cover
Contact Name
Kurniawan
Contact Email
admin@iaisragen.org
Phone
+628112807435
Journal Mail Official
admin@iaisragen.org
Editorial Address
Apotek Nayla, Jl. Pungkruk-Gabugan km 3 Taraman, Kec Sidoarjo, Kab. Sragen, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Global Farmasi
ISSN : -     EISSN : 29874742     DOI : https://doi.org/10.21111/jigf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) is a journal managed by the Indonesian Pharmacist Association Sragen Indonesia. This journal is designed as a place of dissemination original article and/or article review. This journal publishes research on a detailed variety of topics in pharmacy including pharmaceutical science and technology as well as biomedical science, clinical pharmacy and community pharmacy. As a forum for ideas and information discussions between researchers, academics, and practitioners, this journal is expected to be able to support and initiate the latest studies in pharmacy. The research results reported in this journal will hopefully contribute to the development of pharmaceutical science as well as health science. This journal has been established since 2023 as Jurnal Ilmiah Global Farmasi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023): JIGF - September" : 5 Documents clear
Gambaran Pengetahuan dan Personal Hygiene Santriwati Terhadap Penyakit Skabies di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 balqis
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 1 No. 2 (2023): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v1i2.16

Abstract

Skabies meruoakan penyakit kulit yang ditimbulkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varian hominis. Skabies ini biasanya menyerang orang-orang yang hidup dalam kelompok-kelompok seperti di desa, rumah, penjara, asrama, dan panti asuhan yang memiliki layanan lingkungan yang buruk. Penyakit skabies ini mudah menular dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya.dan juga manusia ke manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan dan personal hygiene santriwati terhadap penyakit skabies di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 Mantingan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan desain sampel jenuh. Sampel ini diambil sebanyak 37 santriwati dengan menggunakan teknik nonprobability sampling (Skala Likert). Hasil pengetahuan berdasarkan definisi dan gejala skabies dengan persentase 59,45%, berdasarkan penyebab skabies dengan persentase 62,62%, berdasarkan pencegahan skabies dengan persentase 51,35%, berdasarkan pengobatan skabies dengan persentase 48,64%. Personal hygiene berdasarkan kebersihan kulit dengan persentase 51,35%, berdasarkan kebersihan badan dengan persentase 62,16%, berdasarkan kebersihan kuku dan tangan dengan persentase 43,24%, berdasarkan kebersihan handuk dengan persentase 64,86%, berdasarkan kebersihan genital dengan perentase 81,08%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan santriwati termasuk dalam kategori baik dan Personal hygiene santriwati sebagian besar termasuk dalam kategori baik.
IDENTIFIKASI SAKARIN DALAM SEDIAAN JAMU PELANCAR HAID YANG BEREDAR DI PASAR KOTA KLATEN Dhiyan
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 1 No. 2 (2023): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v1i2.17

Abstract

Sakarin merupakan salah satu bahan kimia sintetik yang tergolong bahan tambahan makanan atau minuman. Jamu pelancar haid sering kali dikonsumsi oleh para wanita saat sedang menstruasi, dan akan menjadi buruk jika jamu tersebut mengandung sakarin. Salah satu variasi jamu pelancar haid yang sering dikonsumsi adalah kunyit asam. Kandungan sakarin yang rutin dikonsumsi dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan fungsi metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan mengetahui kadar sakarin pada sediaan herbal pemicu menstruasi yang beredar di Pasar Kota Klaten. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode uji warna, KLT, dan Spektroskopi FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel obat herbal pelancar haid yang dianalisis dengan Uji Besi (III) Klorida dan Uji Absorbinol tidak ditemukan adanya sakarin. Pada Uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) tidak ditemukan noda atau Rf yang sama atau hampir mendekati Rf standar pembanding pemanis buatan sakarin. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa dari 10 sampel jamu pelancar haid yang diperiksa negatif mengandung pemanis buatan sakarin
STUDI PENGARUH KETINGGIAN WILAYAH TERHADAP KADAR SAPONIN PADA LABU AIR (Lagenaria siceraria (Molina) Standl) DAERAH PACET DAN PURI, MOJOKERTO JAWA TIMUR Kurniawan; R, Ramadhanty; K, Nadia Mira
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 1 No. 2 (2023): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v1i2.18

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional adalah labu air. Buah labu air (Lagenaria siceraria (Molina) Standl) mengandung saponin yang digunakan sebagai antimikroba. saponin di dalam bidang kesehatan digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis hormon steroid. Kadar senyawa aktif yang terkandung pada tanaman obat selain dipengaruhi oleh faktor genetik juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe saponin yang ada pada ekstrak labu air dengan metode sokletasi. Labu yang digunakan berasal dari daerah yang memiliki ketinggian yang berbeda yakni Pacet dengan tinggi 700 mdpl dan Puri dengan tinggi 50-100 mdpl. Dilakukan pengujian untuk menghitung kadar saponin pada ekstrak labu air dan dilakukan perhitungan serta perbandingan untuk mengetahui adanya perbedaan kadar saponin pada ekstrak labu air di daerah Pacet dan Puri dengan Metode Gravimetri. Gravimetri merupakan penetapan kuantitatif atau jumlah sampel melalui perhitungan berat zat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa labu air mengandung saponin triterpenoid. Ditandai dengan pembentukan lingkaran cokelat pada uji Liebermann-Burchard. Hasil dari randemen ekstrak labu air di Pacet 20,05% dan Puri 22,10%. Ada perbedaan jumlah kadar saponin dari labu air, yaitu daerah Pacet sebesar 10,37% dan daerah Puri 14,61%, perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh faktor lingkungan seperti ketinggian pada dimana sampel diambil.
PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI N-HEKSANA-ETIL ASETAT-AIR KULIT DELIMA PUTIH (Punica Granatum L.) MENGGUNAKAN METODE FRAP Eny
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 1 No. 2 (2023): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v1i2.19

Abstract

Dalam tubuh terdapat banyak sekali radikal bebas yang diperlukan untuk kesehatan dalam jumlah tertentu radikal bebas bersifat merusak dan berbahaya agar tidak kelebihan radikal bebas tubuh memerlukan antioksidan sebagai pelindung tubuh maka dalam penelitian ini akan dilakukan uji kadar flavonoid total dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol dan fraksi n-heksana, efraksi etil asetat, dan fraksi air menggunakan metode FRAP dengan tujuan mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol kulit buah delima putih (Punica granatum L.) dan penentuan kadar flavonoid total pada kulit buah delima putih (Puunica granatum L.) dan mengetahui nilai aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol kulit buah delima putih (Punica granatum L.) dengan menggunakan metode FRAP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Tahap penelitian dimulai dari pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, pembuatan larutan uji, penetapan kadar flavonoid, pengujian aktivitas antioksidan, dan analisis data. Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol kulit buah delima putih (Punica granatum L.) meliputi alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid dan saponin. Kadar total flavonoid ekstrak kulit buah delima putih (Punica granatum L) yang dilihat menggunakan spektrofotometri UV-Vis yaitu 55,3 mg QE/g. Ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air ekstrak kulit buah delima putih (Punica granatum L) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai berturut-turut 2.501 mgQE/g sampel, 3.125 mgQE/g sampel, 3.055 mgQE/g sampel, 30.516 mgQE/g sampel, jika lihat menggunakan metode FRAP.
UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA KULIT DELIMA PUTIH (Punica granatum L.) DENGAN METODE DPPH DAN PENENTUAN NILAI SPF Vanny
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 1 No. 2 (2023): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v1i2.20

Abstract

White Pomegranate (Punica granatum L.) is a plant that is efficacious as an antioxidant which functions as a natural antioxidant to prevent free radicals from harming the body because it contains flavonoid compounds including flavones and flavonols which are known as natural antioxidants. This study aims to determine the IC50 value of extracts and formulations of white pomegranate skin sunscreen cream (Punica granatum L.) along with its SPF value. The extract was prepared by maceration using 96% ethanol. Testing the antioxidant activity of white pomegranate peel extract (Punica granatum L.) using UV-Vis spectrophotometry with the DPPH method (1,1-Diphenyl-2-Picrylhyrdazyl), the test results showed that white pomegranate peel extract (Punica granatum L.) had an IC50 value of 92,76 ppm in the strong category. Sunscreen cream was made into four formulas, namely F0, FI, FII and FIII with extract concentrations of 5%, 10% and 15% respectively. The physical evaluation was tested, including organoleptic test, homogeneity test, cream type test, spreadability test, adhesion test, pH test, viscosity test and organoleptic stability test which showed that the four formulas met the requirements of the physical evaluation test for sunscreen cream preparations. The four sunscreen cream formulas, an antioxidant activity test was carried out using the DPPH method (1,1-Diphenyl-2-Picrylhyrdazyl) at F0, FI, FII and FIII and obtained IC50 values ​​of 146,9 ppm (weak), 98,22 ppm (strong), 81,37 ppm (strong) and 76,88 ppm (strong). Determination of the SPF (Sun Protection Factor) value was carried out using the mansyur equation method using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 290-320 nm. The results obtained for the SPF values ​​in the four formulas F0, FI, FII and FIII were 6,02 (extra), 14,39 (maximum), 22,98 (ultra) and 27,60 (ultra).

Page 1 of 1 | Total Record : 5