cover
Contact Name
Heffry V. Dien
Contact Email
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Phone
+62811432676
Journal Mail Official
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Kampus Unsrat, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP
Memuat hasil penelitian dan critical review (tinjauan kritis) tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan yang mencakup, tapi tidak terbatas pada bidang: rancang bangun dan hidrodinamika alat tangkap ikan, rancang bangun dan hidrodinamika kapal perikanan, operasi penangkapan ikan, meteo-oseanografi perikanan dan kelautan, daerah penangkapan ikan, biologi perikanan, pengelolaan perikanan dan kelautan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2021): Desember" : 5 Documents clear
KAJIAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN TERI DENGAN BAGAN TANCAP DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR KABUPATEN PINRANG PROVINSI SULAWESI SELATAN Ernes Audy Tana; Ivor Lembondorong Labaro; Mariana Elizabeth Kayadoe
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.v6i1.30640

Abstract

AbstractPinrang Regency is a province of South Sulawesi, which is geographically located at coordinates between 4º10'30 "to 3º19'13" South Latitude and 119º26'30 "to 119º47'20" East Longitude. This area is located at an altitude of 0-2,600 meters above sea level.A stick-on chart is a fishing tool consisting of a rectangular bamboo arrangement attached with a fixed construction so that it stands firmly on the water, and in the middle of the building a net is attached which functions as a fishing tool which is operated by lifting. The purpose of this study was to study the patterns of the anchovy fishing season in Pinrang waters based on the catch of the fixed chart and to determine the composition of the catch.The operation of the sticky chart is usually carried out at night, by taking advantage of the fish's characteristic, namely positive phototaxis, which uses an LED light attached to the stick-on chart, to stimulate the fish to approach the stick-on chart. To achieve the research objectives, the method to be used is a survey method with a descriptive approach. The survey method is an investigation carried out to obtain facts from existing symptoms from seeking factual information (based on facts) about the area (location) and the results can be used in planning and decision making in the future. The descriptive approach is an approach method in examining the status of an object or a class in the present. The aim is to make a descriptive or systematic, factual and accurate description of field data and the properties and relationships between the factors being investigated.The results of the study can be concluded that the fishing business of anchovy using fixed-line fishing gear is carried out throughout the year. The fishing season for anchovy occurs from July to November, while January to June and December are not the season for anchovy. The types of fish caught on the fixed chart apart from anchovy (Stolephorus sp.), Were also caught squid (Loligo spp), layur fish (Trichulus savala), tembang (Sardinella fimriata), shrimp (Penasesus sp), pepetek (Leiognathus sp) , bloating (Rastrelliger sp), and flying (Decapterus sp).AbstrakKabupaten Pinrang merupakan wilayah provinsi Sulawesi Selatan yang secara geografis terletak pada koordinat antara 4º10’30” sampai 3º19’13” Lintang Selatan dan 119º26’30” sampai 119º47’20”Bujur Timur. Daerah ini berada pada ketinggian 0-2.600 meter dari permukaan laut. Bagan tancap adalah alat penangkapan ikan yang terdiri dari susunan bambu berbentuk persegi empat ditancapkan dengan konstruksi tetap sehingga berdiri kokoh di atas perairan, dan pada bagian tengah bangunan di pasang jaring yang berfungsi sebagai alat untuk penangkapan ikan yang dioperasikan dengan cara diangkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola musim penangkapan ikan teri yang ada di perairan Pinrang berdasarkan hasil tangkapan bagan tancap serta mengetahui komposisi hasil tangkapan. Pengoperasian Bagan tancap biasanya dilakukan pada malam hari, dengan memanfaatkan sifat ikan yaitu fototaksis positif , yang menggunakan cahaya lampu LED yang dipasang pada bagan tancap, untuk merangsang ikan agar mendekati Bagan tancap. Untuk mencapai Tujuan Penelitian, maka metode yang akan digunakan adalah metode survey dengan pendekatan deskriptif. Metode survey adalah penyelidikan yang dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala yang ada dari mencari keterangan secara factual (berdasarkan kenyataan) tentang daerah (lokasi) dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan dimasa yang akan datang. Pendekatan deskriptif adalah suatu metode pendekatan dalam meneliti status suatu objek atau suatu kelas pada masa sekarang, Tujuannya adalah membuat deskriptif atau gambaran secara sistematis, factual dan akurat tentang data lapangan dan sifat-sifat serta hubungan antara faktor yang di selidiki. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha penangkapan ikan teri dengan alat tangkap bagan tancap dilakukan sepanjang tahun.  Musim penangkapan ikan teri terjadi pada bulan Juli sampai November, sedangkan bulan Januari sampai Juni dan Desember bukan musim ikan teri. Jenis ikan yang tertangkap pada bagan tancap selain ikan teri (Stolephorus sp.), tertangkap juga cumi-cumi (Loligo spp), ikan layur (Trichulus savala), tembang (Sardinella fimriata), udang (Penasesus sp), pepetek (Leiognathus sp), kembung (Rastrelliger sp), serta layang (Decapterus sp).
STUDI PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN PANCING CUMI YANG MENGGUNAKAN LAMPU LED SYRINGE DENGAN LAMPU LED DEEP DROP DI PERAIRAN TELUK MANADO Ardinata Tubung; Fanny Silooy; Mariana Elizabeth Kayadoe
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.v6i2.30882

Abstract

ABSTRAKArdinata tubung NIM. 14051105019 ” STUDI PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN PANCING CUMI YANG MENGUNAKAN LAMPU LED SYRINGE DENGAN LAMPU LED DEEP DROP DI PERAIRAN TELUK MANADO” Di bimbing oleh; Ir. Fanny Silooy, M.Si. (Ketua) dan Ir. Mariana E. Kayadoe, M.Si. (anggota).Sumberdaya perikanan yang sudah dikenal ekonomis penting adalah dari kelas Chepalopoda; yang jenisnya terdiri dari cumi-cumi (squid) Loligo indica dan Loligo chinensis, sotong (cutilefish) dan gurita (octopus). Tetapi masyarakat lokal sering menyebut squid dengan cutilefish sebagai cumi-cumi atau suntung.  Penangkapan cumi-cumi oleh nelayan di perairan Sulawesi Utara biasanya menggunakan teknik memancing secara horizontal atau squidtrolling. LED atau light emitting diode Merupakan komponen elektronik yang sudah tidak asing lagi di kehidupan manusia saat ini. Maka penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui jenis lampu LED  mana yang baik digunakan oleh nelayan dalam pemperoleh hasil tangkapan cumi dan Mengidentifikasi hasil tangkapan dan factor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pengoperasian pancing cumi. Teknik analisa data yang digunakan dalam mengolah data hasil penelitian adalah menggunakan uji statistic. Hasil analisis menunjukan bahwa  t hitung = 0,89≤t tabel 0,05;6  = 2,447;  sehingga menerima H0 dan menolak H1. Hasil penelitian menunjukan bahwa pancing cumi yang menggunakan LED Syringe, memberikan hasil tangkapan yang lebih banyak dibandingkan dengan pancing cumi yang menggunakan LED depp drop. Tetapi hasil analisis menyatakan bahwa jumlah tangkapan kedua jenis LED tersebut tidak berbeda nyata.ABSTRACTArdinata tubung NIM. 14051105019 "A COMPARISON STUDY OF CUMI PANCING RESULTS USING SYRINGE LED LIGHTS WITH DEEP DROP LED LIGHTS IN MANADO BAY WATERS" Supervised by; Ir. Fanny Silooy, M.Si. (Chair) and Ir. Mariana E. Kayadoe, M.Si. (member).Fishery resources that are known to be economically important are from the Chepalopoda class; which types consist of the squid (squid) Loligo indica and Loligo chinensis, cuttlefish (cutilefish) and octopus (octopus). But local people often refer to squid with cutilefish as squid or suntung. Catching squid by fishermen in North Sulawesi waters usually uses horizontal fishing techniques or squidtrolling. LED or light emitting diode is an electronic component that is familiar in human life today. So this study aims to determine which types of LED lights are good for fishermen to use in obtaining squid catches and identify catches and environmental factors that affect the operation of squid fishing rods. The data analysis technique used in processing the research data was using statistical tests. The analysis result shows that t count = 0.89≤t table 0.05; 6 = 2.447; so it accepts H0 and rejects H1. The results showed that squid fishing rods using LED Syringe provide more catch than squid fishing rods using LED depp drop. However, the results of the analysis stated that the number of catches for the two types of LEDs was not significantly different.
Studi Pola Usaha penangkapan ikan pelagis kecil pada KM. Lionel di Pulau Buhias Revi Reinaldi Bawingkung; Mariana Elizabeth Kayadoe; Heffry Veibert Dien
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.v6i2.31057

Abstract

Ikan merupakan sumberdaya yang berpotensi dari segi jumlah dan jenisnya di Indonesia. Pulau Buhias merupakan salah satu pulau yang terdapat digugusan pulau di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (SITARO), tepatnya di Kecamatan Siau Timur Selatan yang dapat dicapai dalam waktu 30 menit dari pelabuhan  Ulu Siau. Sebagian besar penduduknya adalah nelayan tradisional dengan tingkat kesejahteraan yang cukup memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penangkapan, pola usaha bagi hasil serta pendapatan nelayan yang ada di Buhias. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan Upaya penangkapan KM. Lionel menggunakan Purse Seine dengan cara melingkari gerombolan ikan. Rata- rata pendapatan per bulan nelayan Kapal Soma Pajeko Lionel adalah Rp.698.502,-. Sehingga sebagian nelayan melakukan kegiatan lain yang dapat menunjang perekonomian keluarga seperti berjualan ikan. Sedangkan untuk sistem pembagian hasil di pulau Buhias menggunakan sistem hasil tangkapan dikurangi biaya operasional trip dan hasil pendapatan bersih dibagi berdasarkan presentase yang telah disepakati.
Aspek biologi ikan Selar Bentong (Selar crumenophthalmus) di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung, Rembang (Biological aspect of Bigeye Scad (Selar crumenophthalmus) at Tasikagung Coastal Fishing Port, Rembang) Agusta Leoni Elfrida Purwasih; Suradi Wijaya Saputra; Wiwiet Teguh Taufani
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.6.2.2021.33049

Abstract

The Bigeye Scad is one of the small pelagic fish catch on landing caught on land at the Tasikagung Coastal Fishing Port Beach Fishing Port. The fishing gear used is a small purse seine mini purse seine. The Tasikagung Coastal Fishing Port is the landing place for fish catch fish caught by fishermen from the Java Sea. It is feared that the use of fish resources will lead to a decline in population. The importance of the knowledge of fish biology in Selar Bentong for assessing aquatic stocks. This study aims to determine the size structure, the relationship of length weight, condition factors, Gonad maturity level, Lm50% and Lc50% of Selar Bentong fish. The research was conducted in September-November 2020 and sampling was once a month at the Tasikagung Coastal Fishery Port, Rembang. The research method used the survey method. The data collected were fish length (mmTL), fish weight (gr) and gonads. The results showed that the length range of fish was 150-250 mmTL. The long relationship of fish weight is positive allometric with a condition factor of 1.08. TKG of male fish is dominant at TKG III and female fish TKG IV. The size of the first time caught (Lc50%) was 202 mmTL smaller than the Lm50% of 205 mmTL female fish (Lc50%<Lm50%) so the conditions were not yet fit to catch. While the male fish are fit to be caught with an Lm value of 186 mmTL (Lc50% <Lm50%).AbstrakIkan Selar Bentong merupakan salah satu ikan pelagis kecil hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung. Alat tangkap yang digunakan yaitu mini purse seine. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung merupakan tempat pendaratan ikan hasil tangkapan nelayan dari Laut Jawa. Pemanfaatan sumber daya ikan dikhawatirkan akan mengakibatkan penurunan populasi. Pentingnya pengetahuan biologi ikan Selar Bentong untuk mengkaji stok di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ukuran, hubungan panjang bobot, faktor kondisi, Tingkat Kematangan Gonad, LM dan LC50% ikan Selar Bentong. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–November 2020 dan pengambilan sampel sekali setiap bulan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, Rembang. Metode penelitian menggunakan metode survei. Data yang dikumpulkan adalah ukuran panjang ikan (mmTL), bobot ikan (gr) dan gonad. Hasil penelitian diperoleh kisaran ukuran panjang ikan 150-250 mmTL. Hubungan panjang bobot ikan bersifat alometrik positif dengan faktor kondisi 1,08 (kurang pipih). TKG ikan jantan dominan pada TKG III dan ikan betina TKG IV. Ukuran pertama kali tertangkap (LC50%) 202 mmTL lebih kecil daripada LM ikan betina 205 mmTL (LC50%<LM) sehingga kondisi belum layak tangkap. Sedangkap pada ikan jantan sudah layak tangkap dengan nilai LM 186 mmTL (LC50%<LM).
ANALISIS PERIKANAN JULUNG-JULUNG (ROA) (Hemirhamphus far) DENGAN DOMAIN SUMBER DAYA IKAN, HABITAT DAN EKOSISTEM, SERTA TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LIKUPANG BARAT Requel Serent Membri; Johnny Budiman; Mariana Elizhabeth Kayadoe
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.v6i2.36671

Abstract

Ikan julung-julung (Hemirhamphus far) atau ikan roa yang oleh masyarakat diolah secara tradisional dengan cara pengasapan. Gerombolan ikan ini mengadakan migrasi ke perairan Likupang untuk melakukan pemijahan, karena ikan ini yang tertangkap hampir seluruhnya dalam kondisi hampir bertelur. Dalam kondisi matang gonad ini tubuh ikan menjadi berat dan gerakan renang ikan menjadi lambat, pada saat inilah ikan ditangkap dengan pukat roa. Ecosystem Approch to Fisheries Management (EAFM) dapat dipahami sebagai sebuah konsep bagaimana menyeimbangkan antara tujuan sosial ekonomi dalam pengelolaan perikanan (kesejahteraan nelayan, keadilan pemanfaatan sumber daya ikan, dll) dengan tetap mempertimbangkan pengetahuan, informasi dan ketidakpastian tentang komponen biotik, abiotic dan interaksi manusia dalam ekosistem perairan melalui sebuah pengelolaan perikanan yang terpadu, komprehensif dan berkelanjutan. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis dan menentukan status perikanan julung-julung di perairan Likupang Barat dengan menggunakan domain sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, dan teknologi penangkapan ikan. Pengelolaan perikanan julung-julung di perairan Likupang Barat, dikategorikan dalam kondisi baik, dengan penilaian domain sumber daya Ikan memiliki nilai 76,67% deskripsi “baik”, domain habitat dan ekosistem yaitu 68,33% deskripsi “baik” dan domain teknologi penangkapan ikan, nilai yang diperoleh 61,67% deskripsi “baik”. Domain yang memiliki nilai komposit kurang dari pada domain yang lain, pengelolaanya harus lebih diperhatikan dan harus ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasinya sebelum status pengelolaannya semakin menurun.

Page 1 of 1 | Total Record : 5