cover
Contact Name
Muhammad Haqqiyuddin Robbani
Contact Email
muha198@brin.go.id
Phone
+62881010041900
Journal Mail Official
jtl@brin.go.id
Editorial Address
Gedung BJ Habibie Lantai 8, Jl. M.H. Thamrin No.8 Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan
Published by BRIN Publishing
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : https://doi.org/10.55981/jtl
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers and case studies focused on environmental sciences, environmental technology as well as other related topics to environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation. Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi platform peer-review dan sumber informasi yang otoritatif. JTL diterbitkan dua kali setahun dan menyediakan publikasi ilmiah bagi para peneliti, insinyur, praktisi, akademisi, dan pemerhati di bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan. Kami menerbitkan makalah penelitian asli dan studi kasus yang berfokus pada ilmu lingkungan, teknologi lingkungan serta topik terkait lainnya yang berhubungan dengan lingkungan termasuk sanitasi, biologi lingkungan, pengolahan air limbah, pengolahan limbah padat, desain dan manajemen lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, pengendalian pencemaran lingkungan dan konservasi lingkungan.
Articles 176 Documents
Planning of PAMSIMAS Drinking Water Production Unit in Kamplas Village, Abung Barat District, Lampung Utara Regency Muhammad Najmi Fuadi Rozan; Dion Awfa; Fajriharish Nur Awan; Rifka Noor Azizah; Muhammad Nashiruddin Hanif; Rafles Ami Poza
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Akses terhadap air minum bersih di Kabupaten Lampung Utara masih terbatas, hanya 53,28% rumah tangga yang terlayani. Di Desa Kamplas, air baku dari sumur bor melebihi batas yang ditetapkan oleh PERMENKES No. 2 Tahun 2023, untuk kekeruhan (3.97 NTU), warna (32 TCU), besi (0.267 mg/L), mangan (0.281 mg/L), dan total koliform (130 CFU/100 mL), sehingga diperlukan pengolahan sebelum didistribusikan ke masyarakat. Studi ini bertujuan untuk menentukan konfigurasi pengolahan yang sesuai dengan karakteristik air baku Desa Kamplas dan layak untuk dioperasikan oleh masyarakat. Desain disajikan sebagai detailed engineering desain (DED), bill of quantity (BOQ), dan rencana anggaran biaya. Desain dikembangkan dalam empat tahap: karakterisasi air baku terhadap standar air minum nasional, proyeksi kebutuhan air direncanakan untuk lima tahun, pemilihan konfigurasi pengolahan melalui analisis multi-kriteria dan pengisian pembobotan oleh pemangku kepentingan, dan penentuan ukuran unit diikuti dengan estimasi biaya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konfigurasi pengolahan air minum Alternatif 4 (bak penampung awal - filtrasi pasir lambat - disinfeksi - reservoir eksisting) memperoleh skor tertinggi, karena filtrasi pasir lambat bekerja dengan andal pada air tanah dengan kekeruhan rendah dan tidak memerlukan koagulan, sehingga mengurangi biaya operasional dan kebutuhan keterampilan operator pada skala desa. Unit ini akan melayani 1,558 orang hingga tahun 2028 dengan estimasi biaya sebesar Rp 1,110,048,239,-.   Abstract Access to safe drinking water in Lampung Utara Regency remains limited, with only 53.28% of households served. In Kamplas Village, raw water from a borehole exceeds the limits of Ministry of Health No. 2 of 2023 for turbidity (3.97 NTU), color (32 TCU), iron (0.267 mg/L), manganese (0.281 mg/L), and total coliform (130 CFU/100 mL), so treatment is required before distribution. This study aims to determine a treatment configuration suited to the raw water characteristics of Kamplas Village and feasible for community-based operation. The design is delivered as a detailed engineering design (DED), a bill of quantity (BOQ), and a cost estimate. The design was developed in four stages: raw water characterization against the national drinking water standard, demand projection over a five-year period, selection of the treatment configuration through weighted multi-criteria scoring by stakeholders, and unit sizing followed by cost estimation. The results showed that drinking water treatment configuration scheme Alternative 4 (storage tank - slow sand filtration - disinfection - existing reservoir) obtained the highest weighted score, as slow sand filtration performs reliably on low-turbidity groundwater and requires no coagulant, reducing operating cost and operator skill requirements at village scale. The unit will serve 1,558 people by 2028 at a cost estimate of IDR 1,110,048,239,-.
Planning for the Development of Drinking Water Distribution System Based on District Metered Area in Gedong Tataan Subdistrict, Pesawaran Regency, Lampung Province Muhammad Nashiruddin Hanif; Dion Awfa; Rifka Noor Azizah; Muhammad Najmi Fuadi Rozan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Air tak berekening (NRW) akibat kebocoran merupakan tantangan kritis dalam sistem distribusi air minum di Indonesia, dengan tingkat NRW nasional mencapai 33,51% pada tahun 2024 yang jauh di atas target RPJMN sebesar 25%. Di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, cakupan pelayanan air minum perpipaan hanya sebesar 6,95%, merupakan salah satu persentase terendah di Provinsi Lampung. Penelitian ini mengusulkan rencana pengembangan jaringan distribusi berbasis district metered area (DMA) untuk periode 2024–2027, dengan kebaruan berupa integrasi desain zonasi DMA dan pemodelan hidraulis EPANET 2.2 dalam ibukota kecamatan di wilayah perdesaan, pendekatan yang belum pernah diterapkan sebelumnya di Kabupaten Pesawaran. Proyeksi penduduk dilakukan menggunakan metode kuadrat terkecil (dipilih berdasarkan standar deviasi minimum sebesar 1.050), dan kinerja hidraulis dievaluasi berdasarkan Permen PUPR No. 27 Tahun 2016 untuk tekanan (5–80 m), kecepatan aliran (0,30–4,50 m/s), dan head loss (≤ 10 m/km). Rencana pengembangan mencakup penambahan 777 sambungan rumah, 2 DMA dan 7 sub-DMA, reservoir baru berkapasitas 117 m³, dan sistem distribusi gravitasi, dengan total CAPEX sebesar Rp 2.804.871.171 (Rp 3.612.157 per sambungan). Analisis hidraulis mengonfirmasi bahwa seluruh node yang direncanakan memenuhi persyaratan tekanan, sementara verifikasi kecepatan secara manual mengonfirmasi kepatuhan untuk semua pipa pengembangan. Hasil ini membuktikan bahwa kelayakan teknis ekspansi berbasis DMA merupakan strategi praktis untuk mengurangi NRW dan meningkatkan akses air minum yang aman di wilayah ibukota kecamatan perdesaan. Abstract Non-revenue water (NRW) due to leakage remains a critical challenge in Indonesia’s drinking water distribution systems, with the national NRW rate reaching 33.51% in 2024, well above the 25% target set by the RPJMN. In Gedong Tataan Subdistrict, Pesawaran Regency, Lampung Province, piped water service coverage is only 6.95%, one of the lowest rates in the province. This study proposes a district metered area (DMA) based distribution network development plan for 2024–2027, with the novelty of integrating DMA zoning design with EPANET 2.2 hydraulic modeling in the rural administrative center, an approach not previously applied in Pesawaran Regency. Population projection used the least-squares method (selected based on the minimum standard deviation of 1,050), and hydraulic performance was evaluated against the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing No. 27 of 2016 for pressure (5–80 m), flow velocity (0.30–4.50 m/s), and head loss (< 10 m/km). The development plan covers 777 new house connections, 2 DMAs and 7 sub-DMAs, a new 117 m3 reservoir, and a gravity-based distribution system, with a total Capital Expenditure (CAPEX) of IDR 2,804,871,171 (IDR 3,612,157 per connection). Hydraulic analysis confirms that all planned nodes meet pressure requirements, and manual velocity verification confirms compliance for all development pipes. These results demonstrate the technical feasibility of DMA-based expansion as a practical strategy for reducing NRW and improving safe drinking water access in rural regency settings.
Back Cover JTL Vol. 27 No. 2 Juli 2026 Jurnal Teknologi Lingkungan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inside Cover JTL Vol. 27 No. 2 Juli 2026 Jurnal Teknologi Lingkungan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Cover JTL Vol. 27 No. 2 Juli 2026 Jurnal Teknologi Lingkungan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preface JTL Vol. 27 No. 2 Juli 2026 Jurnal Teknologi Lingkungan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract