cover
Contact Name
Aufa Rizka Azzumi
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285156704080
Journal Mail Official
aufa.r.azzumi@stikes-ibnusina.ac.id
Editorial Address
JALAN RAYA AJIBARANG KM 1 BANYUMAS, JAWA TENGAH
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdimas Indonesia
ISSN : 29872944     EISSN : 29872952     DOI : 10.59841
Jurnal pengabdian kepada Masyarakat dengan akses terbuka dengan ruang lingkup berbagai bidang Ilmu Kesehatan, Kedokteran, Sosial Humaniora dan Multidisiplin ilmu termasuk penelitian dasar dalam Ilmu kesehatan umum, ilmu psikologi, ilmu farmasi, keperawatan dan Kebidanan. Artikel dalam jurnal pengabdian ini disajikan dalam bentuk Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
Pemberdayaan UMKM Pariwisata Melalui Literasi Pariwisata Berkelanjutan dan Pengelolaan Sampah Terpilah di Desa Sukadiri Kabupaten Tangerang Isaghoji; Raden Asri Kartini; Adrial
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v3i4.3604

Abstract

The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata / KKN) of Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) in Sukadiri Village, Tangerang Regency, was implemented with the aim of empowering the community through strengthening tourism-based MSMEs and raising environmental awareness. This program employed a participatory qualitative descriptive approach, in which students acted as facilitators in assisting the community. The main focus included sustainable tourism literacy, MSME digitalization, waste segregation management, and community literacy improvement. Key activities carried out consisted of designing logos and digital branding for MSMEs, conducting ecoprinting training utilizing local flora, delivering legal counseling on bullying within the scope of the Electronic Information and Transactions Law (ITE), creating educational boards and segregated waste bins, establishing a reading corner, and supporting food security through corn planting. The results indicated increased community awareness of environmental management, improved skills of MSME actors in utilizing digital technology, and the growth of literacy culture among children and youth. In addition to providing tangible benefits for the community, this program also enriched students’ experiences in applying their academic knowledge directly in the field. Therefore, the KKN in Sukadiri Village not only contributed to sustainable village development but also served as a best practice model that could be replicated in other regions.
Pengenalan Present Tense Dan Past Tense Serta Pengenalan Kosakata Empon-Empon Dalam Bahasa Inggris bagi Siswa PKBM di Desa Kotayasa Putri Festiyanti, Wilda; Pipit Miranti, Indira; Puji Lestari, Fina; Nur'aeni, Jihan
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Mei : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i1.3648

Abstract

Desa Kotayasa merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar di bidang pertanian dan pariwisata. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani serta pelaku usaha di sektor pariwisata yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan daerah. Namun demikian, masih terdapat siswa yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi sehingga memilih bekerja untuk membantu keluarga. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya akses pendidikan, termasuk kemampuan bahasa Inggris yang penting dalam mendukung sektor pariwisata dan komunikasi dengan wisatawan asing. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami kosakata bahasa Inggris yang berkaitan dengan empon-empon sebagai komoditas lokal unggulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris peserta didik PKBM Desa Kotayasa melalui pelatihan simple present tense, simple past tense, dan pengenalan kosakata empon-empon dalam bahasa Inggris. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, latihan terstruktur, diskusi, dan permainan edukatif berbasis gamifikasi. Kegiatan dilaksanakan secara komunikatif dan menyenangkan agar peserta lebih aktif dan mudah memahami materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun kalimat sederhana menggunakan simple present tense dan simple past tense, serta meningkatnya pemahaman kosakata empon-empon dalam bahasa Inggris. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran kontekstual dan aplikatif bagi PKBM lainnya, khususnya pada wilayah berbasis pertanian dan pariwisata.
Pelatihan Pola Makan Sehat untuk Remaja : Nutrisi Cerdas, Masa Depan Berkualitas Neiny Prisy , Foekh; Ayu Putri, Utami; Dzia, Ulhaq
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Mei : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i1.3689

Abstract

Obesity is closely linked to the risk of non-communicable diseases (NCDs), which are the ledading cause of death worldwide. Obesity in children and adolescents can predict obesity in odutkhood by 80%. Being overweight and obese increases the risk of diabetes by14%, ischemic heart disease by 23% and cancer by 7-41%, and an estimated 35,8 million (2,3%) DALYs (disability-adjusted life years) globally are caused by being overweight or obese. Obesity screening and education on the impact of obesity on adolescents at SMA 16 Bkeasi using the methods of obesity education, diabetes screening, and BMI evaluation on students. Of the 80 students, the majority had a normal BMI (76,25%). However, there were still students who were underweight (10%) and overweight (13,75%). In particular, several students experienced severe levels of underweight and overweight, which are of major concern. The factors causing these conditions are closely related to unhealthy eating habits
Pemanfaatan Tanaman Toga Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Kudu Ganting Aprilya Dwi Nur'aini; Aura Giaska Andiny; Haril Saleleubaja; Muhammad Renggi Saputra; Taupik Hidayat; Rakimahwati
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Mei : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i1.3709

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are one form of natural resource utilization that can be used as an alternative traditional medicine as well as an effort to improve public health. Medicinal plants are widely used by the community because they are easy to obtain, relatively safe, and have lower costs compared to modern medical drugs. This study aims to examine the utilization of TOGA plants as an effort to improve the health of the people of Kudu Ganting Village through a literature study approach. The method used was a literature review by examining various scientific sources such as books, journals, and research reports related to family medicinal plants. The results of the study indicate that plants such as ginger, turmeric, lemongrass, temulawak, and betel leaves provide various health benefits, including improving body immunity, treating digestive disorders, and functioning as natural antiseptics. Therefore, the utilization of TOGA plants can serve as an effort to improve community health while also making productive use of home yard land.
Peningkatan Pengetahuan Keamanan Konsumsi Makanan dan Minuman melalui Penyuluhan dan Praktikum Kimia Sederhana di SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang Nur Indriyani, Nastiti; Rinaldi, Elma Ertian; Rahma, Dila
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Mei : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i1.3714

Abstract

Keamanan makanan dan minuman remaja sangat penting untuk kesehatan mereka, terutama mengingat peningkatan konsumsi makanan siap saji dan minuman berpemanis. Ketidaktahuan tentang kandungan gula dan keasaman minuman dapat meningkatkan risiko penyakit apabila dikonsumsi secara berlebihan. Melalui praktikum dan penyuluhan dasar literasi sains, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang makanan dan minuman yang aman untuk dikonsumsi. Di SMK Ma'arif NU 2 Ajibarang, kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktikum untuk mengidentifikasi gula menggunakan reaksi Fehling dan Benedict serta pengujian pH minuman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memahami konsep dasar keamanan pangan; mereka tahu bahwa minuman mengandung gula yang lebih sedikit; dan mereka tahu tingkat keasaman beberapa sampel minuman yang diuji. Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, dan SDG 12 tentang konsumsi yang bertanggung jawab, akan dilaksanakan melalui kegiatan ini. Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan program Asta Cita yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan kesehatan dan sains terapan. Kegiatan ini diharapkan akan membantu siswa menjadi lebih cerdas dalam memilih makanan dan minuman yang sehat dan aman untuk dikonsumsi setiap hari.
Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Obat untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Diabetes Melitus di Desa Sambirata, Cilongok Feri Kanti Rahayu; Indira Pipit Miranti; Iva Rinia Dewi; Mauliana Khoerun Nisa
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Mei : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i1.3723

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok usia lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus melalui edukasi pola hidup sehat dan pemanfaatan tanaman obat. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sambirata dengan sasaran ibu-ibu Posyandu Lansia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, dan edukasi pemanfaatan tanaman obatantidiabetes. Sebanyak 44 peserta mengikuti kegiatan penyuluhan dan 71 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan 29 peserta mengalami hipertensi, 3 peserta memiliki kadar gula darah di atas normal, dan 50 peserta memiliki faktor risiko diabetes melitus. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat serta penggunaan tanaman obat secara rasional dalam pencegahan diabetes melitus.
Intervensi Edukasi Kesehatan dalam Pencegahan Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular di Pondok Pesantren Harun As Syafi’i Bantul Woro Ispandiyah; Sri Sularsih Endartiwi; Nor Wijayanti
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Mei : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i1.3745

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian secara global dan menunjukkan peningkatan pada kelompok remaja. Rendahnya pengetahuan terkait faktor risiko PTM menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan faktor risiko PTM melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest pada santri di pondok pesantren Harun Assyafi’i Bantul. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif dan media visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 51,36 menjadi 79,73. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan PTM. Program edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang. Studi ini juga mendukung penerapan teori perilaku seperti Model Keyakinan Kesehatan dan PRECEDE-PROCEED dalam merancang intervensi yang efektif.
Pencegahan Dini Diabetes Melitus pada Remaja di SMA Negeri 1 Cawas Klaten Tahun 2025 Anis Khotimah; Pramukti Dian Setianingrum; Istika Dwi Kusumaningrum; Vita Kumalasari
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Mei : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i1.3808

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang semakin meningkat, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada remaja. Berdasarkan data Riskesdas (2018), Prevalensi DM berdasarkan pemeriksaan gula darah naik dari 6.9% menjadi 8.5%.Di Jawa Tengan, 64.709 dari 647.093 jiwa terdiagnosis DM pada 2022. Di Kecamatan Cawas, data Puskesmas Cawas I tahun 2024 menunjukkan terdapat 1.076 kasus DM. dan gejala pre-Diabetes mulai muncul pada kalangan remaja akibat gaya hidup konsumtif, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak sehat. Tujuan: Agar siswa-siswi mengetahui tentang pentingnya pencegahan diabetes melitus sejak dini. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk penyuluhan. Sasaran : Siswa-siswi Kelas XII SMA negeri 1 Cawas Klaten. Hasil: Pada Siswa-siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Cawas menunjukkan pengetahuan yang meningkat setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan dini diabetes melitus pada remaja. Terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan tentang pencegahan dini diabetes melitus pada remaja.
Beyond Product: Strategi Sensory Marketing Dalam Meningkatkan Sustainable Competitive Advantage Pada UMKM Ade Permata Surya; Septiani Juniarti; Isfandiari M Bahanan
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i2.3780

Abstract

Most Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) still focus primarily on the functional aspects of their products and have not fully utilized customer experience as a marketing strategy. This Community Service Program aimed to enhance the knowledge and skills of MSME owners in implementing sensory marketing. The program was conducted on May 7, 2026, at RPTRA Nusa Indah, Meruya Utara, West Jakarta, involving 33 MSME participants from various business sectors. The methods employed included seminars, training sessions, interactive discussions, and mentoring on the application of visual, auditory, olfactory, gustatory, and tactile marketing. The results indicated an improvement in participants’ understanding of the importance of sensory experiences in influencing consumer perceptions and purchase decisions. Evaluation results showed an average participant satisfaction score of 3.12 out of 4.00, equivalent to a satisfaction rate of 78.0%, with the highest score recorded for overall satisfaction at 3.30. Participants also demonstrated strong enthusiasm through active engagement in discussions and question-and-answer sessions. These findings suggest that the program was relevant, beneficial, and capable of providing new insights for MSME owners in developing more competitive marketing strategies. Sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih berfokus pada aspek fungsional produk dan belum memanfaatkan pengalaman pelanggan sebagai strategi pemasaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam menerapkan sensory marketing. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Mei 2026 di RPTRA Nusa Indah, Kelurahan Meruya Utara, Jakarta Barat, dengan melibatkan 33 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Metode yang digunakan meliputi seminar, pelatihan, diskusi interaktif, dan pendampingan terkait penerapan visual, auditory, olfactory, gustatory, dan tactile marketing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengalaman sensorik dalam memengaruhi persepsi dan keputusan pembelian konsumen. Evaluasi kegiatan menunjukkan rata-rata skor kepuasan peserta sebesar 3,12 dari skala 4 atau setara dengan 78,0%, dengan nilai tertinggi pada aspek kepuasan keseluruhan sebesar 3,30. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi melalui partisipasi aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan dinilai relevan, bermanfaat, dan mampu memberikan wawasan baru bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan strategi pemasaran yang lebih kompetitif.
Anti-Bullying Education to Enhance Students’ Cognitive Knowledge at Pundungsari Public Elementary School No. 2: Edukasi Anti-Bullying dalam Meningkatkan Pengetahuan Kognitif Siswa di SD Negeri 2 Pundungsari Istiana Azifah; Mohamad Hilmi Ashofi; Irhamnia; Melinda Susila Rini; Kamalsyah Panca Romadhoni; Firnanda Nur Azizah
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i2.3850

Abstract

This study aims to increase students' cognitive knowledge about bullying (anti-bullying) at SD Negeri 2 Pundungsari. A descriptive quantitative method was used through a pre-test and post-test approach on 44 students from grades IV, V, and VI using total sampling. The educational intervention was delivered interactively through lectures, educational videos, songs, anti-bullying claps, discussions, and the Good Friend Oath declaration. The results showed an increase in students' cognitive knowledge, with the average score rising from 6.14 (61.36%) on the pre-test to 8.20 (82.05%) on the post-test. The learning mastery rate increased from 47.73% (21 students) to 86.36% (38 students), surpassing the program's success indicator of 70%. The improvement in mastery happened across all grade levels: Grade IV (92.86%), Grade V (80.00%), and Grade VI (86.67%). As for the 6 students (13.64%) who didn’t complete the learning, they were affected by specific obstacles, such as limited reading literacy in Grade IV, reluctance to take written tests in Grade V, and reliance on verbal guidance and audio-visual media in Grade VI. Overall, this interactive education is effective in improving elementary school students’ cognitive understanding of bullying concepts and impacts.