cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2012): Maret" : 11 Documents clear
ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG, PROVINSI SULAWESI SELATAN (Socio-Economic Analysis of Community Around Bantimurung Bulusaraung National Park, South Sulawesi Province) Abd. W. Kadir; San Afri Awang; Ris Hadi Purwanto; Erny Poedjirahajoe
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18446

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan pengelolaan Taman Nasional tidak terlepas dari sikap dan dukungan masyarakat. Pemahaman problem sosial ekonomi masyarakat sekitar Taman Nasional sangat diperlukan sebagai salah satu pertimbangan dalam mengelola Taman Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan penjelasan mengenai problem sosial ekonomi masyarakat sekitar Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan Taman Nasional dan kontribusi pendapatan dari tamanan kemiri terhadap total pendapatan petani. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Maros pada Kawasan TN Babul, Propinsi Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey dengan mewawancarai 180 responden yang dipilih secara acak. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan problem sosial ekonomi masyarakar sekitar TN Babul adalah rendahnya tingkat pendidikan, tingginya jumlah tanggungan keluarga, keterlibatan masyarakat dalam kelompok masih rendah, proses capacity building berjalan lambat, dan rendahnya pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Rata-rata total pendapatan masyarakat sekitar TN Babul sebesar Rp. 3.836.367,-/tahun dan sebanyak 65% masyarakat hidup dibawah garis kemiskinan. Rata-rata tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan TN Babul sebesar 37,97%, sementara kontribusi pendapatan dari tanaman kemiri terhadap total pendapatan masyarakat rata-rata sebesar 19,05%. Diperlukan peningkatan kegiatan pendampingan, penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pola pikir, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat sehingga kapasitasnya meningkat dan dapat mengurangi ketergantungannya terhadap kawasan TN Babul. Pengelola TN Babul perlu menjalin komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat serta merumuskan model pengelolaan TN Babul yang efektif dan efisien.ABSTRACTThe success of the National Park management is inseparable from the attitude and support of the community. Understanding socio-economic problems of communities around the Park is required as one of the considerations in managing the Park. This study aims to obtain an explanation of the socio-economic problems of communities around Bantimurung Bulusaraung National Park (Babul National Park), the level of community dependence on National Park and contribution from candlenut (Alleurites moluccana) to total incomes of farmer. The experiment was conducted in Maros Regency in Babul National Park, South Sulawesi Province. The site was selected purposively. Data collected by survey techniques by interviewing 180 respondents who were randomly selected. Data were analyzed with descriptive qualitative and quantitative. The results showed socio-economic problems of communities around Babul park is the low level of education, the high number of family, community involvement in the group is still low, the capacity building process runs slow, and low income in fulfilling her needs. Average total income of the people around Babul parks Rp. 3,836,367,-/year and as many as 65% of people live below the poverty line. The average level of community dependence on Babul parks area of 37.97%, while revenue contribution from candlenut (Alleurites moluccana) to total incomes by an average of 19.05%. Required increase in assistance activities, counseling and training to enhance the mindset, knowledge, and skills of communities so that the capacity increase and to reduce dependence on Babul parks area. For that managers Babul parks need to establish communication, coordination and cooperation with various parties in order to improve the capacity of communities and to formulate management Babul parks effective and efficient.
PENDUGAAN LAJU SEDIMENTASI DARI SETIAP PENGGUNAAN LAHAN OLEH MASYARAKAT DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MAMASA (Sedimentation Rate Estimation From Community Land Use In Mamasa Watershed) Sitti Nur Faridah
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18447

Abstract

ABSTRAKDalam beberapa tahun terakhir, fungsi hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa tidak dapat bekerja secara optimal dalam memelihara kelangsungan fungsi dam Bakaru, hal ini ditandai dengan terjadinya banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau, sehingga untuk mencegah kerusakan lebih lanjut diperlukan pengelolaan DAS di wilayah tersebut. Sistem Informasi Geografis (SIG) mampu mengolah dan menganalisis data/informasi, memadukannya dalam bentuk peta/gambar digitasi, sehingga analisis terhadap degradasi wilayah DAS dapat dilakukan. Untuk studi erosi yang memberikan dampak pada peningkatan laju sedimentasi, estimasi besarnya kehilangan tanah dapat diperoleh dengan mengkalkulasi dan mengoverlay peta yang merupakan komponen Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE). Dari hasil aplikasi GIS diperoleh laju sedimentasi yang berasal dari penggunaan lahan hutan adalah 46.55 m3/km2/thn, persawahan 10.26 m3/km2/thn, semak belukar 1934.28 m3/km2/thn , kebun campuran 66.42 m3/km2/thn dan penggunaan lahan tegalan 954.18 m3/km2/thn.ABSTRACTIn the last few years, the hydrology function of Mamasa Watershed could not be performed optimally in maintaining sustainability of Bakaru Dam, it is indicated by  the occurrence of floods in the rainy and contrary water shortage in dry season. To prevent further damage the land-use management is needed in the watershed. Geographical Information System (GIS) has ability to process and analyze data/information, by combining the data/information in form of  map/digital picture, thus an analysis of watershed  degradation could be done. For erosion impact  study on the increasing of sedimentation rate, the estimation of soil loss capacity could be obtained by calculating and overlaying  maps  of MUSLE components. Using GIS method, it was found that sedimentation rate from  forest land use was 46,55 m3/km2/year, paddy field 10,26 m3/km2/year, underbush  1934,28 m3/km2/year, mixed agriculture 66,42 m3/km2/year and dry land agriculture 954,18 m3/km2/year.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI BERBASIS DATA RASTER UNTUK PENGKELASAN KEMAMPUAN LAHAN DI PROVINSI BALI DENGAN METODE NILAI PIKSEL PEMBEDA (Application of Geographic Information System (GIS) Based Raster Data to Classify Land Capability in Bali) I Wayan Sandi Adnyana; Abd. Rahman As-syakur
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18448

Abstract

ASBTRAKPenggunaan teknologi seperti SIG sangat baik untuk mengelompokkan data keruangan lahan berdasarkan faktor potensi dan penghambat penggunaannya. Dengan mengimprovisasi metode tumpang susun diharapkan mampu mempercepat proses studi tentang pengkelasan kemampuan lahan. Tujuan penelitian ini adalah pengaplikasian SIG berbasis data raster untuk memetakan kelas kemampuan lahan di Provinsi Bali dengan menggunakan metode ”nilai piksel pembeda”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SIG dapat memperlihatkan sebaran kelas kemampuan lahan yang heterogen dan kompleks sehingga memperjelas informasi lahan pada satuan unit lahan yang sempit. Selain itu penggunaan metode ini juga membantu mempercepat proses tumpang susun dan query data. Kelas kemampuan lahan di Provinsi Bali dapat dikelompokkan menjadi 8 kelas, dari kelas I sampai kelas VIII. Sebaran kelas kemampuan lahannya didominasi oleh lahan dengan kelas VI, VII dan VIII yaitu seluas 50,7% dari luas Provinsi Bali. Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Karangasem berturut-turut merupakan daerah-daerah terluas yang memiliki kemampuan lahan kelas VIII. Daerah-daerah tersebut harus lebih instensif dalam menjaga lahan-lahan berkelas VIII agar tidak beralih fungsi dari lahan hutan menjadi lahan non hutan.ABSTRACTThe use of technologies such as GIS  are very good for spatial data classifying based on potential and inhibiting use factors. With improvise an overlay method expected to accelerate study process about land capability classifying. The purpose of this research is the application of GIS based raster data to mapping land capability class in Bali Province by using "differentiator pixel value". The results showed that the use of GIS can show the heterogeneous and complex distribution of land capability classes and can clarify the land information on a narrow land unit. Furthermore, the uses of this method also help to accelerate the overlay and query data process. The distribution of land capability class is dominated by land with class VI, VII and VIII, which is covering 50.7% of the Bali Province. Districts that have a biggest land capability class VII is Buleleng, Jembrana, and Karangasem, respectively. Therefore, these districts should be more intensive to keeping the lands class VIII for not switching function from forest into non-forest land.
SENYAWA AKTIF ANTIKANKER PAYUDARA DAN ANTIMALARIA DARI TUMBUHAN DADAP AYAM (ERHYTHRINA VALERIEGATA) SECARA IN VITRO (Anti Breast-cancer and anti-malarial Active Compounds of Erithrina Variegata by in Vitro Test) Tati Herlina; Syafruddin Syafruddin; Zalinar Udin
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18449

Abstract

ABSTRAKTumbuhan Erythrina variegata (Leguminosae) secara tradisional dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai obat antikanker dan antimalaria. Bagian tumbuhan ini yang biasa digunakan sebagai bahan pengobatan adalah daun dan kulit batang, tapi kandungan senyawa kimia aktif biologisnya belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan senyawa aktif antikanker dan antimalaria secara in vitro yang terdapat di dalam daun dan kulit batang E. variegata. Penelitian dilakukan dengan cara ekstraksi metanol dan fraksionasi dari daun dan kulit batang E. variegata yang dipandu dengan uji antikanker secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D menggunakan metode Sulforodamin B (SRB) dan uji antimalaria secara in vitro terhadap Plasmodium falciparum 3D7 (sensitif klorokuin) dan K1 (resisten klorokuin) menggunakan metode laktatdehidrogenase (LDH). Selanjutnya dilakukan pemisahan fraksi etil asetat daun dan kulit batang E. variegata yang dipantau dengan uji antikanker dan antimalaria secara in vitro menggunakan kombinasi kolom kromatografi diperoleh tiga senyawa aktif (1, 2, dan 3). Struktur kimia senyawa aktif (1, 2, dan 3) ditetapkan berdasarkan data-data spektroskopi dan diidentifikasikan sebagai turunan triterpenoid pentasiklik glikosida(1); flavonoid, eristagallin A (2); dan steroid, (22E)-5α,8α-epidioksiergosta-6,22-dien-3β-ol (3). Senyawa (1) menunjukkan aktivitas antimalaria secara in vitro terhadap P. falciparum strain 3D7 (sensitif klorokuin) dengan IC50 1,8 µg/mL dan terhadap strain K1 (resisten klorokuin) dengan IC50 3,3 µg/mL. Senyawa (2) dan (3) menunjukkan aktivitas antikanker secara in vitro terhadap sel kanker payurada T47D dengan IC50 masing-masing 3,0 dan 3,2 µg/mL. Tumbuhan E. variegata mempunyai potensi sebagai bahan dasar obat herbal antikanker payudara dan antimalaria.ABSTRACTErythrina variegata (Leguminosae) plant used traditionaly as plant of  anti-cancer and anti-malarial in Indonesia. The leaves and stem bark of E. variegata used as medicinal folk of anti-cancer and anti-malarial, however haven’t reported yet of bioactive compounds. The purpose of this research was assayed an anti-cancer and anti-malarial compounds toward breast cancer cell-lines T47D and toward Plasmodium falciparum 3D7 (chloroquine sensitive) and K1 (chloroquine resistance) in vitro from E. variegata. The research was extraction of methanol and fractionation from the leaves and stem bark of E. variegata by using guide-assay in vitro Sulphorhodamine B (SRB) method and lactate dehydrogenase (LDH). Furthermore, by using the anti-cancer and anti-malarial activity to follow separation, the active fraction was separated by combination of column chromatography to yield three active compounds (1-3). The chemical structure of active compounds (1-3) were determined on the basis of spectroscopic evidences and comparison with those previously reported and identified as terpenoid pentacyclic glycoside (1), flavonoid, erystagallin A (2) and steroid, (22E)-5α,8α-epidioxyergosta-6,22-diene-3β-ol (3). The compound (1) showed anti-malarial activity in vitro against P. falciparum strain 3D7 and K1 with IC50 1.8 and  3.3  µg/mL, respectively.  The compounds (2-3) showed anti-cancer activity against of breast cancer cell-lines T47D with IC50 of 3.03and 3.2 µg/ml, respectively. This results strongly suggested that E. variegata is a promising sources of anti-cancer and anti-malarial agents.
LAJU PENURUNAN LOGAM BERAT PLUMBUM (PB) DAN CADMIUM (CD) OLEH EICHORNIA CRASSIPES DAN CYPERUS PAPYRUS (The Diminution Rate Of Heavy Metals, Plumbum And Cadmium By Eichornia Crassipes And Cyperus) Ramadhan Tosepu
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18450

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis lama waktu (hari) laju penurunan logam berat plumbum dan cadmium oleh Eichornia crassipes dan Cyperus papyrus. (2) membandingkan laju penurunan logam lumbum dan cadmium oleh Eichornia crassipes dan Cyperus papyrus. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar dengan pemeriksaan sampel air dilakukan di Laboratotium Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik dengan uji T test dan uji Post Hoc Test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat plumbum lebih cepat terakumulasi habis dengan menggunakan tumbuhan Eichornia crassipes dibandingkan dengan menggunakan tumbuhan Cyperus papyrus. Logam berat plumbum dan cadmium memiliki laju penurunan yang cepat oleh tumbuhan Eichornia crassipes dibandingkan dengan tumbuhan Cyperus papyrus.ABSTRACTThe aim of the study was to analyze the diminution rate of heavy metals, plumbum and cadmium by Eichornia crassipes and Cyperus papyrus and to compare the rate of their decrease. The study conducted in Makassar city by examining the water sample in the Brackish Water Culture Fishery Research in Maros.  The data were analyzed statistically by employing T test and Post Hoc test. The results of the study indicate that the concentration of heavy metal, plumbum is quicker by using Eichornia crassipes plant than the Cyperus papyrus plant. The heavy metals, plumbum and cadmium have rapid rates of diminution by  Eichornia crassipes plant than the Cyperus papyrus plant.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI NANO KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA DAN KITOSAN-SILIKA TITANIA (Preparation and Characterisation of Chitosan-Silica and Chitosan Silica Titania Nano Composites) Dina Kartika Maharani; Sari Edi Cahyaningrum; Amaria Amaria; Rusmini Rusmini
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18452

Abstract

ABSTRAKTelah dibuat komposit kitosan silika dan kitosan silika titania dari larutan kitosan dan sol silika serta sol silika titania untuk aplikasi bahan antibakteri. Kitosan dibuat melalui proses deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi kitin dari cangkang kepiting. Sol silika dan silika titania dibuat dengan metode sol-gel. Komposit kitosan silika dan kitosan silika titania dikarakterisasi dengan analisis spektrofotometri infra merah dan difraksi sinar-X. Hasil analisis spektrofotometri infra merah menunjukkan bahwa telah terjadi interaksi antara silika dan titania dengan kitosan. Kristalinitas komposit kitosan silika titania lebih rendah dibandingkan dengan kitosan silika maupun kitosan sendiri. Hal ini menandakan bahwa interaksi antara partikel silika dan titania meningkatkan ketidakteraturan struktur kitosan.ABSTRACTChitosan-silica and chitosan-silica titania composites have been prepared by mixing chitosan solutions with silca sol and silica titania sol for antibacterial application. Chitosan were prepared by deproteination, demineralisation and deasetilation of chitin from Crab shells. The silica sol and silica titania sol were prepared by sol-gel method. The composites were characterized using Infra Red spectrophotometry and X-ray Diffraction methods. The  Infra Red study of the composites showed that there is interaction between silica and titania with chitosan. The crystallinity of chitosan silica titania and chitosan-silica was decreased, compared with chitosan, that is showed the increasing of stucture dissorder of composites material.
ADSORPSI ION SIANIDA DALAM LARUTAN MENGGUNAKAN ADSORBEN HIBRIDA AMINOPROPIL SILIKA GEL DARI SEKAM PADI TERIMPREGNASI ALUMINIUM (Adsorption of Cyanide Ions in Solution Using a Hybrid Adsorbent Aminopropyl Silica Gel from Rice Husks of Impregnated With) Amaria Amaria
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18453

Abstract

ABSTRAKTelah dibuat dua macam adsorben hibrida aminopropil silika gel yang terimpregnasi aluminium (APSG-Al) dan silika gel terimpregnasi aluminium (SG-Al) dari silika gel sekam padi sebagai bahan untuk adsorpsi ion sianida dalam larutan. Interaksi antara adsorben dengan ion sianida dalam larutan dilakukan dalam sistem batch. Parameter-parameter yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengaruh pH medium, pengaruh waktu interaksi dan pengaruh konsentrasi awal ion sianida terhadap kemampuan adsorpsi adsorben hibrida amino silika gel terimpregnasi aluminium. Analisis kuantitatif ion-ion sianida yang tersisa di dalam filtrat diuji dengan alat elektroda selektif ion. Data hasil pengaruh waktu interaksi dianalisis dengan model kinetika adsorpsi, data hasil pengaruh konsentrasi ion sianida dianalisis dengan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Di samping itu gugus fungsional yang diperkirakan terlibat dalam adsorpsi diidentifikasi dengan spektrofotometer infra merah dan kristalinitas adsorben diuji dengan defraksi sinar X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil identifikasi spektroskopi infra merah menunjukkan adsorben APSG-Al memiliki gugus silanol (Si-OH), siloksil (Si-O-Si), gugus amina primer, NH2. Hasil analisis XRD nilai 2θ pada 65,51 menunjukkan bahwa aluminium yang terimpregnasi pada silika berbentuk alumina Al2¬O3. Hasil adsorpsi ion sianida oleh hibrida aminopropil silika gel terimpregnasi aluminium (APSG-Al) menunjukkan adsorpsi sianida terjadi maksimum pada pH 5 sebesar 67,62 %, sedangkan SG-Al mengadsorpsi sianida secara maksimum pada pH 8 sebesar 51,11%. Kajian kinetika dari pengaruh waktu interaksi menunjukkan bahwa adsorben APSG-Al maupun SG-Al memiliki konstanta laju adsorpsi k1 masing-masing adalah 2,7. 10-3 dan 1,9.10-3 min-1. Data kapasitas adsorpsi menunjukkan bahwa adsorben APSG-Al dan SG-Al cenderung mengikuti model isoterm adsorpsi Freundlich.ABSTRACTThis research has made two kinds of adsorbents, namely hybrid aminopropil silica gel from rice husk that has been impregnated with aluminum (APSG-Al) and silica gel impregnated with aluminum (SG-Al) of rice husk silica gel as the material for the adsorption of cyanide ions in solution. The interaction between the adsorbent with cyanide ions in solution performed in a batch system. The parameters examined in this study were the influence of medium pH, the effect of interaction time and the effect of initial concentration of cyanide ion adsorption ability of adsorbent hybrid amino silica gel impregnated with aluminum. Quantitative Analysis of cyanide ions left in the filtrate was tested by means of ion selective electrode. The effect of interaction time data were analyzed with kinetic model, the data of the influence of cyanide ion concentration was analyzed by Langmuir adsorption isotherm model and Freundlich. The results showed that the infrared spectroscopic identification results show APSG-Al adsorbent has silanol groups (Si-OH), siloxil (Si-O-Si), primary amine group, NH2. The result of XRD analysis of the price of 2θ at 65.51 indicates that the aluminum impregnated with the silica in the form of alumina Al2O3. The result of adsorption of cyanide by the hybrid silica gel impregnated with aluminum aminopropil (APSG-Al) showed maximum adsorption occurred at pH 5 was 67.62%, silica gel impregnated with aluminum was 51,11%. Study the kinetics of the effect of interaction time showed that the adsorbent APSG-Al and SG-Al-Al has the adsorption rate constant k1 is 2.7, 10-3and 1.9,10-3 min-1, respectively. Adsorption equilibrium data showed that the adsorbent APSG-Al and SG-Al tend to follow the adsorption isotherm model Freundlich.
PENGGUNAAN SEPPAKS ALUMINA SEBAGAI ALAT UJI KUALITAS SISTEM GEL GENERATOR TUNGSTEN-188/RENIUM-188 (The Use of Alumina SepPaks As A Quality Control Tool for The Tungsten-188/Rhenium-188 Gel Generators System) Duyeh Setiawan; Azmairit Azis; Marlina Marlina; M. Basit
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18454

Abstract

ABSTRAKMetode uji kualitas dengan menggunakan SepPaks alumina telah dikembangkan untuk menentukan tingkat pelepasan 188W dari sistem gel generator 188W/188Re. Pendeteksian intensitas rendah dari 188W dengan kehadiran intensitas lebih tinggi dari 188Re (Eg = 155 keV, 15 %), maka teknik pencacahan cara konvensional tidak memungkinkan, karena 188W mengemisikan foton gamma dengan intensitas yang sangat rendah pada Eg = 227 keV (0,22 %) dan Eg = 290 keV (0,40 %). Oleh karena itu, untuk mengetahui pelepasan dan menghitung tingkat 188W dalam ketepatan waktu (real time) tanpa harus menunggu beberapa hari untuk meluruh dari 188Re anak, maka penggunaan SepPaks alumina secara “tandem” dengan gel generator tungsten-188/renium-188 merupakan teknik yang efektif untuk menjerat 188W yang lolos. Teknik ini ditunjukkan oleh elusi sistem gel generator 188W/188Re titanium tungstat, kemudian eluat dilewatkan melalui SepPaks alumina yang diikuti oleh pencucian dengan NaCl 0,9 % pH 5. Hasil elusi diperoleh yield 188Re maksimum sebesar 65 %, mempunyai kemurnian radionuklida 97 % dan radiokimia sebesar 95 %. Penentuan penangkapan 188W ditunjukkan oleh adanya spektrum gamma 290 keV dalam SepPaks alumina dapat dideteksi secara jelas. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut dapat ditunjukkan bahwa penggunaan SepPaks alumina sangat efektif sebagai alat uji kualitas dalam menilai kinerja sistem gel generator 188W/188Re untuk memproduksi radionuklida renium-188. ABSTRACTA quality control method using an alumina SepPaks has been developed to determine the breakthrough levels of 188W from 188W/188Re gel generator systems.  Detection of low levels of 188W in the presence of high levels of 188Re (155 keV, 15 %) by tradisional counting techniques is not possible, because the 188W emits gamma photons of only very low intensity at 227 keV (0.22 %) and 290 keV (0.40 %).  In order to remove and quantitate levels of 188W in “ real time “ without having to wait several days for decay of the 188Re daughter, the use of an alumina SepPaks in tandem with the 188W/188Re gel generator is an effective technique to trap the 188W breakthrough.  This technique was showed by experiment result gel generators 188W/188Re titan tungstate, the eluate was  subsequently passed through alumina SepPaks followed by thorough washing with 0.9 % pH 5.  The result of elution  is obtained maximum yield 65 %, it has radionuclide purities is 97 % and radiochemical is 95 %.  The scavenger determination of 188W was showed in the presence of 290 keV gamma spectrum in the alumina SepPaks were clearly detected. Based on the result its showed that, the use of alumina SepPaks was very effective as  a quality control tool in assessing  188W/188Re gel generator performance system for radionuclide rhenium-188 production.
ANALISIS KEBIJAKAN PENURUNAN LUAS HUTAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SENTANI BERWAWASAN LINGKUNGAN (Environmental based of Policy Analysis about the decrease of forest area in Sentani Watershed) Auldry F. Walukow
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18455

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan merekayasa model sistem dinamik untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap penurunan luas hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sentani. Metode yang digunakan adalah Model Sistem Dinamik dengan menggunakan tool powersim 2.5d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan penduduk merupakan faktor pengungkit (leverage factor) meningkatnya pemanfaatan lahan hutan di DAS`Sentani. Hal ini dibuktikan oleh menurunnya luas hutan yang tersedia dari 68.865 ha pada tahun 2002 menjadi 59.559 ha pada tahun 2012 dan akhirnya diasumsikan habis (0 ha) pada tahun 2042.ABSTRACTThe research was conducted To design dynamic system model for analyze influence of population growth decrease of forest area in Sentani watershed. The research method are  dynamic system model with tool powersym 2.5d. The result of this experiment show that people growth as leverage factor to increase forest land utilization around Sentani  watershed. This is evidenced by the decrease in forest nauseating available from 68 865 ha in 2002 to 59 559 ha in 2012 and finally is assumed finished (0 ha) in 2042.
PUSAKA SAUJANA BOROBUDUR: PERUBAHAN DAN KONTINUITASNYA (Borobudur Cultural Landscape: Change and Continuity) Dwita Hadi Rahmi; H.A Sudibyakto; H. Sutikno; Laretna T. Adishakti
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 1 (2012): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18456

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk mengkaji potensi dan nilai keunggulan pusaka saujana Borobudur, serta mengetahui perubahan dan kontinuitasnya. Dengan interpretasi sejarah dan penjelasan secara naratif, wujud pusaka saujana Borobudur dapat diapresiasi dalam bentuk: a) pola pengolahan lahan; b) tata kehidupan; c) arsitektur tradisional kawasan; dan d) bentukan-bentukan alami. Potensi yang dimiliki pusaka saujana Borobudur meliputi potensi budaya, sejarah, bentukan-bentukan alami, dan panorama kawasan. Potensi-potensi yang dimiliki kawasan Borobudur, serta kontinuitas kondisi bentanglahan dan budayanya menjadikan kawasan Borobudur sebuah pusaka saujana yang unggul, dan nilai keunggulan ini meliputi: a) kandungan sejarah lingkungan kawasan, b) kawasan peninggalan benda-benda arkeologi, c) saujana-saujana desa yang menunjukkan kehidupan agraris masyarakatnya, dan d) panorama indah bentanglahan. Dalam lingkungan yang dinamis, pusaka saujana Borobudur terus mengalami perubahan yang dapat mengancam kontinuitasnya. Perubahan terjadi terutama pada tata guna lahan, kualitas visual, dan sebagian budaya masyarakat, sedangkan kontinuitas masih dapat ditemui pada kegiatan pertanian secara tradisional; sebagian tradisi atau adat istiadat yang berkaitan dengan pertanian, keagamaan, dan kepercayaan; arsitektur tradisional kawasan perdesaan; dan panorama indah bentanglahan. Sampai saat ini, perubahan-perubahan yang terjadi belum berdampak pada hilangnya atau menurunnya kontinuitas pusaka saujana Borobudur. Meskipun demikian, upaya-upaya pelestarian dan pengelolaannya diperlukan untuk menjaga kontinuitasnya. ABSTRACTThis research was conducted in Borobudur area, Magelang Regency, Central Java, to examine the potencies and  outstanding values of Borobudur cultural landscape heritage, and to understand its changes and continuity. By historic interpretation and narrative explanation, the forms of Borobudur cultural landscape heritage are found, which are: a) land management pattern; b) way of living; c) traditional architecture; and d) natural features. The potencies of Borobudur cultural landscape heritage include cultural, historic, natural features, and panoramic potencies. Those potencies and continuity of the landscape and culture contribute to the Borobudur area  as an outstanding cultural landscape heritage with four outstanding values: a) rich environmental history, b) area with archaeological remains; c) village cultural landscapes with their agrarian community; and d) scenic beauty of the landscape. In a dynamic environment, changes are experienced by Borobudur cultural landscape heritage over time that can be a threat for its continuity. Changes happen particularly on land use, visual quality, and some community culture, whereas its continuity still can be found in traditional farming activity; some traditions relate to agriculture,  religion,  and  beliefs;  village  traditional  architecture;  and  scenic  beauty of  the  landscape. At present, impact of changes on Borobudur cultural landscape heritage has not influenced  the degradation of its continuity yet. Nevertheless, efforts in conservation and management are needed to maintain its continuity.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue