cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
pringatisingarimbun@adm.unand.ac.id
Phone
+6289617699764
Journal Mail Official
031262646@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Cluster Gajah Mada Kapling 2 Gunung Pangilun Padang Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ethics and Law Journal: Business and Notary
ISSN : -     EISSN : 29881293     DOI : -
The Ethics and Law Journal: Business and Notary (ELJBN) is a scholarly publication dedicated to exploring the intersection of ethics, law, business, and notarial practices. Our journal aims to provide a platform for researchers, academics, legal professionals, and practitioners to contribute to the advancement of knowledge and discourse in these fields. ELJBN publishes original research articles, critical reviews, case studies, and thought-provoking commentaries that delve into the ethical and legal dimensions of business activities and notarial practices. ELJBN covers a wide range of topics related to business law, corporate governance, commercial transactions, contracts, intellectual property, dispute resolution, regulatory frameworks, and the evolving landscape of notarial practices. Our journal encourages interdisciplinary perspectives, drawing insights from law, business, economics, ethics, and related disciplines to foster a comprehensive understanding of the complex issues at hand. We seek to promote the highest standards of research integrity, analytical rigor, and ethical inquiry within the realm of business and notary law.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024)" : 43 Documents clear
Analisis Yuridis Tindak Pidana Perjudian Online Slot dan Toto Gelap Online Melalui Website R Muhammad Rayhan Rizky Pratama
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.118

Abstract

This article aims to understand the criminal act of online gambling in juridical terms. The type of research that will be used by the author is empirical normative research. This research is limited to the Crime of Online Gambling Slot and Online Dark Toto Through the Website in detail and systematically. If someone is suspected or charged with gambling in cyber space, the Law Enforcement Official (APH) must prove that the person has fulfilled all the elements stipulated in Article 27 paragraph (2) of Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions. The obstacles in eradicating online gambling crimes are inadequate facilities and infrastructure, inadequate human resources / law enforcement personnel, the police find it difficult to collect evidence and most importantly public awareness of online gambling is still lacking. The scholars agree that gambling (maisir) is haram. Although the prohibition of maisir (gambling) has been clearly explained, the punishment for this offense is not stipulated in the Qur'an and hadith so that maisir is included in the jarimah ta'zir. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk memahami tindak pidana perjudian online yang ditinjau secara yuridis. Jenis Penelitian yang akan digunakan oleh penulis adalah penelitian normatif empiris. Penelitian ini terbatas pada Tindak Pidana Perjudian Online Slot Dan Toto Gelap Online Melalui Website tersebut secara rinci dan sistematis. Jika ada seseorang disangka atau didakwa telah melakukan perjudian dalam ruang cyber maka Aparat Penegak Hukum (APH) harus membuktikan bahwa orang tersebut telah memenuhi seluruh unsur yang diatur dalam Pasal 27 ayat (2) UndangUndang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hambatan dalam memberantas tindak pidana perjudian online yaitu sarana dan prasarana yang kurang memadai, kurang memadainya sumber daya manusia/prosenil penegak hukum, kepolisian sulit mengumpulkan barang bukti dan yang paling utama kepedulian masyarakat terhadap perjudian online masih kurang. Para ulama sependapat judi (maisir) itu hukumnya haram. Meskipun keharaman maisir (judi) telah dijelaskan secara gamblang, namun hukuman atas pelanggaran ini tidak ditetapkan dalam al-Qur’an dan maupun hadis sehingga maisir termasuk kepada jarimah ta'zir. Katau Kunci: Kejahatan Siber, Tindak Pidana Siber, Perjudian Online
Analisis Yuridis Penegakkan Hukum Pidana Terhadap Berita Hoax di Dalam Masyarakat Annas Hakim Muzaki Sarwono
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.119

Abstract

Crime in cyberspace or cyberspace is closely related to the wider development and influence of internet technology in modern human life. The development of the internet in the world is very fast, including in Indonesia. Fake news is processed in such a way as to attract readers. Netizans participate in the comments column to discuss news with the assumption that they can straighten the news through their opinion. Hoaxes and Elections, these two words are an important part of the performance of Indonesian democracy, because both have a connection in voter participation to determine their political choices, especially in an era of democracy which is very prone to divisions. Each political fighter is scrambling to attract the sympathy of the voters by taking advantage of the rapid advancement of technology as a way to attract voters' attention. As in the decision of the South Jakarta District Court Number: 203 / Pid.Sus / 2019 / PN.Jkt.Sel, the defendant Ratna Sarumpaet was sentenced to imprisonment for 2 (two) years because it was legally and convincingly proven guilty of committing a crime of misconduct. Prevention efforts are carried out by various parties in government elements, including the police and other law enforcers. Prevention efforts start from educating the public about the difference between original articles and hoax articles that often appear. Explanation of the types of hoax articles that often appear is also important education for the community to avoid hoaxes that divide the nation.   Abstrak Tindak pidana dalam dunia Cyber atau   dunia   maya   terkait   erat dengan semakin luasnya perkembangan dan pengaruh teknologi internet dalam kehidupan manusia modern. Perkembangan internet di dunia amatlah pesat termasuk di Indonesia. Pemberitaan palsu diolah sedemikian rupa agar menarik minat pembaca. Para netizan turut serta dalam kolom komentar untuk membahas suatu berita dengan anggapan mereka dapat meluruskan berita tersebut melalui opininya. Hoax dan Pemilu, dua kata ini menjadi bagian penting dalam pergelaran demokrasi Indonesia., sebab keduanya memiliki keterkaitan dalam partisipasi pemilih untuk menentukan pilihan politiknya, khususnya di era demokrasi yang sangat rentan dengan perpecahan. Masing-masing petarung politik berebut menarik simpati para pemilih dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang begitu pesat sebagai salah satu cara untuk menarik perhatian pemilih. Sebagaimana dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor: 203/Pid.Sus/2019/PN.Jkt.Sel, terdakwa Ratna Sarumpaet dipidana dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana keonaran. Upaya pencegahan dilakukan oleh berbagai pihak dalam elemen pemerintahan, termasuk polisi dan penegak hukum yang lainnya. Upaya pencegahan dimulai dari memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang perbedaan antara artikel asli dengan artikel hoax yang sering muncul. Penjelasan jenis-jenis artikel hoax yang sering muncul juga menjadi edukasi penting bagi masyarakat agar terhindar dari hoax-hoax yang memecah belah bangsa. Kata Kunci: Penegakkan Hukum, Tindak Pidana Siber, Berita Palsu
Penyelesaian Alternatif Perkara Pada Kejadian Pidana Kecelakaan Lalu Lintas Yang Mengakibatkan Kematian Melalui Mediasi Rachma Nadya Pratama Putri
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.120

Abstract

This research discusses alternative solutions to cases involving criminal traffic accidents that result in death through a mediation approach. Mediation is considered a potential method for resolving legal conflicts related to fatal traffic accidents, especially those that result in death. This article discusses the role of mediation as an alternative to the conventional criminal justice system, by evaluating the effectiveness and superiority of mediation in fostering restorative justice and recovery for all parties involved. Through case studies and analysis of related legal regulations, this research identifies factors that support or hinder the implementation of mediation in the context of fatal traffic accidents. The research results show that mediation can provide space for the parties involved to reach an agreement that is more satisfying emotionally and practically. In addition, this approach can make a positive contribution to the recovery of victims and encourage better accountability of accident perpetrators. This research also identifies the challenges and obstacles that may be faced in implementing mediation in the context of fatal traffic crimes and formulates recommendations to strengthen the role of mediation in the criminal justice system. It is hoped that the results of this research can become the basis for developing legal policies that better support the use of mediation as an effective resolution tool in traffic accident cases involving death. Abstrak Penelitian ini membahas tentang penyelesaian alternatif perkara pada kejadian pidana kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian melalui pendekatan mediasi. Mediasi dianggap sebagai suatu metode yang potensial dalam menyelesaikan konflik hukum terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang fatal, khususnya yang berujung pada kematian. Artikel ini membahas peran mediasi sebagai alternatif dari sistem peradilan pidana konvensional, dengan mengevaluasi keefektifan dan keunggulan mediasi dalam menumbuhkan keadilan restoratif dan pemulihan bagi semua pihak terlibat. Melalui studi kasus dan analisis peraturan hukum terkait, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat implementasi mediasi dalam konteks kecelakaan lalu lintas yang fatal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi dapat memberikan ruang bagi pihak-pihak terlibat untuk mencapai kesepakatan yang lebih memuaskan secara emosional dan praktis. Selain itu, pendekatan ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemulihan korban dan mendorong pertanggungjawaban yang lebih baik dari pelaku kecelakaan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dan kendala yang mungkin dihadapi dalam menerapkan mediasi dalam konteks kejahatan lalu lintas yang fatal dan merumuskan rekomendasi untuk memperkuat peran mediasi dalam sistem peradilan pidana. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan hukum yang lebih mendukung penggunaan mediasi sebagai alat penyelesaian yang efektif dalam kasus-kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kematian.
Efektivitas Taring Sebagai Realisasi Pelaksanaan E-Government Pada Pelayanan Publik Berbasis Digital (Studi Kasus: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar) Ni Kadek Ayu Dewi Wulandari; Putu Eka Purnamaningsih; Ni Putu Anik Prabawati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.121

Abstract

Pendaftaran Daring Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (TARING Dukcapil) is one of the digital-based public service innovations initiated by the Denpasar City Population and Civil Registration Service. This digital-based public service was launched to assist the public in processing the necessary population documents effectively, efficiently and optimally. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The data used in this research was obtained through observation, interviews and documentation. This research was analyzed using the dimensions of effectiveness by Sutrisno which consist of program understanding, right on target, on time, achievement of goals and real change. The results of this research illustrate that the implementation of the TARING program as a digital-based population administration service at the Denpasar City Population and Civil Registration Service has been going well, but it cannot be said to be fully effective because there are several things that are not yet optimal. Therefore, steps to strengthen these five dimensions are needed so that the implementation of digital-based public services through the TARING program can be improved. Abstrak Pendaftaran Daring Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (TARING Dukcapil) merupakan salah satu inovasi pelayanan publik berbasis digital yang dicetus oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar. Pelayanan publik berbasis digital ini diluncurkan guna membantu masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan yang diperlukan secara efektif, efisien dan optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan dimensi efektivitas oleh Sutrisno yang terdiri dari pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan dan perubahan nyata. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa pelaksanaan program TARING sebagai pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar sudah berjalan dengan baik, namun belum dapat dikatakan efektif sepenuhnya dikarenakan terdapat beberapa hal yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah penguatan terhadap kelima dimensi tersebut agar pelaksanaan pelayanan publik berbasis digital melalui program TARING dapat ditingkatkan. Kata Kunci: efektivitas, administrasi kependudukan, taring dukcapil
Strategi Pengembangan Wisata Spiritual di Pura Tirta Empul, Kecamatan Tampak Siring, Gianyar Luh Putu Widia Utami Putri; Putu Eka Purnamaningsih; Ni Putu Anik Prabawati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.122

Abstract

This study aims to understand the development strategy of spiritual tourism in Tirta Empul Temple. Kecamatan Tampak Siring, Gianyar. This research uses descriptive qualitative method with data analysis using SWOT matrix analysis. The results of this study indicate that there are still indicators that have not been maximized. SWOT analysis shows that Tirta Empul Temple has great potential but also faces challenges such as management that needs to be improved and competition with similar destinations. The development strategy involves improving facilities, services, and promotion through digital media. Sustainability is integrated in the management to involve local communities and preserve the environment. The implementation of this strategy is expected to increase spiritual tourist visits, maintain the comfort of tourists, create economic opportunities for local communities, and maintain cultural heritage. Collaboration with relevant parties is required to support this development. With a holistic approach, Tirta Empul Temple is expected to become a model of a sustainable spiritual tourism destination that benefits all parties involved. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi pengembangan pariwisata spiritual di Pura Tirta Empul. Kecamatan Tampak Siring, Gianyar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis data menggunakan analisis matriks SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan masih adanya indikator yang belum maksimal. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Pura Tirta Empul memiliki potensi besar namun juga menghadapi tantangan seperti pengelolaan yang perlu ditingkatkan dan persaingan dengan destinasi serupa. Strategi pengembangan melibatkan peningkatan fasilitas, pelayanan, dan promosi melalui media digital. Keberlanjutan diintegrasikan dalam manajemen untuk melibatkan komunitas lokal dan melestarikan lingkungan. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan spiritual, menjaga kenyamanan dari wisatawan, menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, dan menjaga warisan budaya. Kolaborasi dengan pihak terkait diperlukan untuk mendukung pengembangan ini. Dengan pendekatan holistik, Pura Tirta Empul diharapkan dapat menjadi model destinasi wisata spiritual yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak terlibat. Kata Kunci: Wisata Spritual, Strategi Pengembangan,Potensi Wisata,SWOT
Efektivitas Program Bantuan Beras Miskin (Raskin) di Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem Sara Evani Pasaribu; I Dewa Ayu Putri Wirantari; Ni Putu Anik Prabawati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.123

Abstract

This study aims to determine the effectiveness and supporting factors of effectiveness in the implementation of the Poor Rice Assistance Program in Lokasari Village, Sidemen District, Karangasem Regency. In this research, the theory used is the theory of effectiveness, indicators that influence the effectiveness itself. The research method used in this research is descriptive qualitative research method. The data used in the research is secondary data and primary data, the data in the research is collected through the method of interviews, observations, ustaka studies and books, laws and regulations and other supporting documents. The data analysis used in this research is qualitative data analysis with interactive methods. The research location is in Lokasari Village, Sidemen Sub-district, Karangasem Regency. The results of the research found that the implementation of the Raskin rice assistance program in Lokasari Village has not been running effectively based on indicators of the effectiveness of program understanding, on target, on time, achieving goals, and real change. Where there are obstacles found in the form of inaccurate selection of residents as recipients of poor rice assistance.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas serta factor pendukung Efektivitas dalam pelaksanaan Program Bantuan Beras Miskin di Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Pada penelitian ini teori yang dipergunakan adalah teori mengenai Efektivitas, indikator yang memperngaruhi efektivitas itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ialah data sekunder dan data primer, data yang ada pada penelitian dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, studi ustaka dan buku-buku, peraturan perundang-undangan serta dokumen yang mendukung lainnya. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis data kualitatif dengan metode interaktif. Lokasi penelitian di Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Hasil dari penelitian ditemukan pelaksanaan program bantuan beras raskin di Desa Lokasari belum berjalan dengan efektif berdasarkan indikator efektivitas pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan, serta perubahan yang nyata. Dimana adanya kendala yang ditemukan berupa ketidaktepatan pemilihan warga sebagai penerima bantuan beras miskin. Kata Kunci: Efektivitas, Pelaksanaan Program Bantuan Beras Miskin
Penerapan Asas Konsensualisme Dan Penyelesaian Masalah Dalam Perjanjian Jual Beli Online Ramadhan Guntur Widodo
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.124

Abstract

As time went by, science and technology continued to develop, and online commerce was born and is still developing today. The purpose of this research is to determine the application of the principle of consent, which is one of the principles in sales contracts. This research uses normative legal investigation. The approach used is a conceptual approach and legal regulations. The sources of information that I use come from library materials consisting of primary, secondary and tertiary legal sources. The analysis used is qualitative. Based on the research results, sales contracts in electronic commerce are carried out through a click and point contract system. Legal protection in electronic commerce arises from the rights and obligations of the parties Keywords: Online; buying and selling; consensualism; principles. Abstrak Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, dan perdagangan online lahir dan masih berkembang hingga saat ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan asas persetujuan yang merupakan salah satu asas dalam kontrak penjualan. Penelitian ini menggunakan penyelidikan hukum normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konseptual dan regulasi hukum. Sumber informasi yang saya gunakan berasal dari bahan pustaka yang terdiri dari sumber hukum primer, sekunder, dan tersier. Analisis yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, kontrak penjualan pada perdagangan elektronik dilakukan melalui sistem kontrak klik dan titik. Perlindungan hukum dalam perdagangan elektronik timbul dari hak dan kewajiban para pihak. Kata kunci: Online; jual beli; konsensualisme; asas.
Kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan Dalam Menekan Angka Kecelakaan Melalui Program Trans Serasi (Sejahtera Aman Berprestasi) Ayu Kadek Septian Pradnyadari; Putu Eka Purnamaningsih; Ni Wayan Supriliyani
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.125

Abstract

The purpose of this research is to find out how the performance of Tabanan Regency Transportation Agency in reducing the number of accidents through the Trans Serasi (Sejahtera Aman Berprestasi) program. Through a qualitative approach with a case study method, data was obtained through interviews with various related parties, including students, parents, and related parties in the Transportation Agency. The results of the analysis show that the performance of Dinas Perhubungan Tabanan District faces several challenges and supporting factors. The Trans Serasi program, initially free of charge, has helped reduce the number of accidents among junior high school students. However, the paid and limited program in some sub-districts resulted in unrest and an increase in accidents. Supporting factors for performance include the availability of facilities and infrastructure, monitoring and evaluation, human resources, safety assurance, and timeliness. However, the lack of a fleet and information disclosure regarding the change of the program to a paid one are inhibiting factors. Nevertheless, the Transportation Agency is trying to improve performance by planning to expand the program to all sub-districts and increasing information transparency. This study provides an overview of the complexity of implementing a school transport program and emphasizes the importance of involving all relevant parties in ensuring the sustainability and effectiveness and efficiency of the program. Keywords: Transportation Agency, Trans Serasi Program, Accident Rate, Qualitative Abstrak Tujuan dari riset ini ialah guna mengetahui Bagaimana kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan Dalam Menekan Angka Kecelakaan Melalui Program Trans Serasi (Sejahtera Aman Berprestasi). Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara dengan berbagai pihak terkait, termasuk siswa/I, orang tua, dan pihak terkait di Dinas Perhubungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan menghadapi beberapa tantangan dan faktor pendukung. Program Trans Serasi, awalnya gratis, telah membantu menurunkan angka kecelakaan di kalangan siswa/I SMP. Namun, program berbayar dan terbatas di beberapa kecamatan mengakibatkan keresahan dan peningkatan kecelakaan. Faktor pendukung kinerja meliputi ketersediaan sarana dan prasarana, monitoring dan evaluasi, sumber daya manusia, jaminan keselamatan, dan ketepatan waktu. Namun, kurangnya armada dan keterbukaan informasi mengenai perubahan program menjadi berbayar menjadi faktor penghambat. Meskipun demikian, Dinas Perhubungan berupaya memperbaiki kinerja dengan merencanakan perluasan program ke seluruh kecamatan dan meningkatkan transparansi informasi. Penelitian ini memberikan gambaran tentang kompleksitas implementasi program transportasi sekolah dan menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak terkait dalam memastikan keberlanjutan serta efektivitas dan efisiensi program tersebut.
Sistem Pemerintahan Ulu-Apad Berdasarkan Perda No 4 Tahun 2019 di Provinsi Bali Dalam Penanganan Covid-19 Studi Kasus : Desa Songan Kintamani I Dewa Ayu Putri Wirantari
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.126

Abstract

The Ulu-Apad leadership system in Pekraman village, which can be classified as a leadership system in the Bali Aga village, can be interpreted that Ulu is the head or leader, while Apad is the support, or buffer, so if it is interpreted that the Ulu - Apad system is a hand-in-hand leadership system. , which starts from the main to the end, means that this leadership system has a form and function that is very different from the pekraman village leadership system in general in Bali. The relationship between the Ulu-apad system and the Bali Provincial Regulation No. 4 of 2019 was based on the conditions at that time which urged the government in general to take action in public conditions which at that time were still experiencing uncontrolled conditions. This ulu apad system had a tremendous influence on society in 2019. Research Method uses qualitative descriptive research methods, qualitative descriptive research which is intended as a measurement of certain social phenomena that is able to develop concepts and collect facts but does not carry out hypotheses. Abstrak Sistem kepemimpinan Ulu-Apad desa pekraman yang dapat digolongkan merupakan sistem kepemimpinan di desa Bali aga, dapat diartikan bahwa Ulu merupakan kepala atau pemimpin, sedangkan Apad merupakan penopang, atau penyangga, jadi jika diartikan bahwa sistem Ulu – Apad merupakan sistem kepemimpinan saling bahu-membahu, yang mulai dari utama sampai akhir, maksudnya adalah sistem kepeimimpinan ini mempunyai bentuk, fungsi yang sangat berbeda dengan sistem kepemimpinan desa pekraman pada umumnya yang ada di Bali. Keterkaiatan sistem Ulu-apad ini dengan Perda Provinsi Bali No.4 tahun 2019 adalah berdasarkan atas kondisi pada saat itu yang mendesak pemerintah secara umum untuk mengambil tindakan dalam kondisi publik yang pada saat itu masih mengalami kondisi yang tidak terkontrol. Sistem ulu apad ini memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap masyarakat pada tahun 2019.Metode Penelitian menggunakan metode penelitian deskritif kualitatif, penelitian deskriptif kualitatif yang dimaksudkan sebagai pengukuran fenomena sosial tertentu yang mampu mengembangkan konsep serta menghimpun fakta tetapi tidak melakukan hipotesis. Kata Kunci: Ulu Apad, Covid-19, Perda, Pemprov Bali.
Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Bullying Perspektif Hukum Indonesia dan Hukum Islam Putri Ayunita
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.127

Abstract

Bullying is an act that is opposed by both law and religion. This is considering how badly the victim feels the impact of bullying. It is not uncommon for victims of bullying to die or commit suicide because they were bullied. Therefore, the perpetrators of bullying must be responsible for their actions. In Indonesia, bullying is considered a criminal offense which is also in line with Islam which forbids bullying. This research is a normative juridical research that is studied with a legislative and comparative approach. The purpose of this research is to find out the legal comparison regarding criminal liability by the perpetrator according to positive law and also Islamic law. The act of bullying by positive law is rewarded with imprisonment or fines of different amounts, while Islamic law punishes the perpetrators of bullying with hudud such as by cutting their hands and feet crosswise when bullying is done by taking property, qisas such as breaking the bones of the hand if bullying is done causing the victim to break his hand bones, or ta'dzir such as giving a stern warning to the perpetrator. The severity of all these punishments still depends on how and the consequences are caused. The more severe the consequences, the more severe the punishment will be. Abstrak Bullying merupakan perbuatan yang ditentang oleh hukum maupun agama. Ini mengingat betapa buruknya dampak dari bullying yang dirasakan oleh korban. Bahkan tidak jarang korban bullying sampai meninggal dunia atau bunuh diri karena di-bully. Oleh karena itu, maka pelaku bullying harus bertanggungjawab atas perbuatannya. Di Indonesia, perbuatan bullying dianggap sebagai suatu tindak pidana yang juga selaras dengan Islam yang mengharamkan perbuatan bullying. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang dikaji dengan pendekatan perundangan-undangan dan perbandingan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hukum mengenai pertanggungjawaban pidana oleh pelaku menurut hukum positif dan juga hukum Islam. Perbuatan bullying oleh hukum positif diganjar dengan hukuman penjara atau denda dengan besaran yang berbeda-beda, sedangkan hukum Islam menghukum pelaku bullying dengan hudud seperti dengan dipotong tangan dan kakinya secara menyilang ketika bullying dilakukan dengan cara mengambil harta benda, qisas seperti mematahkan tulang tangan apabila bullying dilakukan menyebabkan korban patah tulang tangannya, ataupun ta’dzir seperti memberi peringatan keras kepada pelaku. Semua hukuman tersebut berat ringannya tetap bergantung dengan bagaimana cara dan akibat yang ditimbulkan. Semakin berat akibat yang ditimbulkan, maka akan semakin berat pula hukuma yang diterima. Kata Kunci: Hukum; Islam; Perbandingan; Perundungan