG TANAH PADA SISTEM BUDIDAYA DALAM POT DENGAN BERBAGAI MEDIA TANAM Arkadius Kompo; Erick Firmansyah
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.036 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kepadatan tanaman terhadap pertumbuhan dan produktivitas kacang tanah (Arachis hipogeae L) pada sistem budidaya dalam Pot. Penelitian dilakukan menggunakan percobaan faktorial yang diatur dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri dari 3 aras yaitu: tanah+ sekam, tanah+pupuk organik, tanah+sekam+pupuk organik dan faktor kedua adalah jumlah tanaman/pot yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu: 1 tanaman/polibag, 2 tanaman/polibag, 3 tanaman/polibag, 4 tanaman/polibag. Teknik analisis data menggunakan sidik ragam, untuk mengetahui perlakuan yang berbeda dilakukan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam dan kepadatan tanaman memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat basah tanaman, jumlah polong, jumlah biji kering kacang tanah (Arachis hipogeae L) pada sistem budidaya dalam Pot, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat kering tanaman dan berat biji kering kacang tanah (Arachis hipogeae L) pada sistem budidaya dalam Pot.
EFEKTIVITAS Bacillus thuringiensis Berliner dan Sipermetrin SERTA CAMPURAN KEDUANYA DALAM MENGENDALIKAN Tirathaba di PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Diki Setiadi; Samsuri Tarmadja; Fariha Wilisiani
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.713 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.129

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi insektisida berbahan aktif Sipermetrin dan B. thuringiensis serta mengetahui efektivitas aplikasi insektisida campuran berbahan aktif Sipermetrin + B. thuringiensis dalam mengendalikan serangan Tirathaba di perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilakukan di PT. Bumipalma lestari persada (BPLP), perkebunan Bumi Sentosa Estate (BSNE), Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, yaitu dari bulan februari 2021 sampai dengan April 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan enam perlakuan dan empat kali ulangan, masing-masing perlakuan insektisida tersebut yaitu, (1. Sipermetrin 2 ml/liter air), (2. B. thuringiensis 2 gr/liter air), (3. Sipermetrin 1 ml/liter air+B. thuringiensis 1 gr/liter air), (4. Sipermetrin 1.5 ml/liter air+B. thuringiensis 0,5 gr/liter air), (5. Sipermetrin 0.5 ml/liter air+B. thuringiensis 1.5 gr/liter air), (6. Kontrol/disemprot menggunakan air). Pengamatan dilakukan dengan metode skoring yang dilakukan mulai dari minggu ke 0 sampai minggu ke 8 setelah aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan insektisida campuran berbahan aktif Sipermetrin 0.5 ml/liter air+B. thuringiensis 1.5 gr/liter air, merupakan perlakuan terbaik untuk mengendalikan serangan Tirathaba. Data hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan insektisida berbahan aktif B. thuringiensis, sama efektifnya dengan aplikasi insektisida berbahan aktif Sipermetrin, sehingga B. thuringiensis dapat digunakan sebagai alternatif lain pengendalian Tirathaba karena lebih ramah lingkungan.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS HIBRIDA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum) Effendi Deyas Fransiska Wardana; Titin Setyorini; Tantri Swandari
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.78 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.148

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh macam varietas hibrida tanaman tomat telah dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Instiper Yogyakarta di Desa Wedomarani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada bulan Maret hingga Mei 2020. Rancangan penelitian menggunakan percobaan satu faktor yaitu macam varietas yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan macam varietas terdiri dari 3 aras yaitu V1 (Tymoti F1), V2 (Fortuna F1), V3 (Sinta F1). Data kuantitatif yang diperoleh dari pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam dan apabila terdapat beda nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan α 5%. Data kualitatif bentuk buah disajikan dalam bentuk gambar atau foto yang disertai dengan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tiga macam varietas tomat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomay terutama pada parameter jumlah bunga, jumlah buah dan bentuk buah. Varietas Sinta memberikan hasil paling baik pada parameter jumlah bunga dan jumlah buah meskipun tidak berbeda nyata dengan varietas Tymoti. Bentuk buah dari ketiga varietas menunjukkan sedikit perbedaan pada bagian ujung buah.
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA SUMBER DOLOMIT TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS JAGUNG MANIS Dicky Saputra; Erick Firmansyah
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.434 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai sumber dolomit dan Dosis pupuk dolomit terhadap tanaman jagung manis telah dilakukan di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai bulan desember 2020 hingga februari 2021. Metode percobaan yang digunakan adalah rancangan faktorial yang terdiri dari dua faktor yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah berbagai sumber dolomit dari 3 aras Kapur pertanian kebo mas, Kapur dolomit super dan Kapur Petro-cas. Faktor kedua adalah dosis pupuk dolomit terdiri dari 3 aras, yaitu 10 g, 20 g, dan 400 g. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Variance (sidik ragam) pada jenjang nyata 5%. Apabila ada perbedaan nyata pengujian dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan jenjang nyata 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada interaksi nyata antara sumber dolomit dan dosis pupuk dolomit terhadap pertumbuhan jagung manis.
EFEKTIFITAS PENEMPATAN FEROTRAP UNTUK PENGENDALIAN HAMA KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Wendy Vesco Sinaga; Idum Satia Santi
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.292 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.150

Abstract

Pengendalian hama Oryctes rhinoceros terpadu merupakan pengendalian hama yang terbaik dalam waktu yang cepat, dapat mengurangi tingginya populasi Oryctes rhinoceros pada perkebunan kelapa sawit. Ferotrap dijadikan sebagai alternatif dalam mengendalikan tingginya serangan hama Oryctes rhinoceros, karna memiliki berbagai kelebihan pada saat pengaplikasian mengendalikan secara biologi, pengurangan dalam menggunakan insektisida, oleh karna itu teknologi dan strategi pengaplikasian feromon trap akan lebih baik dikemudian hari. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efektifitas penempatan ferotrep yang efektif untuk pengendalian hama kumbang tandung (Oryctes rhinoceros) pada perkebunan kelapa sawit..Penelitian dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit Sinarmas, Sungai Kupang Estate, Kecamatan Sangking Baru, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu pada tanggal 1 maret sampai 30 april 2021, penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan rancangan acak kelompok lengkap terdiri dari 2 faktor yang disusun secara rancangan acak kelompok lengkap (Randomized Completely Blok Design), Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peletakan ferotrap antar 20 baris dengan jarak 30 m dari collection road ke dalam blok merupakan perlakuan yang paling efektif dalam menangkap kumbang tanduk (oryctes rhinoceros).
SIFAT SIFAT TANAH PADA LAHAN BEKAS TAMBANG PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KELAPA SAWIT TBM Yoga Wahyu Mahdani; Sri Manu Rohmiyati; Y.Th. Maria Astuti
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.574 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.168

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui keragaan pertumbuhan tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) II pada lahan bekas tambang batubara telah dilakukan di Perkebunan Kelapa Sawit Tanah Laut Esate yang terletak di Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dan Perkebunan Sungai Kupang Estate Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan pada bulan Maret sampai April 2021. Penelitian ini menggunakan metode suvey agronomi dengan tujuan untuk mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari 3 blok tanah bekas tambang dan 3 blok tanah mineral asli. Pada setiap blok terdapat 30 sampel tanaman yang setiap 10 sampel tanaman sebagai 1 ulangan, sehingga pada setiap jenis tanah terdapat 9 ulangan. Data pengukuran dianalisis menggunakan SPSS serta uji t independent test pada jenjang 5% untuk mengetahui dua varian populasi identik atau tidak. Analisis sifat-sifat fisik dan kimia tanah berupa kadar lengas, pH, BV, BJ, dan kandungan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanah mineral bekas tambang memberikan pengaruh yang lebih rendah terhadap panjang pelepah, diameter batang, dan jumlah pelepah dibanding tanah mineral asli, sedangkan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun per pelepah, lebar tajuk, lebar petiole dan tebal petiole berpenagruh sama. Tanah mineral bekas tambang mempunyai sifat-sifat fisik dan sifat kimia terpilih yang hampir sama, yaitu BV, BJ, porositas tanah, kadar lengas dan pH(H2O), kecuali kandungan bahan organik lebih rendah dibandingkan tanah mineral asli. Aplikasi tandan kosong sebagai mulsa dan pupuk organik serta penanaman LCC yang belum menutup sempurna pada areal lahan bekas tambang belum dapat memulihkan kondisi lahan sepenuhnya seperti semula.

Page 1 of 1 | Total Record : 7