cover
Contact Name
Bambang S Maarif
Contact Email
hikmah@unisba.ac.id
Phone
+6281224715295
Journal Mail Official
hikmah@unisba.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial
ISSN : 14120453     EISSN : 27767302     DOI : https://doi.org/10.29313/hikmah.vi.2540
HIKMAH adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung yang memuat tentang hasil riset di bidang ilmu dakwah dan sosial. Tujuan jurnal ini adalah untuk memublikasikan dan menyebarluaskan tulisan-tulisan dalam bidang ilmu dakwah dan sosial yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan secara filosofis, teroritis, dan praktis . HIKMAH terbit sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan Oktober. Hikmah menerima tulisan berbentuk riset kuantitatif maupun kualitatif dari akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa yang relevan dengan topik ilmu dakwah dan sosial.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 1, No.2, Oktober 2021" : 6 Documents clear
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN INFAK MELALUI DIGITALISASI PENGELOLAAN DAN PENINGKATAN KEBERAGAMAAN DONATUR DEVELOPMENT OF INFAQ MANAGEMENT THROUGH DIGITALIZATION MANAGEMENT AND IMPROVEMENT OF DONOR'S DIVERSITY Hendi Suhendi; Muhammad Fauzi Arif
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 1, No.2, Oktober 2021
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.vi.2540

Abstract

The realization of Baitul Maal Unisba's infaq receipts that are not in line with the existing donation potential, causes the level of financing ability of the scholarship program run by Baitul Maal Unisba has not been fulfilled optimally. For this reason, this research was conducted with the aim of knowing the infaq management carried out by Baitul Maal Unisba, and knowing the strategy for increasing infaq through digitalization of management systems and services. This research is a case study research using descriptive and participatory analysis methods, namely methods that try to solve problems based on the data analyzed and interpreted. The data obtained shows that the infaq collection process has not been optimally carried out by Baitul Maal Unisba, one of which is shown by the absence of a digital- based management information system or application. The results of the study reveal that in order to achieve an increase in collection according to the expected target, the manager must take the following steps: increasing the capacity and competence of human resources, preparing digital technology-based facilities and infrastructure, creating creative and innovative programs, carrying out da'wah activities in order to increase understanding and concern donors, digitizing management information systems, digitizing donation services and digitizing collections through outreach and promotion activities. Realisasi penerimaan infak Baitul Maal Unisba yang belum selaras dengan potensi donasi yang ada, menyebabkan tingkat kemampuan pembiayaan program beasiswa yang dijalankan Baitul Maal Unisba belum terpenuhi dengan optimal. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengelolaan infak yang dilakukan Baitul Maal Unisba, serta mengetahui strategi peningkatan infak melalui digitalisasi sistem pengelolaan dan layanan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan partisipatory, yaitu metode yang berusaha memecahkan masalah berdasarkan data-data yang dianalisis dan diinterpretasikan. Datayang diperoleh menunjukan bahwa belum optimalnya proses penghimpunan infak yang dilakukan oleh Baitul Maal Unisba, salah satunya ditunjukan dengan belum adanya sistem informasi manajemen berbasis digital atau aplikasi. Hasil penelitian mengungkapkan agar tercapai peningkatan penghimpunan sesuai target yang diharapkan maka pengelola harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut : peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, menyiapkan sarana dan prasana berbasis teknologi digital, menciptakan program kreatif dan inovatif, menjalankan aktivitas dakwah dalam rangka peningkatan pemahaman dan kepedulian donatur, digitalisasi sistem informasi manajemen pengelolaan, digitalisasi layanan kemudahan donasi serta digitalisasi penghimpunan melalui aktivitas sosialisasi dan promosi.
PELATIHAN TABLIGH BAGI SANTRI DALAM UPAYA KADERISASI DA’I TABLIGH TRAINING FOR SANTRI IN AN EFFORT TO REGENERATE DA’I Muhammad Fauzi Arif; Hendi Suhendi; Malki Ahmad Nasir
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 1, No.2, Oktober 2021
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.vi.2541

Abstract

The cadre of da’i is the process of fostering prospective da’i through educational and training activities so that they have the ability to convey Islamic teachings well in Islamic society, the goal is that da'wah can take place from one generation to the next. One form of the da’i cadre process is tabligh training. This research is a follow-up to the Community Partnership Program (PKM) of the Da'wah Faculty of the Islamic University of Bandung at the Nurul Huda Islamic Boarding School Kaimas Garut. The aims of this research are; 1) to determine the planning of da’i cadre through tabligh training activities, 2) the form of tabligh training implementation, 2) evaluation of tabligh training activities. This research method uses a qualitative research type with a descriptive approach, while the research data is obtained through interviews with boarding school caregivers, and observations in tabligh training activities for students. The results showed that the planning of tabligh training activities started from cooperating with external parties to identify the tabligh abilities of the santri. The implementation of tabligh training activities includes three ways; 1) training in writing sermon texts and lectures, 2) training in da'wah rhetoric, 3) fostering the use of social media as a medium for da'wah. Evaluation of tabligh training activities for students is carried out through mentoring muhadhoroh activities. Kaderisasi da’i merupakan proses pembinaan calon-calon da’i melalui kegiatan pendidikan maupun pelatihan agar memiliki kemampuan menyampaikan ajaran Islam dengan baik di masyarakat Islam, tujuannya agar dakwah dapat berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu bentuk proses kaderisasi da’i yaitu pelatihan tabligh. Penelitian ini merupakan tindak lanjut kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung di Pondok Pesantren Nurul Huda Kaimas Garut. Tujuan penilitian ini adalah ; 1) Untuk mengetahui perencanaan kaderisasi da’i melalui kegiatan pelatihan tabligh, 2) bentuk pelaksanaan pelatihan tabligh, 3) evaluasi kegiatan pelatihan tabligh. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, adapun data penelitian di dapatkan melalui hasil wawancara dengan pengasuh pondok, dan observasi dalam kegiatan pelatihan tabligh bagi para santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan pelatihan tabligh dimulai dari menjalin kerjasama dengan pihak eksternal untuk mengidentifikasi kemampuan tabligh para santri. Adapun pelaksanaan kegiatan pelatihan tabligh meliputi tiga cara; 1) pelatihan menulis teks khutbah maupun ceramah, 2) pelatihan retorika dakwah, 3) pembinaan pemanfaatan media sosial sebagai media dakwah. Evaluasi kegiatan pelatihan tabligh bagi para santri dilakukan melalui pendampingan kegiatan muhadhoroh.
MILITANSI DAKWAH MUHAMMADIYAH DAN NAHDLATUL ULAMA (NU) DI MASA PANDEMI COVID-19 Bambang Saiful Ma'arif
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 1, No.2, Oktober 2021
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.vi.2542

Abstract

This paper aims to see progressive values of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU) are implemented in da'wah. Al- Islam is understood contextually and substantively, while progressive is interpreted constructively. This study begins with an explanation of militancy meaning and implementation in da'wah by two Islamic organizations in Covid-19 era. This article discusses: 1) The meaning of militancy and the Islamic perspective on it, 2) Da'wah: its meaning and practice, and 3) The militancy of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama da'wah during Covid-19. This article is an outcome of the 2021 research. The research finds that militancy is a progression to seek various opportunities, techniques and approaches in implementing Islam. In Covid-19 Pandemic era, da'wah militancy sparked in two Islamic organizations to seek breakthrough da’wah implementation in isolation. Da'wah conveys doctrine, displays Muslims action in doing good deeds. Syiar is maintained and expanded according to the structure and culture of Muahammadiyah and NU. Although militant ideology is often born fundamentalism and radicalism, but in COVID-19 pandemic era, these two organizations have not lost their da'wah innovation in spreading Islam intensely and increasing in frequency even though the quality feels stagnant. Da'wah billisan and bilhal Muhammadiyah and NU can still be felt by the congregation who split their jam'iyyah. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana nilai-nilai progresif Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) diimplementasikan dalam dakwah, sehingga membentuk dakwah yang progresif sebagai inti dari militan. Al-Islam dipahami secara kontekstual dan substantif, sedang progresif dimaknai secara konstruktif. Kajian ini diawali dengan paparan makna militansi dan implementasinya pada dakwah oleh kedua organisasi di era Covid-19. Secara rinci artikel ini membahas tentang: 1) Makna militansi dan perspektif Islam terhadapnya, 2) Dakwah: makna dan praksisnya, dan 3) Militansi dakwah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama saat Covid-19. Artikel ini merupakan luaran penelitian 2021. Penelitian menemukan bahwa militansi adalah progresivitas untuk mencari berbagai peluang, teknik dan pendekatan dalam melaksanakan Islam. Di era pandemi covid-19 militansi dakwah berbinar pada dua organisasi Islam ini dalam mencari terobosan di tengah keterbatasan pelaksanaan dakwah Islam ditengah penyekatan. Dakwah menyampaikan ajaran, menampilkan tindakan Muslim dalam beramal shaleh. Syiar dipertahankan dan dimekarkan sesuai dengan struktur dan kultur Muahammadiyah dan NU. Meski paham militan seringkali menjadi basis bagi lahirnya fundamentalisme dan radikalisme, namun di tengah era pandemic covid-19 kedua organisasi ini tidak kehilangan inovasi dakwah dalam menyebarkan Islam dengan intens dan lebih meningkat frekuensinya meski secara kualitas terasa stagnan. Dakwah billisan dan bilhal Muhammadiyah dan NU tetap dapat dirasakan oleh jemaahnya yang memekarkan jam’iyyahnya.
PRAKTEK MEDIA DI MASA PANDEMI: TANTANGAN JURNALIS DAN PERUSAHAAN MEDIA Ira Wahyudi; Ana Nursyifa
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 1, No.2, Oktober 2021
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.vi.2543

Abstract

This article is derived from research that discusses media practices during the pandemic in terms of the challenges of journalists and media companies. Some data also show that there are different challenges for journalists when reporting non-natural disasters. Especially in the conditions of the COVID-19 outbreak, which until June 2020 had not found a vaccine to prevent the virus from spreading more widely. Therefore, this attracts the author's attention to examine media practices regarding the challenges of journalists during the COVID-19 outbreak and how the media owners care about journalists. The method used in this research is the study of documentation, interviews and texts sourced from relevant references and analysis of the object which is narrative. The results of this study have illustrated that the media for delivering information, media industry players and journalists remain committed to updating information and conveying it to the public even in very risky conditions such as during the COVID-19 outbreak. While the form of media company concern is establishing various policies that refer to government recommendations, such as work from home or working from home, implementing health protocols in the workplace, and facilitating personal protective equipment for workers who go directly to the field. Artikel ini berasal dari penelitian yang membahas tentang praktek media pada masa pandemi dilihat dari segi tantangan para jurnalis dan perusaah media. Beberapa data pun memperlihatkan adanya tantangan yang berbeda-beda bagi para junalis saat terjadi peliputan bencana non-alam. Terutama pada kondisi wabah COVID-19 yang mana sampai bulan juni tahun 2020 belum ditemukannya vaksin untuk bisa mencegah virus tersebut untuk tidak tersebar lebih luas. Oleh karena itu, hal ini menarik perhatian penulis untuk mengkaji tentang praktek media mengenai tantangan jurnalis di masa wabah COVID-19 dan bagaimana kepedulian pemilik media terhadap jurnalis. Metode yang digunakan dalam riset ini ialah studi dokumentasi, wawancara dan teks yang bersumber dari rujukan yang relevan dan analisis pada objeknya yang bersifat naratif. Hasil penelitian ini telah menggambarkan bahwa media penyampaian informasi, para pelaku industri media berserta para jurnalis tetap berkomitmen untuk memperbaharui informasi dan menyampampaikannya ke masyarakat walaupun dengan kondisi yang sangat beresiko seperti pada masa wabah COVID-19. Sedangkan bentuk dari kepeduliaan perusahaan media yaitu menentapkan berbagai kebijakan yang merujuk pada anjuranpemerintah, seperti work from home atau bekerja dari rumah, menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja, serta memfasilitas alat pelindung diri untuk para pekerja yang terjun langsung ke lapangan.
STRATEGI DAKWAH USTADZ WEEMAR ADITYA DALAM MENINGKATKAN WAWASAN KEISLAMAN GENERASI MUDA MELALUI PROGRAM NGESLOW Raden Namira Aulia Putri
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 1, No.2, Oktober 2021
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.vi.2544

Abstract

This research examines Ustadz Weemar Aditya's da'wah strategy in increasing the Islamic knowledge of the younger generation through the Ngeslow program, bearing in mind that currently people, especially the younger generation, live in an era that continues to experience technological and scientific developments in it. So to be able to address this phenomenon wisely, a life guide is needed in the form of Islamic insight. Because as a Muslim, you should make Islam a way of life. The purpose of this study was to find out the strategies used by Ustadz Weemar in preaching and to find out the impact of the program on the Islamic insights of the younger generation. This research is important to show that adequate Islamic insight is an essential part of the life of the young Muslim generation which can be used as a guide for their lives so that all activities they carry out remain in the proper corridor, namely Islamic Shari'ah so that they are not easily carried away and can behave wisely in dealing with every problem that exists in life. This study uses a descriptive qualitative method by describing how the da'wah strategy was carried out by Ustadz Weemar Aditya in increasing the Islamic insight of the younger generation through the Ngeslow program by utilizing existing technology. The results of this study indicate that a religious activity such as da'wah which in this case is packaged into a program called Ngeslow can be carried out by utilizing existing technology so that it can have a positive impact on the participants. Penelitian ini mengkaji strategi dakwah Ustadz Weemar Aditya dalam meningkatkan wawasan keislaman generasi muda melalui program Ngeslow. Dengan mengingat bahwa saat ini masyarakat terutama generasi muda hidup dalam zaman yang terus mengalami perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di dalamnya. Maka untuk dapat menyikapi fenomena tersebut dengan bijaksana diperlukan sebuah pedoman hidup berupa wawasan keislaman. Sebab sebagai seorang muslim sudah seharusnya menjadikan Islam sebagai pedoman hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan Ustadz Weemar dalam berdakwah dan untuk mengetahui dampak yang dihasilkan dari program tersebut terhadap wawasan keislaman generasi muda. Penelitian ini penting untuk menunjukkan bahwa wawasan keislaman yang memadai menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda Muslim yang dapat digunakan sebagai pedoman hidup mereka agar segala aktivitas yang mereka lakukan tetap pada koridor yang seharusnya yakni syari’at Islam sehingga mereka tidak mudah terbawa arus dan mampu bersikap bijak dalam menghadapi setiap persoalan yang ada dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggambarkan bagaimana strategi dakwah yang dilakukan Ustadz Weemar Aditya dalam meningkatkan wawasan keislaman generasi muda melalui program Ngeslow dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suatu kegiatan keagamaan seperti dakwah yang dalam hal ini dikemas menjadi sebuah program bernama Ngeslow dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang ada sehingga mampu membawa dampak yang positif bagi para pesertanya.
EFEKTIVITAS DAKWAH NAHDLATUL ULAMA DALAM APLIKASI NU ONLINE TERHADAP PEMAHAMAN KEISLAMAN NAHDLIYYIN Nadiyah Muthoharoh
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 1, No.2, Oktober 2021
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.vi.2545

Abstract

This study discusses media and da'wah. Along with the times, technology and information have progressed rapidly. Everything that was conventional or traditional can now be done in a modern way, digitally. The same goes for preaching. In the past, da'wah was only carried out by way of sermons, through face-to-face meetings, or through routine recitations at the mosque. Currently, da'wah can be done by adapting to the times. Dakwah can be carried out through digital media that are easily accessible, as is the case with social media Instagram, Tiktok, Twitter, etc. However, this research will discuss da'wah in digital media, namely the NU Online application. Where at this time there are only NU Online applications from various Islamic organizations, as a special digital media for carrying out da'wah, with a variety of adequate features. Therefore, researchers are interested in discussing the effectiveness of Nahdlatul Ulama's da'wah in the NU Online application. The method used by researchers is a quantitative descriptive approach, which has the aim of collecting actual data that describes existing phenomena. The results of this study have illustrated that digital media or NU Online applications are effective in preaching activities. This is because the majority of community issues related to religion are answered in the NU Online application. The NU Online application also helps the majority of people in the religious field, so that NU Online is used as a reference by the community to find answers, ways, or solutions to religious problems [Penelitian ini membahas terkait media dan dakwah. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi serta informasi mengalami kemajuan yang pesat. Segala sesuatu yang awalnya serba konvensional atau tradisional, kini dapat dilakukan dengan cara yang modern, secara digital. Begitu pula halnya dengan dakwah. Dahulu dakwah hanya dilakukan dengan cara khutbah, melalui tatap muka secara langsung, atau melalui pengajian rutin di masjid. Saat ini, dakwah dapat dilakukan dengan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Dakwah dapat dilaksanakan melalui media – media digital yang telah mudah diakses, seperti halnya dalam media sosial Instagram, Tiktok, Twitter, dan lain sebagainya. Namun, pada penelitian kali ini akan membahas terkait dakwah pada media digital, yakni aplikasi NU Online. Di mana pada saat ini hanya terdapat aplikasi NU Online dari berbagai organisasi Islam, sebagai media digital khusus untuk melaksanakan dakwah, dengan beragam fitur yang memadai. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas efektivitas dakwah Nahdlatul Ulama pada aplikasi NU Online. Metode yang digunakan oleh peneliti ialah pendekatan deskriptif kuantitatif, yang memiliki tujuan untuk mengumpulkan data aktual yang menggambarkan fenomena yang ada. Hasil penelitian ini telah menggambarkan bahwa media digital atau aplikasi NU Online efektif dalam kegiatan berdakwah. Hal ini dikarenakan oleh, mayoritas persoalan masyarakat terkait keagamaan terjawab dalam aplikasi NU Online. Aplikasi NU Online pula membantu mayoritas masyarakat dalam bidang keagamaan, sehingga NU Online dijadikan rujukan oleh masyarakat untuk menemukan jawaban, cara, atau solusi dalam persoalan keagamaan.]

Page 1 of 1 | Total Record : 6