cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS" : 9 Documents clear
Manajemen Kesehatan, Teori dan Praktik di Puskesmas Ernawati Ernawati
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA KETIDAKCUKUPAN TIDUR MALAM HARI DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELURAHAN JOGLO 1 JAKARTA BARAT Dewi Novianti
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Puskesmas Kelurahan Joglo I dan menempati peringkat 5 dari 10 penyakit terbanyak berdasarkan data bulan Januari - Agustus 2013. Hasil penapisan awal pada 49 pasien hipertensi ditemukan 32 pasien mengeluh tidak cukup tidur. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan studi untuk melihat apakah ada hubungan antara ketidakcukupan tidur rnalam dengan perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi.Studiini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada 56 penderita hipertensi yang datang ke Puskesmas Kelurahan Joglo I,Jakarta Barat pada tanggal 23 Oktober- 2 November 2013.Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive non-random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah serta mewawancara responden untuk memperoleh data kualitas dan kuantitas tidur rnalam.Data diolah secara statistik dengan uji t tidak berpasangan dan penghitungan Mean Difference. Pada 29 pasien di kelompok tidak cukup tidur ditemukan rerata (±simpang baku) perubahan tekanan darah sistolik dalam 1minggu adalah sebesar 5 (±17.63) mmHg. Sedangkan rerata perubahan tekanan darah diastoliknya adalah sebesar 1.03 (±10.47) mmHg.Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan adanya perbedaan bermakna rerata selisih perubahan tekanan darah sistolik yang bermakna (p-value =0.023) antara kelompok tidak cukup tidur dan kelompok cukup tidur yaitu sebesar 11.67 mmHg,Sedangkan perbedaan rerata selisih perubahan  tekanan darah diastollknya adalah sebesar 1.78 mmHg namun secara statistik tidak bermakna (p-value=0.53). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila penderita hipertensiyang kebutuhan tidur malamnya cukup,maka besarnya perubahan tekanan darah yang mempunyai arti klinis hanyalah komponen sistolik. Manajemen atau modifikasi kecukupan tidur rnalam haritidak memilikimakna klinis terhadap besarnya perubahan tekanan darah diastolik pada penderita hipertensi.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN PENATALAKSANAAN PERTAMA DI RUMAH PADA BALITA DIARE Novendy Novendy
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare adalah penyebab utama kesakitan dan kematian di negara berkembang termasuk Indonesia. Terjadi peningkatan angka kesakitan di Puskesmas Kelurahan Kembangan Selatan dari 40,10 % pada tahun 2006 menjadi 41,70 % pada tahun 2007. Selain itu dari laporan bulanan data kesakitan pada tahun 2007, diare termasuk dalam empat penyakit terbesar. Berdasarkan wawancara dengan kepala Puskesmas Kelurahan Kembangan Selatan dikatakan bahwa sebagian besar ibu yang membawa balitanya berkunjung ke Balai Pengobatan berpengetahuan rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan penatalaksanaan pertama di rumah pada balita diare. Studi analitik dengan desain cross sectionaldilakukan selama periode 14- 18 Januari 2008 dan melibatkan 100 responden yang dikumpulkan secara purposive non-random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data secara statistik menggunakan Pearson Chi-Squaredan risiko dihitung  dengan Prevalens Rasia (PR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 51orang ibu berpengetahuan baik,terdapat 8 (15,69%) orang ibu yang kurang baikdalam penatalaksanaan pertama diare di rumahnya sedangkan diantara 49 orang ibu yang berpengetahuan kurang,terdapat 23 (46,94%) orang ibu  yang kurang baik dalam penatalaksanaan pertama diare di rumahnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p< 0,01) antara pengetahuan ibu tentang diare dengan penatalaksanaan pertama di rumah pada balita diare di mana ibu yang memiliki pengetahuan kurang mempunyai risiko 3 kali lebih besar (PR=3). Disarankan agar puskesmas mengupayakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare dan penatalaksanaannya agar prevalensi diare pada balita dapat diturunkan.
APAKAH PENGGUNAAN SUCTION TEKANAN TINGGI MEMPENGARUHI KWALITAS DARAH INTRA ABDOMEN PADA PASIEN TRAUMA YANG DIRENCANAKAN MENJALANI AUTOTRANSFUSI? Peter Ian Limas; Basrul Hanafi
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autotransfusi merupakan cara yang baik untuk menanggulangi kekurangan darah,terutama pada pasien trauma yang hampir selalu bersifat darurat. Penggunaan darah autotransfusi pada pasien trauma abdomen memerlukan suatu suction tekanan negatif tinggi untuk dapat membersihkan lapangan operasi agar dokter bedah dapat bekerja dengan aman. Suction tekanan negatif tinggi berpotensi untuk merusak sel-sel komponen darah sehingga darah secara keseluruhan tidak dapat digunakan kembali.Penelitian dilakukan untuk melihat seberapa jauh kerugian yang ditimbulkan oleh penggunaan suctiontekanan negatiftinggi dibandingkan dengan darah yang diambil dengan cara disendok (scooping). Sejumlah 40 pasien trauma tumpul abdomen dengan perdarahan intra abdomen dilakukan pengambilan darah dan diperiksa beberapa variabelyang menunjukkan jumlah selkomponen darah yang mengalami penurunan. Didapatkan bahwa komponen darah berupa sel darah merah, sel darah putih, dan enzim laktat dehidrogenase tidak mengalami penurunan dalam jumlah banyak dengan cara suction tekanan negatif tinggi. Komponen darah yang mengalami penurunan cukup banyak adalah trombosit.
HIPERTENSI PADA USIA LANJUT Eva Sian Li
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hipertensi meningkat sesuai usia dan hal ini dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Manfaat terapi antihipertensi terhadap penurunan morbiditas dan mortalitas lebih besar pada usia lanjut dibandingkan pada dewasa muda. Pengelolaan hipertensi pada dasarnya sama pada setiap tingkatan usia kecuali perlu diingat mengenai fisiologi terkait proses penuaan dan patofisiologi hipertensi yang berperan pada usia lanjut. Pada sebagian besar kasus hipertensi pada usia lanjut disebabkan oleh penurunan elastisitas dan compliance dari arteri besar. Hal ini perlu dipertimbangkan dalam pemilihan obat anti hipertensi untuk mencapai target tekanan darah yang direkomendasikan.
KOSMETIKA ANTI PENUAAN KULIT: ANTARA MITOS DAN REALITAS Eko Prakoso Wibowo; Linda Julianti Wijayadi
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman modern seperti sekarang ini,penampilan dan kesehatan kulit terutama kulit wajah merupakan hal yang penting dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan mereka.lidak hanya wanita,pria pun juga sudah memperhatikan penampilannya. Mereka rela menyisihkan uang yang tidak sedikit demi terlihat lebih baik dan lebih cantik. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap produk kosmetika terutama kosmetika antipenuaan meningkat sehingga perusahaan kosmetika berlomba-lomba untuk menjual produknya demi mendapatkan keuntungan. Sayangnya banyak konsumen yang membeli kosmetika hanya dengan melihat kemasan yang cantik tanpa mengetahui fungsinya.Tidak sedikit pula mereka menaruh harapan yang tinggi terhadap suatu produk,namun hasil akhirnya tidak sesuai. Banyak orang yang masih tidak dapat membedakan antara mitos dan kenyataan tentang produk-produk kosmetika perawatan kulit terutama kosmetika anti penuaan. Bukan rahasia lagi bahwa kosmetika anti penuaan yang paling sukses di pasar adalah yang memberikan manfaat sesuai dengan bahan yang terkandung serta menghasilkan kinerja yang diharapkan.
DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN HIDROSEFALUS PADA ANAK Ingrid Widjaya; Samsul Ashari
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hidrosefalus pada anak-anak cukup tinggidi negara-negara berkembang. Hidrosefalus yang terlambat ditangani pada anak-anak bermanifestasi sebagai abnormalitas bentuk kepala, wajah,dan kerusakan otak permanen yang menimbulkan gejala sisa bagipenderitanya. Oleh karena itu, klinisi diharapkan mampu mendiagnosa dini, memahami patofisiologi, dan menentukan waktu dan pilihan terapi yang paling sesuai agar dapat meminimalisasi kecacatan penderita di kemudian hari. Pemasangan shuntmerupakan terapi yang biasa dilakukan dan memungkinkan anak-anak penderita hidrosefalus untuk bertahan hidup. Akhir-akhir ini, beberapa alat dan teknik terbaru pemasangan shunt memberikan hasil yang cukup menjanjikan untuk merestorasi aliran cairan serebrospinal sefisiologis mungkin,mematahkan dogma "sekali shunt- tetap shunt', namun keluaran jangka panjang terhadap dewasa yang dilakukan shunting pada masa kecilnya masih harus dipelajari lebih lanjut.
Metode Problem Based Learning (PBL) Tom Surjadi
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prof. Dr. Teuku Jacob Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 9