cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2025): 2025" : 40 Documents clear
Strategi Identifikasi Masalah Penelitian untuk Meningkatkan Mutu Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Fadhitya Friendly Alerin; Zuhdi Aldhansyaf; Hendro Hidayat; Rully Hidayatullah; Harmonedi, Harmonedi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1033

Abstract

Mutu karya ilmiah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) masih menjadi perhatian, terutama karena lemahnya kemampuan dalam merumuskan masalah penelitian yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi efektif dalam menemukan dan merumuskan masalah penelitian di lingkungan PTKI guna meningkatkan kualitas karya ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, mengkaji berbagai sumber primer dan sekunder seperti jurnal ilmiah, buku metodologi, dan dokumen kebijakan pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti analisis literatur kritis, observasi empirik, dialog dengan pemangku kepentingan, dan keterlibatan dalam forum ilmiah merupakan pendekatan efektif dalam mengidentifikasi masalah yang relevan dan aktual. Penerapan strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan mutu karya ilmiah, penguatan budaya riset, dan pengembangan kebijakan pendidikan Islam berbasis bukti. Implikasi dari temuan ini mendorong perlunya penguatan kapasitas akademisi PTKI dalam proses identifikasi masalah sebagai bagian penting dari peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional dan global
Strategi Pengumpulan dan Pengelolaan Data dalam Penelitian Pendidikan: Kajian Teoretis dan Praktis Arib Rusli; Muhammad Fadhil; Maulana Ishaq; Rully Hidayatullah; Harmonedi, Harmonedi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1045

Abstract

Validitas dan keandalan data merupakan fondasi utama dalam penelitian pendidikan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam berbagai teknik pengumpulan dan pengelolaan data dalam konteks penelitian pendidikan, serta mengevaluasi implikasinya terhadap kualitas proses dan hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari buku metodologi, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen akademik terkait. Analisis dilakukan secara tematik dan kritis untuk menyusun sintesis konseptual yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi memiliki karakteristik dan kelebihan masing-masing, dan harus disesuaikan dengan pendekatan penelitian. Di sisi lain, pengelolaan data melalui tahapan editing, koding, entry, cleaning, dan display terbukti krusial dalam menjamin akurasi dan keterbacaan data. Integrasi antara teknik pengumpulan dan pengelolaan data memperkuat kredibilitas temuan penelitian. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kompetensi metodologis peneliti pendidikan, serta mendorong penerapan literasi digital dan prinsip akuntabilitas dalam praktik penelitian yang berbasis bukti.
Kegiatan Ice Breaking dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Mellisa Ferda Seftarini; Sri Erdawati
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1084

Abstract

Minat memegang peranan yang penting dalam kegiatan belajar mengajar, apabila siswa tidak memiliki minat maka mereka akan sulit untuk menerima pembelajaran. Secara sederhana minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Di kelas V MI Darussalam Sungai Salak ditemukan banyak siswa yang kurang antusias dan merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menerapkan kegiatan ice breaking dapat meningkatkan minat belajar siswa? Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan untuk meneliti subjek (36 orang siswa kelas V) dan objek penelitian (kegiatan ice breaking dan minat siswa). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket (kuesioner), dokumentasi dan catatan lapangan dengan teknik analisis data dengan teknik persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil angket diketahui, minat belajar siswa mengalami peningkatan mulai dari tahap pra siklus sampai ke siklus II, yaitu dari rata-rata sebesar 47% pada pra siklus menjadi 62% di siklus I dan naik lagi di siklus II menjadi 82%. Maka dengan demikian disimpulkan bahwa kegiatan Ice Breaking dapat meningkatkan minat belajar siswa Kelas V di Madrasah Ibtidayah Darussalam Sungai Salak
Karakteristik Kepemimpinan Khulafa’ur Rasyidin dan Relevansinya terhadap Kepemimpinan Kontemporer Cindy Elvira; Anni Wulandzari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1098

Abstract

Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin merupakan fase historis yang menandai kesinambungan pemerintahan Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, serta menjadi model ideal dalam penerapan nilai-nilai keadilan, amanah, dan musyawarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kepemimpinan empat khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali dan mengeksplorasi relevansinya terhadap kepemimpinan kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur historis dan ilmiah, termasuk buku, jurnal, dan dokumen akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap khalifah menerapkan gaya kepemimpinan yang berbeda namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam yang universal. Kepemimpinan mereka menampilkan keteladanan dalam hal integritas moral, kebijakan publik yang inklusif, serta responsivitas terhadap dinamika sosial-politik. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kepemimpinan Khulafaur Rasyidin masih relevan untuk membentuk pemimpin masa kini yang visioner, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan model kepemimpinan Islam yang dapat diterapkan dalam konteks organisasi modern
Model Kepemimpinan Profetik Rasulullah dalam Konteks Kepemimpinan Transformasional Modern Firda Amalia Thoyibah; Hajizah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1100

Abstract

Kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW merupakan model kepemimpinan profetik yang berakar pada nilai-nilai luhur Islam, seperti Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah. Nilai-nilai ini tidak hanya mencerminkan dimensi spiritual, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap praktik kepemimpinan yang efektif dan etis dalam berbagai konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kepemimpinan profetik Rasulullah SAW serta relevansi dan konvergensinya dengan model kepemimpinan transformasional modern, khususnya dalam bidang pendidikan, organisasi sosial, dan pemerintahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka, yang dianalisis secara tematik untuk menemukan hubungan antara nilai-nilai profetik dan dimensi kepemimpinan transformasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan Rasulullah SAW memiliki kesesuaian konseptual dengan prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional modern seperti pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model kepemimpinan Islam yang kontekstual dan aplikatif di era kontemporer, serta mendorong integrasi nilai-nilai profetik dalam pelatihan kepemimpinan dan kurikulum pendidikan Islam
Integrasi Media Digital Interaktif Dalam Pengajaran Materi Qur’an dan Hadist Abdul Hakim
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1122

Abstract

Transformasi digital telah membuka peluang besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pengajaran Qur’an dan Hadist. Media digital interaktif hadir sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan yang menarik, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model integrasi media digital interaktif dalam pembelajaran Qur’an dan Hadist, serta meninjau kesiapan guru dan siswa dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif-tematik terhadap berbagai sumber ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital seperti aplikasi mobile, video animasi, dan platform e-learning mampu meningkatkan pemahaman, minat, dan keterlibatan siswa secara signifikan. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kurangnya keterampilan guru masih menjadi hambatan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital, pelatihan guru, dan dukungan kebijakan sekolah sebagai strategi penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Qur’an dan Hadist secara berkelanjutan.
Menimbang Ulang Kebijakan Seragam Sekolah: Regulasi, Tantangan, dan Dampaknya bagi Peserta Didik Eka Elviana Batubara; Suparto
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1183

Abstract

Kebijakan seragam sekolah di Indonesia merupakan bagian dari sistem pendidikan yang bertujuan menanamkan nilai kesetaraan, kedisiplinan, dan identitas kolektif peserta didik. Meskipun telah diatur melalui Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022, pelaksanaan kebijakan ini masih memunculkan berbagai persoalan, mulai dari beban ekonomi, resistensi sosial, hingga tekanan psikologis bagi siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan seragam sekolah berdasarkan regulasi yang berlaku serta mengevaluasi dampaknya dari aspek sosial, ekonomi, dan psikologis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis isi terhadap dokumen regulasi dan literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi baru memberikan fleksibilitas dan penghargaan terhadap keragaman, namun implementasinya belum merata dan masih menyisakan persoalan di lapangan, seperti komersialisasi seragam dan ketimpangan bantuan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya formulasi kebijakan yang lebih inklusif, adaptif, dan berpihak pada kesejahteraan peserta didik, serta perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjamin keadilan dalam pendidikan
Implementasi Dualisme Kurikulum: Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Laili Zumrotul Qoiriyyah; Mahmud Yunus Mustofa
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1227

Abstract

Implementasi dualisme kurikulum, yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, di MI Miftahul Akhlakiyah mencerminkan dinamika transisi pendidikan nasional yang menuntut strategi adaptif dan kontekstual di tingkat satuan pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi, tantangan, serta dampak penerapan dua kurikulum secara simultan terhadap kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, waka kurikulum, dan guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah menjalankan K13 pada kelas 3 dan 6, dan Kurikulum Merdeka pada kelas 1, 2, 4, dan 5 berdasarkan kesiapan guru, struktur asesmen, dan kebutuhan siswa. Meskipun terdapat beban kerja ganda dan ketimpangan pemahaman antarguru, dualisme kurikulum justru membuka ruang inovasi pedagogis, kolaborasi profesional, dan refleksi kelembagaan yang memperkuat mutu pendidikan Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendampingan, pelatihan berkelanjutan, serta pedoman implementasi kurikulum yang kontekstual sebagai kunci keberhasilan transisi kurikulum di madrasah ibtidaiyah.
Peran Akreditasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi: Kajian Kebijakan di Indonesia Irma, Dedeh; Suparto
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1264

Abstract

Akreditasi memiliki peran strategis dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, terutama di tengah tuntutan Revolusi Industri 4.0 dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran akreditasi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, menelaah regulasi terbaru, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta mengeksplorasi peluang inovatif dalam memperkuat sistem akreditasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mengkaji dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan publikasi resmi terkait akreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendekatan akreditasi dari compliance-based menjadi outcome-based telah mendorong institusi pendidikan tinggi untuk lebih fokus pada hasil pembelajaran, kontribusi terhadap masyarakat, dan budaya mutu internal. Digitalisasi proses akreditasi serta hadirnya Lembaga Akreditasi Mandiri turut memperkuat fleksibilitas dan efisiensi penjaminan mutu. Implikasinya, strategi penguatan akreditasi perlu dirancang secara holistik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun pendidikan tinggi yang adaptif, unggul, dan berdaya saing global  
Perbandingan Kurikulum Pendidikan di Indonesia dan Australia: Kajian Literatur Lima Aspek Utama Ika Kurnia Sofiani; Novia Ulfa; Sukma Ningsih; Elfi Nur Amira
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1266

Abstract

Kurikulum pendidikan merupakan elemen strategis dalam mengarahkan proses pembelajaran dan menentukan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kurikulum pendidikan di Indonesia dan Australia secara menyeluruh pada lima aspek: tujuan pendidikan, isi kurikulum, struktur dan jenjang pendidikan, sistem evaluasi pembelajaran, serta kualifikasi dan kompetensi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, yang mengkaji sumber-sumber seperti jurnal ilmiah, dokumen kebijakan nasional, laporan lembaga internasional, serta referensi akademik terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Indonesia lebih menekankan nilai religius, karakter, dan nasionalisme, sementara Australia menekankan fleksibilitas, pendekatan saintifik, dan hasil belajar berbasis kompetensi. Dari sisi evaluasi, Indonesia masih fokus pada penilaian sumatif dan ujian nasional, sedangkan Australia mengedepankan asesmen formatif yang berkelanjutan. Perbedaan juga terlihat dalam struktur kurikulum dan kualifikasi guru yang lebih terstandar di Australia. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya penyempurnaan kurikulum nasional di Indonesia dengan mempertimbangkan praktik baik dari sistem pendidikan Australia, terutama dalam hal fleksibilitas kurikulum, asesmen berkelanjutan, dan profesionalisme guru, agar lebih adaptif terhadap kebutuhan abad 21.

Page 1 of 4 | Total Record : 40