cover
Contact Name
Karimah Dwika Gustandra
Contact Email
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Phone
+62273-322610
Journal Mail Official
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Editorial Address
Kampus Akper Giri Satria Husada Jalan Menur RT 04 RW IV Joho Lor Giriwono Wonogiri KP 57613
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan GSH
ISSN : 20882734     EISSN : 2964156X     DOI : https://doi.org/10.56840/jkgsh.v12i2.92
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan GSH adalah jurnal keperawatan untuk perawat, akademisi, dan praktisi. Jurnal Keperawatan GSH ini menerima artikel penelitian asli dan relevan di bidang keperawatan, serta studi literatur dan laporan kasus khususnya keperawatan atau kesehatan. Fokus dan scope jurnal ini adalah Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Dasar, Keperawatan Komplementer, Keperawatan Paliatif, Kesehatan, Reproduksi, Kebidanan, HIV/AIDS, Tuberculosis dan masalah kesehatan lainnya. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Januari dan Juli setiap tahun.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2018): Juli 2018" : 6 Documents clear
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI PUSKESMAS TIRTOMOYO I WONOGIRI Retno Ambarwati; Nita Yunianti Ratnasari; Kristiana Puji Purwandari
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research are to describe knowledge level and mothers response within diarrhea case in child at Tirtomoyo Community Health Center I Wonogiri regency 2018. Diarrhea is loss of body fluids in 24 hours with the frequency of defecation more than 3 times a day. These symptoms are manifestations of gastrointestinal system infections that can be caused by various types of bacteria, viruses and parasites. This infection can spread through contaminated food or drink or direct infection between humans. The impact of diarrheal disease on children is very influential in the hope of growth and development of children due to frequent loss of fluids and disruption of the process of absorption of food and nutrients needed by children for growth can even lead to death in children. The research is used is descriptive metode with so member of population are 30 people with choosing sampel “purposive sampling” and use queestionare to collec the data. In this study, information needed through primary data namely data obtained by means of visits to the location of the study and distributing questionnaires to be filled by the respondents themselves. The population in this study were all mothers who had children and came for treatment at the Tirtomoyo I Community Health Center Wonogiri regency.. The samples in the study were a number of mothers who came to seek treatment at the Tirtomoyo I. Health Center. The reseach results of the Knowledge study were 18 of respondents (22%) with good knowledge, 26 of respondent (32%)with sufficient knowledge, and 36 respondent (45%) with less knowledge. The Result of attitude were 29 of respondent (36%) have good attitudes, 33 of respondent (41%) have sufficient attitudes, and 18 of respondent (22%)have less knowledge. The refor knowledge and mother’s respond within diarrhea case in child is very important to decrease and minimize rate of diarrhea case.Morbility and mortality on child. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap kejadian diare pada anak di Puskesmas Tirtomoyo 1 Wonogiri tahun 2018. Diare adalah buang air besar encer/cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari . Diare yang berlangsung lebih dari 3 kali dalam 24 jam dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh atau dehodrasi. Gejala ini manifestasi dari infeksi system gastrointestinal yang dapat disebabkan berbagai jenis bakteri, virus dan parasit. Infeksi ini dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi maupun infeksi langsung antar manusia. Dampak akibat penyakit diare pada anak sangat berpengaruh terharap pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kehilangan cairan yang sering serta terganggunya proses absorsi makanan dan zat nutrient yang dibutuhkan anak untuk pertumbuhan bahkan bisa mengakibatkan kematian pada anak. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jumlah Sampel 80 orang ibu yang dipilih secara “purposive sampling” serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil distribusi frekuensi Pengetahuan Ibu terhadap kejadian diare didapatkan bahwa sebanyak 18 responden (22%) dengan pengetahuan baik, 26 responden (32%) dengan pengetahuan cukup, dan 36 responden (45%) dengan pengetahuan kurang. 36% responden memiliki sikap yang baik, 41% responden memiliki sikap yang cukup, dan 22% responden yang memiliki pengetahuan kurang. Hasil distribusi frekuensi Sikap ibu terhadap kejadian diare menunjukkan bahwa 29 responden (36%) yang memiliki sikap baik, sedangkan 33 responden (41%) yang memiliki sikap yang cukup, 18 responden (22%) yang memiliki sikap yang kurang. Pengetahuan dan sikap ibu tentang diare sangat penting dalam penatalaksanaan awal anak yang menderita diare. Penanganan yang cepat dan tepat terhadap diare dapat mengurangi resiko kematian pada anak akibat kehilangan cairan yang berlebihan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU HAMIL TENTANG PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN Sri Handayani
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaktahuan ibu akan pentingnya periksa hamil dan sikap ibu hamil yang tidak peduli dengan kehamilannya dan belum adanya perilaku sehat pada diri ibu dan keluarga menjadi faktor penyebab ibu hamil tidak memeriksakan kehamilannya . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan dengankunjungan pemeriksaan kehamilan. Rancangan penelitian ini adalah deskriprif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Total populasi 45 responden ibu hamil Trimester III . Instrumen penelitian berbentuk kuesioner yaitu tentang pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan yang masing-masing 15 butir pertanyaan dengan pertanyaan skala Likert.Hasil penelitian didapatkan ; (1) ada hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan dan kunjungan pemeriksaan ibu hamil(nilai r =0,554 , nilai p sebesar 0.00 dan nilai p untuk uji t sebesar 0,000 ); (2) tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap dan kunjungan pemeriksaan ibu hamil (nilai r sebesar 0,149 dan p sebesar 0.032 dan uji t didapatkan nilai p sebesar 0,087) dan ada hubungan yang positif dan signifikan antara perilaku dan kunjungan pemeriksaan ibu hamil (nilai r sebesar 0,600, nilai p sebesar 0.000 dan nilai p untuk uji t sebesar 0,000). Uji korelasi antara X1, X2 dan X3 dengan Y menunjukkan adan hubungan antara X1,X2 , X3 dan Y dengan nilai R2 sebesar 0,629. Dari hasil penelitian disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, perilaku dengan kunjungan pemeriksaan kehamilan dan tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap dan kunjungan pemeriksaan kehamilan. Saran untuk meningkatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan dengan membentuk kelas ibu hamil dan meningkatkan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi.
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETUS MELLITIUS DI DESA MULUR Nita Yunianti Ratnasari; Wahyu Susilowati
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease wherein diabetics cannot produce enough insulin or the body is unable to use insulin effectively so that excess sugar in the blood. To regulate blood sugar levels can be done pharmacologically or taking drugs or with insulin injections, to regulate blood sugar levels can be done by non-pharmacological means by means of diabeticfoot exercise. This type of research is qualitative with a descriptive case study approach. The population in this study were all residents of Rt / Rw 02/01 in Mulur sub-village, Bendosari sub-district, sukoharjo regency who had Diabetus Mellitus. Sample respondents were 3 respondents. The instrument uses standard operating procedures (SOP), measurement of blood sugar (GDS) and observation sheets. Observations made from all respondents showed that after doing diabetic foot exercises for 3 times a week, the results of blood sugar levels in respondent I = 160 mg / dl, respondent II = 155mg / dl and respondent III = 148mg / dl. The results of the analysis conducted from all respondents obtained data that before and after doing diabetic foot exercises there is a change in each respondent which decreases gradually, thus the problem is partially resolved and interventions arecontinued.
GAMBARAN KONSEP DIRI PADA ORANG TUA DENGAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA GUMIWANG KECAMATAN WURYANTORO Susana Nurtanti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat konsep diri yang di miliki oleh orang tua dengan orang tua.. Dari 200 anak telantar yang diteliti di Surabaya, diketahui hanya 3,5% responden yang mengaku tidak pernah diperlakukan salah oleh kedua orang tuanya atau keluarganya. Hampir semua anak telantar mengaku pernah menjadi objek tindak kekerasan dalam keluarga (96,5%), dan bahkan 61% di antaranya mengaku sering diperlakukan kasar. Ke-200 anak telantar tersebut, 70% mengaku sering menjadi korban pemukulan di rumah, 66% mengaku dimaki secara kasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat konsep diri yag dimilki oleh orang tua untuk mendukung perkembangan psikologis anak usia sekolah dasar. Desain penelitian ini adalah Descriptive , jumlah sampel 50 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan hasil olah data statistik bahwa distribusi frekuensi konsep diri dengan nilai baik sebesar 39 (78.0%), sedangkan distribusi frekuensi konsep diri dengan nilai buruk sebesar 11 (22.0%).dari hasil penelitian di Desa Gumiwang menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua mempunyai konsep diri yang baik. The background of this study is to determine the level of self-concept possessed by parents and parents. Of the 200 neglected children studied in Surabaya, it is known that only 3.5% of respondents admitted to having never been mistreated by their parents or their families. Almost all neglected children admit to having been the object of violence in the family (96.5%), and even 61% of them admit to being treated harshly. Of the 200 abandoned children, 70% admitted that they were often victims of beatings at home, 66% admitted that they were abused. The purpose of this study was to determine the level of self-concept that parents have to support the psychological development of elementary school age children. The design of this research is descriptive, the number of samples is 50 respondents with purposive sampling technique. The results showed that the results of statistical data processing showed that the frequency distribution of self-concept with good scores was 39 (78.0%), while the frequency distribution of self-concept with bad scores was 11 (22.0%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN EKONOMI TERHADAP PEMILIHAN KONTRASEPSI IUD PADA WUS DI DESA BULUSULUR WONOGIRI Y. Wahyunti Kristiningtyas; Triwahyuniastuti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family planning is an effort to regulate population. Family planning is the use of fertilization regulating methods to help a person or family achieve certain goals. The purpose referred to here is an arrangement of pregnancy deliberately by the family and for the welfare of the family. To achieve the success of family planning services, it is necessary to be supported by the community as supporters of the family planning movement by actively participating as family planning participants or family planning acceptors. There are many factors that influence the choice of contraception, including partner factors, health factors, contraceptive method factors, education level, knowledge, family welfare, religion, and support from husband / wife. These factors will also influence the success of the family planning program. This is because each method or method of contraception chosen has different effectiveness. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and economy on the choice of IUD contraception in Bulusulur Village, Wonogiri District, Wonogiri Regency. This type of research is an analytic survey with a cross sectional approach. The population in this study were all women of childbearing age in RW 09 Bulusari, Bulusulur Wonogiri as many as 91 people. The sample in this study were all women of childbearing age in RW 09 Bulusari, Bulusulur Wonogiri as many as 91 people. The instrument used in this study was a questionnaire to measure the level of knowledge and economy of WUS about the IUD. The data analysis used was univariate analysis to determine the frequency distribution of each variable and bivariate analysis using the Chi Square test to determine the relationship between the independent variable and the dependentvariable. The results showed that most (54.9%) women of childbearing age in RW 09 Bulusulur Wonogiri had good knowledge and 50.5% had high economic status. The results of the analysis show that there is a significant relationship between knowledge and IUD contraceptive selection (p value = 0.001) <0.05 and there is a significant relationship between economy and IUD contraceptive selection (p value = 0.001) <0.05 in women of reproductive age in RW 09 Bulusulur Village Wonogiri. Keluarga Berencana merupakan suatu upaya untuk mengatur jumlah penduduk. Keluarga berencana adalah penggunaan cara cara pengatur fertilisasi untuk membantu seseorang atau keluarga mencapai tujuan tertentu. Tujuan yang dimaksud di sini adalah suatu pengaturan kehamilan secara sengaja oleh keluarga dan untuk kesejahteraan keluarga. Untuk mencapai keberhasilan pelayanan keluarga berencana tersebut perlu didukung oleh masyarakat sebagai pendukung gerakan keluarga berencana dengan berpartisipasi secara aktif sebagai peserta KB atau akseptor KB. Banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan jenis kontrasepsi diantaranya adalah faktor pasangan, faktor kesehatan, faktor metode kontrasepsi, tingkat pendidikan, pengetahuan, kesejahteraan keluarga, agama, dan dukungan dari suami/istri. Faktor-faktor ini nantinya juga akan mempengaruhi keberhasilan program KB. Hal ini dikarenakan setiap metode atau alat kontrasepsi yang dipilih memiliki efektivitas yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan ekonomi terhadap pemilihan kontrasepsi IUD pada WUS di Desa Bulusulur Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh wanita usia subur di RW 09 Bulusari, Bulusulur Wonogiri sebanyak 91 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh wanita usia subur di RW 09 Bulusari, BulusulurWonogiri sebanyak 91 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang IUD dan ekonomi WUS. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi masing masing variabel dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (54,9%) wanita usia subur di RW 09 Bulusulur Wonogiri memiliki pengetahuan yang baik dan 50,5% memiliki ekonomi yang tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemilihan kontrasepsi IUD (p value = 0,001) < 0,05 dan ada hubungan yang signifikan antara ekonomi dengan pemilihan kontrasepsi IUD (p value = 0,001) < 0,05 pada wanita usia subur di RW 09 desaBulusulur Wonogiri
THE EFFECT OF DISTRACTION TECHNIQUES ON ANXIETY LEVELS IN PREGNANT WOMEN ABOUT THE PROCESS OF LABOR IN WONOGIRI Putri Halimu Husna; Retno Dwi Puji Astuti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan adalah kondisi emosi dan pengalaman subjektif individu terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman. Kecemasan pada ibu hamil sangatlah beresiko karena bisa mengakibatkan kematian pada ibu dan janin. Teknik distraksi diharapkan daapat menurunkan tingkat kecemasan dari ibu hamil.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil yang menghadapi proses persalinan.Metode Penelitian :Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan case study research (studi kasus). Dengan jumlah responden 3 ibu hamil dengan usia kehamilan trimester 3. Teknik sampling menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian teknik distraksi. Instrumen yang digunakan dalam studi ini adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Hasil : Hasil studi menunjukkan menunjukkan tingkat kecemasan informan sebelum perlakuan yaitu informan 1 dengan skor 21, informan 2 dengan skor 21, informan 3 dengan skor 25. Tingkat kecemasan informan setelah perlakuan yaitu informan 1 dengan skor 13, informan 2 dengan skor 12, informan 3 dengan skor 13.Kesimpulan Kesimpulan studi ini menunjukkan tingkat kecemasan ketiga responden teratasi dengam teknik distraksi, ada penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian teknik distraksi. Background: Anxiety was a condition of emotions and subjective experiences of individuals towards objects that were not clear and specific due to the anticipation of danger which allows individuals to take action to face threats. Anxiety in pregnant women was very risky because it could cause death to both the mother and the fetus. The distraction technique was expected to reduce the anxiety level of pregnant women.Purpose: The purpose of this study was to reduce the level of anxiety in pregnant women who are facing childbirth.Methods: This research used a qualitative study with a case study research approach. The number of respondents was 3 pregnant women with 3rd trimester of pregnancy. The sampling technique used a cluster random sampling technique. Collecting data using interviews, observation, and measuring the level of anxiety before and after giving distraction techniques. The instrument used in this study was the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire.Results: The results of the study showed that the level of anxiety of the informants before the treatment was informant 1 with a score of 21, informant 2 with a score of 21, informant 3 with a score of 25. The level of anxiety of the informants after the treatment was informant 1 with a score of 13, informant 2 with a score of 12, informant 3 with a score of 13. Conclusion: The conclusion of this study shows that the anxiety level of the three respondents is resolved by the distraction technique, there is a decrease in the level of anxiety after giving the distraction technique.

Page 1 of 1 | Total Record : 6