cover
Contact Name
Eka Cahya
Contact Email
joiche.journal@itats.ac.id
Phone
+6282244668169
Journal Mail Official
joiche.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Gedung A Jl. Arief Rahman Hakim No.100, Klampis Ngasem, Kec. Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60117
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE)
ISSN : -     EISSN : 28078543     DOI : https://doi.org/10.31284/j.joiche.2022.v2i2.3852
Energi Proses Industri Kimia Material Maju Pengendalian Pencemaran Lingkungan Simulasi dan Pemodelan Savety engineering Pengendalian Kualitas
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2022)" : 12 Documents clear
Cover, Editorial Team, dan Daftar Isi (Vol 2, No 1) Editor Joiche
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.953 KB)

Abstract

Pemanfaatan Zeolit Teraktivasi Oleh Asam Sulfat Sebagai Adsorben Pada Pengolahan Limbah Cair Warna Pada Industri Sarung Tenun Secara Adsorpsi Praditya Novia Lola Pitaloka; Novia Cahya Ningtias; Kartika Udyani
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.571 KB) | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3323

Abstract

Salah satu industri yang perlu mendapat perhatian adalah usaha industri sarung tenun. Industri ini menghasilkan limbah cair yang dihasilkan dari proses pewarnaan. Pembuangan limbah secara sembarang akan menimbulkan dampak merugikan bagi lingkungan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini untuk menurunkan kadar COD dan TSS pada limbah cair warna industri sarung tenun. Penelitian ini menggunakan metode adsorpsi menggunakan adsorben Zeolit teraktivasi asam sulfat. Konsentrasi Asam Sulfat yang digunakan adalah 2,5 N. Persen removal COD terendah dengan massa zeolit sebesar 1 gram dengan waktu 60 menit sebesar 30,98% dan  persen removal COD tertinggi dengan massa zeolit sebesar 5 gram dengan waktu 180 menit sebesar 59,61%. Persen removal TSS terendah dengan massa zeolit sebesar 1 gram dengan waktu 60 menit sebesar 74,16% dan persen removal TSS tertinggi dengan massa zeolit sebesar 5 gram dengan waktu 180 menit sebesar 94,05%. Kata kunci: Zeolit, Adsorpsi, Limbah industri warna sarung tenun 
Biosorben Dari Kelor Teraktivasi Asam Sulfat Untuk Menyerap Logam Berat Kromium (Cr) Diana Novita Sari; Alen alamsah rahman; Kartika Udyani
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.832 KB) | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3319

Abstract

Industri penyamakan kulit menghasilkan limbah cair, limbah padat, dan gas. Ketiga limbah tersebut limbah cair merupakan limbah yang paling banyak dihasilkan salah satunya limbah logam berat Kromium (Cr). Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Tujuan penelitian ini ntuk mengurangi logam berat dalam limbah cair dapat menggunakan metode adsorpsi, karena lebih ekonimis dan efisien. Daun kelor mempunyai senyawa gugus fungsi yang mendukung dalam adsorpsi sehingga dimanfaatkan sebagai biosorben. Dalam penelitian ini digunakan metode adsorpsi menggunakan biosorben daun kelor teraktivasi H2SO4 untuk menyerap logam berat kromium (Cr). Proses adsorpsi menggunakan variabel konsentrasi aktivasi asam sulfat, variabel massa terhadap sampel sebesar 0,8; 1,6 ; 2,4 ; 3,2 dan 4 %, serta variabel waktu kontak selama 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Hasil terbaik persen removal konsentrasi aktivasi asam sulfat 0,5 N sebesar 83,90% . Hasil terbaik memiliki presen removal pada waktu 120 menit  dengan massa 1,6 % dengan persen removal sebesar 85,81%.Kata Kunci : Adsorpsi, Biosorben, Daun Kelor, Limbah Penyamakan Kulit, Removal
Pengaruh Waktu Hidrolisis dan Konsentrasi Katalis Asam Klorida Terhadap Hidrolisis Kulit Gandum Pollard Nashih zuhair Ds
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.996 KB) | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3321

Abstract

Kebutuhan energi yang semakin meningkat mengakibatkan energi fosil menjadi semakin terbatas. Oleh karena itu dibutuhkan energi-energi terbarukan sebagai alternatif untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Pollard yang selama ini lebih cenderung dimanfaatkan secara langsung sebagai pakan ternak, ternyata memiliki manfaat lain sebagai bahan baku pembuatan bio-etanol yang merupakan salah satu energi terbarukan. Kandungan pati pada pollard dapat dipecah menjadi glukosa dengan menggunakan metode hidrolisis dengan katalis asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan katalis asam HCl dalam konsentrasi tertentu serta pengaruh dalam waktu reaksi yang digunakan dalam hidrolisis. Pada percobaan ini, bahan baku yang digunakan adalah pollard gandum yang dihidrolisa pada suhu 95°C dengan menggunakan variabel konsentrasi HCl 0,1; 0,3; 0,5N dan waktu reaksi hidrolisis selama 20, 30, 40, 50, 60, dan 70 menit. Sampel kemudian disaring untuk diambil filtratnya yang kemudian dilakukan analisa kadar glukosanya menggunakan alat Sugar Spektro Polarimeter. Sebelum didanalisa, dilakukan pengukuran panjang gelombang optimum dengan menggunakan standar glukosa 10%;  15%; 20%; dan 25% hingga didapatkan panjang gelombang optimum 545nm. Hasil %glukosa tertinggi (optimum) yang didapatkan pada penelitian ini adalah pada waktu hidrolisis 70 menit dengan menggunakan konsentrasi HCl 0,5N yaitu sebanyak 9,17% untuk setiap 5 gram pollard.Kata kunci : polard; hidrolisis; Sugar Spektro Polarimeter; optimum.
Desain Alat Penukar Panas Tipe Shell and Tube dengan Material Stainless Steel Fitri ana ka
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.907 KB) | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3322

Abstract

Alat penukar panas merupakan serangkaian alat untuk menghasilkan perpindahan panas dari fluida satu ke fluida lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu alat penukar panas tipe shell and tube 1-2 dengan aliran co-current hingga didapatkan nilai efektivitas dari alat penukar panas yang dirancang. Perhitungan rancangan menggunakan fluida panas berupa air 80 °C yang dilewatkan pada sisi shell dengan kecepatan 50 ml/s dan fluida dingin berupa air 30 °C yang dilewatkan pada sisi tube dengan kecepatan 20 ml/s. Alat penukar panas dirancang dengan panjang total 800 mm dilengkapi dengan 18 buah tube yang disusun secara triangular dengan OD 3/8” dan panjang 600 mm. Material yang digunakan untuk konstruksi tube yaitu stainless steel 3/8” dan shell yaitu stainless steel 4” sch 40. Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk mengetahui efektivitas dari alat penukar panas yang dirancang. Alat penukar panas tipe shell and tube yang dirancang layak dan aman digunakan karena memenuhui standar keamanan alat penukar panas yaitu nilai fouling factor (Rd) 0,016386 hr.ft2.°F/BTU 0,002 hr.ft2.°F/BTU, nilai ΔPS0,00105 psi 10 psi dan nilai  ΔPT 0,01086 psi 10 psi dan memiliki efektivitas sebesar 72,49 %.Kata kunci: desain, alat penukar panas, shell and tube, efektivitas.
PEMANFAATAN SERABUT KELAPA SEBAGAI BIOSORBEN DALAM REMOVAL COD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI PEWARNA MAKANAN Dian Yanuarita Purwaningsih; Eka Cahya Muliawati
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.638 KB) | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3151

Abstract

The liquid waste of the food industry has recently increased. Therefore, when it is discharged into the waters, it will cause turbidity and can damage the ecosystem inside. One of the wastewater treatment techniques is absorption using biosorbents, one of which is made from coconut fiber to reduce the color intensity of the liquid waste. The purpose of this study was to determine the effects of the coconut fiber biosorbent on the color intensity, COD, and pH of the liquid waste of the food industry. In this research, the coconut fiber was delignified with a 2 M NaOH solution and then activated with a 3 N solution. The research variables consisted of the weight percentages of biosorbent by 1%, 2%, 3%, 4%, and 5%, and the contact time of 30 and 60 minutes with shaker stirring. Meanwhile, the most optimum results in COD removal happened at the addition of 4% for 60 minutes, from the initial COD of 1179 mg/L O2 to 780 mg/L O2 within the removal of 26.5%. The highest pH removal of 6.98 occurred in the variable addition of 1% for 30 minutes, whereas the lowest pH removal of 6.5
Cover, Editorial Team, dan Daftar Isi (Vol 2, No 1) Editor Joiche
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan Zeolit Teraktivasi Oleh Asam Sulfat Sebagai Adsorben Pada Pengolahan Limbah Cair Warna Pada Industri Sarung Tenun Secara Adsorpsi Praditya Novia Lola Pitaloka; Novia Cahya Ningtias; Kartika Udyani
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3323

Abstract

Salah satu industri yang perlu mendapat perhatian adalah usaha industri sarung tenun. Industri ini menghasilkan limbah cair yang dihasilkan dari proses pewarnaan. Pembuangan limbah secara sembarang akan menimbulkan dampak merugikan bagi lingkungan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini untuk menurunkan kadar COD dan TSS pada limbah cair warna industri sarung tenun. Penelitian ini menggunakan metode adsorpsi menggunakan adsorben Zeolit teraktivasi asam sulfat. Konsentrasi Asam Sulfat yang digunakan adalah 2,5 N. Persen removal COD terendah dengan massa zeolit sebesar 1 gram dengan waktu 60 menit sebesar 30,98% dan  persen removal COD tertinggi dengan massa zeolit sebesar 5 gram dengan waktu 180 menit sebesar 59,61%. Persen removal TSS terendah dengan massa zeolit sebesar 1 gram dengan waktu 60 menit sebesar 74,16% dan persen removal TSS tertinggi dengan massa zeolit sebesar 5 gram dengan waktu 180 menit sebesar 94,05%. Kata kunci: Zeolit, Adsorpsi, Limbah industri warna sarung tenun 
Biosorben Dari Kelor Teraktivasi Asam Sulfat Untuk Menyerap Logam Berat Kromium (Cr) Diana Novita Sari; Alen alamsah rahman; Kartika Udyani
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3319

Abstract

Industri penyamakan kulit menghasilkan limbah cair, limbah padat, dan gas. Ketiga limbah tersebut limbah cair merupakan limbah yang paling banyak dihasilkan salah satunya limbah logam berat Kromium (Cr). Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Tujuan penelitian ini ntuk mengurangi logam berat dalam limbah cair dapat menggunakan metode adsorpsi, karena lebih ekonimis dan efisien. Daun kelor mempunyai senyawa gugus fungsi yang mendukung dalam adsorpsi sehingga dimanfaatkan sebagai biosorben. Dalam penelitian ini digunakan metode adsorpsi menggunakan biosorben daun kelor teraktivasi H2SO4 untuk menyerap logam berat kromium (Cr). Proses adsorpsi menggunakan variabel konsentrasi aktivasi asam sulfat, variabel massa terhadap sampel sebesar 0,8; 1,6 ; 2,4 ; 3,2 dan 4 %, serta variabel waktu kontak selama 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Hasil terbaik persen removal konsentrasi aktivasi asam sulfat 0,5 N sebesar 83,90% . Hasil terbaik memiliki presen removal pada waktu 120 menit  dengan massa 1,6 % dengan persen removal sebesar 85,81%.Kata Kunci : Adsorpsi, Biosorben, Daun Kelor, Limbah Penyamakan Kulit, Removal
Pengaruh Waktu Hidrolisis dan Konsentrasi Katalis Asam Klorida Terhadap Hidrolisis Kulit Gandum Pollard Nashih zuhair Ds
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3321

Abstract

Kebutuhan energi yang semakin meningkat mengakibatkan energi fosil menjadi semakin terbatas. Oleh karena itu dibutuhkan energi-energi terbarukan sebagai alternatif untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Pollard yang selama ini lebih cenderung dimanfaatkan secara langsung sebagai pakan ternak, ternyata memiliki manfaat lain sebagai bahan baku pembuatan bio-etanol yang merupakan salah satu energi terbarukan. Kandungan pati pada pollard dapat dipecah menjadi glukosa dengan menggunakan metode hidrolisis dengan katalis asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan katalis asam HCl dalam konsentrasi tertentu serta pengaruh dalam waktu reaksi yang digunakan dalam hidrolisis. Pada percobaan ini, bahan baku yang digunakan adalah pollard gandum yang dihidrolisa pada suhu 95°C dengan menggunakan variabel konsentrasi HCl 0,1; 0,3; 0,5N dan waktu reaksi hidrolisis selama 20, 30, 40, 50, 60, dan 70 menit. Sampel kemudian disaring untuk diambil filtratnya yang kemudian dilakukan analisa kadar glukosanya menggunakan alat Sugar Spektro Polarimeter. Sebelum didanalisa, dilakukan pengukuran panjang gelombang optimum dengan menggunakan standar glukosa 10%;  15%; 20%; dan 25% hingga didapatkan panjang gelombang optimum 545nm. Hasil %glukosa tertinggi (optimum) yang didapatkan pada penelitian ini adalah pada waktu hidrolisis 70 menit dengan menggunakan konsentrasi HCl 0,5N yaitu sebanyak 9,17% untuk setiap 5 gram pollard.Kata kunci : polard; hidrolisis; Sugar Spektro Polarimeter; optimum.

Page 1 of 2 | Total Record : 12