cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 1 (2020): 1" : 5 Documents clear
PERAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA TERHADAP PRAKTIK PENGELOLAAN LIMBAH DI INSTALASI KARANTINA HEWAN (Characteristics, Knowledge and Attitude of Workers Regarding Waste Management Practices in Animal Quarantine Installations) Nuryani Zainuddin; Mohamad Samsul Maarif; Etty Riani; Susan Maphilindawati Noor
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 27, No 1 (2020): 1
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.40808

Abstract

AbstrakLimbah Instalasi Karantina Hewan (IKH) ruminansia besar dapat menjadi sumber penularan penyakit yang mungkin terbawa akibat lalu lintas ternak serta dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sejauh mana karakteristik, pengetahuan dan sikap petugas IKH berpengaruh terhadap praktik pengelolaan limbah di IKH. Responden adalah petugas yang melakukan pengelolaan limbah di IKH. Hubungan dan tingkat pengaruh langsung dan tidak langsung pada variabel yang diamati dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan karakteristik, pengetahuan dan sikap petugas IKH berpengaruh sebesar 68,85%. Pengaruh tersebut digambarkan sebagai pengaruh langsung sebesar 22,76% dan tidak langsung sebesar 46,09% terhadap praktik pengelolaan limbah di IKH. Pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap sikap dan praktik pengelolaan limbah di IKH. Sikap berpengaruh signifikan terhadap praktik pengelolaan limbah di IKH. Pengelolaan limbah di IKH dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan sistem manajemen lingkungan sesuai ISO 14001:2015, pelatihan AMDAL dan UKL/UPL serta pengetahuan mengenai risiko penyakit yang mungkin terbawa oleh limbah IKH.AbstractWaste from large ruminant animal quarantine installations (IKH) can be a source of disease transmission that may be carried away due to livestock traffic and can cause environmental problems. The purpose of this study was to analyze the characteristics, knowledge and attitudes of IKH officers to influence the practice of waste management in IKH. Respondents were officers who carry out waste management in IKH. The relationship and magnitude of direct and indirect effects on observed variables were analyzed using path analysis. The results showed that overall the characteristics, knowledge and attitudes of IKH officers had an effect of 68.85%. The influence is described as a direct influence of 22.76% and indirectly by 46.09% on the practice of waste management in IKH. The practice of waste management in IKH is influenced by significant knowledge and attitudes. Attitudes are influenced by knowledge of waste management in IKH. Waste management in IKH can be improved by increasing knowledge through training in environmental management systems in accordance with ISO 14001: 2015, training on AMDAL and UKL / UPL as well as knowledge about the risk of diseases that may be carried out by IKH waste.
INFLUENCE OF NITRATE AND PHOSPHATE ON THE DISTRIBUTION AND ABUNDANCE OF RIPARIAN VEGETATION IN YOGYAKARTA CITY (Pengaruh Nitrat dan Fosfat pada Distribusi dan Kelimpahan Vegetasi Riparian Kota Yogyakarta) Suwarno Hadisusanto; Dwinda Mariska Putri; Raditia Nugraha; Muhammad Rifqi; Qisti Fauziyah; Riska Putri Asmawati; Annisa Mawarni; Firda Nabila Nur Azizah; Dinda Ayu Islami; Fitria Ratna Pratiwi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 27, No 1 (2020): 1
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.41552

Abstract

AbstrakCity of Yogyakarta has three major streams, they are Winongo, Code and Gajahwong. These urban stream accept high input of nutrients throughout the year. Nutrients are in form of organic and non organic matters originated from domestic waste, factory waste, and hospital waste. Riparian vegetation directly respond to stream ecosystem changes. This research aim to learn distribution and abundance of riparian vegetation in Winongo, Code, and Gajahwong, number of species presence in each sampling site, physic-chemical parameters including air and soil temperatures, air and soil humidity, soil pH, light intensity, and NO3- and PO43- in water and riparian soil. In each station, samples were taken using 2x0.5 m plot with 10 replications in floodplain. There are three stations in each stream. Data collected was species number and names. Growth-form grass dominated in all stations. In Winongo the grass density are 1582 ind/10m2 (70%), Code 1697 ind/10m2 (81%) and Gajahwong 1432 ind/10m2 (70%). The most abundant grass were Paspalum sp. in Winongo they were 764 ind/10m2 and in Gajahwong 1103 ind/10m2. While Code was dominated by Panicum sp. they were 735 ind/10m2. Grass were quickly respond to high nutrient availability. High concentration of NO3- and PO43- trigger grass domination. Grass were known for their nutrient fixing behavior, therefore when Grass were most abundant, nutrient concentration decreased in each sampling station.AbstractKota Yogyakarta memiliki tiga sungai utama, yaitu sungai Winongo, Code dan Gajahwong. Sungai perkotaan ini membawa nutrien yang tinggi sepanjang tahun. Nutrien berupa bahan organik dan non organik ini berasal dari limbah domestik, limbah pabrik, dan limbah rumah sakit. Vegetasi riparian secara langsung merespon perubahan ekosistem sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sebaran dan kelimpahan vegetasi riparian di sungai Winongo, Code, dan Gajahwong, jumlah keberadaan spesies di setiap lokasi pengambilan sampel, parameter fisika-kimiawi meliputi suhu udara dan tanah, kelembaban udara dan tanah, pH tanah, intensitas cahaya, dan kadar NO3- dan PO43-  di air dan tanah riparian. Di setiap stasiun diambil sampel dengan menggunakan plot 2x0,5 m dengan 10 ulangan di dataran banjir. Ada tiga stasiun di setiap aliran. Data yang dikumpulkan adalah nomor dan nama spesies. Rerumputan berbentuk tumbuh mendominasi di semua stasiun. Di Winongo kerapatan rumput adalah 1582 ind / 10m2 (70%), Code 1697 ind / 10m2 (81%) dan Gajahwong 1432 ind / 10m2 (70%). Rerumputan yang paling melimpah adalah Paspalum sp. di Winongo seluas 764 ind / 10m2 dan di Gajahwong 1103 ind / 10m2. Sedangkan Code didominasi oleh Panicum sp. mereka 735 ind / 10m2. Rerumputan dengan cepat merespon ketersediaan hara yang tinggi. Konsentrasi NO3- dan PO43- yang tinggi memicu dominasi rumput. Rerumputan dikenal karena perilaku pengikat hara, oleh karena itu pada saat rumput paling melimpah, konsentrasi hara menurun di setiap stasiun pengambilan sampel.
KEMELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN ESTUARI PAYAU BONDAN CILACAP, JAWA TENGAH (The Abundance of Phytoplankton in the Brackish Estuary of Bondan, Cilacap, Central Java) Tjut Sugandawaty Djohan; Annisa Budyasih Ulul Azmi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 27, No 1 (2020): 1
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.42323

Abstract

AbstrakKajian kemelimpahan fitoplankton di perairan estuari payau Bondan Cilacap telah dipelajari. Perairan Bondan merupakan perairan hutan bakau rusak dan dikoloni oleh semak dan liana bakau, padahal daun pohon bakau adalah sumber input nutrien utama untuk komunitas fitoplankton yang merupakan mata rantai pertama dalam jejaring makanan perairan hutan bakau. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan dengan pencuplikan menggunakan modifikasi van Dorn 5 L dan merupakan komposit 20 L air dengan ulangan 5 kali. Kualitas perairan yang diukur meliputi kecepatan arus dan angin, suhu air dan udara, kelembaban udara, jeluk perairan dan jeluk Secchi, intensitas cahaya, turbiditas, salinitas, pH, NH4+, NO3-, PO43-, dan SO42-. Hasil menunjukkan bahwa cacah spesies dominan adalah fungsional grup diatom, akan tetapi cacah individunya sedikit. Sebaliknya, cacah individu algae koloni melimpah tetapi cacah spesiesnya sedikit, dan terjadi peledakan Aphanocapsa pulchra, 188.260 individu per 100 L. Peledakan ini karena perairan didominasi air tawar dan kerusakan hutan bakau. Peledakan A. pulchra mengindikasikan kualitas perairan hutan bakau Bondan buruk. AbstractThe abundance of phytoplankton in the brackish estuary of Bondan Cilacap have been studied. Bondan waters are setting in the disturbed mangrove ecosystem, which colonized by mangrove shrubs and lianas, whereas, the mangrove leaves are the main source of nutrient input for the phytoplankton community as the first link in the mangrove aquatic food web. Phytoplankton were sampled using a 5 L modification of van Dorn and a composite of 20 L of water with 5 replications. The water qualities measured include surface current, wind speed, water and air temperatures, air humidity, Secchi depth and water depth, light intensity, turbidity, salinity, pH, NH4+, NO3-, PO43-, dan SO42-. The results showed that the number of the dominant species was diatoms, but the number of the individuals was small. In contrast, the individual number of algae colony was abundant but the species number were few, and Aphanocapsa pulchra was blooming, 188,260 individuals per 100 L. This bloom was due to the waters were dominated by freshwater and the disturbed mangrove trees. The blooming of population of A. pulchra indicated that bad waters quality.
ISOLASI BAKTERI RESISTENSI MERKURI DARI LIMBAH PENAMBANGAN EMAS KABUPATEN BURU, MALUKU (Isolation of Mercury Resistance Bacteria from Gold Mining Waste in Buru District, Maluku) Rosita Mangesa; Kasmawati Kasmawati
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 27, No 1 (2020): 1
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.47864

Abstract

AbstrakPulau Buru merupakan salah satu pulau penambangan emas dan banyak dilakukan secara illegal dengan melibatkan penggunaan merkuri untuk alat bantu dalam proses ekstraksi emas melalui proses amalgamasi. Merkuri merupakan bahan kimia yang berbahaya dan bersifat toksik bagi manusia dan juga lingkungan, dan dampak dari penggunaan merkuri ini telah dirasakan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bakteri yang resisten terhadap merkuri sehingga dapat digunakan dalam proses bioremediasi. Penelitian ini merupakan penelitian skala laboratorium dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu dari kedua lokasi pengambilan sampel diperoleh 17 isolat dengan morfologi yang berbeda-beda serta dari ke-17 isolat tersebut resisten terhadap merkuri.AbstractBuru Island is one of the gold mining islands and much of them are illegally that used mercury in gold extraction using uses mercury. Mercury is a chemical that is harmful and toxic to humans as well as the environment, and recently the impact of mercury use has been found by the local community. This study aims to obtain bacteria that are resistant to mercury so that it can be used in the bioremediation process. This research is a laboratory scale research and analyzed descriptively. The results of this study, namely from the two sampling locations obtained 17 isolates with different morphologies and from the 17 isolates were resistant to mercury.
PERAN TUMBUHAN BAWAH DALAM KESUBURAN TANAH DI HUTAN PANGKUAN DESA PITU BKPH GETAS (The Role of Undergrowth Species for Soil Fertility in Hutan Pangkuan Desa Pitu BKPH Getas) Frita Kusuma Wardhani; Ikhwanudin Rofi’i; Ambar Kusumandari; Sena Adi Subrata; Kristiani Fajar Wianti
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 27, No 1 (2020): 1
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.49668

Abstract

AbstrakKehadiran tumbuhan bawah pada hutan tanaman jati dapat memberikan dampak positif yaitu, menjadi sumber keragaman hayati, menciptakan iklim mikro di lantai hutan, menjaga tanah dari bahaya erosi, serta dapat memelihara kesuburan tanah. Namun keberadaannya seringkali dianggap sebagai kompetitor bagi tanaman yang dibudidayakan. Hutan Pangkuan Desa (HPD) Pitu telah dikelola secara intensif oleh masyarakat yang dilakukan baik di bawah maupun di luar tegakan sehingga diduga mempengaruhi kondisi ekosistem di kawasan tersebut baik terhadap kelimpahan tumbuhan bawah maupun kualitas kimia tanahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan bawah dan kualitas kimia tanah pada berbagai tipe penutupan lahan di HPD Pitu, BKPH Getas. Pengamatan dilakukan dengan menempatkan petak kuadrat berukuran 1 m x 1 m sebanyak 5 petak pada setiap unit lahan secara random. Hasil penelitian menunjukkan pada 4 (empat) penutupan lahan yaitu hutan, semak, ladang, dan pemukiman didominasi oleh jenis yang berbeda tetapi komposisi komunitas pada hutan dan semak memiliki similaritas yang relatif tinggi. Kualitas kimia tanah pada berbagai penutupan lahan tidak berbeda secara signifikan. Aktivitas masyarakat yang tinggi pada berbagai penutupan lahan diduga menjadi penyebab rendahnya hara pada berbagai tipe penutupan. Kondisi keharaan yang miskin hara khususnya pada kawasan hutan tentu akan memengaruhi produktivitas tegakan jati yang merupakan tanaman pokok di kawasan tersebut. AbstractThe presence of undergrowth on teak plantations can have a positive impact i.e, a source of biodiversity, creating a microclimate on the forest floor, keeping the soil from the erosion, and can maintain soil fertility. On the other hand, its existence is often regarded as a competitor for cultivated plants. Hutan Pangkuan Desa (HPD) Pitu has been intensively managed by communities undertaken either below or outside the stand so that it is suspected to affect the ecosystem condition in the region both to the abundance of plants and quality of soil chemistry. The purpose of this study was to determine the diversity of undergrowth species and soil chemical qualities in various types of land cover in HPD Pitu, BKPH Getas. The observation was done by placing a 1 m x 1 m square plot of 5 plots on each unit of land. The results showed that 4 (four) land closures i.e forests, shrubs, dry farmland, and settlements were dominated by different species but the community composition in forests and shrubs had a relatively high similarity. The soil chemical quality at various land coverings did not differ significantly. High community activity in various land closures is thought to be the cause of low nutrients in various types of closure. The nutrient-poor condition of the forest, especially in the forest area, will affect the productivity of teak stands, which are the staple crops in the area.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue