cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Planologi Sultan Agung
ISSN : 26155257     EISSN : 26155257     DOI : -
Jurnal Planologi is a journal study of urban and regional planning issued by the Department of City and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia. the articles are published every six months, that is, April and October (2 issues per year). The editor receives scientific articles and research results in accordance with the nature is Regional and City Planning
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2022): Oktober" : 8 Documents clear
Pengaruh Masjid Menara Kudus Sebagai Landmark Kota Terhadap Lingkungan Kota Lama Kudus Assa Kamalia; Agung Budi Sardjono; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Planologi Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v19i2.20195

Abstract

ABSTRACT The Formation of a city cannot be sparated from the existence of city-forming elements, one of which is a landmark. Landmark is an identity that is owned by a city. Kudus city has a Menara Kudus Mosque that serves as the city’s identity. This study will find the influence of the Menara Kudus Mosque on the surrounding environtment. The research method used is direct observation in the field and with interviews with informans, namely resident around the Old City of Kudus. From the results of the study, it was found that there were several influences due to the existence of the Menara Kudus Mosque, that a growing economy, crowded and surrounding mosques that were oriented to the Menara Kudus Mosque.Keywords:landmark,menara kudus mosque, old city of kudus  ABSTRAK              Terbentuknya suatu kota tak lepas dari adanya elemen-elemen pembentuk kota salah satunya adalah Landmark. Landmark merupakan suatu identitas yang dimiliki oleh sebuah kota. Kota Kudus mempunyai Masjid Menara sebagai identitas kota. Penelitian ini bertujuan mencari pengaruh Masjid Menara Kudus terhadap lingkungan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi secara langsung di lapangan dan dengan wawancara kepada informan yaitu penduduk sekitar Kota Lama Kudus.Dari hasil penelitian ditemukan beberapa pengaruh karena keberadaan Masjid Manara Kudus, yaitu aspek fisik dan aspek non fisik pada lingkungan sekitar Masjid Menara.Katakunci:landmark,masjid menara kudus,kota lama kudus
Pola Aktivitas Dan Pemanfaatan Ruang Desa Wisata Lerep Pada Era New Normal Eppy Yuliani
Jurnal Planologi Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v19i2.21092

Abstract

AbstractThe tourism sector in Indonesia has doubled in the last decade, and in 2017 it was recorded that tourist visits reached 15 million people. The tourism industry has the potential to develop and become an economic driver so that it becomes a priority in development. Several tourist objects, both large-scale and village-scale, have had an impact on increasing the economic growth of the community. However, with the occurrence of the Covid 19 pandemic, since March 2020, government policies, both central and regional, have emerged in an effort to overcome the Covid 19 pandemic which prohibits and limits the operation of tourist destinations, including tourist villages. As a result, many tourism activities are not operating. This of course has an impact on the income of tourism business actors. However, when the Covid 19 pandemic had subsided, several tourist activities had started operating. This period is known as the New Normal Era, where a condition applies health protocols to all community activities, including tourism activities. Research questions, are there any changes in community activities in the Tourism Village, and how is the space utilized. This study aims to determine the pattern of community activities and the use of space in the Lerep Tourism Village in the New Normal era. The research location is in Lerep Tourism Village, West Ungaran District, Semarang Regency. The research methodology uses a rationalistic qualitative approach, through in-depth interviews and qualitative descriptive analysis techniques. This research is important to do, it is hoped that this research can describe the activity patterns of the tourism village community actors, and can describe/map the use of space in Lerep Village during the pandemic.AbstrakSektor pariwisata di Indonesia telah tumbuh dua kali lipat dalam satu dekade terakhir, dan tahun 2017 tercatat kunjungan wisata mencapai 15 juta orang. Industri pariwisata menjadi sangat potensial berkembang dan menjadi penggerak ekonomi sehingga menjadi prioritas dalam pembangunan. Beberapa   obyek wisata baik skala besar maupun skala desa memberikan dampak peningkatan tumbuhnya perekonomian masyarakat.  Namun dengan terjadinya pandemi Covid 19, sejak bulan Maret 2020 muncul kebijakan-kebijakan pemeritah baik pusat maupun daerah dalam upaya mengatasi pandemi Covid 19 yang melarang dan membatasi operasional destinasi wisata, termasuk Desa wisata. Dampknya banyak aktivitas pariwisata   tidak  beroperasi . Hal ini tentu saja berimbas  terhadap pendapatan  para pelaku usaha  pariwisata. Namun ketika pandemi Covid 19 sudah mereda, beberapa aktivitas wisata sduah mulai beroperasi. Periode ini dikenal dengan Era New Normal, dimana suatu kondisi yang menerapkan protokol kesehatan pada semua aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas wisata.   Pertanyaan penelitian, apakah ada perubahan aktivitas masyarakat di Desa Wisata, dan bagaimana pemanfaatn ruang nya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola aktivitas masyarakat dan pemnafaatan ruang di Desa Wisata Lerep pada era New Normal.  Lokasi  penelitian di Desa Wisata Lerep, Kecamatan Ungaran barat,  Kabupaten Semarang. Metodologi penelitian dengan pendekatan kualitatif rasionalistik, melalui indepth interview dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian  ini penting dilakukan, diharapkan dari penelitian ini dapat menggabarkan pola aktivitas masyarakat pelaku Desa Wisata, serta dapat menggambarkan /memetakan pemanfaatan ruang di Desa Lerep pada masa pandemi.Keywords: activity, space, tourism village, pandemic
Eksistensi Rumah Cagar Budaya dan Pengaruhnya Terhadap Rasa Ruang di Kotagede Refa Kurniawan Ajie; Dwita Hadi Rahmi
Jurnal Planologi Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v19i2.19662

Abstract

Kotagede di Yogyakarta merupakan salah satu bekas pusat peradaban di Pulau Jawa sebagai ibu kota Kesultanan Mataram Islam yang memiliki banyak aset cagar budaya. Rumah-rumah cagar budaya Kotagede memiliki berbagai gaya arsitektur yang mengandung filosofi, norma, dan mencerminkan sejarah lokal. Namun sebagai kawasan perkotaan, kawasan permukiman kawasan Kotagede juga berkembang pesat menjadi kawasan permukiman padat. Seiring dengan berkembangnya peradaban baru dengan pola kehidupan dan generasi yang baru, banyak rumah cagar budaya yang hilang dalam 20 tahun terakhir. Untuk mendorong masyarakat menjaga dan melestarikan rumah cagar budaya, perlu diketahui peran rumah cagar budaya di era modern.Oleh karena itu, penelitian ini mencoba memahami signifikansi rumah cagar budaya dengan menghubungkan eksistensi rumah cagar budaya dengan rasa ruang (sense of place).Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengambil Kotagede Yogyakarta sebagai lokasi penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif, analisis faktor, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi secara fisik rumah cagar budaya terhambat oleh beberapa kerusakan dan hilangnya beberapa aset. Meski begitu, rumah cagar budaya memiliki nilai eksistensi non fisik yang cukup besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan rumah pusaka di Kotagede memiliki hubungan positif dengan sense of place masyarakat lokal terhadap lingkungannya.
ANALISIS AGROKLIMAT DALAM PENENTUAN POTENSI TANAMAN PANGAN ALTERNATIF SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN SITUBONDO Rois Dinan; Setijawan Arief
Jurnal Planologi Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v19i2.23185

Abstract

ABSTRAKKetahanan pangan merupakan aspek yang sedang gencar diupayakan untuk dicapai. Hal ini dikarenakan problematika problematika sedang terjadi di berbagai wilayah yang ada di Indonesia, yakni terkait krisis pangan. Salah satu daerah yang berpotensi terjadi krisis pangan adalah Kabupaten Situbondo. Indikasi tersebut terlihat dari data time series dari produksi tanaman pangan utama di Kabupaten Situbondo yakni tanaman padi. Data terbaru mengenai produksi tanaman padi, mengalami penurunan yang sangat signifikan yakni 40% dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Selain itu banyak portal berita yang mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Situbondo terus berupaya untuk menghindari krisis pangan, salah satunya dengan diversivikasi tanaman pangan. Oleh karena itu dengan indikasi-indikasi tersebut penelitian ini dapat membantu memberi arahan tanaman pangan alternatif yang bisa dibudidayakan dan sesuai untuk lahan pertanian di Kabupaten Situbondo. Pada penelitian ini menggunakan metode analisa agroklimat ataupun kesesuaian lahan. Data yang digunakan adalah data-data fisik dasar, dimana nantinya akan dilakukan metode super impose untuk mendapatkan kesesuaian lahan dari tiap tanaman pangan. Ada 3 kelompok tanaman pangan yang diujikan, yakni kelompok biji-bijian, umbi, dan kacang-kacangan. Setelah diuji, terdapat 1 tanaman pangan dari tiap kelompok tanaman pangan yang bisa dijadikan alternatif untuk dibudidayakan. Diantaranya adalah sorgum (biji-bijian), porang (Umbi), dan kacang arab (kacang-kacangan). Dengan diketahuinya 3 alternatif tanaman pangan tersebut, bisa menjadi arahan bagi pemerintah Kabupaten Situbondo sebagai upaya diversifikasi pangan untuk mencapai ketahanan pangan.Kata kunci: Diversifikasi pangan, Kesesuaian lahan, Ketahanan pangan
Population density and spread of COVID-19 in Bandung City, Indonesia R Syafriharti
Jurnal Planologi Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v19i2.17972

Abstract

Population density is an important factor for a sustainable city. However, it turns out that population density is also a problem in cases of the spread of COVID-19 in several countries, although there are other factors that also play a role. This paper aims to prove how population density affects the spread of COVID-19 in Bandung City with the sub-district data unit. To obtain a complete overview, the analysis was carried out by comparing conditions at the weekend as usual with the conditions during the long weekend. Simple regression analysis was used to determine how population density affects COVID-19 cases. A comparative analysis was then carried out to compare the effect of population density on the number of COVID-19 cases in the two different weekend conditions. The analysis found that population density did affect the number of COVID-19 cases, but this did not apply to all sub-districts. Population density has a greater effect on COVID-19 cases during the usual weekend than during the long weekend. In addition, the best model during the normal weekend only applies to 21 sub-districts, while the best model during the long weekend applies to 26 sub-districts. With these findings, urban planners need an in-depth study of the appropriate concept of population density for a compact and sustainable city.
Karakteristik dan Keberagaman Nilai-Nilai Islami di Kampung Kauman Semarang dan Kampung Arab Sugihwaras Pekalongan Fahmi Syarif Hidayat; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Planologi Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v19i2.21290

Abstract

ABSTRACTIslam entered Indonesia and acculturated with local culture until forming an integration of architectural elements in each region. This study aims to identify and understand the characteristics, similarity and diversity in areas that have strong Islamic values. The method used in this research is descriptive analytical by revealing facts objectively. The selection of locus was Kauman Village Semarang because it was a Javanese settlement where the majority adhered to Islam, and Sugihwaras Arabic Village Sugihwaras, an Arab-Javanese acculturation settlement, which has architectural characteristics. Field surveys and interviews were conducted to obtain primary data, while secondary data were in the form of regional maps and literature reviews as well as previous research obtained from the Internet. From the analysis, it concluded that the characteristics and similarities are the application of the Hablumminallah value, the Hablumminannas value, and the Hablumminalalamien value. Diversity is found in the concept of spatial settlements.Keywords: Characteristics; Diversity; Islamic Values, Kauman Village, Sugihwaras Village  ABSTRAK Agama Islam masuk ke Indonesia dan berakulturasi dengan budaya setempat hingga terjadi penggabungan elemen arsitektur pada masing-masing daerah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memahami karakteristik, keseragaman serta keberagaman pada kawasan yang memiliki nilai Islam kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan  mengungkapkan fakta secara obyektif. Pemilihan lokus penelitian Kampung Kauman Semarang karena merupakan permukiman Jawa yang mayoritas menganut agama Islam, dan Kampung Arab Sugihwaras permukiman akulturasi Arab-Jawa yang mempunyai kekhasan arsitektur. Survey lapangan dan wawancara dengan narasumber dilakukan untuk mendapatkan data primer, sedangkan data sekunder berupa peta kawasan dan kajian pustaka serta penelitian terdahulu yang didapatkan dari Internet. Dari analisa didapatkan kesimpulan karakteristik dan persamaan adalah penerapan nilai Hablumminallah, nilai Hablumminannas nilai Hablumminalalamien. Keragaman terdapat pada konsep tata ruang permukiman.Kata kunci: karakteristik, keragaman, nilai Islam, Kampung Kauman, Kampung Sugihwaras
ANALISIS KERAPATAN VEGETASI UNTUK PERENCANAAN WILAYAH DI DESA CIHIDEUNG KABUPATEN BANDUNG BARAT MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A DENGAN METODE MSARVI Ayu Innadya; Syahnie Pratama; Harum Khusnul Khotimah; Riki Ridwana; Lili Somantri
Jurnal Planologi Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v19i2.23960

Abstract

Penginderaan jauh merupakan sebuah ilmu untuk mendapatkan Informasi melalui analisa sebuah data tanpa berhubungan langsung dengan objek. Penginderaan jauh banyak dimanfaatkan dalam analisis penyelesaian suatu masalah. Penelitian ini untuk dilakukan untuk mengkaji spesifikasi citra sentinel, melihat akurasi citra sentinel dalam pemanfaatan analisis vegetasi, menganalisis kesesuaian metode MSARVI yang dapat diaplikasikan oleh citra Sentinel-2A untuk menganalisis vegetasi. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode Modified Soil and Atmospheric Resistant Vegetation Index (MSARVI) dan data yang digunakan adalah citra Sentinel-2A. Metode ini merupakan perhitungan band pada citra yang digunakan untuk mengetahui tingkat kehijauan. Hasil dari perhitungan tersebut disajikan dalam bentuk peta kerapatan vegetasi dan persentase dari hasil perhitungan metode Modified Soil and Atmospheric Resistant Vegetation Index (MSARVI). Hasil dari uji akurasi dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan angka sebesar 83,33%.
Kajian Variable Di Luar Kebijakan Yang Mempengaruhi Proses Implementasi Kebijakan (Standar RTH Publik) Di Perkotaan Mayong Jepara Jamilla Kautsary; Indah Illa Retno; Aisyah Wini Asti Diani; Grace Viva Maranathasya
Jurnal Planologi Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v19i2.18404

Abstract

ABSTRAKPenyediaan ruang terbuka hijau  (RTH) masih merupakan masalah yang sangat sulit diwujudkan dalam pembangunan Perkotaan di Indonesia. Penyediaan RTH public diperkotaan berfungsi untuk mendukung kelayakan kota untuk di huni, baik dari aspek ekologia, ekonomi, sosial budaya kesehatanm dan  aspek arsitektur ataupun keindahan. RTH perkotaan masih belum menjadi perhatian dari penentu penentu kebijakan dan masyarakat, RTH masih dianggap kurang memberikan keuntungan secara ekonomis. Artikel ini bertujuan untuk mengekplorasi lebih dalam permasalahan implementasi standart kebutuhan RTH Publik di Perkotaan Mayong (diluar masalah kebijakan). Metode yang digunakan  adalah metode campuran (deduktif kualitatif dan kuantitatif). Parameter yang digunakan berkaitan dengan variabel di luar kebijakan yang mampu mempengaruhi implementasi kebijakan, yang meliputi perumusan kebijakan dan sosialisasi, kondisi sosial ekonomi dan politik, dukungan/keterlibatan masyarakat pemangku kepentingan, komitmen dan kecapakan pejabat pelaksana (implementasi kebijakan) dan dukungan dari pejabat/atasan. Hasil dari penilitian ini menunjukkan bahwa capaian perwujudan RTH Di Perkotaan Mayong Masih sangat jauh dari standart RTH Publik di Perkotaan. Kondisi ini disebabkan karena rendahnya dukungan dari faktor sosial ekonomi dan politik, rendahnya dukungan masyarakat dalam ari luas, renc]dahnya dukungan/keterlibatan masyarakat pemangku kepentingan, komitmen dan rendahnya dukungan pejabatKata Kunci: Implementasi, Kebijakan, RTH, Perkotaan, Mayong Jepara ABSTRACTThe provision of green open space (RTH) is still a very difficult problem to be realized in urban development in Indonesia. The provision of public green open space in urban areas serves to support the feasibility of the city to be inhabited, both from the ecological, economic, socio-cultural aspects of health and architectural or beauty aspects. Urban green open space is still not a concern of policy makers and the community, green open space is still considered to be less economically profitable. This article aims to explore more deeply the problem of implementing the standard requirements for public green open space in Mayong City (excluding policy issues). The method used is a mixed method (qualitative and quantitative deductive). The parameters used are related to variables outside the policy that are able to influence policy implementation, which include policy formulation and socialization, socio-economic and political conditions, stakeholder community support/involvement, commitment and proficiency of implementing officials (policy implementation) and support from officials/supervisors. . The results of this study indicate that the achievement of the realization of green open space in the Mayong urban area is still very far from the standard of public green open space in urban areas. This condition is caused by low support from socio-economic and political factors, low public support in a broad sense, low support/involvement of community stakeholders, commitment and low support from officials.Keywords: Implementation, Policy, RTH, Urban, Mayong Jepara

Page 1 of 1 | Total Record : 8