cover
Contact Name
Aminuddin Anwar
Contact Email
061002218@uii.ac.id
Phone
+628112952515
Journal Mail Official
aminuddin.anwar@uii.ac.id
Editorial Address
Department of Economics, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia Jl. Prawiro Kuat, Gedung Ace Partadiredja, Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia, 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan
ISSN : -     EISSN : 29617022     DOI : https://doi.org/10.20885/JKEK
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan aims to publish scientific articles that examine and analyze policies in the field of Economics and Finance. This journal publishes the results of theoretical and empirical research that has contributed to policy development in the field of Economics and Finance. This journal covers policy studies in Development Economics, Regional Economics, International Economics, Public Economics, Monetary Economics, Islamic Economics, Employment Economics, and Financial Policy covering the fields of Finance and Banking.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Issue 1, Juni 2025" : 14 Documents clear
Analisis pengaruh pembiayaan Syariah hijau terhadap pertumbuhan ekonomi: Studi di negara anggota OKI Suseno, Priyonggo; Afdanisa, Ildhani
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 4 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol4.iss1.art13

Abstract

Purpose – The objective of this research is to examine the impact of Islamic-based green financing on economic growth in some Islamic banking countries: Indonesia, Malaysia, and the United Arab Emirates.Methods – The study employs a fixed effect regression model (FEM), based on panel annual data from 2015 to 2023 from Indonesia, Malaysia, and the UAE. Secondary data from various official sources were utilized for comparative analysis.Findings – Green financing and the exchange rate positively influence economic growth in all three countries. On the other hand, inflation and interest rate do not have a significant effect on economic growth.Implication – The findings emphasize the need to develop more competitive Sharia-compliant green financial instruments and enhance human resource literacy in green finance. Governments should also maintain macroeconomic stability, including a competitive exchange rate, to foster green financing and economic growth.Originality – This study uniquely analyzes the long-term macroeconomic impact of Sharia-compliant green financing using panel data across Indonesia, Malaysia, and the UAE. Its distinct contribution lies in integrating development, green, and Islamic economic perspectives. AbstrakTujuan – Penelitian ini mengkaji sejauh mana pembiayaan hijau berbasis syariah serta variabel ekonomi makro berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di tiga negara bank syariah, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Uni Emirat Arab (UEA) Metode – Dengan pendekatan kuantitatif, studi ini memanfaatkan data panel periode 2015–2023 dari Indonesia, Malaysia, dan UEA, yang kemudian dianalisis melalui teknik regresi panel menggunakan Fixed Effect Model.Temuan – Pembiayaan hijau serta nilai tukar memiliki dampak positif dan signifikan terhadap PDB, sementara inflasi menunjukkan pengaruh negatif namun tidak signifikan, sedangkan suku bunga berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Implikasi – Temuan ini menekankan urgensi pengembangan instrumen keuangan hijau syariah yang lebih kompetitif dan peningkatan literasi sumber daya manusia di bidang pembiayaan hijau. Pemerintah juga perlu menjaga nilai tukar yang kompetitif, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Orisinalitas – Penelitian ini secara unik menganalisis dampak makroekonomi jangka panjang pembiayaan hijau syariah dengan data panel di Indonesia, Malaysia, dan UEA. Kontribusi khususnya adalah mengintegrasikan perspektif ekonomi pembangunan, ekonomi hijau, dan ekonomi syariah
Pengaruh perbankan syariah dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia Yuliana, Martha; Tohirin, Achmad
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 4 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol4.iss1.art10

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the influence of assets, working capital financing, investment financing, consumption financing, Third Party Funds (DPK) and inflation on Indonesia's economic growth in 2015-2023.Methods – This study uses secondary data from 33 provinces in Indonesia in 2015-2023, and is analyzed by regression panel data using the Random Effect Model (REM).Findings – The results of this study show that consumption financing, Third Party Funds (DPK) and inflation have a significant positive influence on economic growth and assets and working capital financing have a significant negative influence. Meanwhile, investment financing has no significant effect on economic growth. Implication – This research indicates that optimizing consumption financing and managing Third Party Funds (DPK) in Islamic banking can be an effective strategy to encourage economic growth in Indonesia. Inflation stability also needs to be maintained so that the positive effects on the economy remain sustainable.Originality – This study presents the latest empirical analysis with cross-provincial and annual data coverage, and combines key variables in Islamic banking and inflation to explain economic growth in Indonesia. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aset, pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, pembiayaan konsumsi, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015-2023.Metode – Penelitian ini menggunakan data sekunder dari 33 provinsi di Indonesia tahun 2015-2023, dan dianalisis dengan regresi data panel menggunakan Random Effect Model (REM).Temuan – Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan konsumsi, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan inflasi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi serta aset dan pembiayaan modal kerja memiliki pengaruh negatif signifikan. Sementara itu, pembiayaan investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Implikasi – Penelitian ini mengindikasikan bahwa optimalisasi pembiayaan konsumsi dan pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam perbankan syariah dapat menjadi strategi efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Stabilitas inflasi juga perlu dijaga agar efek positif terhadap ekonomi tetap berkelanjutan.Orisinalitas – Penelitian ini menyajikan analisis empiris terbaru dengan cakupan data lintas provinsi dan tahun, serta menggabungkan variabel-variabel kunci dalam perbankan syariah dan inflasi untuk menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Pertumbuhan sektor pertanian dan penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah Santoso, Rokhedi Priyo; Sobirin, Sahrul
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 4 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol4.iss1.art12

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the impact of agricultural sector growth on its labor absorption in Central Java Province from 2019 to 2023Methods – Labor absorption in the agricultural sector is regressed against agricultural sector growth, labor force participation rates, and minimum wage using static panel data analysis methods. After going through model selection procedures, the best estimation model is the fixed effect model. Findings – The study's results indicate that labor absorption in the agricultural sector is not influenced by the growth of the agricultural sector itself due to efficiency and mechanization in this sector. On the contrary, the level of labor absorption follows the developments in labor force participation rates and the minimum wage at the district/city level. This indicates that labor in the agricultural sector comprises of workers who are not absorbed in the formal sector.Implication – The increase in productivity in the agricultural sector is expected to enhance labor absorption in this sector through the intensification and extensification of agriculture.Originality – This research has strategic value in increasing labor absorption in the agricultural sector to reduce unemployment in Indonesia. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerjanya di Propinsi Jawa Tengah periode 2019 - 2023.Metode – Penyerapan tenaga kerja sektor pertanian diregress terhadap pertumbuhan sektor pertanian, tingkat partisipasi angakatan kerja, dan upah minimum dengan menggunakan metode analisis panel data statis. Setelah melalui prosedur pemilihan model maka model estimasi yang paling baik adalah fixed effect. Temuan – Hasil studi menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian tidak dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor pertanian itu sendiri yang diduga karena efisiensi dan mekanisasi sektor pertanian. Sebaliknya, tingkat penyerapan tenaga kerja mengingkuti perkembangan tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat upah minimum kabupaten/kota. Hal ini mengindikasikan bahwa tenaga kerja sektor pertanian merupakan angkatan kerja yang tidak terserap pada sektor formal.Implikasi – Peningkatan produktivitas sektor pertanian diharapkan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja pada sektor ini melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.Orisinalitas – Penelitian ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor petanian untuk mengurangi pengangguran di Indonesia.
Analisis pengangguran dan korupsi di ASEAN Hartono, Anisa Fattih Fauziah; Mifrahi, Mustika Noor
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 4 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol4.iss1.art14

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the effect of corruption on unemployment in ASEAN between 2014 and 2023.Methods – This study uses a fixed effects panel data analysis method, where the determining variables for unemployment are Corruption Perception Index, population, inflation, Gross Domestic Product, and Foreign Direct Investment.Findings – The results of this study indicate that the corruption and population a positive and significant effect on the unemployment rate. Meanwhile, inflation, GDP, and FDI have a negative and significant impact on the Unemployment Rate in ASEAN.Implication – This research implies that corruption and population growth exacerbate unemployment, while inflation, GDP, and foreign investment contribute to job creation. Therefore, the government needs to reduce corruption and strengthen governance to increase investment and long-term growth potential, thereby sustainably reducing unemployment.Originality – This study contributes to research using panel data in ASEAN, focusing on the effect of corruption on unemployment. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh korupsi terhadap pengangguran di ASEAN pada periode 2014 – 2023.Metode – Penelitian ini menggunakan metode analisis data panel fixed effect dimana variabel penentu pengangguran adalah Jumlah Penduduk, Inflasi, Produk Domestik Bruto, Penanaman Modal Asing, dan Indeks Persepsi Korupsi.Temuan – Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil untuk korupsi dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran. Sedangkan variabel inflasi, PDB, dan PMA memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran di ASEANImplikasi – Implikasi dari penelitian ini adalah korupsi dan pertumbuhan jumlah penduduk memperburuk tingkat pengangguran, sementara inflasi, PDB, dan penanaman modal asing berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, pemerintah perlu menurunkan tingkat korupsi dan memperkuat tata kelola pemerintahan untuk meningkatkan investasi dan potensi pertumbuhan jangka panjang, sehingga dapat menekan pengangguran secara berkelanjutan.Orisinalitas – Penelitian ini berkontribusi terhadap penelitian menggunakan panel data di ASEAN dengan fokus analisis pada pengaruh korupsi terhadap pengangguran.

Page 2 of 2 | Total Record : 14