cover
Contact Name
Ahmad Syauqi
Contact Email
sainsalami@unisma.ac.id
Phone
+6288210204258
Journal Mail Official
syauqi.fmipa@unisma.ac.id
Editorial Address
FMIPA Lanti 1 Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT. Haryono 193
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Alami (Known Nature)
ISSN : -     EISSN : 26571692     DOI : https://doi.org/10.33474/j.sa-v6i1.2023
Alami menunjuk kepada material yang ada dalam makhluk hidup (ciptaan). Semua senyawa yang ada dalam tubuh makhluk hidup dan sintesis oleh peristiwa biokimia merupakan produk organik. Proses perubahan menuju mineralisasi oleh mikroorganisme merupakan peristiwa dekomposisi dan dalam hal ini juga terjadi dalam suatu kehidupan. Selanjutnya, biogeokimia; studi proses-proses biologi pada tanah/lahan merupakan suatu perputaran zat dan hal ini sangat penting dalam kehidupan. (Natural refers to the material that exists in living things (creation). All compounds that exist in the body of living things and are synthesized by biochemical events are organic products. The process of change towards mineralization by microorganisms is a decomposition event and in this case also occurs in a life. Furthermore, biogeochemistry; study of biological processes on soil/land is a cycle of matter and this is very important in life).
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2018)" : 14 Documents clear
Pengaruh Pemberian Limbah Biogas Cair dan Padat (Bio Slurry) sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea) Hilmi, Afif; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1417

Abstract

The mustard greens green (Brassica juncea L.) is one of the vegetables that has a commercial value and prospects in the community. Bio-slurry or waste of biogas is a product of the biogas processing from a animals dung, human waste and plant by mixing them with water through the process without oxygen (anaerobic) in the room is covered with metanogen bacteria. The research was carried out by the experimental method with block radomized design. Based on the results of research the effect of biogas liquid waste and solid Bio Slurry as organic fertilizer to the plants growth of mustard greens green (Brassica juncea L.). The best dosage in the organic fertilizer provision  of the form of a solid is 450g (P45), while a dosage of the liquid form is 30 ml and they are not different.The key word: organic fertilizer, Bio slurry, mustard greens green.ABSTRAKTanaman sawi hijau (Brassica junceaL.) merupakan salah satu kelompok sayuran yang memiliki nilai komersial dan prospek yang tinggi di kalangan masyarakat. Bio-slurry atau limbah biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan campuran kotoran yaitu kotoran manusia, kotoran ternak dan tumbuhan, proses pengelolaannya dengan cara mencampurkan kotoran ternak dengan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik) di dalam ruang tertutup oleh bakteri metanogen. Penelitian ini dilakukan dengan metode deksperimen dengan rancangan acak kelompok. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pemberian limbah biogas cair dan padat (Bio Slurry) sebagai pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Dosis yang terbaik dalam pemberian pupuk organik dari limbah biogas (Bio Slurry) bentuk padatan dalah 450g (P45), sedangkan dosis yang terbaik pemberian pupuk organik dari limbah biogas (Bio Slurry) bentuk cair adalah 30 ml dan keduanya tidak berbeda.Kata kunci: pupuk organic, Bio slurry,sawi hijau
Pengaruh Pemberian Hasil Samping Pembuatan Biogas sebagai Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan Bawang Merah (Allium cepa L.) Mufairoh, Lailatul; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1418

Abstract

The shallots production enhancements, an improvement in cultivation techniques and organic fertilizer is needed. Biogas liquid waste is one of the organic fertilizers that can be used in plants. The benefit of biogas liquid waste is that it can improve soil properties and produce agricultural products that are safe for health. The purpose of this study was to determine the effect of dose and time of bio-slurry fertilizer on the growth of red onion (Allium cepa L.). Research used a randomized block design consisting of two factors. The first factor is the time of fertilizer application which consists of four levels, namely: control, W1, W2 and W3. The second factor is the administration of bio-slurry fertilizer dose of 25 ml, 50 ml, 75 ml and 100 ml. The results showed that the application of bio-slurry fertilizer affected the growth of shallots. The treatment of D4W1 (fertilizer every week with a dose of 100 ml) showed the best results in each parameter, namely plant height, leaf number, leaf area, root length, wet weight and dry weightABSTRAKPeningkatan produksi bawang merah diperlukan adanya perbaikan teknik budidaya  dan pemberian pupuk organik. Limbah cair biogas adalah salah satu pupuk organik yang dapat digunakan pada tanaman. Manfaat limbah cair biogas adalah  dapat memperbaiki sifat-sifat tanah dan menghasilkan produk pertanian yang aman bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dosis dan waktu pemberian pupuk bio-slurry terhadap pertumbuhan bawang merah (Allium cepa L.) Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu waktu pemberian pupuk yang terdiri dari empat taraf yaitu: kontrol, W1, W2 dan W3. Faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk bio-slurry yaitu 25 ml, 50ml, 75 ml dan 100 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bio-slurry berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang merah. Perlakuan D4W1 (pemberian pupuk setiap minggu dengan dosis 100 ml).menunjukkan hasil yang terbaik pada setiap parameter yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat basah dan berat kering.Kata kunci: Pupuk Bio-Slurry, Bawang merah (Allium cepa L.), waktu pemberian pupuk
Rebusan Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. var Rubrum) – Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) sebagai Jamu Peluruh Urin Sholehuddin, Mohammad; Santoso, Hari; Syauqi, Ahmad
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1421

Abstract

 A diuretic is a compound that can stimulate urine releasing. The content of gingerol, curcumin and flavonoids in red ginger - white turmeric is thought to be efficacious as urine laxative. This study aims to determine efficacy of red ginger stew - white turmeric as urine laxative and to determine the level of differences in NaCl before and after drinking red ginger stew - white turmeric. The test was carried out by giving one1 cup (250 ml) of red ginger - white turmeric stew every day for 5 days. Using a quasi-experimental method with posttest pretest design was done. Data analysis uses percentage calculation. The results showed that administration of red ginger stew - white turmeric efficacious as a urine laxative which is characterized by increased intensity of urinary discharge, pH and NaCl of urine levels, as well as urine color that is getting transparent and clearer. Keywords: red ginger stew - white turmeric, urine laxative ABSTRAKDiuretikum adalah suatu senyawa yang dapat merangsang pengeluaran urin. kandungan senyawa gingerol, kurkumin dan flavonoid pada  jahe merah – kunyit putih diduga berkhasiat sebagai peluruh urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat rebusan jahe merah - kunyit putih sebagai peluruh urin dan untuk mengetahui kadar perbedaan NaCl sebelum dan sesudah minum rebusan jahe merah – kunyit putih. Pengujian dilakukan dengan pemberian rebusan jahe merah – kunyit putih sebanyak 1 gelas (250 ml) perhari selama 5 hari. Menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan pre-tes post-test. Analisis data menggunakan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rebusan jahe merah – kunyit putih berkhasiat sebagi peluruh urin, yang ditandai dengan meningkatnya intensitas pengeluaran urin, pH urin dan Kadar NaCl urin, serta warna urin yang semakin muda dan jernih.Kata kunci: rebusan jahe merah – kunyit putih, peluruh urin
Eksplorasi Pengetahuan tentang Tumbuhan Obat di Kalangan Generasi Muda Pulau Mandangin Kecamatan Sampang kabupaten Sampang Madura Sari, Hosnia; Hayati, Ari; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1424

Abstract

In the study of the exploration of knowledge of medicinal plants among the younger generation Mandangin Island has the purpose to inventory and describe the types of plants and explore the knowledge of the younger generation about medicinal plants on Mandangin Island. This research was conducted on Mandangin Island in June-July 2018. The tools and materials used in this study were questionnaires, digital cameras and all medicinal plants that were known by the respondents while the research method used was descriptive explorative method, namely literature study, observation in the field , and interviews using questionnaires. The sampling technique uses purposive sampling technique with the number of respondents taken as many as 100 respondents in the age range between 16-30 years. While the data analysis used in this study is a descriptive statistical analysis that covers the value of respondents' perceptions based on the scale and analysis of data resulting from community perceptions of medicinal plants. From the results of research that has been done that the level of knowledge of young genes on medicinal plants on Mandangin Island has a high score of 91%. The plants found by the young generation amount to 21 species and only 16 types of medicinal plants are used as medicine by the younger generation.ABSTRAKDalam penelitian tentang eksplorasi pengetahuan tumbuhan obat di kalangan generasi muda Pulau Mandangin memiliki tujuan untuk menginventarisasi  dan mendiskripsikan jenis-jenis tumbuhan serta menggali pengetahuan generasi muda tentang tumbuhan obat di Pulau Mandangin. Penelitian ini dilakukan di Pulau Mandangin pada bulan juni-juli 2018. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner, kamera digital dan semua tumbuhan obat yang diketahui oleh responden sedangkan metode penelitian  yang digunakan yaitu metode deskriptif eksploratif yaitu studi pustaka, pengamatan di lapangan, dan wawancara menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampelnya menggunkan teknik purposive sampling dengan jumlah responden yang diambil sebanyak 100 responden pada kisaran umur antar 16-30 tahun. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistika deskriptif yang mencangkup nilai persepsi responden berdasarkan skala dan analisis data hasil persepsi masyarakat terhadap tumbuhan obat. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan bahwa tingkat pengetahuan genarasi muda terhadap tumbuhan obat di Pulau Mandangin memiliki nilai skor tinggi yaitu sebanyak 91%. Tumbuhan yang di ketahaui oleh generasi muda berjumlah 21 jenis dan hanya 16 jenis tumbuhan obat  saja yang digunakan sebagai obat oleh generasi muda.Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Tumbuhan Obat, Generasi Muda Dan Jenis  Tumbuhan Obat

Page 2 of 2 | Total Record : 14