cover
Contact Name
Johan S. C. Neyland
Contact Email
tekno_mesin@unsrat.ac.id
Phone
+6281340029664
Journal Mail Official
tekno_mesin@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Tekno Mesin
ISSN : 23559721     EISSN : 27765989     DOI : 10.35793
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Bidang yang terdapat pada Jurnal Tekno Mesin ini adalah : Konversi Energi Produksi Material Desain dan Konstruksi Teknik dan Manajemen Industri Jurnal Tekno Mesin merupakan jurnal ilmiah yang berisikan karya tulis dan karya penelitian dari staf pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi maupun institusi lain. Jurnal berisi berbagai kajian tentang Konversi Energi, Desain dan Konstruksi, Material Manufaktur, juga Teknik dan Manajemen Industri. Artikel didalamnya dapat ditulis dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Jurnal Tekno Mesin akan diterbitkan dua kali dalam setiap volume terbitan
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2022)" : 2 Documents clear
PENERAPAN METODE DATUM SATU TINGKAT PADA PEMILIHAN BAHAN PISAU ALAT PERAJANG SINGKONG Michael E. Rembet
Jurnal Tekno Mesin Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat perajang singkong yang banyak digunakan masih bersifat sederhana dan dilakukan secara manual. Proses perajangan dikerjakan dengan posisi duduk di atas lantai, punggung yang dibungkukkan, kepala yang selalu tertunduk dan kaki yang tertekuk. Ini menyebabkan posisi kerja yang tidak nyaman bagi operator alat perajang sehingga hasil perajangan tidak maksimal.Dalam penelitian ini, dilakukan modifikasi alat perajangan sehinga kondisi ergonomi operator jadi lebih baik dibandingkan dengan kondisi sekarang. Perancangan dilakukan dengan bantuan metode datum satu tingkat.Hasil perancangan kemudian ditabelkan dalam tabel morfologi.Berdasarkan hasil perancangan, dipilih baja sebagai bahan rangka. Selain itu juga dipilih kursi lipat sebagai tempat duduk operator. Selanjutnya alat perajang tersebut digerakan dengan kaki dengan bantuan mekanisme roda gigi dan rantai. Posisi operator sebagai sumber tenaga penggerak dipilih berada di belakang.Kata kunci : Alat Perajang Singkong, Metode Datum Satu Tingkat
PENGUKURAN KINERJA OPERASI BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PELABUHAN BITUNG Pricylia Damongilala; Agung Sutrisno; Jefferson Mende
Jurnal Tekno Mesin Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Peti Kemas Bitung merupakan salah satu inti segmen usaha yang ada di PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan memegang perananan yang penting dalam proses kemajuan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara. Ketersediaannya sarana maupun prasarana di Pelabuhan Peti Kemas Bitung dapat mendorong kemajuan dan peningkatan pertumbuhan perekonomian nasional. Maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi Kinerja Operasional dari Pelabuhan Peti Kemas Bitung pada tahun dalam kurun waktu 2019-2021 sebagai sampel waktu.Penelitian ini dilaksanakan dengan cara mengambil data pelayanan Pelabuhan Peti Kemas Bitung dan mengolahnya dengan cara mengevaluasi berdasarkan standar yang ditetapkan pemerintah. Data yang dievaluasi berdasarkan data Kinerja Bongkar Muat dari tahun 2019-2021. Untuk menentukan faktor yang mempengaruhi capaian kinerja bongkar muat dilakukan dengan integrasi Diagram Ishikawa dan Metode FMEA.Dari hasil penentuan faktor yang mempengaruhi capaian kinerja dengan menggunakan metode Diagram Ishikawa dan metode FMEA, dua faktor resiko penting berdasarkan nilai RPN tertinggi 45 (Kesiapan prasarana bongkar muat peti kemas) dan 27 (Jumlah dan level Kompetensi Operator ) yang mempengaruhi capaian kinerja bongkar muat peti kemas adalah kesiapan sarana bongkar muat dan kompetensi operator container crane.Dari hasil studi disimpulkan bahwa indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur kinerja bongkar muat peti kemas adalah Box Ship per Hour (BSH) menunjukkan capaian indikator tersebut telah sesuai dengan ekspektasi pemangku kepentingan. Dua hal penting yang perlu diperhatikan untuk peningkatan kinerja bongkar muat terkait dengan kapabilitas sumber daya manusia dan kesiapan peralatan bongkar muat.Kata Kunci : Box Ship per Hour (BSH), Diagram Ishikawa, metode FMEA, Nilai RPN

Page 1 of 1 | Total Record : 2